Pemuja Pembawa Petaka

Pemuja Pembawa Petaka
Makan malam


__ADS_3

Ara berjalan santai menuju pintu, setelah keluar dari pintu Ara menatap ke depan, rupanya sudah ada sang pujaan hati yang sedang menunggu dirinya.


Ara lalu berjalan cepat menghampirinya.


" Hay mas, udah lama nunggunya?"


" Belum kok, baru saja nyampe."


" Oh, syukurlah kalau begitu.


" Capek banget ya dek?"


" Yah lumayan mas, hari ini sibuk banget, banyak barang yang dateng juga, kaki Ara sampai pegal hehehe."


" Kalau gitu kita beli makanan aja ya, nggak usah masak. Kasian kamu nanti malah tambah capek."


" Iya, makasih mas, udah perhatian sama Ara."


Beruntungnya aku punya kamu mas, kamu baik banget, pengertian lagi. Makasih mas.


Salah satu yang Ara sukai dari Frans adalah perhatiannya. Frans memang sangat memanjakan dan perhatian sama Ara.


" Ya udah kamu mau makan apa?" tanya Frans


" Em apa ya? bakso aja deh, tapi dibungkus, terus makan dirumah."


" Siap sayang."


" Tapi pengen sate juga."


" Ya apa pun yang kamu mau, yuk kita beli."


" Semuanya?"


" Iya sayang semua. Apa pun yang kamu mau."


" Em makasih sayang." Jawab Ara kegirangan.


Mereka pun menyusuri jalanan kota, berboncengan motor Ara memeluk Frans dari belakang dengan begitu romantisnya. Romansa keduanya memang lagi ada ditahap sayang - sayang nya. Yah membuat mereka seakan dunia ini hanya miliknya saja.


Setelah keduanya sampai dirumah Frans, Ara langsung bergegas mandi, lalu menyiapkan makanan untuk mereka.


Ara sudah terbiasa dirumah Frans bahkan dirumah Frans ada beberapa setel baju Ara. rumah Frans pun sudah seperti rumahnya sendiri, dengan sesuka hati Ara keluar masuk, membersihkan bahkan memasak dan yang lainya, Ara tampak nyaman dirumah Frans, itu membuat Frans sangat senang, karena Frans memang mempunyai rencana untuk mempersuntingnya.


Setelah selesai menyantap makan malamnya, di meja makan, mereka mengobrol ringan sebelum Ara pamit pulang ke kosan.


" Sudah kenyang belum dek?"


" Sudah, kenyang banget malahan, hehehe."


" Masih mau apa lagi?"


" Banyak, tapi besok lagi aja, sekarang udah kekenyangan."


" Dek nggak nginep aja?"


" Nggak lah mas, Ara capek mau istirahat di kosan."


" Istirahat disini kan bisa Ra, ada kamar tamu tuh."


" Nggak lah mas, Ara pulang saja ke kosan."


" Mau pulang sekarang apa nanti?"

__ADS_1


" Sekarang aja mas."


" Ya udah yuk mas antar, udah malam ini."


" Makasih mas,"


" Oh iya, besok mas nggak bisa jemput ya Ra, mas ke kantor nya masuk pagi."


" Iya mas, nggak papa. Ya udah yuk jalan, Ara udah ngantuk banget nih."


" Makanya tidur sini aja kalau gitu."


" Nggak mau, ya udah kalo nggak mau antar Ara pulang sendiri saja."


" Mau kok sayang, ya udah iya yuk berangkat."


Jarak rumah Frans dan kosan Ara tidak terlalu jauh, jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk menempuhnya, apa lagi jika ditempuh mengunakan sepeda motor, hanya butuh waktu sekitar 10 menit.


" Makasih buat makanya dan udah di jemput, udah di anterin juga sampai rumah, makasih banget ya mas." Kata Ara sambil tersenyum.


" Kamu suka?"


" Iya lah, hehehe, suka banget dong mas."


" Apa pun itu asal kamu suka, mas akan lakukan dan memberikannya untuk mu." Kata Frans sambil membelai rambut Ara.


" Makasih mas, semoga mas bahagia dan sehat selalu, nggak bosan sama Ara yang manja ini."


" Nggak akan bosan sayang. Udah gih masuk, terus istirahat."


" Mas nggak mampir dulu?"


" Mas boleh mampir?"


" Mau di gendong apa jalan sendiri?"


" Apaan sih mas, Ara udah gede masih bisa jalan sendiri, Ara juga berat, kasian mas nanti capek."


" Badan mungil mu itu berapa sih beratnya?"


" Nggak tau, Ara nggak pernah nimbang."


" Makan yang banyak biar nggak mungil."


" Nggak lah mas, Ara suka kok sama badan Ara gini."


" Iya, bikin gemes, rasanya nggak sabar jalan di belakang kamu, pengen tak gendong tau nggak."


" Ya sabar dong mas, nih udah sampai kok."


Frans mengekor di belakang Ara. Hingga sampai di dalam kamar Ara.


" Mas mau minum apa?"


" Nggak Ra mas udah kenyang."


" Oh ya udah,"


Ara pun langsung menjatuhkan dirinya di kasur.


" Lelah banget ya?"


" Iya mas."

__ADS_1


" Berhenti kerja aja ya, biar mas yang kerja."


" Nggak, nggak. Ngomong apa sih mas? ngaco deh. Ara belum jadi istrinya mas."


" Ya mas nggak tega aja liat kamu kelelahan gini Ra."


" Ya namanya juga kerja mas, capek itu sudah resiko. Ara memang manja, tapi soal bekerja Ara nggak selemah itu, belum saatnya Ara bergantung sama kamu mas,"


" Yah mas bangga sama kamu. Tapi kalau lelah banget jangan di paksain ya Ra, kalau lelah banget izin libur."


" Iya mas,"


" Ya udah kamu istirahat ya, mas pulang dulu."


" Oke, mas hati - hati pulangnya, Ara antar sampai depan ya?"


" Nggak usah Ra, kamu langsung tidur ya, istirahat, assalamualaikum cinta."


" Iya mas. Waalaikumsalam mas."


Setelah Frans keluar, Ara mencari posisi yang nyaman, dan memejamkan mata.


" Hem, akhirnya ketemu kasur juga, hari ini capek banget."


Belum juga Ara terpejam, ponsel Ara berbunyi.


Siapa sih, baru juga mau tidur.


Ara mengambil ponsel nya, dan melihat siapa yang menelponnya.


Kia, ada apa malam - malam begini Kia nelpon? semoga nggak ada apa - apa.


" Halo assalamualaikum."


" Waalaikum salam mbak."


" Ada apa Ya, jam segini nelpon mbak, nggak ada apa - apa kan?" tanya Ara langsung.


" Kia cuma mau ngasih tau mbak, ibuk sakit mbak."


" Ibuk sakit apa Ya, kok baru ngabarin sekarang? sejak kapan ibuk sakit?" tanya Ara khawatir.


" Udah dari beberapa hari yang lalu sih mbak, mau ngabarin mbak nggak di bolehin ibuk, takutnya mbak kepikiran."


" Ibuk memang selalu saja begitu. Emang ibuk sakit apa? sudah dibawa berobat belum?"


" Katanya kepalanya sakit mbak, tapi nggak mau dibawa ke dokter, makanya Kia telpon mbak, tolong mbak bantu bujuk ibuk agar mau ke dokter ya?"


" Ya sudah, besok mbak tanya ke bos dulu, mudah - mudahan di kasih izin libur secepatnya, biar mbak bisa pulang."


" Ya mbak, mbak hati - hati di sana jaga kesehatan ya. Misalnya mbak nggak pulang nggak papa, ada aku sama bapak yang ngerawat ibuk, yang penting mbak bantuin bujuk ibuk aja agar mau ke dokter, siapa tau kalau mbak Ara yang bujuk ibuk mau dibawa ke dokter."


" Iya Kia, makasih ya udah di kabarin, mbak coba bujuk besok, sama sekalian nanti mbak usahakan pulang kok. Jaga ibuk dulu ya Ya?"


" Ya mbak, jangan kepikiran ya mbak? ibuk cuma sakit kepala kok, karena Kia kasian kalau nggak di obatin kan nggak sembuh - sembuh makanya Kia minta bantu mbak buat bujuk ibuk. Ya sudah mbak pasti capek banget ya, istirahat ya mbak, assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Mudah - mudahan bisa di kasih izin pulang cepet, besok aja sekalian bilang sama mas Frans lah kalau mau pulang. Hari ini capek banget mau tidur.


Yah memang pekerjaan Ara hari ini sangat menguras tenaganya apa lagi harus bolak balik ke rumah Frans, tapi tidak apa, karena bisa bertemu dengan cintanya itu membuatnya bahagia.


Frans memang menjadi salah satu semangat Ara ditengah - tengah letih nya bekerja.

__ADS_1


__ADS_2