
Pertemuan kepala keluarga diadakan kembali. Kurasa pasti membicarakan Derek. Kudengar dia muncul di suatu tempat di kerajaan lain. Benar kata Keith.
"Aku ingin meminta bantuan kalian untuk mengerahkan segalanya untuk menangkap Derek Rockyard."
Beberapa kepala keluarga mendesah karena harus melakukan yang sama tiap hari. Mereka bosan, sama sepertiku. Tetapi keberadaan Derek akan mengancam dunia.
"Derek Rockyard berhasil ditemukan di Kerajaan X. Penyihir istana yang berusaha menangkapnya telah tewas. Aku ingin kalian menangkapnya."
Kepala keluarga saling berbisik. Eric meski terlihat kesal, dia tidak marah. Dia menyadari perasaan para kepala keluarga.
"Aku tahu kalian lelah, tetapi ini semua demi kerajaan. Tidak untuk dunia. Semakin dibiarkan berkeliaran bebas, Derek Rockyard akan semakin kuat. Aku tidak ingin kita terlambat. Jadi aku mohon bantuan kalian."
Eric tertunduk. Ini pertama kalinya aku melihatnya menundukkan kepala. Harga dirinya yang tinggi dilupakannya sejenak untuk kesejahteraan kerajaannya.
Seluruh kepala keluarga tercengang melihat hal ini. Mereka menyadari keadaan ini akan terkendali jika saling bekerja sama. Pada akhirnya mereka menuruti perintah Raja.
Pertemuan diakhiri dengan cepat. Beberapa sudah pulang. Begitu pula Keith dan aku. Kami sudah mempersiapkan semuanya. Agar tidak perbedaan kekuatan kami dengan Derek terlalu jauh, meminum ramuan penguat kekuatan sihir sudah menjadi keseharian kami. Aku tidak tahu apakah kekuatan kami bisa menandingi Derek. Aku tidak tahu berapa banyak penyihir yang telah diserap kekuatannya oleh Derek. Yang kuyakini adalah jika bertarung bersama orang lain, kemungkinan untuk mengalahkan Derek lebij besar.
Aku berpapasan dengan seseorang bertudung. Dia memasuki istana dengan santainya. Aku menghentikan langkahku lantas mendekatinya untuk membongkar identitasnya. Kusibakkan tudung itu. Sontak aku langsung menjauh mengambil sikap bertarung. Derek yang menyeringai berdiri di hadapanku. Keith segera melancarkan serangan pada Derek. Semua serangannya dapat dihindari.
Aku membantu dengan melontarkan bola-bola sihir. Derek menciptakan sihir pelindung. Seranganku membuat asap hingga menutupi Derek. Berharap seranganku dapat melukai Derek, tetapi dia masih berdiri dengan pelindungnya. Eric berlarian keluar melihat keributan yang terjadi. Matanya terbelalak melihat buronan yang dicari-cari datang sendiri ke istananya. Derek menyeringai kapada Eric.
__ADS_1
"Aku akan menggantikanmu menjadi Raja!" teriak Derek.
Bola sihir Derek dilontarkan pada Eric. Eric dapat menghindarinya, lalu melancarkan serangan balik. Pelindung Derek mulai retak tetapi dia segera membuat sihir tornado api lalu menghempaskannya ke sekitar. Kami yang berada di sana melindungi diri dengan sihir pelindung. Derek menciptakan bola sihir paling besar yang pernah kulihat. Bola sihir itu mampu melahap istana sekejab mata. Bukan cuma itu semua orang yang ada di sini juga akan mati. Aku segera berteleportasi ke belakang Derek mencengkeram tangannya lalu berpindah ke kediaman Rockyard. Sihir Derek menghilang. Dia menyibakkan tanganku. "Sialan kau, Diana."
Kuhentikan waktu lalu berteleportasi ke istana lagi. Keith menghampiriku penuh kekhawatiran. Dia segera memelukku dengan erat. "Jangan berbuat gegabah seperti tadi lagi, Diana. Ini tidak baik bagi jantungku."
Aku terkekeh pelan sambil melepas pelukannya. Eric mendekatiku dengan tatapan datar. Tidak ada lagi kesedihan di matanya lagi. Aku bersyukur dia mulai merelakanku sedikit demi sedikit. Jika tidak, tadi dia pasti langsung menyingkirkan Keith yang memelukku.
"Terima kasih, Nona Moonlight. Kamu menyelamatkan nyawa di tempat ini. Di mana Derek Rockyard?"
"Saya membawanya ke reruntuhan kediaman Rockyard, Yang Mulia."
"Berapa banyak orang yang bisa kamu bawa dengan sihir teleportasimu, Nona Moonlight?"
"Tiga orang termasuk saya sendiri, Yang Mulia. Saya hanya bisa melakukannya dua kali lagi."
Eric menatap Keith seakan meminta persetujuannya. Keith memahami Eric dengan mengangguk. Menangkap Derek adalah hal yang paling mendesak sekarang.
"Kalau begitu bawa aku dan Tuan Skyrise ke sana. Kita akan menangkap Derek," perintah Eric sambil menyetuh bahu kiriku.
Keith memegang bahu kananku. Dia merenggutnya dengan erat, menenangkan dan memberi kekuatan padaku.
__ADS_1
"Baik, Yang Mulia." Aku segera berteleportasi dengan Eric dan Keith kembali ke kediaman Rockyard.
Tidak terlihat Derek di mana pun. Keith segera terbang untuk melihat dari atas. Dia mengedarkan pandangan sekitar lantas menunjuk ke arah halaman belakang kediaman Rockyard. "Dia di makam, Yang Mulia, Diana."
Kami bergegas ke sana. Keith meluncur ke makam duluan. Kediaman Rokcyard memiliki makam tersendiri untuk menguburkan anggota keluarga Rockyard. Ayah, ibu, kakek, nenek dan lelehur Derek dimakamkan di sana. Aku tidak tahu alasan Derek ke sana, yang pasti bukan untuk meratapi nasib orang tuanya yang meninggal saat dia masih kecil.
Keith telah sampai di makam bertarung dengan Derek sendirian. Aku dan Eric turut membantu Keith dengan melancarkan bola-bola sihir. Derek kewalahan menghadapi kami bertiga. Pelindungnya yang dia buat pada pertarungannya dengan Keith mulai retak.
Eric segera mengakhiri ini dengan melancarkan bola sihir. Derek tersungkur menengadah ke langit.
Eric mendekati dan mengikat Derek dengan sihir rantai agar tidak kabur. "Apa alasanmu melakukan pembunuhan Derek?"
"Aku hanya ingin menjadi orang kuat dan disegani, Yang Mulia. Aku akan menjadi yang terkuat dan menjadi Raja." Derek menyeringai ke arah Eric.
Eric menatap Derek penuh kemarahan dan kemuakan. Aku pun sama, dia telah mengorbankan banyak orang demi kegoisanya sendiri. Kegilaannya tidak terkendali lagi. "Kamu ditangkap atas pembunuhan penyihir, Derek Rockyard," ucap Eric sambil memberi tanda padaku dan Keith untuk membawanya.
Kami segera mendekat, tetapi langkah kami terhenti karena Derek tertawa lepas. Aku tidak tahu alasannya dia masih bisa tertawa saat ini. Dia benar-benar sudah kalah. Tidak mungkin ada perangkap di sekitar sini. Kurasa tadi itu adalah tawa putus asa.
"Silakan tangkap saja kalau bisa, Yang Mulia." Seringai Derek semakin lebar.
Tubuhku terlempar. Begitu juga Keith dan Eric. Bajuku hangus, pasti tadi Derek menyerang dengan sihir api. Apa Derek hanya berpura-pura kalah, lalu menunggu saat untuk menyerang balik?
__ADS_1
Namun, begitu melihat ke tempat Derek mataku terbelalak. Keith dan Eric pun tidak bisa berkata-kata. Kumpulan orang mendekati kami. Mereka semua adalah penyihir. Lebih tepatnya penyihir yang telah mati. Keluarganya. Mayat-mayat itu hidup kembali melawan kami.