Pemuja Pembawa Petaka

Pemuja Pembawa Petaka
Menginap


__ADS_3

Sesampainya di rumah Frans seperti biasa Ara langsung membersihkan diri dan menyiapkan makan malam untuk mereka.


Setelah selesai makan malam, sebelum Ara pulang mereka ngobrol santai seperti biasa.


" Mas?"


" Iya Ra."


" Ara mau ngomong."


" Iya ngomong aja Ra, mau ngomong apa?"


" Em,,"


" Apa sih Ra? jangan bikin mas penasaran dong."


" Anu, lusa Ara pulang mas, ibuk sakit."


" Loh kok mendadak pulangnya?"


" Ya nggak mendadak juga mas, kan masih lusa."


" Kok kamu nggak ada cerita kalau ibuk sakit?"


" Aku juga baru tau kemarin malam mas, Kia baru nelpon kemarin, ngasih tau kalau ibuk sakit."


" Lama kamu pulang nya Ra?"


" Nggak tau mas, kan Ara nggak tau ibuk sakit apa, ya semoga saja ibuk cuma masuk angin biasa saja."


" Yah semoga saja begitu,"


" Selama Ara pergi mas baik - baik ya, makan yang benar, jangan begadang mas, nggak baik buat kesehatan."


" Ya mas nggak janji, kalau nggak ada kamu sebagian semangat mas hilang Ra."


" Jangan gitu dong mas, jangan buat Ara khawatir."


" Asal kamu perginya jangan lama ya?"


" Iya mas, kalau memang ibuk baik - baik saja, Ara usahain cepat balik kesini nya."


" Tapi mas nggak bisa nganter ya Ra kalau kamu perginya lusa,"


" Nggak papa kok mas, Ara kan bisa naik bus."


" Jangan tinggalin mas lama - lama ya Ra? mas nggak bisa lama - lama jauh dari kamu."


" Ya mas, nanti di usahakan Ara cepat balik ke sini."


" Malam ini Ara nginep sini aja ya?"


" Nggak bisa mas, Ara nggak mau ah."


" Mas janji nggak bakal aneh - aneh. Mau ya Ra?"


" Em gimana ya?"


" Kan lusa kamu pergi, biarkan malam ini aku bersama mu."


" Oke, tapi Ara tidur di ruang tamu ya."


" Yah mas nggak bisa peluk dong."


" Ya udah kalau nggak mau, Ara pulang aja."


" Oke, oke. Tapi sebelum tidur kita ngobrol dulu ya."


" Iya mas."


Mereka menghabiskan malam dengan ngobrol berdua, hingga Ara ketiduran di depan tv. Frans pun mengendong tubuh mungil Ara memindahkan nya ke kamar tamu.


" Bagaimana mas bisa jauh dari kamu Ra, mas nggak bisa kehilangan kamu, mas sangat menyayangimu. Malam ini maafin mas ya, mas tidur dengan Ara, biarkan mas memeluk Ara."


Frans mencium kening Ara, lalu mengecup pelan bibir Ara, Frans tidak mau menganggu tidur nyenyak Ara.


Frans pun terlelap di samping Ara, sambil memeluk sang pujaan hatinya itu sepanjang malam.


Pagi harinya.


Ara merasa ada sesuatu yang berat menindih tubuh Ara, membuat Ara sulit bergerak dan nggak bisa bangun.


Ehh, berat banget.


Kok susah ya mau bangun, ada sesuatu yang berat yang menimpa aku. Oh iya kan semalam aku nginep tempat mas Frans. Jangan - jangan mas Frans ini.


Benar saja setelah Ara membuka mata, tangan dan kaki Frans sudah menumpang atas tubuh Ara.

__ADS_1


Ini aku dikira guling kali ya.


Ara memeriksa pakaian nya, pakaiannya masih utuh, dan juga tidak ada yang sakit di tubuhnya.


*S*epertinya mas Frans nggak macem - macem semalem.


Kali ini Ara nggak marah walaupun mas udah bohongin Ara. Mengingat besok Ara akan pulang. Bangun dulu ah, bikin sarapan.


Pelan - pelan Ara beranjak dari tempat tidur agar tidak membangunkan Frans.


Ara bergegas menuju dapur membuat sarapan agar tidak kesiangan. Mengingat Frans juga akan ke kantor.


Seperti biasa sudah jadi kebiasaan Ara bernyanyi sambil memasak.


🎼🎼🎼🎼🎼🎼


Jangan Rubah Takdirku' -Andmesh Kamaleng .


Di Setiap doaku


Di setiap air mataku


Selalu ada kamu


Di Setiap kataku


ku sampaikan cinta ini


Cinta kita


Ku tak akan mundur


Ku tak akan goyah


Meyakinkan kamu mencintaiku


Tuhan ku cinta dia


Ku ingin bersamanya


Ku ingin habiskan nafas ini berdua dengannya


Jangan rubah takdirku, satukanlah hatiku dengan hati nya.


Bersama sampai akhir


Di Setiap kataku


Oh cinta kita


Ku tak akan mundur


Ku tak akan goyah


Meyakinkan kamu mencintaiku


Tuhan ku cinta dia


Ku ingin bersamanya


Ku ingin habiskan nafas ini berdua dengannya


Jangan rubah takdirku, satukanlah hatiku dengan hati nya.


Bersama sampai akhir


Tuhan ku cinta dia


Ku ingin bersamanya


Ku ingin habiskan nafas ini berdua dengannya


Jangan rubah takdirku, satukanlah hatiku dengan hati nya.


Bersama sampai akhir


🎼🎼🎼🎼


Frans yang sedari tadi memperhatikan Ara. Frans sengaja tidak nyamperin Ara karena ingin menikmati lagu yang Ara nyanyikan. Serta menikmati pemandangan yang memanjakan mata yang ada di depannya.


Pagi - pagi udah dimasakin wanita cantik, sungguh pemandangan yang indah, serasa sudah punya istri. Kenapa Ara tambah cantik ya kalo lagi masak, apa lagi rambutnya yang di cepol membuat leher indah nya terpampang, benar - benar sungguh menggoda.


Bagaimanapun caranya, kamu harus jadi milik ku Ra.


Grep!


Frans memeluk Ara dari belakang, sambil mencium i tengkuk Ara.

__ADS_1


" Ih mas geli tau, sana gih mandi dulu terus sarapan. Nanti kesiangan loh."


" Bentar lagi Ra, masih pengen kaya gini."


" Ya jangan cium - cium gitu geli ah, Ara juga bau mas belum mandi."


" Nggak papa, aku suka kok bau badannya Ara. Coba nyanyi lagi, lagu nya bagus, suaranya juga, yang nyanyi cantik lagi."


" Ogah, udah Ah Ara mau mandi terus sarapan."


" Yah Ra mas kan masih pengen berduaan, kan besok kamu udah pulang."


" Udah siang mas, nanti malah telat kerjanya."


" Bentar lagi sayang bentar aja, lima menit aja eh nggak sepuluh menit lagi ya, hanya sepuluh menit."


" Itu lama mas, nanti telat. Kan belum sarapan juga."


" Sebentar lagi kan kamu pergi, juga nggak tau mau berapa lama di sana. Cuma sepuluh menit aja sebelum kamu pergi."


" Iya mas, gimana kalau hari ini libur saja."


" Nggak bisa Ra, mas nanti ada rapat penting. Di kantor lagi sibuk - sibuknya makanya mas nggak bisa antar kamu."


" Oh gitu, tapi Ara capek kalau kalau berdiri begini 10 menit lagi. Em gendong ke ruang tv Ara mau di pangku."


" Siap sayang mau di gendong depan apa belakang?"


" Kaya semalem mas gendong Ara aja."


" Emang tau kalau semalem di gendong?"


" Tau dong, masak iya orang tidur jalan sendiri ke kamar hehehe. Ya udah gendong keburu 10 menitnya habis."


" Siap calon istriku."


Frans pun membopong Ara dari dapur sampai ruang tamu. Dengan postur tubuh Frans, membopong tubuh mungil Ara bukan lah hal yang berat.


Sesampainya di ruang tamu, Ara pun duduk dipangkuan Frans dan bersandar di dada bidangnya dengan begitu manja. Frans pun merangkul Ara dengan begitu Erat.


" Posisi ini membuat mas nggak bisa nahan Ra."


" Nahan apa?"


" Pengen nidurin kamu saat ini juga."


" Ara nggak ngerti, Ara masih polos."


" Hahaha, makanya mas ajarin yuk."


" Ogah, belum waktunya, nikah dulu baru benar."


" Hahaha katanya polos tapi langsung faham arah mas kemana."


" Ya Ara nggak bodoh kali mas, walaupun polos tapi ya tau dikit kalau soal hal itu."


" Iya gadis mungil ku yang cantik."


" Ara masih betah begini, tapi waktu 10 menitnya udah habis."


" Kenapa waktu berjalan cepat bangat ya kalau lagi sama kamu. Ya udah mas mau cium dulu."


" Cium?"


" Iya?"


" Nggak mau, Ara malu."


" Kening aja sama pipi sayang. Ya?"


" Iya deh."


Cup, cup , cup.


Frans mencium kening dan kedua pipi Ara.


Cup!


Ara mengecup singkat bibir Frans, sebelum berlari ke belakang.


" Ih curang, Ara balik sini!! Ra, Ara!"


" Hahaha Ara mau mandi mas."


" Dasar ya, malah godain mas, balik sini kalau berani."


" Hahahaha."

__ADS_1


Mereka pun bergegas mandi, sebelum menikmati sarapan yang sudah di siapkan Ara.


__ADS_2