
Semakin hari keadaan Ara semakin membaik. Ara juga sudah bisa berjalan seperti sedia kala.
Sudah tidak bisa digambarkan lagi bagaimana senangnya Ara yang kakinya sudah sembuh. Kelurga pak Nariman sangat berterimakasih kepada Danang, karena bisa menyembuhkan Ara.
Mau tidak mau, karena Ara sudah sembuh, Danang pun sudah harus meninggalkan rumah itu.
Hal yang sangat berat bagi Danang yang sudah jatuh hati dengan Ara.
" Karena Ara sudah sembuh, aku pamit ya pak. Terimakasih untuk semuanya selama ini, maaf kalau aku merepotkan kalian." Danang berpamitan.
" Tidak nak, kita yang harusnya minta maaf, karena tidak bisa memberikan fasilitas yang layak, hanya seadanya saja." Kata pak Nariman.
" Nak Danang sudah ibuk anggap sebagai putra ibuk sendiri, maaf ya jika selama disini kami belum bisa menjamu nak Danang dengan baik. Terimakasih karena sudah menyembuhkan Ara." Imbuh buk Lani.
" Bapak sama ibuk ini ngomong apa sih, aku sangat senang bisa disambut keluarga ini. Apa lagi bapak dan ibuk sudah menganggap ku sebagai bagian dari keluarga kalian, terimakasih banyak pak dan juga ibuk."
" Mas sekali lagi terimakasih sudah membantu Ara sampai Ara bisa berjalan lagi. Maaf selama ini sudah merepotkan." Kata Ara.
" Itu sudah tugas ku Ra, bisa membantumu itu membuatku senang. Maaf jika selama ini kurang baik dalam merawat mu. Oh iya jaga kesehatan jangan lupa selalu minum air putih, boleh minum yang lain tapi jangan sering - sering."
Aku akan membuatmu terus mengingatku Ra, aku akan membuatmu tidak bisa melupakan aku. Aku terpaksa melakukan ini karena aku ingin kamu menjadi milik ku. Batin Danang.
" Iya mas, Ara akan ingat."
" Sering - sering main kesini ya nak." Kata bu Lani.
" Ya buk pasti, kalau begitu aku pamit ya, kalian jaga kesehatan. Aku akan sering mengunjungi kalian. Sekali lagi terimakasih pak, buk."
" Iya nak sama - sama, kamu hati - hati dijalan."
" Baik pak, aku pamit ya assalamualaikum."
" Waalaikum salam."
Kepergian Danang memang membuat mereka merasa kehilangan. Tinggal beberapa hari dirumah pak Nariman, membuat mereka menganggap Danang sebagai keluarga baru mereka.
Tapi mereka tidak tau, Danang mempunyai niat tidak baik dengan Ara.
Kepergian Danang juga membuat Ara merasa kehilangan, Ara merasa selama Danang disini, Ara merasa dimanja dan mendapat kehangatan dari seorang kakak. Ara menganggap Danang sebagai kakaknya.
Ara sudah salah mengartikan kebaikan dan perhatian Danang selama bersamanya hanya perhatian kepada adiknya saja.
***
Dirumah juga nampak sepi, Kia sedang mencari kos an bersama temannya. Aji pergi ke sekolah.
Ara merasa kesepian karena kepergian ke dua adiknya.
" Ra jangan banyak aktifitas dulu ya, walaupun sudah bisa berjalan tetap harus banyak istirahat."
" Iya pak,"
" Ya sudah bapak ke sawah dulu ya, bapak berangkat ya buk."
" Ya pak, pulangnya jangan siang - siang."
Tersisa bu Lani dan Ara dirumah yang tampak sepi itu.
" Sepi ya buk."
" Iya Ra, tinggal kita berdua saja."
" Tapi setidaknya ada Ara yang nemenin ibuk kan."
" Iya, Eh ibuk boleh tanya nggak?"
" Boleh buk, mau tanya apa?"
" Apa Danang tau siapa yang membuatmu sakit?"
Mungkin ini saatnya aku menceritakan semuanya ke ibuk.
" Tau buk."
" Siapa Ra?"
" Ara juga belum sepenuhnya yakin buk."
Lalu Ara menceritakan tentang hubungannya dulu dengan Frans.
" Waktu ibuk sakit dulu, Ara bertengkar sama dia buk. Dari waktu Ara masih kerja dulu dia ngajakin serius, tapi Ara selalu menolak karena Ara masih ingin bantuin ibuk. Tapi waktu ibuk sakit, Ara sudah nggak bisa balik kerja ke sana, Ara sudah memutuskan bahwa mau di ajakin serius. Ara juga sudah menyuruhnya datang kesini untuk meminta izin sama ibuk sama bapak. Ara tunggu - tunggu dia nggak kunjung datang, Ara telepon pun juga nomornya sudah nggak aktif buk. Ara sangat tau dia begitu mencintai Ara dan Ara pun sebaliknya. Tapi apa mungkin dia tega nyakitin Ara ya buk?"
" Ibuk juga bingung Ra, dari ceritamu, kalau dia memang sayang kenapa dia nggak kesini melamar mu. Apa mungkin bukan dia?"
" Selama ini hanya dia laki - laki satu - satunya yang Ara kenal dan dekat dengan Ara setelah bapak dan Aji buk. Dia pacar pertama Ara.
Dia juga sangat mencintai Ara, kata bapak dukun itu berasal dari kota J kan buk? dan laki - laki yang dekat dengan Ara dan mencintai Ara di kota itu hanya dia. Tapi Ara juga belum yakin sih buk, ini masih dugaan Ara saja."
" Yah semoga bukan dia ya Ra. Siapapun dia, maafkan ya nak, jangan dendam, jangan di balas."
" Iya buk, Ara memang ingin tau siapa orangnya, bukan karena mau mengembalikan kirimannya, Ara cuma mau minta maaf atas kesalahan yang sudah Ara lakukan."
" Ibuk bangga padamu, pertahankan itu ya nak, jangan balas kejahatan dengan kejahatan."
" Iya buk, terimakasih ya sudah dengan sabar merawat Ara selama ini. Setelah Ara sudah pulih benar Ara akan cari kerja lagi."
" Iya nak, ibuk nggak akan melarang, pasti banyak sekali yang ingin kamu wujudkan, tapi ibuk minta tetap hati - hati dan jaga kesehatan ya. Perginya kalau kamu memang sudah sembuh."
__ADS_1
" Iya buk."
" Dirumah akan semakin sepi kalau kamu pergi Ra, Kia juga akan kos kan." Kata ibuk dengan Raut muka yang sangat sedih.
Ara sangat tau bagaimana perasaan bu Lani, pasti sangat berat akan ditinggal ke dua putrinya. Apa lagi Kia yang selama ini tidak pernah pergi jauh darinya. Pasti berat baginya melepas putrinya, yang akan tinggal jauh darinya.
Sedih dan kehilangan itu yang dirasakannya.
" Buk, Ara tau ibuk pasti sedih ya?"
" Kita pergi untuk menggapai mimpi, berusaha membuat ibuk bangga dan membahagiakan ibuk. Nanti Ara akan suruh Kia untuk sering pulang. Doakan kita buk, agar sehat selalu dan dilancarkan, dimudahkan dalam segala kesusahan. Percayalah buk, sebenarnya kita juga berat meninggal kan ibuk. Jauh dari ibuk sama bapak itu bukan hal yang mudah. Ara nggak mau ibuk sakit lagi kalau terlalu memikirkan ini. Jaga kesehatan ibuk ya, jangan buat kita khawatir buk."
****
Karena keadaan Ara sudah membaik, Aji kembali tidur di kamarnya sendiri. Aji begitu merindukan kehangatan kasurnya.
Kia sudah tidak dirumah lagi, karena dia sudah mulai tinggal di kosan.
Rumah memang nampak sepi, semua orang dirumah itu juga nampak sedih karena perginya Kia membuat mereka kehilangan.
Ara merasa ada yang hilang dari hidupnya, rumahnya tidak seramai dulu. Karena merasa kesepian, Ara pun mendatangi Aji ke kamarnya.
Ara melihat Aji yang sedang bengong, memikirkan sesuatu. Ia sudah bisa menebaknya, apa yang membuat adik ganteng nya itu melamun.
Pasti dia mikirin Kia, pasti dia juga khawatir dengan Kia. Dia tau Kia semanja apa, makanya dia juga khawatir sama seperti ku.
Meskipun Aji sering bertengkar dengan Kia, tak bisa di pungkiri ia merasa sangat kehilangan dan mengkhawatirkan kakaknya yang masih sangat manja itu. Apa lagi selama ini Kia belum pernah pisah dari kelurganya.
" Dek kamu sudah tidak tidur di kamar mbak lagi?" Tanya Ara.
Ara duduk di kasur, di samping Aji yang tengah rebahan.
" Nggak lah, kan mbak sudah sembuh."
" Yah, mbak sendirian dong."
" Mbak tidur aja sama ibuk kalau takut."
" Nggak lah dek, ya udah mbak tidur dulu ya."
" Loh sudah mau balik ke kamar? terus ngapain tadi kesini mbak?"
" Ya cuma mau lihat kamu, kan biasanya kamu yang nyamperin mbak, dan nggak di samperin kamu tuh rasanya ada yang kurang, hehehe."
" Apa mbak mau tidur di kamar Aji saja?"
" Nggak lah dek, mbak tidur di kamar sendiri aja."
" Ya udah nanti kalau ada apa - apa panggil aku ya mbak."
" Tutup pintunya sekalian kalau mbak sudah mau keluar."
" Iya, kamu juga tidur ya. Jangan mikirin Kia terus hehehe, aku tau pasti kamu khawatir ya sama mbak Kia."
" Iya lah, namanya juga saudara. Ih sana katanya mbak mau tidur."
" Iya iya, good night ya ganteng."
" Iya, mimpi indah juga tuan putri ku."
" Pasti."
Setelah Ara keluar dari kamar Aji, ada perasaan aneh yang Aji rasakan.
Kok perasaan ku jadi nggak enak gini ya, kayaknya aku nggak rela banget mbak Ara keluar dari kamar ku. Ntah kenapa ada perasaan takut dan khawatir akan ada sesuatu yang terjadi lagi dengan mbak Ara. Padahal mbak Ara sudah sembuh, tapi kenapa perasaan ku nggak enak banget kaya gini. Semoga ini bukan firasat buruk lagi. Aku tidak mau ada sesuatu yang terjadi lagi dengan mbak Ara.
Malam ini Aji merasa sangat mengantuk tidak seperti biasanya, tidak seperti malam - malam sebelumnya.
Aji pun memejamkan matanya karena kantuk yang dirasakan sudah tak tertahankan lagi.
Rasanya baru saja terpejam, tapi Aji sudah berpindah, berada di tempat lain.
Ini dimana ya, kenapa aku disini, bukankah tadi aku sedang tidur di kamar ku? tempat ini, kenapa sepertinya aku nggak asing dengan tempat ini. Oh iya, aku ingat, ini tempat di mimpi ku sebelumnya, saat aku melihat mbak Ara dengan laki - laki dan sosok itu.
Kenapa aku bisa kesini lagi?
Apa mbak Ara juga disini, yah aku harus mencarinya, aku harus mencari mbak Ara, semoga tidak terjadi hal yang buruk dengan mbak Ara.
Aji keluar dari gubuk itu, dan berjalan ke dalam hutan, ia masih ingat betul jalan menuju tempat dulu Ara berada.
Saat Aji sampai di tempat tujuan nya, Aji juga terkejut di buatnya.
Di depannya Aji melihat Ara sedang terikat banyak tali merah dengan sosok hitam di belakang nya.
Namun kali ini Ara hanya diam, tatapan nya kosong, dan dia menyebut - nyebut nama Danang berulang kali.
Kenapa mahkluk itu masih ada di dekat mbak Ara? kenapa sekarang mbak Ara di ikat dengan banyak tali? dan menyebut nama mas Danang terus?
Ini sebenarnya mimpi atau nyata. Aku harus ke sana menolong mbak Ara.
Aji ingin menolong Ara namum tidak bisa, sama seperti dulu, ada penghalang yang tak terlihat mata, sehingga membuat Aji tidak bisa menolong Ara.
" Mbak Ara!!! mbak!!" Teriak Aji.
" Mbak Ara!!!" Aji terbangun dari tidurnya.
Mimpi itu lagi, pertanda apa ini? bukankah mbak Ara sudah sembuh, dan aku juga sudah tidak melihat sosok itu lagi di sekitar mbak Ara, tapi di mimpi tadi, kenapa sosok itu masih ada.
__ADS_1
dan talinya? lalu Danang? apa ini sebenarnya. Aku harus memastikan mbak Ara baik - baik saja.
Aji lalu bergegas menuju kamar Ara.
Aji membuka pintu kamar Ara.
Untung pintunya tidak di kunci.
Aji langsung masuk, dan melihat Ara tertidur sambil memanggil - manggil nama Danang.
Aji segera membangunkan Ara. Seperti biasa ia membangunkan Ara membelai pipi Ara dengan lembut.
" Mbak bangun, mbak Ara, mbak."
" Emmm."
" Mbak?"
" Iya dek, ada apa?" jawabnya dengan mata yang masih terpejam.
" Mbak Ara kenapa?"
" Aku merindukan Danang. Aku merindukan Danang." Gumamnya.
Wah ini sepertinya tidak beres, nggak biasanya mbak Ara menyebut dirinya AKU. Biasanya mbak Ara selalu menyebut dirinya MBAK, jika bersama ku.
Aji membangunkan Ara sekali lagi, dengan cara yang sama.
Kali ini Ara benar - benar bangun.
" Emh, ada apa dek, sudah pagi ya?"
" Belum mbak."
" Terus kenapa mbak di bangunin?"
" Mbak ingat nggak tadi mimpi apa?"
" Nggak ingat, kayaknya mbak nggak mimpi apa - apa, memang kenapa sih dek?"
" Nggak papa kok mbak."
" Ih aneh banget. Mbak masih ngantuk mau tidur lagi."
" Aku tidur sini ya mbak."
" Iya dek. Tadi katanya nggak mau tidur sini, kenapa sekarang jadi mau. Bodo ah aku ngantuk, sini bobok samping mbak."
Ara kembali tidur, dan Aji ikut berbaring di samping Ara.
Berarti mbak Ara nggak ingat, bahwa tadi dia mengigau. Sepertinya ada yang tidak beres lagi nih, tapi aku nggak boleh buru - buru menyimpulkan, takut kalau ini salah. Sebaiknya aku mengamati lagi, kalau masih ada yang janggal aku baru bilang sama bapak.
Sepertinya memang aku harus tidur terus sama mbak Ara. Mbak kamu ini bikin aku khawatir terus sih. Semoga kejadian kemarin nggak ke ulang lagi ya mbak.
****
Di tempat lain.
" Ra kamu memang cantik banget, membuatku jatuh cinta kepada mu. Aku tidak rela kamu dimiliki pria lain, kamu harus menjadi milik ku. Harus menikah dengan ku. Sepertinya beberapa hari lagi aku akan menemui mu, jauh berpisah dari mu, membuat ku sangat rindu.
Aku juga akan memperkuat guna - guna ku untuk membuatmu mau menikah dengan ku, dan menjadi istri ke dua ku." Kata Danang sambil memandang foto Ara di ponsel nya.
Sejak jatuh hati dengan Ara, Danang menanam sedikit demi sedikit sihirnya di air yang Ara minum. Agar Ara mencintainya, agar Ara tidak bisa melupakannya dan selalu menyebut nama nya.
Sebenarnya Danang sudah beristri, namun ia jatuh cinta dan menyukai Ara, tergila - gila dengan kecantikan Ara. Danang ingin sekali menjadikan Ara istri kedua nya. Dari situ lah ia menghalalkan segara cara untuk mendapatkan Ara, salah satu nya dengan mengguna - guna Ara. Namun sayang nya keluarga Ara tidak ada yang menyadarinya.
Tapi Aji sudah mulai mencurigainya, dan Danang tidak mengetahuinya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Assalamualaikum,
Hay jumpa lagi dengan aku disini😅
jangan bosan ya?
Terimakasih yang sudah mampir.
Terimakasih banyak juga yang sudah baca dan like novel ke 2 ku ini.
Semoga suka dengan ceritanya.
Oh iya 17 Agustus ya sekarang😄
Dirgahayu untuk indonesia ku tercinta.😍
Cepatlah membaik negeriku😭
Semangat berjuang melawan lawan yang tak terlihat namun mematikan.
Semoga lekas membaik, agar senyuman kita tidak terus terhalang masker.
Dan bisa berkumpul dan berbaur seperti sedia kala.
Tetap jaga kesehatan, dan
patuhi protokol kesehatan.
__ADS_1