Pemuja Pembawa Petaka

Pemuja Pembawa Petaka
Berangkat


__ADS_3

Saat nya Linda pamit dan membawa Ara ikut serta.


" Ra kita berangkat sekarang aja ya? kamu udah siap - siap kan, sudah berkemas?" tanya Linda.


" Sudah dong mbak."


" Coba cek lagi, kali aja ada yang kelupaan."


" Kayaknya nggak deh mbak, ya nanti kalau ada yang lupa bisa beli dijalan."


" Oke lah kalau begitu."


" Kita pamit sama bapak ibuk dulu ya mbak."


" Ya harus dong."


Sudah pasti keluarga pak Nariman sedih karena ditinggal Ara, sebaliknya Ara pun begitu, ia juga sedih meninggalkan orang - orang tercintanya. Namun demi untuk membantu keluarganya Ara harus mengesampingkan hal itu.


" Pak, buk aku pamit ya, mau bawa Ara juga, terimakasih atas jamuan nya yang sangat enak banget. Aku seneng banget di sambut dengan sangat baik di kelurga ini. Sebenarnya masih pengen berlama - lama tapi aku harus balik karena pak bos sudah menunggu."


" Iya nak Linda, bapak juga berterimakasih karena nak Linda sudah berkenan berkunjung ke gubuk bapak ini. Tolong jaga putri bapak ini di sana, kalau bandel marahin saja dan juga sering - sering main kesini ya."


" Apaan sih bapak, Ara udah gede, nggak perlu dimarahin, dibilangin juga pasti nurut, kan Ara nggak bandel. Ara pamit ya pak, buk jaga diri kalian baik - baik, jaga kesehatan juga, buat Aji ingat pesan mbak ya, sama Kia juga sering - sering pulang ya kalau libur, kuliah yang bener belajar yang bener."


" Iya mbak," Jawab Kia sama Aji serentak.


" Mbak Ara juga jaga kesehatan ya mbak di sana, kalau lagi senggang juga jangan lupa telpon Kia, kalau ada apa - apa juga kabarin Kia." Imbuh Kia.


" Mbak juga ingat pesan ku ya, jangan lupa, nanti aku akan sering nelpon mbak dan jangan lupa kabarin kalau ada apa - apa." Imbuh Aji.


" Kamu juga hati - hati ya Ra, jaga kesehatan juga, jangan telat makan ya Ra, jangan keluyuran kemana - kemana. Nak Linda ibuk titip Ara ya, dia anaknya memang agak manja, semoga nak Linda tidak keberatan dengan sikap anak ibuk ini, dan betul kata bapak sering - sering kesini ya, ibuk akan senang sekali jika nak Linda mau berkunjung kemari lagi." Kata ibu Lani.


" Iya pasti buk, dengan senang hati. Pasti aku juga akan menjaga Ara dengan baik, Ara sudah aku anggap sebagai adik ku sendiri. Kalau libur aku usahakan akan mengunjungi bapak sama ibuk lagi ya." Kata Linda.


" Kalau libur sesekali pulang ya Ra. Sering - sering juga telpon kalau lagi nggak sibuk." Kata bapak.


" Iya pak buk, ya udah Ara berangkat ya pak, buk."


" Kami berangkat dulu ya pak buk, Assalamualaikum." Pamit Linda.


" Waalaikumsalam, kalian hati - hati dijalan."


Mereka lalu berangkat, menuju kota S.


Keluarga Ara menyaksikan Ara pergi dengan hati yang sedih.


" Mobil nya sudah nggak kelihatan, masuk yuk buk." Ajak pak Nariman.


" Iya pak."


" Sudah ibuk jangan sedih, nanti Ara malah jadi nggak betah kerja."

__ADS_1


" Ibuk cuma khawatir pak, takut Ara nanti di sana sakit lagi."


" Kan sudah ada mbak Linda buk, nanti kalau mbak Ara kenapa - napa pasti mbak Linda akan ngabarin kita." Kata Kia.


" Iya, ibuk tenang saja ya, nanti ibuk malah sakit loh kalau banyak pikiran, tenang buk masih ada kita disini." Imbuh Aji.


" Iya dek, ya udah kita masuk yuk."


" Ibuk istirahat saja, biar Kia sama Aji yang beres - beres." Kata Kia.


" Iya nak, terimakasih."


***


Sesampainya di kota S, Linda dan Ara singgah dulu ke kosan Linda untuk menaruh barang bawaan Ara.


" Ini kosan mbak Linda?"


" Iya Ra."


" Luas banget ya mbak, pasti sewanya mahal ya?"


" Nggak kok Ra, ya nggak mahal - mahal banget. Mau makan dulu nggak?"


" Nggak mbak Ara masih kenyang."


" Ya sudah aku buatin minum dulu ya."


" Udah tenang Aja pak bos baik banget."


" Tapi Ara gugup, Ara takut mbak."


" Nih diminum dulu tehnya, biar nggak gugup lagi, biar lebih tenang."


" Terimakasih mbak."


" Iya. Aku bakal temenin kamu. Tenang saja Ra nggak usah takut, yuk berangkat pak bos pasti sudah nungguin."


" Iya mbak."


Sesampainya di cafe tempat Linda bekerja, Linda langsung membawa Ara menemui pak bosnya.


" Assalamualaikum pak."


" Waalaikumsalam, masuk Lin."


" Iya pak,"


" Mari silahkan duduk."


" Terimakasih bos, oh iya kenalin ini Ara temenku yang mau kerja disini bos."

__ADS_1


" Ini yang mau saya bahas dengan kalian. Sebelum itu, halo Ara kenalin saya Rio bos nya Linda."


" Saya Ara pak."


" Begini Ra, saya benar - benar minta maaf, karena saya tidak jadi mempekerjakan kamu di cafe ini."


" Lah kenapa gitu sih bos, katanya suruh cari orang, kok sekarang malah nggak jadi." Kata Linda dengan kesal.


" Saya minta maaf sebelum nya, jadi begini saya mau mencari orang untuk menemani ibu saya, karena saya dan istri saya sering kerja keluar kota dan jarang pulang ke rumah, jadi ibu saya tidak punya teman dirumah, kalau misalnya Ara saya suruh menemani ibuk saya bagaimana? apa kira - kira Ara bersedia?"


" Iya pak, saya mau." Jawab Ara dengan mantab.


Entah kenapa Ara sangat mantab untuk mengambil pekerjaan ini, tanpa pikir panjang dan tanpa keraguan sedikitpun Ara langsung mengiyakan tawaran dari pak Rio.


" Benarkah apa kamu tidak mau pikir - pikir dulu? saya tidak keberatan kalau kamu mau pikir - pikir dulu." Tanya pak Rio.


" Tidak pak. Saya sudah yakin, saya bersedia menerima pekerjaan yang bapak tawarkan."


" Terimakasih Ra, kamu bersedia menemani ibu saya."


" Iya pak, sama - sama."


" Baiklah, nanti biar Linda yang akan mengantar kamu kesana."


" Baik bos." Jawab Linda.


" Oh iya Lin, aku sudah transfer uang ke rekening mu, bonus buat kamu, sama sekalian bawa Ara untuk membeli keperluannya."


" Wah terimakasih ya bos, sering - sering ya begini, hehehe." Kata Linda.


" Makanya kerja yang bener."


" Siap bos, aku mana pernah sih bos kerja nggak benar."


" Oh iya, Ara nggak perlu di antar sekarang Lin, diantar besok pagi aja nggak papa, bawa Ara jalan - jalan dulu."


" Siap bos. Bos kamu memang yang terbaik."


" Imbalannya kamu harus memberi ide yang lebih bagus lagi untuk menaikan omset cafe."


" Siap bos, ya udah kita pamit bos Assalamualaikum."


" Iya waalaikumsalam. Hati - hati bawa mobilnya, awas jangan sampai nabrak."


" Iya bos tenang aja, perhatian banget sih bos."


" Jangan gr, aku nggak mau aja mobilnya rusak, biaya perbaikan kan mahal."


" Ih jahat banget sih bos, masa yang dikhawatirkan malah mobilnya."


" Ya sudah sana berangkat, sebelum aku berubah pikiran lagi."

__ADS_1


" Iya, iya bos."


__ADS_2