Penantian Panjang Sang Pewaris

Penantian Panjang Sang Pewaris
Bab 2 : Perpisahan


__ADS_3

Syafa yang berat ikut Azril ke kotanya , memikirkan alasan untuk menghindari permintaan sang bapak .


Dia pun memilih untuk bernegosiasi dengan alasan ingin melanjutkan sekolahnya di sini .


" Tapiii , aku belum siap untuk ikut dengan mu , kau kan tahu , aku tidak mungkin mengikuti pria yang baru ku kenal , yahhh , meskipun ini wasiat bapak ku " lirihnya memelas agar Azril menuruti permintaannya .


" Jika aku di izinkan untuk mengungkapkannya , maka sudah ku ungkapkannya , tanpa harus berbelit belit begini " lirihnya dalam hati


" Tidak bisa Syafa , sekarang ini akulah yang bertanggung jawab atasmu , aku tidak bisa tenang kalo kau tak ikut dengan kakak ! " pinta Azril sedikit tersenyum mengungkap itu .


" Kakak ??? "


" hehm , apa kau keberatan memanggilku kakak ? , aku masih muda , nih lihatlah KTP ku ! " Azril menyerahkan KTP , sontak Syafa melongo menatapnya .


" Dua lima " ucap Syafa ragu , Azril hanya tersenyum melihat tingkah Syafa .


" Baiklah kakak , tapi ingat jaga batasmu ! " pesan Syafa berusaha agak menjauh saat berbicara dengan Azril .


" Jika kau mengizinkan , aku ingin menyelesaikan pendidikanku dulu ? "


" Baiklah , tapi setiap liburan kau harus pulang ke rumah ku , " tegas Azril , berjalan ke arah mobil hitam pengeluaran baru miliknya .


" okeee , tapi mengapa harus rumah kakak ? "


" karna rumahmu di sini sudah ku jual " ucap Azril mengagetkan dirinya .


" maafkan aku terpaksa berbohong " lirih Azril dalam hati


Syafa menghela nafas berat , " apa lagi yang kau tunggu , bocil ? , cepetan naik , kakak akan mengantarkanmu ke pesantren " pintanya , menarik tangan Syafa dengan segera ia mengingatkannya .


" Ingat kak ! jaga batas " tegas Syafa , lagi- lagi membuat Azril menghela nafas .


" Gini - gini amat , jadi suamimu Syafa , berat rasanya . Harus serba salah dan banyak besabar untuk menahannya , seperti api dan air yang sulit menyatu " ucap batin Azril


Sepanjang perjalanan mereka tampak diam , dan Syafa hanya menikmati pemandangan dari jendela mobilnya .


" Oh yah kak , ngomong- ngomong kakak tahu alamat pesantren ku ? "


" yah tahulah , apa kau tak lihat ! kakak hanya mengikuti peta di ponsel kakak "


Syafa menatap ponsel yang menempel di kemudi mobil Azril , " Masya allah , Syafa baru tahu ponsel zaman sekarang sangat keren ! " puji Syafa menyentuh hati Azril karna merasa Syafa baru pertama melihatnya .


" Kamu mau ??? " tawar Azril menoleh Syafa yang masih malu .


" Tidaklah kak , Syafa gak punya uang ! , syukur-syukur Syafa masuk pesantren karna beasiswa untuk fakir miskin " ujar polos Syafa menggetarkan perasaannya .

__ADS_1


Semua santriwati menatap mobil yang masuk di perkarangan Pesantren yang begitu luas .


Terlihatlah Syafa yang keluar bersama seorang Pria nan gagah , membuat yang menatapnya jadi pangli .


" Kalau gitu Syafa duluan , terima kasih udah mengantar sampai ke sini " ujarnya yang terus berjalan menuju mes nya yang tak jauh dari area itu .


" Syafa tunggu ! "


" Nah , ambil lah ponsel ini untukmu " Azril menyerahkan ponsel miliknya , namun Syafa menolak karna peraturan sekolah .


" Baaaik lah , kakak pamit yah ! " ucap Azril melambaikan tangan sembari masuk dan menyetir mobilnya .


Syafa yang tak peduli kepergian Azril terus saja berjalan , terlihat dua temannya Riska dan Ayu sedang menunggu di pintu dengan senyum yang penuh arti .


" Siapa tu cowok ? guanteng bangeett " puji Riska mencubit lengan Ayu , menatap Syafa yang terus berjalan tanpa menjawab pertanyaan kedua sahabatnya itu .


Syafa duduk di pinggir kasur , matanya teduh menatap foto sang bapak yang baru saja meninggalkannya untuk selamanya .


" kamu sihh Riska , Syafa tuh lagi sedih malah di lontarkan pertanyaan tak penting " ujar Ayu , mengusap punggung Syafa


" maafin aku yahh , " sahut Riska penuh penyesalan


" gag apa-apa , aku hanya lagi sedih saja ! " ucap Syafa memeluk kedua sahabatnya .


Sementara Azril pulang dengan raut yang berbeda , pertemuan pertama dengan Syafa memberi warna baru dalam kehidupannya setelah bertahun menyimpan luka yang dalam karna kandasnya hubungan dengan sang model bernama Diana .


" kau tu bocil ! tapi mengapa membuat ku jatuh cinta padamu secepat ini " tanya Azril menatap foto Syafa .


Besok paginya , ia bergegas menuju ke kantor .


Tak bekerja beberapa hari membuatnya harus lembur , berkas menunggu di meja sudah menggunung .


Dia bersandar di kursi sambil membuka map yang tersusun untuk di pelajari serta di tandatangani .


Kelelahan membuatnya tertidur , rasa ngantuk membawa dirinya bermimpi sang istri .


Air matanya menitik , rasa takut mengelabui perasaannya .


Ia melirik jam tangan , ternyata masih jam 12.00 siang . Azril mengambil ponsel dan menelpon Syafa lewat telp milik Pesantren .


Syafa yang lagi istirahat berlari , panggilan sirine menyuruhnya ke majelis guru .


" Syafa , kemari Nak ? "


" ada apa Ustadzhah ? , sepertinya penting sekali "

__ADS_1


" Ini ada telpon dari kakakmu , katanya ada yang ingin ia bicarakan ? " ucap Ustadzhah Dahlia menyerahkan telp genggam .


" Hallo , assalam mu'alaykum "


" wa'alaykumussalam bocil , gemana kabarmu ? oh yah kapan liburan semester " tanya Azril menjengkelkan Syafa .


" besok kak , tadi baru saja pembagian Raport ! , emangnya ke...?


" pembagian Raport ??? , kog gak bilang sama kakak ? kan kakak langsung ke sana .


" maaf kak , tapi Syafa gak punya nomor ponsel kakak ! " lirih Syafa , mengerutkan dahinya melihat Azril perhatian dengannya .


" yaampuun kakak lupa ! "


" baiklah kak , kalo gitu udah yahh telponannya , karna ada anak santri lain mau memakai telp ini , assalam mua'laykum "


tut tut tut


" Ini Bocil , aku belum siap nelp , malah di putusin " gerutu Azril meletak kasar ponsel di meja .


Begitulah yang mereka lakukan hingga Syafa mendapat gelar hafidzhah .


Enam tahun Syafa menimba ilmu , akhirnya menghasilkan yang luar biasa untuknya .


Mendapat predikat santriwati penghafal tercepat tidak membuatnya bangga , ia selalu merendah saat orang - orang memujinya .


Hari ini pihak sekolah mengadakan perpisahan , Syafa merayakan tanpa di dampingi walinya . Ia sengaja tidak memberi tahu Azril karna tak ingin merepotkan sang kakak . Azril seorang pengusaha tentu kesibukannya banyak .


" Syafa , Lu napa ? bengong saja ! " tanya kedua sahabatnya


" tidak apa- apa kog " jawab Syafa beranjak pergi menuju gedung yang di gunakan untuk acara perpisahan para santri lainnya .


Namun saat ia ingin melangkah terdengar teriakan seseorang memanggil namanya .


" Syafa aaaa ! " teriaknya , Sontak Syafa menoleh .


Syafa bukan senang , ia malah berjalan cepat tanpa menatap Azril yang sudah menunggu menyambut kedatangan dirinya .


Azril pun bergegas berjalan mengejarnya " Syafa ! " panggil Azril dengan raut kecewa


" Siapa yang menyuruh kakak ke sini ? " tanya Syafa menahan kesal pada Azril .


" Guru mu yang menelpon ku , makanya aku ke sini ! " ujar Azril yang tidak mendapati keramahan Syafa menyambutnya .


" sudahlah Syafa mau masuk ! "

__ADS_1


" Syafa , tunggu ! , aku belum selesai bicara " tegas Azril yang sudah sedikit emosi melihat perlangkuan Syafa padanya .


__ADS_2