
Karena keadaan Ara sudah membaik, Aji kembali tidur di kamarnya sendiri. Aji begitu merindukan kehangatan kasurnya.
Kia sudah tidak dirumah lagi, karena dia sudah mulai ngekos.
Rumah memang nampak sepi, semua orang dirumah itu juga nampak sedih karena perginya Kia membuat mereka kehilangan.
Ara merasa ada yang hilang dari hidupnya, rumahnya tidak seramai dulu. Karena merasa kesepian, Ara pun mendatangi Aji ke kamarnya.
Ara melihat Aji yang sedang bengong, memikirkan sesuatu. Ia sudah bisa menebaknya, apa yang membuat adik ganteng nya itu melamun.
Pasti dia mikirin Kia, pasti dia juga khawatir dengan Kia. Dia tau Kia semanja apa, makanya dia juga khawatir sama seperti ku.
Meskipun Aji sering bertengkar dengan Kia, tak bisa di pungkiri ia merasa sangat kehilangan dan mengkhawatirkan kakaknya yang masih sangat manja itu. Apa lagi selama ini Kia belum pernah pisah dari kelurganya.
" Dek kamu sudah tidak tidur di kamar mbak lagi?" Tanya Ara.
Ara duduk di kasur, di samping Aji yang tengah rebahan.
" Nggak lah, kan mbak sudah sembuh."
" Yah, mbak sendirian dong."
" Mbak tidur aja sama ibuk kalau takut."
" Nggak lah dek, ya udah mbak tidur dulu ya."
" Loh sudah mau balik ke kamar? terus ngapain tadi kesini mbak?"
" Ya cuma mau lihat kamu, kan biasanya kamu yang nyamperin mbak, dan nggak di samperin kamu tuh rasanya ada yang kurang, hehehe."
" Apa mbak mau tidur di kamar Aji saja?"
" Nggak lah dek, mbak tidur di kamar sendiri aja."
" Ya udah nanti kalau ada apa - apa panggil aku ya mbak."
" Iya dek."
" Tutup pintunya sekalian kalau mbak sudah mau keluar."
" Iya, kamu juga tidur ya. Jangan mikirin Kia terus hehehe, aku tau pasti kamu khawatir ya sama mbak Kia."
" Iya lah, namanya juga saudara. Ih sana katanya mbak mau tidur."
" Iya iya, good night ya ganteng."
" Iya, mimpi indah juga tuan putri ku."
" Pasti."
__ADS_1
Setelah Ara keluar dari kamar Aji, ada perasaan aneh yang Aji rasakan.
Kok perasaan ku jadi nggak enak gini ya, kayaknya aku nggak rela banget mbak Ara keluar dari kamar ku. Ntah kenapa ada perasaan takut dan khawatir akan ada sesuatu yang terjadi lagi dengan mbak Ara. Padahal mbak Ara sudah sembuh, tapi kenapa perasaan ku nggak enak banget kaya gini. Semoga ini bukan firasat buruk lagi. Aku tidak mau ada sesuatu yang terjadi lagi dengan mbak Ara.
Malam ini Aji merasa sangat mengantuk tidak seperti biasanya, tidak seperti malam - malam sebelumnya.
Aji pun memejamkan matanya karena kantuk yang dirasakan sudah tak tertahankan lagi.
Rasanya baru saja terpejam, tapi Aji sudah berpindah, berada di tempat lain.
Ini dimana ya, kenapa aku disini, bukankah tadi aku sedang tidur di kamar ku? tempat ini, kenapa sepertinya aku nggak asing dengan tempat ini. Oh iya, aku ingat, ini tempat di mimpi ku sebelumnya, saat aku melihat mbak Ara dengan laki - laki dan sosok itu.
Kenapa aku bisa kesini lagi?
Apa mbak Ara juga disini, yah aku harus mencarinya, aku harus mencari mbak Ara, semoga tidak terjadi hal yang buruk dengan mbak Ara.
Aji keluar dari gubuk itu, dan berjalan ke dalam hutan, ia masih ingat betul jalan menuju tempat dulu Ara berada.
Saat Aji sampai di tempat tujuan nya, Aji juga terkejut di buatnya.
Di depannya Aji melihat Ara sedang terikat banyak tali merah dengan sosok hitam di belakang nya.
Namun kali ini Ara hanya diam, tatapan nya kosong, dan dia menyebut - nyebut nama Danang berulang kali.
Kenapa mahkluk itu masih ada di dekat mbak Ara? kenapa sekarang mbak Ara di ikat dengan banyak tali? dan menyebut nama mas Danang terus?
Ini sebenarnya mimpi atau nyata. Aku harus ke sana menolong mbak Ara.
" Mbak Ara!!! mbak!!" Teriak Aji.
" Mbak Ara!!!" Aji terbangun dari tidurnya.
Mimpi itu lagi, pertanda apa ini? bukankah mbak Ara sudah sembuh, dan aku juga sudah tidak melihat sosok itu lagi di sekitar mbak Ara, tapi di mimpi tadi, kenapa sosok itu masih ada.
dan talinya? lalu Danang? apa ini sebenarnya. Aku harus memastikan mbak Ara baik - baik saja.
Aji lalu bergegas menuju kamar Ara.
Aji membuka pintu kamar Ara.
Untung pintunya tidak di kunci.
Aji langsung masuk, dan melihat Ara tertidur sambil memanggil - manggil nama Danang.
Aji segera membangunkan Ara. Seperti biasa ia membangunkan Ara membelai pipi Ara dengan lembut.
" Mbak bangun, mbak Ara, mbak."
" Emmm."
__ADS_1
" Mbak?"
" Iya dek, ada apa?" jawabnya dengan mata yang masih terpejam.
" Mbak Ara kenapa?"
" Aku merindukan Danang. Aku merindukan Danang." Gumamnya.
Wah ini sepertinya tidak beres, nggak biasanya mbak Ara menyebut dirinya AKU. Biasanya mbak Ara selalu menyebut dirinya MBAK, jika bersama ku.
Aji membangunkan Ara sekali lagi, dengan cara yang sama.
Kali ini Ara benar - benar bangun.
" Emh, ada apa dek, sudah pagi ya?"
" Belum mbak."
" Terus kenapa mbak di bangunin?"
" Mbak ingat nggak tadi mimpi apa?"
" Nggak ingat, kayaknya mbak nggak mimpi apa - apa, memang kenapa sih dek?"
" Nggak papa kok mbak."
" Ih aneh banget. Mbak masih ngantuk mau tidur lagi."
" Aku tidur sini ya mbak."
" Iya dek. Tadi katanya nggak mau tidur sini, kenapa sekarang jadi mau. Bodo ah aku ngantuk, sini bobok samping mbak."
Ara kembali tidur, dan Aji ikut berbaring di samping Ara.
Berarti mbak Ara nggak ingat, bahwa tadi dia ngigau. Sepertinya ada yang tidak beres lagi nih, tapi aku nggak boleh buru - buru menyimpulkan, takut kalau ini salah. Sebaiknya aku amatin lagi, kalau masih ada yang janggal aku baru bilang sama bapak.
Sepertinya memang aku harus tidur terus sama mbak Ara. Mbak kamu ini bikin aku khawatir terus sih. Semoga kejadian kemarin nggak ke ulang lagi ya mbak.
****
Di tempat lain.
" Ra kamu memang cantik banget, membuatku jatuh cinta kepada mu. Aku tidak rela kamu dimiliki pria lain, kamu harus menjadi milik ku. Harus menikah dengan ku. Sepertinya beberapa hari lagi aku akan menemui mu, jauh berpisah dari mu, membuat ku sangat rindu.
Aku juga akan memperkuat guna - guna ku untuk membuatmu mau menikah dengan ku, dan menjadi istri ke dua ku." Kata Danang sambil memandang foto Ara di ponsel nya.
Sejak jatuh hati dengan Ara, Danang menanam sedikit demi sedikit sihirnya di air yang Ara minum. Agar Ara mencintainya, agar Ara tidak bisa melupakannya dan selalu menyebut nama nya.
Sebenarnya Danang sudah beristri, namun ia jatuh cinta dan menyukai Ara, tergila - gila dengan kecantikan Ara. Danang ingin sekali menjadikan Ara istri kedua nya. Dari situ lah ia menghalalkan segara cara untuk mendapatkan Ara, salah satu nya dengan mengguna - gunai Ara. Namun sayang nya keluarga Ara tidak ada yang menyadarinya.
__ADS_1
Tapi Aji sudah mulai mencurigainya, dan Danang tidak mengetahuinya.