Pemuja Pembawa Petaka

Pemuja Pembawa Petaka
Ikut ke sekolah 2


__ADS_3

Sesampainya di parkiran, Aji bertemu dengan Hendra dan Andi yang kebetulan juga baru datang.


" Tumben ya kita bisa barengan gini nyampenya." Kata Hendra.


" Ya malah bagus kan," Aji menyahut.


" Ya udah yuk kita ngobrol dulu, baru juga jam segini. Bel masuk kelasnya masih lama." Ajak Andi.


" Ngobrol dikelas aja." Usul Aji.


" Nggak - nggak, ngobrol nya di bawah pohon itu aja sambil melihat anak - anak cewek pada lewat, kan lumayan buat menyegarkan mata." Kata Hendra.


" Ya kalau mau seger siram aja tuh mata pake es buah, ribet amat." Celetuk Sukma yang hanya bisa di dengar Aji.


" Puft, hahahaha." Aji pun tertawa karena celoteh Sukma.


Andi dan Hendra keheranan di buatnya.


" Perasaan tadi kita ngomong nggak ada yang lucu deh." Kata Hendra.


" Iya ya Hen, kuping dia salah dengar mungkin, jadi bicara mu tadi lucu kalau di dengar dia." Imbuh Andi.


" Apaan sih kalian, kupingku masih normal, ya udah yuk jalan." Ajak Aji.


" Terus kamu kenapa tadi ketawa?" Tanya Andi.


" Oh tadi liat ada ibu - ibu lewat pake jilbab tapi celananya pendek." Elak Aji.


" Emang tadi ada ibu - ibu lewat?" tanya Hendra penasaran.


" Ada, ya udah yuk ke sana, nanti keburu masuk kelas."


Mereka bertiga duduk dibawah pohon yang memang dibawahnya tersedia bangku buat tempat duduk.


" Eh lihat tuh, kakak kelas kita cantik banget." Kata Hendra.


" Yang mana?" Tanya Andi.


" Itu tuh yang tengah, yang tinggi."


" Cantik apaan, susuknya aja dimana - dimana, heran deh ama anak jaman sekarang, masih sekolah udah pada pakai susuk. Cantikan juga aku, ya nggak Ji?" Tanya Sukma.


" Iya." Jawab Aji.


" Tuh, kan Aji aja bilang iya, berarti dia cantik." Kata Hendra.


Gara - gara ada si sukma jadi nggak fokus gini sih. Batin Aji.


" Eh aku ke toilet dulu ya, kalian kalau mau ke kelas duluan aja." Pamit Aji.


" Oke, " jawab Andi.


" Pagi - pagi udah mau ke toilet aja." Kata Sukma.


" Nggak fokus ngobrol sama mereka, kamu sih ngajakin ngobrol mulu."


" Ya maaf deh. Kamu beneran mau ke toilet?"

__ADS_1


" Iya, mau ikut juga?"


" Emang boleh?"


" Ya nggak lah Uma. Kamu tunggu disini."


" Iya, jangan lama - lama."


" Em."


Setelah dari toilet, bel masuk pun berbunyi. Pelajaran pun dimulai.


" Ji, aku jalan - jalan dulu ya, bosen ih di kelas, nggak bisa ngobrol juga sama kamu."


" Mau kemana?" bisik Aji.


" Mau ke pohon belakang sekolah, kayaknya di sana lebih asik, lebih rame."


" Ya udah, nanti aku susul kalau sudah istirahat."


" Iya, da ganteng belajar yang bener ya, jangan liatin cewek - cewek disini lagi, disini nggak ada yang lebih cantik dari pada aku."


Sukma menghilang, apa yang dikatakan Sukma membuat Aji tersenyum.


Iya kamu memang lebih cantik Uma, tapi sayang nya kamu bukan manusia dan walaupun mereka tidak secantik dirimu tapi mereka nyata. apa aku salah jika aku berharap bisa bertemu dengan manusia yang mirip seperti dirimu?


Ah kenapa malah mikirin Uma sih, gara - gara Uma nih. Batin Aji.


" Pohon belakang sekolah, ada apa ya di sana? kenapa Uma tertarik pergi ke sana, aku jadi penasaran pengen ke sana juga. Jadi nggak sabar pengen cepat - cepat istirahat dan nyusul Uma ke sana.


***


" Ke kantin yok." Ajak Andi.


" Kalian duluan saja, nanti aku nyusul." Jawab Aji.


" Beneran nih, nggak mau bareng kita?" tanya Hendra.


" Iya, aku mau ke toilet dulu."


" Tumben hari ini kamu ke toilet mulu, kamu nggak papa kan Ji?" tanya Andi.


" Nggak papa kok, aman tenang aja."


" Ya udah kita duluan ya, nanti nyusul aja di tempat biasa." Kata Hendra.


" Oke,"


Setelah teman nya pergi, Aji merapikan bukunya dan menyusul Sukma kebelakang sekolah.


***


Pohon besar nan rindang, hawanya sejuk.


Aji merinding dibuatnya. Yah saat pertama kali menginjak kan kaki di sana ada hawa dingin yang menyeruak membuat bulu kuduk Aji berdiri.


Padahal siang bolong begini, tapi tetap aja aksen horornya sangat terasa, mana gede banget nih pohon, merinding deh akhirnya. Dimana lagi nih Uma berada.

__ADS_1


Clingak clinguk Aji mencari keberadaan Uma.


" Hey Ji, sini di atas."


Aji mendongak ke atas melihat Uma duduk santi di salah satu ranting cabang pohonnya.


" Ngapain disitu, sini turun. Udah kaya monyet aja nangkring di pohon."


" Disini lebih rame tau, lebih enak, dari pada di kelas mu."


" Enak apanya, orang horor banget begini. Liat nih aku merinding."


" Yah itu karena kamu belum terbiasa, kalau udah terbiasa nggak akan takut lagi."


Sukma turun, dan dalam sekejap mata sudah berada di samping Aji.


" Eh mau lihat nggak, disini tuh tempatnya indah banget."


" Nggak ah takut, aku mau ke kantin, Hendra sama Andi pasti sudah nungguin."


" Sebentar aja,"


" Tapi benar ya sebentar, awas aja kalau tempatnya aneh - aneh."


" Iya, sekarang kamu merem deh, jangan dibuka kalau aku belum bilang buka ya."


" Iya."


Sesuai dengan apa yang Sukma katakan Aji pun memejamkan ke dua matanya.


" Sekarang sudah boleh buka mata."


" Beneran nih?"


" Iya."


Dengan perlahan Aji membuka matanya.


Pemandangan di depannya membuat ia terpana.


Taman yang sangat indah, dengan berbagai bunga warna warni, dan banyak sekali pohon rindang, rumput yang dipijak Aji pun sangat hijau, tempatnya bersih, ada juga air mancur di tengah taman, dan ada danau kecil yang air nya sangat jernih hingga ikan yang ada di dalamnya pun kelihatan.


Tempatnya ramai ada aktifitas juga sama seperti manusi, bahkan ada anak - anak juga yang sedang bermain.


Aji mengedipkan matanya, dan ia kembali ke tempat semula.


" Itu beneran taman itu disini?" Tanya Aji.


" Iya, dimensi lain dari tempat ini, bagus kan?"


" Bagus banget, kira - kira aku bisa nggak ya aku melihat dimensi lain tanpa bantuan kamu?"


" Bisa saja, ini karena kamu belum mengasah kemampuan kamu sepenuhnya, nanti kamu bisa juga loh komunikasi sama mereka."


" Nanti deh kalau itu, kadang aku aja masih takut kalau mereka muncul dengan bentuk yang menyeramkan."


" Ya itu karena kamu belum terbiasa. Nanti kalau sudah terbiasa nggak akan takut lagi kok, tapi kalau misalnya nggak mau melihat ya nggak usah di asah kemampuannya."

__ADS_1


" Tapi aku malah pengen belajar tentang hal spiritual lebih dalam lagi, aku pengen bisa mencegah hal yang seperti di alami mbak Ara, agar tidak terjadi lagi di keluarga ku, apa lagi kalau bisa membantu orang lain, itu malah lebih bagus kan."


" Iya, pelan - pelan aja, pasti kamu bisa kok. Sekarang ini belajar dulu agar terbiasa, dan tidak takut dengan tampilan mereka yang seram."


__ADS_2