Pemuja Pembawa Petaka

Pemuja Pembawa Petaka
Lowongan pekerjaan


__ADS_3

Terlalu lama berdiam diri dirumah, itu membuat tabungan Ara tidak bertambah, melainkan membuat tabungan nya semakin menipis.


Ara harus segara mencari pekerjaan lagi untuk memenuhi kebutuhan nya sendiri dan untuk membantu orang tua nya membiayai kedua adik nya.


Aku harus mencari pekerjaan kemana ya?


Aku sudah harus bekerja, harus segera. Kia sudah mulai kuliah dan juga ngekos, Aji juga sudah SMA, pengeluaran ibuk semakin banyak. Kasian ibuk sama bapak kalau nggak di bantuin, lagian aku juga sudah sembuh.


Oh iya apa aku tanya mbak Linda saja ya, siapa tau dia punya info lowongan pekerjaan. Iya deh coba aku tanya dia saja.


Tut .. tut.. tut..


" Halo, assalamualaikum."


" Waalaikumsalam mbak."


" Ada apa Ra? tumben nelpon, biasanya cuma kirim pesan."


" Nggak papa mbak, apa Ara ganggu?"


" Nggak kok Ra, nih aku juga lagi libur, gimana sudah baikan apa belum Ra?"


" Sudah mbak, sudah sembuh malahan, hehehe."


" Syukurlah Ra, aku ikut seneng."


" Mbak, Ara mau minta tolong boleh?"


" Boleh saja kalau aku bisa Ra, mau minta tolong apa sih?"


" Em, gini mbak, Ara mau kerja lagi, kalau mbak tau ada lowongan pekerjaan kasih tau Ara ya mbak."


" Emang kamu beneran sudah sembuh Ra?"


" Sudah mbak, kalau belum ya Ara nggak bingung cari kerjaan."


" Em, kerjaan ya? oh ada sih, tapu kerja sama aku lagi mau nggak?"


" Memang mini marketnya masih buka lowongan mbak, belum mencari karyawan baru lagi ya?"


" Kan aku sudah pindah Ra, setelah kamu keluar nggak lama aku juga ikut keluar."


" Terus mbak sekarang kerja dimana?"


" Di kota S Ra."


" Kerja apa mbak?"


" Jadi pelayan kafe sih. Kalau kamu juga mau disini masih cari 1 orang lagi."


" Mau mbak, mau banget. Kok mbak nggak bilang kalau mbak pindah kerja?"


" Kan kamu nggak nanya Ra, lagian kamu juga lagi sakit, jadi aku nggak bisa cerita."


" Makasih ya mbak, sudah bantuin Ara, Ara seneng bisa satu kerjaan lagi sama mbak Linda."


" Iya, lagian ini juga pas masih ada lowongan, kayak nya memang rejeki kamu deh."


" Ya syukurlah kalau begitu, jadi Ara Mulai kerjanya kapan?"


" Secepatnya kalau bisa Ra."


" Oke besok Ara siap berangkat kok."


" Tapi tidurnya kos Ra, nggak ada mes nya. Nanti kos nya barengan sama aku aja ya Ra, biar aku punya temen."


" Siap mbak, duh Ara seneng banget nggak susah - susah cari kosan lagi. Makasih banget ya mbak Linda."


" Sama - sama cantik, oke aku jemput besok ya."


" Yang bener nih Ara mau di jemput?"


" Iya, kan sekalian main sama silaturahmi. Sama sekalian ada alasan sama bos supaya bisa libur,hehehe."


" Ara tunggu dirumah ya mbak. Ara seneng banget mbak Linda mau kerumahnya Ara."


" Iya, mbak juga kangen sama kamu."


" Ara juga, ya udah dulu ya mbak Ara mau bilang sama ibuk."


" Iya Ra."


Ara langsung memutuskan panggilannya, dia terlalu gembira, membuatnya tidak sabar menyampaikan kabar baik nya tersebut kepada ibunya.


" Ara, Ara, kamu ini bikin gemes aja. Cuma bilang aku mau ketempat mu aja, tapi kamu sudah segirang ini. Selain cantik kamu juga baik banget, padahal aku belum lama kenal kamu, tapi kamu baik banget sama aku. Aku juga sudah anggap kamu seperti adik ku sendiri. Aku seneng banget bisa kerja bareng lagi sama kamu Ra. Semoga kamu betah ya nanti kerja disini sama aku." Gumam Linda.


" Aku telpon bos dulu buat kasih kabar sama sekalian izin mau jemput Ara, kemarin Ara sakit aku nggak bisa jenguk karena sibuk kerja. Semoga bos setuju deh kalau aku mau jemput Ara."


******


Malam harinya sebelum Ara berangkat, Ara meminta Aji untuk menemaninya tidur lagi. Karena Kia sudah pergi jadilah mereka hanya berdua sekarang.


Ara sedang berkemas di bantu Aji dengan bu Lani.


" Kamu sudah yakin mau berangkat Ra, kamu baru sembuh lho, ibuk khawatir Ra. Coba kamu dulu dirumah beberapa hari lagi, ibuk mau memastikan kamu benar - benar sembuh." Bu Lani sangat mengkhawatirkan Ara.


" Ara sudah sembuh buk, Ara sudah nggak papa, ibuk tenang aja ya. Ara sudah pengen kerja lagi, dirumah terus tabungan Ara kurus, hehehe, seperti tubuh Ara."

__ADS_1


" Tapi ibuk khawatir Ra, ibuk takut, apa lagi badan kamu sekarang kurus begitu, apa bisa kerja."


" Bisa lah buk. Ibuk tenang saja ya, Ara akan jaga diri, nanti kalau Ara kenapa - napa Ara pasti kabarin ibuk. Kalau sakit kan Ara bisa pulang, kan tempat kerja Ara nggak jauh banget buk, paling cuma beberapa jam dari sini. Ibuk tenang ya, kalau ibuk kaya gini malah membuat Ara kepikiran buk, Ara jadi nggak tenang berangkatnya, nanti malah Ara jadi nggak fokus kerjanya."


" Iya tapi beneran ya, kalau ada apa - apa kabarin ibuk, kalau sakit biar di jemput bapak."


" Iya ibuk, Ara janji."


" Yah rumah tambah sepi lagi Ra, ibuk sudah ditinggal gadis - gadis ibuk." Kata ibuk dengan sedih.


" Kan masih ada Aji buk." Aji ikut menyahut.


" Iya memang masih ada kamu dek, tapi biasanya kan rame, ada mbak - mbak mu. Besok tinggal kamu, ibuk, sama bapak."


" Nanti biar Ara kasih tau Kia untuk sering pulang buk." Ara ikut menenangkan sang ibu.


" Kamu juga kalau libur bisa pulang, usahakan pulang ya Ra?"


" Iya buk, pasti. Ara juga pasti merindukan ibuk. Ibuk jaga kesehatan ya, jangan capek - capek, Aji suruh bantu - bantu kalau ibuk lagi kerepotan, kalau ada apa - apa juga ibuk jangan lupa kabarin Ara."


" Iya Ra, kamu juga harus hati - hati. Semoga kejadian kemarin tidak terulang lagi, gara - gara kejadian kemarin ibuk jadi takut."


" Iya buk. Ya udah ibuk istirahat saja, temenin bapak, kasian bapak di kamar sendirian, ini biar dibantu Aji, sebentar lagi selesai kok buk. Ibuk harus bangun pagi, buat kue sama masak, kan besok mbak Linda mau kesini, hehehe, besok bantuin Ara masak ya buk, soalnya masakan Ara nggak seenak masakan ibuk, besok jangan lupa bangunin Ara ya buk."


" Iya Ra, ya sudah kalau begitu, ibuk istirahat dulu, kalian juga jangan tidur terlalu malam."


" Iya buk." Jawab Kia sama Aji serentak.


" Eh mbak aku masih penasaran loh, dengan siapa yang membuatmu sakit seperti kemarin, mbak sudah tahu belum siapa yang membuat mbak sakit?"


" Aku juga belum yakin sih dek,tapi kata mas Danang dia laki - laki yang tergila - gila sama aku. Sedangkan selama ini yang menjalin hubungan dengan ku itu hanya mas Frans saja. Aku nggak punya lagi kenalan laki - laki lain, apa mungkin aku punya pengemar rahasia ya? tapi itu juga nggak mungkin, aku nggak sepopuler itu."


" Frans, Frans, ah aku ingat, mbak Ara pernah mengigau nama laki - laki ini, oh ternyata dia pacar mbak Ara?"


" Dia memang pacar mbak waktu mbak kerja di kota J dek. Kata mbah dukun kemarin, katanya yang biasa pakai ilmu itu dari kota J kan? terus laki - laki yang pernah berhubungan dekat dengan ku juga cuma mas Frans dari kota yang sama, sama - sama dari kota J, apa lagi terakhir kali aku berantem sama mas Frans dan dia jadi salah faham."


" Salah faham gimana maksudnya mbak?"


" Mbak pulang kan karena ibuk sakit, dulu mbak diajak nikah sama Frans mbak belum siap, mbak bilang masih mau kerja bantuin ibuk. Mbak nggak tau kalau kalau ternyata mbak bakal lama dirumah kan, jadi mbak keluar dari kerjaan dan nggak balik ke sana lagi. Mbak tau pasti Frans sedih dengan keputusan mbak, makanya aku bilang sama dia kalau mbak mau nikah sama dia, mbak suruh dia kesini buat bilang sama bapak sama ibuk, tapi dia salah faham, dikiranya mbak mau nikah sama pria lain, dan mbak tunggu - tunggu sampai sekarang dia nggak datang juga. Apa mungkin itu dia ya dek,yang membuat mbak sakit."


" Bisa jadi sih mbak, kalau misal nya dia sayang banget sama mbak, pasti dia kecewa dan sakit hati banget."


" Tapi kok dia tega ya dek, kalau mengingat perlakuan dia ke mbak, itu mbak bakalan nggak percaya kalau dia yang lakuin itu dek, dia itu sayang banget sama mbak, dia juga baik banget sama mbak, pokoknya dia itu lelaki idaman banget."


" Ya kita kan nggak tau, mungkin karena saking sayangnya dia sama mbak, dia jadi kecewa karena tau nya mbak ada cowok lain, pastikan kalau sakit hati, itu bakalan sakit banget. Dan karena sakit hati dia bisa gelap mata mbak."


" Iya sih dek, tapi kan itu cuma salah faham dek, mbak sayangnya cuma sama dia, dia itu pacar pertama nya mbak loh, laki - laki yang bisa meluluhkan hati ku."


" Kenapa mbak nggak coba jelasin ke dia?"


" Mbak sudah coba kirim pesan dan telpon berkali - kali, tapi nomor nya tidak aktif."


" Nggak tau dek. Mbak sudah kecewa juga, mbak sudah lama menunggu dia, mbak berharap dia kesini, mbak kira dia sayang banget sama mbak, tapi ternyata apa? dia malah pergi. Apa lagi kalau yang bikin mbak sakit kemarin itu dia, mbak kecewa banget dek sama dia."


" Mbak pasti sayang banget ya sama dia."


" Sayang banget dek, diantara semua laki - laki yang mencoba mendekati mbak, cuma dia yang mampu meluluhkan mbak, dia baik, dia perhatian, dia sangat senang memanjakan mbak dek. Sudah banyak kenangan indah yang telah kita buat bersama."


" Sedalam itu ya mbak mencintai dia."


" Ya begitulah dek, dia kan pacar pertama mbak."


" Ya sudah nggak usah di ingat - ingat lagi mbak, aku tau pasti nggak mudah, tapi mbak masih harus melanjutkan perjalanan hidup mbak."


" Cie, kenapa adik mbak malah lebih dewasa ya hahaha, duh mbak pasti bakalan kangen banget sama kamu dek."


" Apa lagi aku mbak, biasanya bertiga besok jadi cuma sendiri."


" Hehehe, ya kalau jenuh, undang lah teman - teman mu ke rumah."


" Iya mbak."


" Oh iya dek, kamu beneran udah nggak melihat mahkluk hitam itu kan di sekitar mbak?"


" Sudah nggak sih mbak,"


Semoga mbak Ara beneran udah sembuh deh, walaupun makhluk itu udah nggak ada bukan berarti mbak sembuh sih. Perasaan ku juga masih belum tenang. Tapi makhluk itu sudah nggak ada. Coba deh besok aku cari tau lagi.


" Syukurlah dek, semoga mbak beneran udah sembuh."


" Iya mbak, meskipun badan mbak sudah terasa enakan, tapi mbak Ara tetap harus jaga kesehatan ya, makan yang banyak biar nggak kurus."


" Iya dek, duh bawel nya kok melebihi ibuk ya, hahaha."


" Jangan sembarangan kenal sama lelaki ya mbak. Aku juga sama seperti ibuk, takut hal kemarin terulang lagi."


" Mbak akan berusaha dek."


" Oh iya mbak, tapi mbak beneran udah sehat kan? masih ada yang sakit nggak?"


" Nggak dek, mbak sudah sehat. Kenapa sih?"


" Sebenarnya aku nggak rela mbak kerja, entah kenapa aku merasa mbak itu belum sembuh benar."


" Tapi kan kamu sudah lihat sendiri, mbak sudah sembuh, mbak sudah baik - baik saja, sudah bisa jalan juga."


" Iya sih, tapi bagi ku, itu belum menjamin kalau mbak ini sudah sembuh benar. Aku khawatir mbak, kalau dirumah kan mbak nggak banyak jalan, lah nanti kalau kerja kan mbak pasti jalan mondar mandir takutnya kambuh kaki nya sakit lagi. Apa lagi gara - gara mimpi buruk kemarin mbak, Aku jadi tambah takut."

__ADS_1


" Mimpi apaan sih dek, sampai membuat mu gelisah begitu, mimpi aneh lagi ya pasti?"


" Iya mbak. Mimpinya hampir sama kaya sebelum mbak sakit itu, tempatnya sama, tapi kondisi mbak Ara yang berbeda."


" Coba ceritain mbak mau dengar, jadi penasaran nih."


" Makhluk hitam yang selalu di dekat mbak Ara itu masih ada, namun kaki mbak Ara sudah nggak ada ularnya lagi, hanya saja ada banyak benang merah yang melilit mbak Ara, dan pandangan mbak Ara kosong, terus memanggil - manggil nama mas Danang."


" Memang akhir - akhir ini aku sering kepikiran mas Danang sih dek, apa mungkin mbak jatuh cinta sama mas Danang ya?"


" Jangan ngawur deh mbak, aku nggak suka ya mbak deket - deket sama dia, apa lagi mbak jatuh cinta sama dia. Aku selalu merasa dia bukan orang yang baik."


" Jangan gitu ah dek, semua orang itu baik, apa lagi dia sudah nolongin mbak, sudah menyembuhkan mbak juga."


" Ya karena itu memang bagian dari kerjaan dia mbak, mengobati mbak itu sudah jadi keharusan buat dia, kan mbak pasiennya. Pokoknya mbak aku nggak suka sama dia, mbak tau kan dari kemarin mimpi ku itu benar, aku juga takut kali ini benar juga, aku merasa dia punya niat nggak baik sama mbak."


Iya juga sih, firasat Aji memang akhir - akhir ini selalu benar, mimpinya pun benar. Apa mungkin adik ku punya kemampuan spiritual ya, nggak ada salahnya sih dengerin dia, toh juga demi kebaikan ku sendiri kan.


" Iya ganteng, mbak akan dengerin kamu."


" Kalau mbak tiba - tiba ingat dia, berusahalah buat mengingat hal lain, atau nggak mbak ingat aku dan ingat pesan ku ini, oke? aku akan coba cari tau lagi soal mas Danang. Aku nggak mau ya mbak di apa - apain sama dia."


" Iya mbak akan berusaha, mbak akan dengerin kamu tenang aja."


" Waktu aku nyusul mbak kesini kemarin malam, mbak juga lagi mengigau nama dia, dan bilang mbak merindukan dia, sepertinya memang tidak ada yang beres mbak. Aku akan cari tau secepatnya."


" Iya mbak percaya sama kamu, pasti kamu bisa melindungi mbak."


Aku akan berusaha untuk selalu memastikan mbak baik - baik saja, aku nggak mau mbak Ara disakitin orang lagi. Aku akan berusaha melindungi mu mbak, sebisa aku. Sepertinya aku perlu mengasah kemampuan ku ini agar selalu bisa melindungi ke 2 tuan putri ku yang cantik ini. Kecantikan mereka kadang memang bisa mendatang kan petaka, siapa coba yang nggak terpikat dengan paras cantik mbak Ara dan mbak Kia. Duh pak, buk gadis - gadis kalian ini cantiknya meresahkan. Batin Aji.


" Yang bikin aku belum yakin kalau mbak sembuh benar itu juga karena di mimpi ku, makhluk hitam besar itu masih ada mbak, dan benang merah yang mengikat mbak itu aku rasa itu ulah mas Danang. Tapi aku belum punya bukti kuat nya, itu hanya firasat ku saja. Tapi firasat ku itu banyak benarnya, jadi mbak harus benar - benar hati - hati dan jaga diri."


" Iya ganteng. Mbak akan ingat semua yang kamu katakan."


" Jangan cerita sama ibuk sama bapak dulu ya mbak, biar aku pastikan dulu. Nanti kalau sudah pasti aku yang akan kasih tau mereka soal semua ini. Agar mereka nggak khawatir juga."


" Iya ganteng, selama mbak nggak ada jagain ibuk sama bapak, jangan malu bantuin ibuk nyapu, nyuci piring dan baju, bahkan masak. Walaupun kamu laki, lebih bagus lagi kalau serba bisa semuanya. Nanti kalau menikah agar bisa bantuin istrimu juga."


" Iya mbak, Pasti aku akan bantuin ibuk, mbak tenang saja, jangan ngomongin istri dulu itu masih jauh."


" Yee kita kan nggak tau kapan jodoh datang."


" Mbak Ara sama mbak Kia aja belum."


" Ya kan nggak ada salahnya, mempersiapkan diri dari sekarang, belajar dari sekarang, biar besok kalau udah punya istri udah nggak kaget, udah siap juga, udah bisa bantuin juga. Bahagiain istri itu juga penting loh dek."


" Ini kenapa jadi bahas istri sih mbak, mbak Ara aja belom nikah."


" Mbak penasaran banget deh, sama perempuan pilihan mu nanti kaya apa, hehehe."


" Yang pasti baik dan sholehah lah mbak."


" Iya memang semua lelaki juga maunya punya istri yang begitu dek."


" Itu tau, kenapa pake tanya."


" Ya kali kan ada tipe - tipe yang lain, yang tinggi misalnya apa yang langsing apa yang gendut."


" Itu nomor yang kesekian mbak. Yang penting ya baik sama sholehah itu tadi."


" Iya ya dek, tapi nggak semua begitu, ada kok yang pertama dinilai itu dari cantiknya."


" Ya mungkin ada, tapi mudah - mudahan aku nggak termasuk."


" Jangan lah dek, mbak ingin kamu jadi laki tuh yang baik."


" Iya mbak, nih juga lagi belajar menjadi orang yang baik, hehehe."


" Huh dasar bisa aja kamu. Jangan malas belajar sama bantuin bapak ibuk."


" Iya mbak Ara."


" Sip itu baru adik ku yang ganteng, sering - sering telpon mbak ya?"


" Iya mbak."


" Sekolah yang bener, harus pintar juga dalam memilih pergaulan dan teman, jangan sampai terjerumus ke dalam pergaulan yang salah."


" Iya mbak Ara. Lama - lama mbak Ara bawelnya ngalahin ibuk nih."


" Hahaha, apa iya? ah nggak papa kan anaknya."


" Hem."


" Ingat pesan mbak ya dek, jangan mainin perempuan."


" Nggak mbak, mana tega aku."


" Ngomongnya begitu tapi nanti ceweknya yang dimodusin banyak."


" Adik mu mana bisa modus mbak, mau deketin cewe aja takut."


" Ya syukurlah kalau begitu, oh iya kalau ada apa - apa cerita ya dek sama mbak, kalau ada masalah juga jangan sungkan cerita, mbak lebih suka kamu terbuka sama mbak, sama mbak Kia juga kalau sungkan mau cerita sama ibuk."


" Iya mbak Kia."


" Nah gitu dong, kan mbak jadi tenang mau ninggalin bapak ibuk sama kamu. Mbak tenang ada kamu yang akan bantuin mereka."

__ADS_1


" Tenang saja mbak, mbak Ara bisa fokus kerja, masalah yang dirumah kan ada aku."


" Sip, itu baru adek nya mbak."


__ADS_2