
" Oh iya mbak, tapi mbak beneran udah sehat kan? masih ada yang sakit nggak?"
" Nggak dek, mbak sudah sehat. Kenapa sih?"
" Sebenarnya aku nggak rela mbak kerja, entah kenapa aku merasa mbak itu belum sembuh benar."
" Tapi kan kamu sudah lihat sendiri, mbak sudah sembuh, mbak sudah baik - baik saja, sudah bisa jalan juga."
" Iya sih, tapi bagi ku, itu belum menjamin kalau mbak ini sudah sembuh benar. Aku khawatir mbak, kalau dirumah kan mbak nggak banyak jalan, lah nanti kalau kerja kan mbak pasti jalan mondar mandir takutnya kambuh kaki nya sakit lagi. Apa lagi gara - gara mimpi buruk kemarin mbak, Aku jadi tambah takut."
" Mimpi apaan sih dek, sampai membuat mu gelisah begitu, mimpi aneh lagi ya pasti?"
" Iya mbak. Mimpinya hampir sama kaya sebelum mbak sakit itu, tempatnya sama, tapi kondisi mbak Ara yang berbeda."
" Coba ceritain mbak mau dengar, jadi penasaran nih."
" Makhluk hitam yang selalu di dekat mbak Ara itu masih ada, namun kaki mbak Ara sudah nggak ada ularnya lagi, hanya saja ada banyak benang merah yang melilit mbak Ara, dan pandangan mbak Ara kosong, terus memanggil - manggil nama mas Danang."
" Memang akhir - akhir ini aku sering kepikiran mas Danang sih dek, apa mungkin mbak jatuh cinta sama mas Danang ya?"
" Jangan ngawur deh mbak, aku nggak suka ya mbak deket - deket sama dia, apa lagi mbak jatuh cinta sama dia. Aku selalu merasa dia bukan orang yang baik."
" Jangan gitu ah dek, semua orang itu baik, apa lagi dia sudah nolongin mbak, sudah menyembuhkan mbak juga."
" Ya karena itu memang bagian dari kerjaan dia mbak, mengobati mbak itu sudah jadi keharusan buat dia, kan mbak pasiennya. Pokoknya mbak aku nggak suka sama dia, mbak tau kan dari kemarin mimpi ku itu benar, aku juga takut kali ini benar juga, aku merasa dia punya niat nggak baik sama mbak."
Iya juga sih, firasat Aji memang akhir - akhir ini selalu benar, mimpinya pun benar. Apa mungkin adik ku punya kemampuan spiritual ya, nggak ada salahnya sih dengerin dia, toh juga demi kebaikan ku sendiri kan.
" Iya ganteng, mbak akan dengerin kamu."
" Kalau mbak tiba - tiba ingat dia, berusahalah buat mengingat hal lain, atau nggak mbak ingat aku dan ingat pesan ku ini, oke? aku akan coba cari tau lagi soal mas Danang. Aku nggak mau ya mbak di apa - apain sama dia."
" Iya mbak akan berusaha, mbak akan dengerin kamu tenang aja."
" Waktu aku nyusul mbak kesini kemarin malam, mbak juga lagi mengigau nama dia, dan bilang mbak merindukan dia, sepertinya memang tidak ada yang beres mbak. Aku akan cari tau secepatnya."
__ADS_1
" Iya mbak percaya sama kamu, pasti kamu bisa melindungi mbak."
Aku akan berusaha untuk selalu memastikan mbak baik - baik saja, aku nggak mau mbak Ara disakitin orang lagi. Aku akan berusaha melindungi mu mbak, sebisa aku. Sepertinya aku perlu mengasah kemampuan ku ini agar selalu bisa melindungi ke 2 tuan putri ku yang cantik ini. Kecantikan mereka kadang memang bisa mendatang kan petaka, siapa coba yang nggak terpikat dengan paras cantik mbak Ara dan mbak Kia. Duh pak, buk gadis - gadis kalian ini cantiknya meresahkan. Batin Aji.
" Yang bikin aku belum yakin kalau mbak sembuh benar itu juga karena di mimpi ku, makhluk hitam besar itu masih ada mbak, dan benang merah yang mengikat mbak itu aku rasa itu ulah mas Danang. Tapi aku belum punya bukti kuat nya, itu hanya firasat ku saja. Tapi firasat ku itu banyak benarnya, jadi mbak harus benar - benar hati - hati dan jaga diri."
" Iya ganteng. Mbak akan ingat semua yang kamu katakan."
" Jangan cerita sama ibuk sama bapak dulu ya mbak, biar aku pastikan dulu. Nanti kalau sudah pasti aku yang akan kasih tau mereka soal semua ini. Agar mereka nggak khawatir juga."
" Iya ganteng, selama mbak nggak ada jagain ibuk sama bapak, jangan malu bantuin ibuk nyapu, nyuci piring dan baju, bahkan masak. Walaupun kamu laki, lebih bagus lagi kalau serba bisa semuanya. Nanti kalau menikah agar bisa bantuin istrimu juga."
" Iya mbak, Pasti aku akan bantuin ibuk, mbak tenang saja, jangan ngomongin istri dulu itu masih jauh."
" Yee kita kan nggak tau kapan jodoh datang."
" Mbak Ara sama mbak Kia aja belum."
" Ya kan nggak ada salahnya, mempersiapkan diri dari sekarang, belajar dari sekarang, biar besok kalau udah punya istri udah nggak kaget, udah siap juga, udah bisa bantuin juga. Bahagiain istri itu juga penting loh dek."
" Mbak penasaran banget deh, sama perempuan pilihan mu nanti kaya apa, hehehe."
" Yang pasti baik dan sholehah lah mbak."
" Iya memang semua lelaki juga maunya punya istri yang begitu dek."
" Itu tau, kenapa pake tanya."
" Ya kali kan ada tipe - tipe yang lain, yang tinggi misalnya apa yang langsing apa yang gendut."
" Itu nomor yang kesekian mbak. Yang penting ya baik sama sholehah itu tadi."
" Iya ya dek, tapi nggak semua begitu, ada kok yang pertama dinilai itu dari cantiknya."
" Ya mungkin ada, tapi mudah - mudahan aku nggak termasuk."
__ADS_1
" Jangan lah dek, mbak ingin kamu jadi laki tuh yang baik."
" Iya mbak, nih juga lagi belajar menjadi orang yang baik, hehehe."
" Huh dasar bisa aja kamu. Jangan malas belajar sama bantuin bapak ibuk."
" Iya mbak Ara."
" Sip itu baru adik ku yang ganteng, sering - sering telpon mbak ya?"
" Iya mbak."
" Sekolah yang bener, harus pintar juga dalam memilih pergaulan dan teman, jangan sampai terjerumus ke dalam pergaulan yang salah."
" Iya mbak Ara. Lama - lama mbak Ara bawelnya ngalahin ibuk nih."
" Hahaha, apa iya? ah nggak papa kan anaknya."
" Hem."
" Ingat pesan mbak ya dek, jangan mainin perempuan."
" Nggak mbak, mana tega aku."
" Ngomongnya begitu tapi nanti ceweknya yang dimodusin banyak."
" Adik mu mana bisa modus mbak, mau deketin cewe aja takut."
" Ya syukurlah kalau begitu, oh iya kalau ada apa - apa cerita ya dek sama mbak, kalau ada masalah juga jangan sungkan cerita, mbak lebih suka kamu terbuka sama mbak, sama mbak Kia juga kalau sungkan mau cerita sama ibuk."
" Iya mbak Kia."
" Nah gitu dong, kan mbak jadi tenang mau ninggalin bapak ibuk sama kamu. Mbak tenang ada kamu yang akan bantuin mereka."
" Tenang saja mbak, mbak Ara bisa fokus kerja, masalah yang dirumah kan ada aku."
__ADS_1
" Sip, itu baru adek nya mbak."