
Aku bergegas menuju kediaman Moonlight. Diana akan kukeluarkan dari sarang orang yang tidak punya hati itu. Namun, begitu aku sampai Trevor berlarian dengan kaki yang terpincang-pincang. Wajahnya babak belur.
Diana pasti mengusirnya. Ternyata aku tidak perlu melakukan apa pun. Aku tersenyum lalu kembali ke kediamanku. Diana pasti akan menjadi kepala keluarga Moonlight. Dia akan menerima banyak lamaran. Kukirimkan surat lamaran padanya. Seandainya dia menolak, tetap kudekati dirinya.
Tak kusangka, balasan surat lamaranku datang. Aku sangat senang sekali. Dia menerimaku, aku masih punya kesempatan.
Begitu aku sampai di kediamannya Derek datang mengganggu Diana. Aku langsung mengusir orang itu, tetapi dia tetap bersikeras hingga Diana berhasil mengancamnya. Derek melangkah keluar dengan menggerutu.
Ternyata seperti itu suara Diana. Sangat merdu. Aku bersyukur bisa mendengarnya. Lalu kami bertunangan secara kontrak. Aku tidak berniat memberitahu kalau diriku mengulang waktu sepertinya. Dia pasti akan menjauhi lagi. Selama pertunangan ini aku berusaha membuatnya jatuh cinta padaku, tetapi dia masih menjaga jarak padaku. Kebenciannya padaku belum hilang.
Ketika dia berdansa atau berduaan dengan Raja, hati tidak tenang. Tatapan Raja padanya bukanlah tatapan seorang teman. Raja mencintainya. Aku tidak rela membiarkan Diana bersama orang lain. Jadi sebisa mungkin kubuat Diana terus berada di sampingku.
Saat ibuku meminta berbicara berdua dengan Diana, rasa penasaran memenuhi hatiku. Apa yang dilihat ibuku? Apakah Diana mencintaiku?
"Apa yang ibu bicarakan dengan Diana?" tanyaku setelah pulang mengantar Diana.
"Ini pembicaraan antar perempuan, kamu tidak boleh mengetahuinya, Keith." Ibuku tersenyum penuh rahasia.
"Kalau begitu apa aku boleh menerima sedikit bocoran tentang perasaan Diana?" Mungkin ibu akan membantuku akan hal ini.
"Tanyakan saja pada dirinya. Aku tidak membesarkan seorang pengecut Keith. Berjuanglah." Tangan ibuku mengusap-usap kepalaku.
"Baiklah Ibu." Aku mengalah. Pada akhirnya aku tidak dapat informasi apa pun.
__ADS_1
Semakin lama kami semakin dekat. Namun, Diana juga tidak lepas juga dari Raja. Saat pesta keluarga Jordin mereka berdua menghilang. Mereka pasti bertemu diam-diam. Keraguan mulai merasuki hatiku. Apakah Diana juga mencintai Raja? Haruskah kurelakan saja dia agar bahagia? Selama ini dia terus menderita bersamaku. Namun, bagaimana dengan perasaanku sendiri?
Tak lama waktu ibuku kritis telah tiba. Aku tahu bahwa ajalnya sudah dekat. Meski mengulang waktu, aku tidak mampu merubah nasibnya. Aku sudah memberitahu Iris formula yang pernah ia pakai di kehidupan sebelumnya, sehingga ia bisa menciptakan formula lain yang dapat menyembuhkan ibu kami. Namun, kami tidak berhasil.
"Maafkan Ibu Keith. Kamu harus kehilangan Ibu sebanyak dua kali. Jagalah Iris dan Diana." Itu adalah kata-kata terakhir ibu padaku.
Diana menghiburku ketika aku berusaha menangis sendirian saat pemakaman ibuku. Aku sangat senang karena dia peduli kepadaku, tetapi apakah kepedulian itu hanya sebagai teman atau kekasih?
Setelah itu aku membatalkan pertunangan kami untuk melihat perasaan Diana. Pada akhirnya dia tidak kembali. Dia lebih memilih Raja. Aku menyerah dan berusaha merelakannya tetapi Iris terus marah-marah kepadaku.
"Kenapa Kakak membiarkan Kak Diana direbut orang lain? Berusahalah! Dapatkanlah cintanya kembali."
Namun, Diana tidak pernah mencintaiku. Dia hanya menganggapku teman, Iris tidak tahu apa pun. Aku tidak menggubris adikku. Iris tidak berbicara denganku selama berhari-hari.
Lalu tiba-tiba Diana datang ke kediamanku dengan babak belur. Tubuhku terasa dingin. Aku langsung melesat kepadanya. Napasnya semakin melemah, aku takut kehilangannya lagi. Kubawa Diana sambil berteriak-teriak, "Iris! Iris!"
Iris pasti berada di ruang eksperimennya. Aku meneriakkan kembali nama Iris. Dia membanting pintu dengan keras. "Aku masih belum memaafkan Kakak, jadi jangan-" kata-kata Iris terhenti begitu melihat tubuh Diana penuh dengan darah.
"Cepat ambilkan ramuan sihir!" perintahku.
Iris langsung masuk ke dalam lalu keluar dengan sebotol ramuan sihir. Dia meminumkannya pada Diana. Napas Diana lebih teratur dan lukanya langsung sembuh. Kami berdua bernapas lega.
"Bagaimana bisa begini?" tanya Iris.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu," jawabku lirih.
Kami berdua menunggu Diana tanpa berbicara apa pun. Begitu terbangun Diana menyebutkan nama lelaki lain, bukan diriku. Ternyata dia benar-benar mencintai Raja. Namun, kenapa dia malah datang ke sini, bukannya ke istana? Pasti karena Iris. Penyihir ramuan terhebat yang dikenal Diana adalah adikku. Dia berpikir cepat untuk menyelematkan diri.
Diana menceritakan bahwa penyebab dirinya babak belur adalah Derek. Bahkan di kehidupan kali ini dia berniat membunuh Diana. Aku tidak akan membiarkannya. Aku akan melindungi Diana meski dia tidak mencintaiku.
Aku mendatangi Raja menyampaikan surat Diana. Dia tidak mempercayaiku kalau surat itu berasal dari tunangan. Setelah memerika sihir dari surat itu, dia baru percaya.
"Saya minta Anda segera mencari Derek," tegasku.
"Tidak perlu kamu minta, aku akan melakukannya. Bagaimana keadaan Diana?" tanya dengan sorot mata khawatir.
"Dia baik-baik saja masih dalam masa pemulihan."
"Aku akan menemuinya."
"Anda fokuslah mencari Derek. Keselamatan dan kesembuhan Diana akan saya jamin. Saya tidak akan melakukan apa pun padanya, Anda tidak perlu khawatir." Sebenarnya itu hanya alasanku saja. Aku tidak ingin Eric bertemu dengan Diana.
Eric menatapku dengan tajam, dia terlihat kesal. "Baiklah, aku akan berusaha mempercayaimu."
Saat malam terakhir dia menginap di kediamanku, aku melihatnya jalan-jalan di taman. Dia terlihat kedinginan, aku memasang jubahku kepadanya.
Diana berkeliling di taman melihat-lihat bunga. Dia terlihat sangat cantik. Hatiku tidak mampu berbohong, aku tidak ingin melihatnya bersama orang. Jadi kunyatakan cintaku. Dia menangis lalu membalikkan tubuhnya. Ternyata Diana masih membenciku. Dia menolakku.
__ADS_1
Aku berusaha melupakannya, tetapi sangat sulit. Kusibukkan diri dengan mencari Derek. Lalu aku bertemu dengannya bersama dengan Diana. Derek malah menyampaikan tentang rahasiaku yang ingin kusembunyikan dari Diana. Terlambat sudah. Diana menatapku penuh kebingungan dan kebencian.