Penantian Panjang Sang Pewaris

Penantian Panjang Sang Pewaris
Bab 11 : Kecewa


__ADS_3

Melihat sikap ramah Syafa,Azril mencubit pipinya,"Gemesin dehhh"


"Sakit kakak"cetus Syafa


Syafa mengisi air hangat,kemudian menyuruh Azril untuk mandi.


Syafa turun ke bawah untuk membantu Mbok Eny memasak.


"Kak,Syafa ke bawah!,mau bantu mbok Eny masak"ucapnya bergegas turun ke dapur.


"iya sayang"


Mbok Eny yang sibuk masak kaget karna Syafa berjalan menjijit,"Baaaaa"teriak Syafa memegang pundak Mbok Eny.


"Eh copot!"sahut kaget mbok Eny sembari melempar sendok wajan,alhasil mengenai kepala Azril yang menuju ke dapur.


"Aaawww"lirih Azril memegang pelipisnya.


Mbok Eny dan Syafa langsung pandang,dengan segera Syafa mendudukan Azril di kursi.Ia menyentuh pelipis yang sedikit tergores karna serangan mendadak dari mbok Eny.


"Maafkan saya tuan!"lirih mbok Eny menatap Azril menahan sakit.


"Gag apa-apa Mbok,kan Syafa udah ngobatin nihh.Bentar juga sembuh"ujar Azril tersenyum melihat sang istri begitu perhatian.


"Kalau gitu,si Mbok mau lanjutin masak dulu"


"Udah lanjut saja,masalah tuan Azril biar Syafa yang urus"


"Baiklahhh"


"Akhirnya selesai juga"ucap Syafa memegang pelipis yang sudah di perbani.


"Syafaa,ada yang ingin kakak bicarakan"


"Apa kak?"


"Kita ngobrol di kamar saja"


Azril berjalan bergandengan menuju ke kamar,sesampai di kamar Azril meminta Syafa duduk di kasur.


"Sebenarnya ada apa kak?,hal apa yang ingin kakak bahas??"ucap penasaran Syafa,sementara wajah Azril terlihat begitu kecewa.


Ia mengambil sesuatu di laci dan meletak kasar ke depan Syafa.Syafa terdiam,hari ini benar-benar hidupnya akan hancur,ulahnya membuat sang suami begitu sedih.


"Sekarang jelaskan pada kakak,apa maksud semua ini?"tanya Azril,suara serak dan gemetar terdengar di telinga Syafa saat Azril bertanya perihal itu.


"Syafa mintak maaf kak!"

__ADS_1


"Bukan kata maaf yang ingin kakak dengar,melainkan penjelasan"


Syafa hanya diam,manik di matanya mulai keluar.


"Jawab Syafa,jawab!"lirih Azril memegang dan menggoyang goyang pundak Syafa.


Azril berjalan menuju jendela menatap keluar.Bening putih sudah penuh di manik matanya,merembes keluar mewakili hatinya yang begitu hancur.


"Oke,kalau itu yang kakak inginkan!,Syafa akan jawab"


"Cepat katakan!"


"Syafa belum siap punya anak"


"Jadi selama ini Syafa mengkonsumsi obat ini?"


"iyaa kak"


"Lalu arti pernikahan ini buat apa?"


"Syafa menjalankan pernikahan ini karna amanah bapak,Syafa ingin fokus kuliah dulu"


"Lalu arti kakak buat apa?,apa selama ini Syafa gak cinta sama kakak?atau hanya PHP saja"lirih Azril.


"Syafa gak tahu kak,Syafa bingung dengan perasaan Syafa sendiri.Syafa ngelajanin rumah tangga ini hanya ikut alurnya saja tanpa dari hati"lirih Syafa menutup wajahnya yang merasa berat menjalani pernikahan tanpa cinta.


"Syafa sayang sama kakak,tapi Syafa gak bisa bedain antara cinta dan sayang"


Azril duduk mensejajar dengan Syafa,membuka kedua tangan yang menutup wajahnya.


"Syafa tahu kan,kalo kakak cinta banget sama Syafa,semua kakak lakukan demi masa depan kita.Siang malam kakak berdoa semoga kakak di beri kepercayaan untuk punya anak.Seharusnya kalo Syafa belum pengen punya anak bilang sama kakak,bukan kayak gini caranya.Kakak rela menolak perjodohan dari mama kakak hanya demi Syafa.Bahkan kakak bertengkar besar dengan mama juga demi cinta kakak sama Syafa.Sampai detik ini mama gak pernah pulang karna kecewa dengan keputusan kakak"


flash back


Azril bersantai di balkon sembari menatap pemandangan di luar.


Terlihat mamanya keluar dari mobil sambil menarik koper menuju pintu utama.


Azril yang begitu rindu pada mamanya segera turun dan menyambutnya.


"Mamah,kog datangnya mendadak?,gak kabari lagi!"ucap Azril memeluk Mamanya.


"Sengaja sayang,surprize!"


"Lalu,dia siapa??"


"Namanya Tapasya,anak teman mamah.Kebetulan dia lagi cuti bekerja,makanya mamah ajak kesini.Selain cantik,pintar dan multitalenta lagi.Yang terpenting sederajat sama kita"ucap mamahnya.

__ADS_1


"Tapasya!,kamu Azrilkan?,tante udah cerita semuanya tentang kamu.Aku salut di usia yang masih muda udah jadi pengusaha yang sukses"puji Tapasya,namun reaksi Azril masih datar.


"Aku Azril,senang bertemu denganmu"ujar Azril basa basi.


Azril yang begitu mengenal mamahnya,sudah menebak kehadirannya apalagi membawa seorang gadis,tidak lain pasti masalah pendamping hidup.


Malam itu mereka mengadakan makan malam bersama,penampilan Tapasya yang memukau membuat cinta Azril pada sang istri kecil runtuh.


Dengan cepat ia melihat foto Syafa,gadis kecil yang sederhana memikat hatinya.


"Hari ini,apapun terjadi aku akan berjuang demi cintaku padamu"ucap Azril mencium foto Syafa di ponselnya.


Azril duduk berhadapan dengan Tapasya,sementara mamahnya di tengah.


"Azril,mamah ke sini tuh ingin menjodohkan kamu dengan gadis di depanmu?,bagaimana?,apa kamu mau?"pinta mamahnya mengenggam tangan keduanya dengan senyum merekah,begitu juga Tapasya menyambut perjodohan itu dengan rasa bahagia.


"Maaf mah,Azril tak bisa"


"Apa maksudmu?,mamah sudah jauh-jauh datang berharap kau menerima perjodohan ini,tapi malah kau memberi jawaban mengecewakan"bentaknya berdiri menghadap Azril yang belum mampu berbicara menatap mamahnya.


"Azril sudah menikah mah,maafin Azril!,Azril tak bermaksud mengecewakan mamah.Selama ini apa yang mamah pinta selalu Azril turuti,karna mamah surga Azril.Tapi untuk yang ini Azril tidak bisa,karna ini menyangkut amanah." lirih Azril mencium tangan mamahnya.


"Tante yang sabar yah,Tapasya gak masalah jika Azril menolak perjodohan ini,mungkin kami belum berjodoh"ucap dusta Tapasya,sebenarnya hatinya juga kecewa.


"Mamah kecewa padamu"


"Semua ini gara-gara Azril menabrak seorang pria kemudian ia memberi amanah untuk menikahi putrinya.Kala itu Azril tak punya pilihan.Pria itu meninggal dunia,dan putrinya sangat terpukul,namanya Syafa"


"Lalu,di mana gadis itu?"


"Dia lagi mondok mah,kemungkinan dua tahun lagi akan selesai pendidikannya"


"Baiklah,mamah kasih waktu tiga tahun.Jika selama tiga tahun belum bisa memberi mamah cucu,maka kau harus menceraikannya dan menikah dengan Tapasya"tegas mamahnya


"Baik mah,jika itu yang mamah inginkan,Azril akan turuti"janji Azril mencium pundak tangan mamahnya.


Keesokan harinya,mamahnya dan Tapasya kembali ke London,karna mengurus bisnis kecilnya.


"Mamah pamit,ingat!tiga tahun"pesan peringatan kepada Azril,agar tak bermain dengan ucapannya.


flash off


Azril menceritakan dengan tumpahan air mata,sementara Syafa melamun memikirkan takdirnya.


Mungkinkah berpisah atau bertahan???


Menyelami mata sembab Azril,meruntuh keegoisan dirinya.Azril yang banyak berkorban namun di balas kekecewaan oleh sikap egoisnya.

__ADS_1


__ADS_2