
Disinilah aku di kediaman Skyrise. Iris berulang kali mengirimkan surat padaku untuk datang ke kediamannya. Aku berusaha mengabaikannya tetapi surat itu semakin lama semakin banyak. Dia tidak mudah menyerah. Pada akhirnya akulah yang menyerah.
Iris sudah menungguku di depan kediaman. "Selamat datang, Kak Diana."
Aku mengangguk setelah turun dari kereta kuda. Dia langsung menggandengku untuk berkeliling kediaman Skyrise. Seharusnya dia melakukan ini saat pertama kali kami bertemu. Alasan Iris tidak melakukannya dia lupa. Di surat yang dikirimkannya kepadaku tertulis niatnya ingin mengajakku berkeliling kediaman Skyrise.
Gedung kediaman Skyrise lebih mewah daripada kediamanku tetapi perabotannya sederhana. Tampaknya mereka menghemat uang untuk pengobatan ibunya. Gaun Iris juga sederhana, dia tidak mengenakan gaun mewah saat sehari-hari. Gaun termewah yang pernah kulihat adalah saat pesta gelar kepala keluargaku kemarin.
Iris menjelaskan satu persatu ruangan di kediaman Skyrise. Ruang makan, ruang tamu, kamar tidur miliknya, kamar tidur milik Keith, kamar tidur milik ibunya, ruang kerja Keith, taman tempat kami berbincang wakth itu, ruang latihan, ruang eksperimen. Ruang latihan adalah tempat yang digunakan Keith dan Ayahnya berlatih sihir.
Ruang eksperimen adalah tempat Iris menghabiskan waktu di kediamannya untuk membuat ramuan-ramuan sihir. Jadi ramuan yang diminumnya kemarin untuk mengatasi rasa mabuknya adalah buatannya sendiri.
Ada tiga jenis penyihir dalam kerajaan ini. Pertama Penyihir Petarung, penyihir ini menggunakan kekuatan magis untuk menciptakan api, es, angin, petir dan sebagainya untuk bertarung, contohnya adalah aku, Trevor, Keith dan Derek.
Kedua Penyihir Ramuan, penyihir yang menciptakan ramuan dengan bahan-bahan yang dikumpulkannya. Ramuan yang mereka ciptakan kegunaannya macam-macam, seperti menyembuhkan luka, menyembuhkan penyakit, membuat orang sakit perut, membuat orang keracunan dan masih banyak lagi, contohnya Iris. Sepertinya Iris-lah yang bereksperimen untuk mencari ramuan yang tepat untuk menyembuhkan ibunya.
Ketiga Penyihir Hewan dan Alam, penyihir yang dapat berkomunikasi dengan hewan dan tumbuhan dan menggunakan keduanya untuk menyerang. Mereka harus bersiap-siap membawa hewan dan tumbuhan peliharaannya untuk bertarung dengan penyihir lain. Contohnya aku belum tahu. Penyihir Hewan dan Alam sangatlah jarang.
Iris mengajakku berbincang di ruang eksperimennya.
"Seperti inilah ruang eksperimen milikku Kak Diana," kata Iris sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.
"Bagus juga, sebenarnya aku baru pertama kali melihat ruang eksperimen. Penyihir keluarga Moonlight hanya Penyihir Pertarung saja," jawabku.
"Aku bisa menjelaskan kegunaan semua alat di sini kepada Kak Diana kalau mau." Mata Iris berbinar-binar.
Sepertinya dia ingin bicara panjang lebar. Namun, entah mengapa aku malah menyukainya.
Aku mengangguk. Iris mulai menjelaskan satu persatu. Di sisi timur ruangan terdapat tabung eksperimen yang berjajar. Lalu, disebelahnya terdapat bahan-bahan untuk melakukan eksperimen. Rak buku yang berisi buku-buku tentang nama dan khasiat bahan-bahan eksperimen terletak di utara ruangan. Di sisi barat terletak meja dan kursi untuk bersantai, tempat kami duduk.
Aku memakan camilan yang disajikan oleh Iris sambil mendengarnya dengan saksama. Setelah selesai dia berganti topik.
__ADS_1
"Saat pesta Kak Diana terlihat cantik sekali," puji Iris.
Sama seperti yang diucapkan Keith.
"Kak Diana dan kakakku terlihat serasi sekali," tambah Iris.
"Keith yang meminta kami untuk memakai warna baju yang sama," balasku.
"Bukan baju, tetapi kalian terlihat romantis dan harmonis." Iris memegang pipinya dengan kedua tangan sambil tersenyum riang.
Baguslah kalau begitu, bangsawan yang lain pasti beranggapan sama. Aktingku dan Keith berhasil.
"Benarkah? Terima kasih." Aku membalas senyumannya.
"Oh ya, ini pertama kalinya aku melihat Raja mengajak wanita berdansa. Apa Yang Mulia dan Kak Diana saling mengenal?" Iris mengedip-edipkan matanya, ingin tahu.
"Benar, kami berteman sejak kecil walau sebenarnya kami tidak pernah bertemu selama dua tahun," kataku jujur.
Begitulah sifat Eric. Di luar dia terlihat tegas agar ditakuti orang, tetapi sebenarnya dia baik terutama pada orang yang dikenalnya. Sebenarnya aku tidak tahu orang yang dekat dengan Eric selain diriku.
"Lalu, apakah orang yang mengajak Kak Diana dansa ketiga adalah pelamar yang diusir oleh Kak Diana?"
Sifat ingin tahu Iris benar-benar di luar kendali. Namun, tidak sampai mengorek informasi pribadi atau rahasia, jadi tidak masalah.
"Benar," balasku singkat.
"Aku tidak menyangka orang itu masih berani mengajak Kak Diana untuk berdansa apalagi di depan Kakakku," gerutu Iris.
Iris mulai bicara panjang lebar tentang dirinya. Dia berharap bertemu dengan pria tampan dan baik hati, tetapi kakaknya tidak mengizinkannya. Ada lamaran undangan yang ditujukan kepadanya tetapi Keith menolaknya. Aku tahu alasan Keith melakukan hal itu, tidak semua pria bersikap baik. Keith pasti mencari tahu latar belakang mereka masing-masing lantas menolaknya apabila tidak sesuai kriteria.
"Ngomong-ngomong di mana Keith?" Aku mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Daritadi aku tidak melihat Keith di kediaman ini. Mungkinkah di kamar atau di ruang kerjanya?
"Kakakku sedang berlatih di ruang latihan," balas Iris.
Sepertinya Keith berlatih untuk mempelajari sihir rumit. Aku tidak ingin mengganggunya tetapi aku harus menemuinya agar terlihat akrab di depan Iris.
"Aku akan menemuinya." Aku berdiri.
"Akan kuantar." Iris juga ikut berdiri.
"Tidak perlu aku sudah tahu tempatnya, Iris. Aku bisa ke sana sendirian," jawabku.
Iris menyipitkan mata dengan tatapan curiga. Apa yang dia curigai? Apa tidak boleh sepasang kekasih saling bertemu? Atau jangan-jangan dia berpikiran yang tidak-tidak?
"Baiklah, aku jadi tidak ada teman bicara."
Jadi itu yang dia sesalkan. Keith yang terlalu sibuk pasti tidak sempat meluangkan waktu dengan adiknya.
"Aku akan mampir lagi, walau tidak tahu kapan," ucapku.
"Benarkah? Aku akan menunggu Kak Diana datang ke sini lagi," tuturnya bersemangat.
Aku akan ke kediaman Skyrise setelah Keith mampir ke kediamanku. Sepertinya aku terus yang mengunjungi kediamannya.
Aku mengangguk pelan, lalu beranjak dari sana.
Aku berjalan menuju ruangan yang tidak jauh dari sana. Ruang latihan yang berada di dalam kediaman, ini malah memakan biaya yang besar untuk memperbaikinya. Akan lebih menguntungkan jika tempat latihan berada di luar kediaman seperti milikku. Ada satu keuntungan ruang latihan tertutup yaitu sihir yang dipelajari tidak diketahui oleh orang lain. Mungkin inilah pertimbangan yang diambil oleh kepala keluarga Skyrise sebelumnya.
Aku telah sampai di depan ruangan itu. Aku mengetuk pintu lalu masuk ke dalam. Ruangan yang kacau karena bekas sihir. Kurasa sudah lama mereka tidak memperbaiki ruangan ini. Aku melihat Keith bersama dengan seorang gadis berambut pirang. Siapa dia? Aku mendekati mereka. Keith menyadari keberadaanku melambaikan tangan.
"Ternyata kamu di sini, Diana."
__ADS_1
Gadis itu menoleh ke arahku. Langkahku terhenti. Wajah gadis itu tidak asing aku pernah melihatnya. Wajah yang tak pernah kulupakan. Gadis yang membuatku menyadari bahwa cintaku pada Keith bertepuk sebelah tangan.