Penantian Panjang Sang Pewaris

Penantian Panjang Sang Pewaris
Bab 4 : Keputusan Terakhir


__ADS_3

Syafa menarik tangan Azril , menyuruhnya duduk kembali .


" Aku lagi tidak lapar , aku ingin bicara serius padamu ! " lirihnya memberanikan diri menatap Azril yang tersenyum senang


" bicaralah,aku akan mendengarkannya" ucap santainya menatap Syafa dengan selidik , Syafa merasa malu , kemudian kembali menundukkan wajahnya .


Azril mengangkat dagu Syafa yang menunduk , berharap Syafa bisa bicara menatap ke arahnya .


" Apa benar kau mencintaiku ? , berjanji tak meninggalkan ku ! " ucapnya berani menatap sang suami kemudian memalingkan wajahnya ke arah yang lain .


" Kakak emang bukan pria yang sholeh seperti Ustadz idamanmu , kakak hanya berusaha untuk menjadi suami yang tanggung jawab sesuai amanah Pak Imron , kala itu kakak sebenarnya mau menolak tapi bapakmu bersihkeras ingin menikahkan secepat mungkin , kau tahu kakak tak punya mahar untuk mu hanya uang sepuluh ribu . Semuanya mendadak tidak ada persiapan " ucapnya singkat tapi menggetarkan jiwa yang bercerita .


" Lalu apa alasan bapak menyuruh kakak menikahkan aku ?? "


" Sebenarnya kakak lah yang menyebab kematian bapakmu , kakak siap jika kau ingin membawa ke kantor Polisi " ujarnya dengan air mata penyesalan


" Jadi kakaklah yang menabrak bapak ku?" tanya Syafa , air mata mulai memenuhi bola matanya .


" Iyya Syafa , kakak waktu itu tidak sengaja , kakak benar-benar menyesal "


" Pergi kakak dari sini ! , bagaimana aku bisa hidup satu rumah dengan pembunuh , kau munafik kak , " teriak Syafa , Azril melongo tak percaya . Ucapan Syafa mengusir dirinya benar- benar membuat hatinya terluka .


" Syaaaafa , aku mohon !! , jangan hukum kakak seperti ini "


" Kakak tak pantas jadi suamiku , pembunuh seharusnya di penjara ! bukan hidup bahagia bernama anak pria yang kau bunuh " tegas Syafa penuh kekecewaan , kemarahan mencuci hatinya hingga setiap kata yang ia ucapkan benar-benar menusuk hati Azril .


Saat kemarahannya mulai memuncak , bunyi ketukan pintu


tok tok tok


" Assalam mu'alaykum " ucap perempuan yang tak asing bagi Syafa


Syafa berdiri bergegas membuka pintunya , terlihat Ustadzhah Dahlia berdiri di depannya .


Syafa langsung memeluknya , tangisan sedihnya menyusuri pendengaran Dahlia . Dahlia melepas pelukan dan menatap sejengkal demi sejengkal wajah santri nya .


" Ada apa denganmu ? " tanyanya , tak sengaja melihat raut Azril sudah penuh kesedihan dan rasa kecewa atas perlakuan Syafa padanya .


Azril mengusap wajahnya , ia menuju pintu untuk keluar .

__ADS_1


" Ustadzhah kog bisa ke sini ? , siapa yang memberitahunya ? " tanyanya ,berjalan menggandeng Dahlia untuk masuk dan duduk berbincang dengannya di sofa .


" Azril yang menyuruhku ke sini , dia meminta bantuan untuk menyelesaikan masalahmu . Dia tak sanggup lagi menyelesaikan sendiri " ucap Dahlia mengagetkan Syafa .


" Kak Azrill ? " ujarnya tak percaya


" i_ ya Azril , kenapa ??? "


" Kog Ustadzhah kenal banget dengan dia ? , apa ada yang kalian sembunyikan dari Syafa ? "


" waktu Azril mengantarmu , ketua yayasan menyuruh Ustadzhah untuk bertanya siapa Azril , pria yang mengantarmu dua tahun yang lalu . Setahu kami Syafa tak punya saudara terlebih Bapakmu baru saja meninggal , kami melakukan takut terjadi fitnah , apalagi mendengar desas desus para murid lainnya "


" Lalu ?? , "


" Azril menjelaskan bahwa ia adalah suamimu , sejak itulah hubungan Azril dengan Pak Rahman semakin dekat . Bahkan Azril menjadi salah satu donatur untuk pembangunan di pesantren kita , selain itu ia jugalah yang membiayai pendidikanmu hingga selesai . Mungkin Azril bukan pria yang seperti yang Syafa inginkan , memiliki ilmu agama yang tinggi , tapi dengan kekurangannya ia memiliki adab yang baik dan mau berjihad dengan hartanya . Ingat ! Allah memberi jodoh bukan yang kita impikan melainkan yang kita butuhkan . Tidak di situ saja , kau ingat masjid kita yang terbengkalai karna kurang dana sekarang sudah hampir selesai itu juga karna bantuan darinya , bahkan ia mewakafkan untuk Bapakmu , Imron . Ustadzhah harap kau paham , mengapa Bapakmu menjodohkan dirimu dengannya ?, kalau gitu Ustadzhah pamit yahh ! " ucap penjelesan Dahlia , berharap Syafa menerima


Syafa mengantar gurunya sampai ke Parkiran , terlihat Azril sedang mengobrol dengan Pak Rahman , Abinya sang guru sekalian ketua yayasan tempat Syafa menimba ilmu .


" Ustadzhah pamit yahh , assalam mu'alaykum "


" wa'alaykumussalam , , , "


Syafa berjalan menuju kamar serta di ikuti Azril dari belakang.Keduanya masih saling diam tanpa berbicara.


Syafa menuju ke kamar mandi , rasa gerah tubuhnya membuat ia ingin berendam air hangat . Ia pun mengambil baju di dalam tasnya dan beranjak menuju ke kamar mandi .


Sementara Azril duduk membungkuk memikirkan masalahnya yang belum tuntas . Perasaan resah mengusik batiñnya .


Syafa yang baru keluar dari kamar mandi , merasa lebih segar dan bersemangat . Bau shampo dan sabun yang ia kenakan mengusik penciuman Azril yang lagi gelisah .


" Bau wangi ini , sepertinya memanggilku untuk menemui pemilik wangi ini " ucapnya dalam hati


Terlihat Syafa yang sedang duduk menatap wajahnya yang pucat .


Azril berjalan ke arah Syafa dengan sedikit senyum menggoda , " aku suka wangi ini, "


Syafa yang melihat Azril sudah di belakang , ia memutar tubuhnya untuk berdiri , namun kedua pundaknya di tahan Azril .


" Duduklah,bisakah kita bicara sebentar?"

__ADS_1


Syafa merasa takut , tatapan Azril seperti menginginkan sesuatu darinya .


" Kau tak perlu takut , aku masih menjaga batasnya , seperti yang kau ucapkan kemarin . Aku tidak akan melakukannya jika belum mendapat persetujuan darimu . Bisakah aku memegang tanganmu ? " pinta Azril meminta izin ,


Syafa tak mampu berkata , ia hanya mengangguk .


" Baiklah , jika pernikahan ini membuatmu tidak bahagia , dan kau menginginkan menikah dengan sang Ustadz idamanmu , maka aku akan mele...."


Syafa yang mengerti maksud Azril segera menutup bibir Azril dengan jari telunjuk,"jangan pernah mengatakan itu" ucap tulusnya , Syafa mengenggam tangan Azril yang sedari tadi Azril memegangnya.


Azril menatap dalam Syifa " bearti kau sudah menerima pernikahan ini yahh ? " tanya Azril yang tersenyum bahagia ,


Syafa mengangguk , Azril memeluk dan mencium kening sang istri .


" Alhamdulillah , kalo gitu kau tunggu di sini aku mau mandi dulu , "


Azril keluar kamar mandi dengan bertelanjang dada membuat Syafa yang lagi duduk di kasur menutup mukanya.


" Kak , apa yang kau lakukan?,cepat pakai pakaianmu " titahnya , memutar tubuh menghadap dinding .


" Aku ini sekarang suamimu,jadi tak perlu malu" ucap Azril sambil memakai pakaiannya .


" Sudah atau belum?"tanya Syafa kalang kabut


" Sudah sayang " , Azril memutar tubuh Syafa menghadap dirinya.


" Jangan ulangi lagi,aku tidak biasa melihat pemandangan seperti itu"ujarnya membuat Azril tersenyum .


" Harus di biasain dong ! kan udah jadi istri kak Azril " pinta Azril , kemudian menarik tangan Syafa untuk keluar .


" Kita mau ke mana?,ini sudah sore "


" Mau cari makan,kak dari pagi belum makan karna memikirkan masalah kita " jujur Azril ,


" baiklah "


Merekapun memilih tempat makan berkelas,berbagai masakan sudah tersaji di meja besarnya.


" Kak,ini lauk kenapa banyak banget?,apa kak Azril mampu menghabiskan semua ini?"tanya Syafa yang tak biasa makan dengan beragam makanan.

__ADS_1


Kehidupan yang serba susah mengajarkan dia untuk tidak mubazhir dan belajar hidup sederhana.Jadi,wajar kalo sosok Syafa lebih memilih hidup apa adanya.


__ADS_2