
Semua orang menatap Syafa dengan sinis,berita kedekatannya dengan Azril menyebar luas di kalangan kampus.
Syafa yang lebih memilih diam dan tak ambil pusing,baginya ini adalah konsekuensi menjadi istri tuan Azril.
Dia melangkah menuju kantin,"Bu,bakso satu,seperti biasa"ucap ramahnya kepada Bu Marni.Ia mengoceh ponsel di tas kecilnya.
Bu Marni mengantar pesanannya,kemudian duduk menghadap Syafa.
"Syafa,bu Marni boleh tanya"ujar bu Marni,sementara Syafa menyantap bakso tanpa beban.
"Apa bu??,katakan saja!"ucap Syafa rileks
"Hari ini semua orang ngomongin tentang Syafa,tapi bu Marni lihat Syafa santai dan tak sedih sedikitpun.Emangnya benar yahh!"
"Ngapain Syafa sedih atau kecil hati,toh semuanya sudah terjadi.Lagipula buat apa juga Syafa marah membalas perlakuan mereka!,yang ada tambah runyam"ucap santai Syafa mengipas mulutnya yang kepedasan.
Tak lama,Desni datang dengan raut wajah tak tentu arah.
"Lu,gue cariin,malah makan enak di sini.Telinga Lu budeg??,orang -orang di sana ngejelekin Lu"cetus Desni menunjuk arah rombongan Mahasiswa yang ingin bertanya langsung ke Syafa.
Mata Syata membulat,melangkah mencoba kabur namun di tarik salah satu Mahasiswi di sana yang tak lain adik tiri Azril,Elsa.
"Eh Syafa!,mau kabur ke mana??"
"Lepaskan aku,aku mohon??"ujar Syafa memutar tubuhnya.
"Oke,tapi kau harus menjawab pertanyaan kami dulu??"kata salah satu dari mereka.
"Emangnya kalian tanya apa??",Syafa memberanikan diri menatap mereka yang sebenarnya pikirannya sudah gundah.
"Hubunganmu sama Tuan Azril??"
"Aku gak da hubungan apa-apa,kemarin itu gak sengaja duduk satu meja saat acara bansos,itu aja!"jawabnya santai mengangkat pundak.
__ADS_1
"Dia pembohong!"teriak Elsa yang dari tadi sudah gatal ingin menampar Syafa yang sok alim di mata teman-teman.
"Jaga mulutmu"ucap Desni membela Syafa
Terjadilah pertengkaran kecil antara Desni dan Elsa.Keduanya saling menyambak rambut.
Syafa mencoba menghentikan,adegan tarik menarik rambut masih berlanjut,hingga petugas kampus memisahkan keduanya.
"Maaf Pak,saya sudah mencoba menghentikan tapi mereka masih saja bertengkar"lirih Syafa memegang bibirnya berdarah.
"Bibirmu kenapa??"tanya Pak Apri security yang bertugas kala itu.
"Waktu saya mau misahin mereka tak sengaja Elsa menumbuk saya,jadinya berdarah.Tapi,ini lecet sedikit saja"kata Syafa menenangkan perasaannya yang takut.
Tiba-tiba Azril datang dengan sangarnya,pandangan gusar saat menatap Syafa memegang bibirnya yang berdarah.
Pak April menunduk memberi hormat,begitu juga yang lainnya.Sementara tubuh Syafa hanya membeku,kehadiran Azril mengeluarkan jurus Boiboboy Bongkah Ice.
Dingin,panas,serta jantung mau copot.Itulah perasaan Syafa tatkala berhadapan dengan Azril yang lagi kesal.
Azril menatap ketiganya,"Kau,kau,dan kau Syafa ikut akuh,kelakuan kalian hari ini benar-benar tidak mencerminkan seorang pelajar"tegas Azril kemudian menatap Syafa yang bibirnya sudah berdarah.
"Syafa,bibirmu kenapa?"tanya Azril,menampakan kekhawatiran pada Syafa.
"Ohh ini,lecet dikit saja"jawab Syafa gugup
"Kalian berdua keluar!,dan Syafa tetap di sini"titah Azril
Setelah Desni dan Elsa keluar,keduanya saling pandang.Kecurigaan Elsa semakin kuat antara Azril dan Syafa.
Desni sibuk merapikan rambutnya yang sudah kayak kesambet petir,sementara Elsa mengintai Syafa dan Azril.
"Aw,sakit kak!"lirih Syafa saat Azril memberikan salap di bibirnya yang terluka.
__ADS_1
"Dikit lagi,hah selesai juga.Gemana masih sakit??"tanya Azril
"Dikit"
"Kamu sihh pake suruh merahasia hubungan kita,kan jadinya begini.Menimbulkan pro and kontra serta salah paham.Udah deh,mendingan kasih tahu saja kalo kita ini suami istri"kata Azril yang tak ingin menambah masalah semakin runyam.
"Kakak kog ada di sini??"
"Lah,ini kampus milik kakak!,jadi terserah kakak."
"Makanya jangan bandel,mata-mata kakak di sini banyak!"
Mendengar obrolan keduanya mata Elsa membulat"istri!!,aku harus kasih tahu mommy"katanya langsung pergi meninggalkan ruangan itu.
Setelah ia memberi tahu mommynya ,Elsa tersenyum , "Lihat saja!ini baru awal Syafa kirana"ujar Elsa yang tersenyum puas serta tak sabar menyaksikan penderitaan Syafa.
Di ruangan yang ukuran besar,Syafa duduk menekuk lutut.Di lihatnya foto dirinya bersama Azril yang tersimpan di ponsel miliknya.
"Yaampuun,kalo di lihat dari sini,kak Azril manis banget dan memikat.Tapi mengapa yahh,aku belum siap mengakuinya!,apa aku belum cinta atau masih menyimpan dendam atas kematian bapak"ucap Syafa.
Azril datang membawa bunga untuknya,Syafa hanya tersenyum melihat sikap manis sang suami yang romantis.
"Untuk ku?"
"iyah"
Syafa mencium bunganya,kemudian meletakkan di meja kecil sisi tempat tidurnya.
"Kak,capek yah?"
"Tentu,pekerjaan kakak di kantor banyak.Meskipun menjadi bos tetap juga tanggung jawabnya lebih besar,harus menghandle semua dan siap menerima konsekuensinya."
"Mau Syafa picitin"tawar Syafa
__ADS_1
"Gag usah,kamukan juga capek.Tolong sediakan kakak air hangat saja untuk mandi"
"siap bos"ujar Syafa senyum merekah