
Derek datang menemuiku lagi. Firasatku dia ingin melamarku lagi. Kenapa dia menurut sekali pada Trevor? Apa yang Trevor berikan kepadanya hingga Derek melakukan semua permintaannya? Meski mereka berteman, menurutku Derek tidak akan mempermalukan dirinya seperti ini. Dia hanya melakukan sesuatu yang sia-sia.
"Kenapa kamu datang ke sini, Derek?" tanyaku ketus.
"Kurasa kamu sudah menduganya, Diana." Dia menyeringai.
"Waktuku yang berharga habis karenamu." Aku berdiri. Tidak ada gunanya meladeni orang yang keras kepala sepertinya. Akan kugunakan waktuku untuk sesuatu yang lebih penting.
Tanganku dicekal. Aku langsung menepisnya. Kutatap Derek dengan tajam, tetapi dia sama sekali tidak takut.
"Tinggalkan saja tunanganmu, Diana. Lalu menikahlah denganku. Kamu akan bahagia hidup bersamaku," jawabnya sambil memainkan rambutku.
Kusingkirkan tangan Derek. Dia membuatku semakin jijik. "Aku sendiri yang memutuskan hidupku, Derek."
Derek melihat tangannya yang kusingkirkan tadi. Dia menatapku dengan tajam. "Begitu ya, suatu saat aku akan menanyakan hal ini sekali lagi. Lalu saat itu, aku harap kamu menerimaku. Jika tidak, aku tetap akan membawamu, Diana," ancamnya.
"Ucapanmu hanyalah omong kosong, Derek," balasku.
"Kita lihat saja, Diana." Seringainya semakin lebar. Dia berpamitan kembali ke kediamannya.
Derek tidak akan bisa mengalahkanku. Yang dia lakukan hanyalah menggertak. Aku akan membuat hal itu tidak akan terjadi. Dalang dibalik sikapnya ini akan benar-benar kubuat ketakutan. Dia telah berdiam diri di kediaman Rockyard setelah kuberi peringatan. Berada di luar mengakibatkan Trevor trauma atas perbuatanku. Dia merasa aman berada di kediaman temannya. Akan kubuat rasa aman itu menjadi kecemasan yang tak berujung.
Aku berpindah ke kediaman Rockyard. Kulangkahkan kaki masuk ke sana tanpa seorang pun yang curiga. Pelayan yang bekerja di sana mengenalku. Tak mungkin adik teman Tuannya akan mengacau di sini.
"Tolong panggilkan kakakku, aku menunggunya di ruang tamu. Namun, jangan bilang kalau aku menemuinya. Bilang saja ada yang Tuan Rockyard ingin bicarakan dengannya," perintahku pada salah satu pelayan di sana.
Pelayan itu membungkuk lalu melaksanakan tugasnya. Aku menuju tuang tamu menunggu Trevor. Waktuku cukup lama. Jarak kediamanku dengan kediaman ini cukup jauh. Derek tidak bakal sempat menyaksikan pertunjukkan yang akan kubuat. Dia hanya akan menangani sisa-sisanya saja.
Tak lama Trevor masuk dengan ekspresi terkejut. Ini pertama kalinya aku melihatnya ketakutan melihatku. Kupasang sihir kedap suara di ruangan ini agar pembicaraanku tidak terdengar.
"Duduklah, Trevor." Tanganku mempersilakan orang yang masih berdiri di depan pintu itu duduk.
__ADS_1
Trevor masih terdiam. Kutarik dan kutempatkan dia untuk duduk dengan nyaman. Obrolan ini akan menarik.
Kakinya yang sudah membaik gemetaran. Dia memegangi lengannya. Giginya gemeretak. Tak mampu melihatku dia memalingkan muka.
"Bukankah sudah kuperingatkan jangan menggangguku melalui Derek, Trevor?" Nadaku terlihat mengancam.
"Aku sudah memberitahunya, Diana. Sungguh." Suara Trevor ikut gemetar.
Aku memutar bola mataku. "Dia masih menemuiku hari ini."
"Aku tidak tahu kalau dia menemuimu, Diana. Benar-benar tidak tahu." Trevor menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Berhentilah berbohong!"
Aku mengeluarkan bola api untuk membakar kakinya.
"Panas!" Dia menghentak-hentakkan kakinya untuk mematikan api. Kepanikan hanya akan membuatnya semakin kesakitan.
"Apa sekarang kau mau bicara?"
"Aku sungguh tidak tahu apa pun tentang hal itu, Diana. Derek bertindak atas kemauannya sendiri. Kenapa kau sekejam ini pada kakakmu sendiri?" Dia menyatukan kedua tangannya ke depan untuk meminta belas kasihan.
Kau telah membuatku merasakan rasa sakit dikucilkan, tidak bisa melakukan apa pun dan kehampaan. Kau memanfaatkan dan mengorbankan aku.
"Kau telah membunuh ayah dan berniat membuatku mencelakaiku dengan melakukan ritual transfer sihir. Tidak pantas kau dipanggil kakak." Aku meninggikan suaraku.
"Aku tahu bahwa tindakanku membunuh ayah tidak bisa dimaafkan. Tetapi kau tidak bisa membenarkan tindakanmu yang menyiksaku seperti ini. Kau bahkan belum terluka, Diana." Teriak Trevor.
Kau pikir semua penderitaanku di kehidupan sebelumnya bukan masalah? Aku putus asa hingga ingin ajal segera menjemputku.
Tak dapat kutahan amarahku lagi, aku berusaha melukai mata Trevor. Namun, tanganku terhenti tepat di depan matanya. Ini bukan karena sihir Trevor. Dirikulah yang tidak mampu melakukannya. Aku meringis melihat hal ini. Kenapa aku tidak mampu melakukan hal ini?Kurasa aku mulai melunak gara-gara berkumpul dengan orang-orang baik.
__ADS_1
Trevor terbelalak, mundur ke belakang sedikit demi sedikit. Dia bangkit melarikan diri.
Kulancarkan jarum es ke kaki Trevor. Dia tersungkur. Aku berjalan melewatinya. Berdiri di hadapan Trevor.
"Soal ayah aku akan mengaku di depan Raja. Jadi lepaskan aku, Diana." Dia bersujud di hadapanku dengan mata berkaca-kaca. Meraih-raih kakiku.
"Aku tidak mau."
Jarum es terhunus di tangannya. Dia memekik kesakitan.
"Ampuni aku, Diana. Tolong aku."
Ini semua bahkan belum sepadan dengan penderitaan yang kurasakan.
"Aku akan menceritakan kalau sebenarnya putra tertua keluarga Moonlight menyingkirkan ayahnya demi gelar kepala keluarga. Lalu karena dengki, aku juga berniat mencelakaimu. Akan kukatakan bahwa aku membunuh ayah dengan tanganku sendiri di depan umum agar semua orang melihat. Mereka dapat menghakimiku saat itu juga. Kumohon maafkan aku, Diana." Dia menangis sesegukan.
Dia belum minta maaf atas tindakannya di kehidupanku yang lalu. Tentu saja dia tidak ingat. Hanya aku yang mengingatnya.
"Itu masih belum cukup, Trevor," kataku lirih.
Napas panjang terhembus dari hidungku. Api menyelimuti tubuh Trevor. Jeritannya memenuhi seluruh ruangan. Dia mengguling-gulingkan badan akibat rasa sakit dan panas. Tidak akan ada yang menolongnya di sini. Tak lama dia pingsan karena tak tahan akan rasa sakitnya.
Kupadamkan api di tubuh Trevor. Dia masih bernapas, tetapi pasti ini akan menimbulkan bekas luka di tubuhnya. Wajahnya terlihat parah. Kurasa ini sudah cukup.
Berterima kasihlah pada Keluarga Skyrise yang mengajariku kebaikan hati, Trevor. Matamu bisa selamat karena mereka.
Aku meninggalkannya. Kupanggil pelayan yang di dekat sini. "Panggilah dokter untuk Tuan Muda Moonlight. Dia mengalami luka bakar yang cukup parah."
Dia mengangguk segera berlari mencari dokter. Aku melangkah keluar dari kediaman ini. Menatapnya sebentar lalu kembali ke kediamanku dengan sihir unikku.
Aku berada di kamarku. Tawaku memenuhi kamar. Balas dendamku akan segera selesai. Diakhiri dengan kematian Trevor. Lama-kelamaan tawaku berubah menjadi tangisan lirih. Bahkan setelah menyiksa Trevor seperti ini tidak membuatku puas. Tak ada kesenangan seperti saat mematahkan kaki dan lengannya dulu. Sekarang ini malah menyiksaku.
__ADS_1
Aku membenarkan diriku sendiri atas tindakan keji yang kuperbuat karena kekejaman Trevor di masa lalu. Aku sama saja dengannya, menyiksa dan melukai orang hanya demi kepentinganku.