
Syafa memegang susu tanpa meneguk,perubahan sikap Syafa mendadak,Azril melambai tangan di pemilik wajah putih,berseri ini.
Lamunan Syafa terhamburkan hingga gelas yang di pegangnya terlepas.
ting
Syafa bergegas memunguti pecahan gelas yang bertaburan di lantai.
"Astagfirullah,apa yang aku lakukan!"ucapnya memunguti serpihan yang sudah berantakan.Syafa yang masih linglung tak sengaja jari manisnya mengenai serpihan kecil kaca hingga mengeluarkan darah.
Azril menyaksikan dengan cepat ia memegang dan meresap dalam jari manis yang terluka itu,sontak Syafa merasa hal yang berbeda,hingga keduanya saling menatap dalam.
Syafa dengan segera mengalih pandangan dan menarik jarinya dari bibir sang pewaris.
"Maafin aku kak,gara-garaku gelasnya pecah!,jadi tumpah deh susunya"
"gag apa Syafa,nanti kakak buatkan lagi!"ucap lembut Azril menghelus kepala sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Tak perlu kak,ini juga sudah malam,mendingan kita tidur saja"alasannya,mengalihkan pembicaraan agar tidak meminum susu lagi.
"selamat!"ucap batinnya di akhiri dengan menghirup nafas lega.
Syafa menatap Azril yang sudah tertidur,rupa rupawan,memiliki alis tebal,bibir yang tipis namun saat bekerja ia seperti harimau yang siap memangsa musuhnya.
Syafapun memejamkan mata.Malam yang kelam menemani keduanya,Syafa yang terbiasa bangun malam bergegas bangun untuk mandi junub mengingatnya dirinya sudah bersih.
Kegiatan malamnya selalu ia lakukan dengan istiqomah,tadarus mengajinya membangunkan Azril yang terlelap.
Azril mendapati perempuan memakai jilbab besar yang sedang duduk,fokus pada bacaannya memberi ketenangan bagi yang mendengarkannya.
Ia duduk melipat kaki,mengusap usap mata yang masih enggan membuka.
"Shodakallah hul,aziim"ucap Syafa menutup kitab sucinya,ia membuka mukenah, terlihatlah rambutnya yang terurai.Kemudian melipat sajadah dan meletakkan pada tempatnya.
Tanpa sadar,ada dua bola mata memperhatikan Syafa.Syafa yang baru menyadari dengan cepat mengambil jilbab yang ia sangkut di kursi riasnya.
"Udah dari tadi yah,bangunnya?"tanya Syafa
__ADS_1
"Iýýa Syafa,jilbabnya kog di pakai lagi"
"Syafa belum terbiasa kak,jadi maklumi saja"
"sampai kapan??"tanya Azril menggeleng kepala,sikap Syafa membuatnya bingung.
"Kog cemberut??"
"Habis di bilangin,keras kelapa"cetus Azril,ia berbaring memikirkan ulah sang istri.
"Kepala kakak!,iya iya nihh Syafa buka jilbabnya"senyum merekah menampakan aurah semangat Azril untuk menganggu istrinya.
Azril memutar tubuhnya,"hehm,gitu dong!,ini jam berapa?"tanyanya pada Syafa yang berbaring di sampingnya.
"Jam 03.30,emangnya kenapa kak?,mau sholat tahajjud juga yahh?"pikir Syafa yang begitu senang jika suaminya mau mengerjakan tanpa di perintah.
"Bukan!"
"Lalu??"Syafa menatap dalam
"Itu Syafa,sunnah yang lain"ucapnya mengerjibkan mata sebelah dan memainkan ujung jari telunjuk yang saling bertemu.
"bukan Syafa..."
"Jadi apa??"tanya penasaran Syafa mengubah posisi berbaring ke samping menghadap Azril.
"Kamu udah bersih kan??"
"kan kak Azril lihat Syafa tadi sholat,bearti sudah.Sebenarnya kakak mau apa?kog berbelit gini"ujar Syafa menggaruk kepalanya.
"Kita menikah sudah hampir tiga tahun.Kamu kan tahu, umur kakak udah kepala tiga jadi gak da waktu untuk bermain cinta cintaan.Kakak juga pengen punya anak seperti keluarga lain,kau tahu kan maksud kakak??"
"Ooohhh"
"Jangan bibir saja di moncongin,kamu siap pa gak?"
Syafa mengangguk,"tapi sholat dulu"titah Syafa menyuruh Azril berwudhu.
__ADS_1
Usai Sholat,Azril memandang dalam istrinya.Rasa bahagia karna penantiannya begitu lama terbalaskan hari ini.
Setelah melakukan adab malam pertama,Syafa hanya tersenyum melihat wajah Azril yang begitu lucu membaca doa serta menahan diri karna kegiatan pertama tertunda karna Azhan Shubuh berkumandang.
"kog cemberut???,kesal yahhh?"canda Syafa menenangkan Azril yang lagi-lagi gagal.
"Kamu sihh kebanyakan bicaranya,harus begini,begitu!"kesal Azril memukul bantalnya.
"Sudah!,sholat shubuh saja dulu,buruan ke masjid nanti telat"titahnya mendorong Azril dan memakaikan lagi baju dan kopiahnya.
"Senyum dong kak!,senyum itu sedekah"
Selesai sholat shubuh,Azril melihat Syafa sudah berbaring di tempat tidur.Terukir senyum saat mendapati Syafa sudah berhias diri secantik mungkin untuk menyenangkan hati Azril yang lagi kesal tadi.
"Masya allah,ini beneran kamu?"tanyanya tak percaya,ia menatap Syafa begitu berbeda dari penampilan sebelumnya.
"Aku sengaja kak,ini piyama kakak yang beli.Aku sebenarnya malu memakai baju ini,tapi demi sang suami aku coba.Gemana menurut kakak?,kakak suka?"tanya polos Syafa,senyum manis nan tulus menghiasi wajahnya.
"Terima kasih sayang"ucap Azril memeluk sang istri.
Merekapun mengisi waktu shubuh dengan kegiatan sunnah suami istri.
Pagi yang cerah menghiasi keduanya,terlihat Azril begitu bahagia.
"Syafa cepetan turunnya!,kakak udah telat nihh"
"bentar kakak"ucap Syafa yang berjalan tidak seperti biasanya.
"Kamu kog lama banget,terus jalannya kenapa gitu??
"ini semua juga gara-gara kakak"cetus Syafa yang kesal mendengar pertanyaan Azril.
"Sakit yah"
"Udah ahh,Syafa malas ngomong sama kakak"kesal Syafa memasang wajah cemberut.
"iyya,iyya,kakak mintak maaf yah"ujar Azril mencium kening Syafa karna buru-buru berangkat ke kantor.
__ADS_1
Setelah mengantar Azril ke depan,Syafa pun masuk ke dalam kamar.Dia bolak balik memikirkan kejadian tadi shubuh yang masih membekas di dalam pikirannya.
.