Pemuja Pembawa Petaka

Pemuja Pembawa Petaka
Di bawa pergi 2


__ADS_3

Frans mengikat tangan dan kaki Ara di ranjang,


membuat Ara tidak bisa beranjak dari kamar itu.


" Mas apa yang kamu lakukan, lepaskan!!"


" Menurut lah, jangan memberontak, jangan membuat ku marah, atau aku akan membuat mu diam dengan paksa."


" Sakit mas, lepaskan!! apa sebenarnya yang kamu mau?"


" Aku mau kamu sayang."


" Kamu benar - benar keterlaluan mas, sebentar lagi kamu akan menikah dengan perempuan itu, lalu aku? kamu ingin aku jadi yang ke dua? jangan mimpi mas!"


Plak!! Frans menampar pipi Ara hinga darah segar keluar dari mulutnya, mungkin pipi dalamnya robek, Ara pun pingsan karena tamparan yang Frans lakukan.


***


Di cafe.


Rafael dan Tomy sudah sampai di cafe tempat Linda bekerja.


" Ada apa pak? tumben kesini?" Tanya Linda.


" Ada hal penting yang mau saya tanyakan, ini soal Ara."


" Ada apa dengan sahabat saya pak? bapak nggak ngapa - ngapa in dia kan?"


" Ara berhasil dibawa pergi pria itu."


Brak!! Linda langsung berdiri dan mengebrak meja.


" Apa pak? Ara di bawa pria gila itu? bapak ini bagaimana? saya sudah bilang kan pak, saya sudah mempercayakan Ara untuk bapak jaga, kenapa untuk menjaga Ara saja bapak tidak bisa? Saya benar - benar bingung, sebenarnya bapak ini kaya beneran atau pura - pura kaya? apa bapak nggak bisa sewa bodyguard untuk mengawasi Ara atau menjaga rumah bapak? tau begini saya sendiri yang akan menjaganya dan tidak aku biarkan dia kerja dirumah bapak."


Bagai induk yang kehilangan anaknya, linda sangat marah dengan Rafael, sudah tak ia pedulikan lagi siapa Rafael itu, yang ia tau ia marah dan khawatir dengan keselamatan Ara.


Baru kali ini aku melihat ada orang yang berani marah - marah dengan pak bos, wanita ini benar - benar luar biasa, aku saja tidak berani, dan sebenarnya siapa Ara itu, berita hilangnya juga membuat wanita ini sampai marah seperti ini, dan pak bos sepertinya juga sangat mengkhawatirkannya. Batin Tomy


" Maaf, ini semua memang kelalaian saya." Jawab Rafael.


" Apa bapak tau pria itu segila apa pak? dia menginginkan nyawa Ara dengan segala cara, baru saja ia lolos dari santetnya dan sekarang Ara berada ditangannya, sangat mudah baginya untuk menyakiti Ara pak."


Karena begitu sayangnya Linda terhadap Ara, bagi Linda Ara adalah adiknya, mendapat kabar Ara di culik itu membuat Linda takut apa lagi Frans yang menculiknya, Frans yang sangat terobsesi dengan Ara, Linda takut Frans akan menyakiti Ara. Linda tak kuasa menahan tangisnya.


" Maaf kan saya, saya kesini untuk mencari mu karena saya ingin tanya, kira - kira kamu tau nggak kemana dia membawa Ara pergi?"


Linda terdiam sebentar.

__ADS_1


" Yang ada dipikiran saya sekarang rumah pria gila itu, ada kemungkinan dia membawa Ara pulang. Karena dirumah itu Ara sering menghabiskan waktu bersamanya."


Deg!! hati Rafael sakit mendengar perkataan Linda, yah dia cemburu dengan masa lalu yang Ara lalui dengan pria itu.


" Kamu tau dimana rumahnya?"


" Tau pak, tapi jauh dari sini, di kota J dekat dengan tempat kerja aku dan Ara dulu."


" Kita ke sana sekarang!!"


Ra tunggu aku, aku pasti akan menyelamatkan mu, aku berharap ini belum terlambat. Bertahanlah sebentar ya Ra.


***


Di kamar Frans.


" Emh mas, ahhhh."


" Bagaimana sayang? enak?"


" Enak, ahhh, mas lebih cepat aku sudah mau sampai."


" Ahhh."


" Mas ahhhhh, kamu memang yang terbaik selalu bisa membuat ku puas."


" Tapi aku belum."


Suara berisik Frans dan perempuan itu, membuat Ara tersadar dari pingsannya.


Aduh pipi ku sakit sekali, sudah berapa lama aku pingsan yah?


" Ohhh ahh teruskan sayang, Eh kamu sudah bangun sayang emh." Frans menyapa Ara dengan tidak ada rasa malunya.


Ara baru sadar ternyata Frans dan wanita itu tengah asik bercumbu di depannya.


Hati Ara sangat sakit di buatnya, air matanya tidak bisa di bendung lagi, bahkan rasa sakit akibat tamparan tadi tidak seberapa dibandingkan dengan sakit hati yang dirasakannya.


" Kamu benar - benar keterlaluan mas."


" Nikmatilah ini pertunjukan gratis untukmu, perhatikan baik - baik, dan ingatlah begini nantinya kita akan memuaskan mas Frans bersama." Kata perempuan itu.


" Jangan mimpi, aku tidak sudi. Melihat tingkah kalian ini membuat ku merasa jijik!!"


Plak!! Frans menampar Ara lagi.


" Jaga mulutmu!! mau tidak mau kamu memang akan jadi milik ku, tunggu lah selesai bermain dan akan menjadi giliran mu."

__ADS_1


Ara berusaha melepaskan tali yang mengikat nya. Frans asik bermain dengan wanita itu hingga tidak menyadari bahwa Ara sudah berhasil melepas tali yang mengikatnya.


Ara turun perlahan dari ranjang, dan langsung berlari menuju ke Ara pintu.


Sebelum sampai ke pintu, Frans sudah menyadari, Fans mengambil vas bunga di meja yang ada di dekat nya, dan langsung melemparnya ke Ara.


Brak!!! sebelum vas itu pecah dilantai, vas itu mengenai kaki Ara, membuat Ara jatuh tersungkur, vas yang berukuran lumayan besar itu menghantam kaki Ara.


" Aw sakit." Kaki Ara menjadi sakit untuk di gerakkan.


" Berhenti disitu atau aku tidak akan sungkan lagi dengan mu!!" teriak Frans.


Dengan cepat Frans mengenakan celana nya dan berjalan menghampiri Ara.


" Mas kenapa kamu berubah seperti ini, kenapa kamu tega, apa salah ku mas?"


" Menurut lah sayang, jika dari awal kamu menurut semua ini tidak akan terjadi."


" Aku mohon lepaskan aku mas,"


" Jangan harap! kamu hanya boleh menjadi milik ku."


" Aku tidak sudi bersama dengan lelaki seperti mu!"


Frans dibuat marah lagi karena perkataan Ara, Frans menjambak rambut Ara, menyeret Ara, membenturkan kepala Ara ke tembok, hingga jidat Ara berdarah.


" Sakit mas. Lepaskan aku aku mohon."


Brakk!!!! pintu kamar Frans di dobrak dengan paksa.


Yah Rafael sudah datang. Mendengar jeritan Ara, dengan emosi yang sudah memuncak Rafael mendobrak pintu itu.


Melihat kondisi Ara, kemarahan Linda juga memuncak.


" Lepaskan Ara!!" teriak Linda.


Rafael langsung berlari, dan menghantam Frans hingga tersungkur.


" Berani - beraninya kamu menyentuh wanita ku, rupanya kamu sudah tidak menginginkan ke dua tangan mu itu!!"


" Ara, Linda berlari dan memeluk Ara." Linda menangis melihat kondisi Ara yang memprihatinkan. Luka lebam di lengan dan wajahnya, darah segar yang masih mengalir di dahinya, wajahnya pucat, rambut acak - acak kan.


" Pak El sudah berhenti!! bawa Ara ke rumah sakit sekarang. Disini biar saya dan asisten bapak yang urus. Saya tadi juga sudah lapor polisi."


" Tomy, jangan membuatku kecewa, patahkan kedua tangan laki - laki itu!!" seru Rafael.


" Baik pak, serahkan kepada saya."

__ADS_1


Dengan cepat Rafael membopong Ara.


" Mau kamu bawa pergi kemana Ara, lepaskan! dia milik ku!!" Teriak Frans yang tangan nya sudah di kunci oleh Tomy.


__ADS_2