Penantian Panjang Sang Pewaris

Penantian Panjang Sang Pewaris
Bab 30 : CLBK


__ADS_3

Bian mengetahui Syafa menghilang begitu saja ia bergegas menuju ke ruangan Arzil .


Terlihat ruangan Arzil kosong serta tempat tidur berantakan . " Di mana Arzil ? " kata Bian berdiri melihat situasi lalu bergegas menuju parkiran untuk melihat kemungkinan orang yang membawa Arzil masih di sini .


Terlihat Syafa dan temannya sedang membantu Arzil masuk ke dalam mobil . Ketiganya begitu kompak sambil tersenyum merekah .


" Berani sekali Syafa melakukan ini padaku ? , tanpa izin . Apa dia pikir melakukan ini sudah menjadi pahlawan buat Arzil ? " ujar geram Bian yang kesal dengan kelakuan Syafa yang mengambil keputusan tanpa berbicara dulu padanya .


Bian menyetir mobil mengikuti ke mana Syafa membawa Arzil namun tiba-tiba sosok mobil tidak kenal menyelipnya sehingga jejak Halwa and friends hilang .


tet tet tet


Kevin sengaja menyetir mobil ke kiri , ke kanan seperti pembalap . Agar mobil Halwa bisa sampai dengan cepat . Bian mengambil ponselnya lalu menyentuh aplikasi geogle Maps untuk melacak keberadaan Syafa .


Sayangnya , semua sudah di atur begitu sempurna . Ketiga ponsel mereka sengaja di bawa Kevin ke dalam mobilnya . Kevin yang begitu ahli dalam mengatur strategis meminta Halwa , Farah , dan Syafa untuk menyerahkan ponsel mereka untuk berjaga takutnya Bian melacak keberadaan mereka lewat ponselnya. Dia mengatur sedemikian rupa agar tidak ketahuan oleh Bian .Kevin memparkir mobilnya tidak jauh dari lokasi Rumah Sakit sehingga memudahnya untuk melihat jika ada penyusup . Kevin khawatir karna di dalam semuanya perempuan sehingga ia memutuskan untuk mengawasi pergerakan mobil Halwa .


Flash Back On


Syafa terus saja berjalan menuju ruangan kerjanya .


Kevin mengejar dan memanggilnya untuk meminta agar Syafa mau membantu aksinya .


" Syafa tunggu ! , ada yang ingin aku bicarakan padamu. "


Syafa memutar tubuhnya terlihat Kevin sudah di belakangnya .


" Ehm , ada apa ? " jawab singkatnya lalu menyuruh Kevin menjaga jarak saat bicara dengannya mengingat Kevin lawan jenis .


" Ribet kali mau bicara padamu ? " gerutu Kevin memakai masker serta jarak antara keduanya satu meter .


Semua yang memperhatikan keduanya hanya tersenyum mengejek serta menggeleng kepala . Kevin dan Syafa seperti pasangan yang sedang bertengkar dan Kevinlah yang berusaha membujuknya .


" Cepetan . Bentar lagi aku mau kerja " kesal Syafa .


" Bisa aku mintak nomor ponselmu ? , bicara padamu seperti ini mengundang persepsi orang- orang tentang kita. " Ucap Kevin memberi ponsel ke Syafa untuk mengetiknya .


" 0852******** , Nah ! " ucapnya sembari menyerahkan ponsel Kevin lalu pergi meninggalkan Kevin yang memastikan apa nomornya sudah di save atau akal akalin Syafa .


" Sempurna. " cetus Kevin dengan senyum sambil menaikkan alis matanya . Kemudian pergi menemui Arzil .

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Kevin menghubungi Syafa lewat Whats App .


Setelah berkomunikasi akhirnya Syafa menyetujui permintaan Kevin dan memutuskan menemui Arzil .


Flash Back Off


" Kak, aku akan sering- sering ke sini menjengukmu . Nanti Syafa bawa Syahril juga sekalian kenalin sama Abinya " kata Syafa membuat Arzil menatap dalam .


" Kau serius ?? "


" Ehm , iya Syafa serius . Lagian 'kan Syahril emang anak kakak . Kak Bian sendiri yang melakukan tes DNA itu tapi hasilnya aku yang tahu. " Syafa duduk sambil tersenyum mengatakan hal itu membuat Halwa dan Farah saling pandang dan melongo memandang keduanya saling senyum serta Arzil memegang kedua tangan Syafa lalu memeluknya .


" Kau tahu Syafa , betapa kakak merindukan hal ini . Kakak janji akan berjuang untuk sembuh demi kamu dan anak kita , Syahril. " Ujar Arzil yang tak mampu menolak kebahagiaan hingga air matanya keluar .


Kevin yang baru sampai segera menemui Arzil yang sedang memeluk Syafa langkah terhenti .


" Wow ... pemandangan yang luar biasa." Sindir Kevin sambil menyenggol Farah yang begitu terharu .


" Sakit tahuu . Matamu kau letak di mana ? , main senggol saja . Emangnya aku lagi goyang senggol " gerutu Farah melipat tangannya memaling wajah karna kesal kelakuan Kevin .


" Sengaja . Abisnya serius amat ngelihatin Syafa dan Arzil . Jangan- jangan kamu pengen yah kayak mereka. " Sindir Kevin melirik Farah yang lagi cemberut .


" Kak ... Syafa pamit yah ! "


" Iyaaa . Kamu hati - hati yah " kata Arzil melambai tangan melihat kepergian Syafa .


Usai mengantar Arzil, Syafa menuju ke Parkiran Rumah Sakit untuk mengambil motornya yang tertinggal .


" Kau Syafa kan ? "


" Iyah "


" Kau masih ingat siapa aku ?"


" Tentu Tapasya . Aku tidak lupa padamu yang telah mengambil kebahagiaanku. " Lirih Syafa memulai menekan tombol stater motornya .


" Sekarang tunjukkan di mana kau menyembunyikan Arzil , hah ? " cetus Tapasya menahan motornya untuk berjalan .


" Mana aku tahu di mana dia ?, kan kah istrinya , belahan jiwanya bahkan hasil pernikahan kalian mendapat anak ? " Sindir Syafa menjalankan motornya hingga Tapasya terjatuh .

__ADS_1


Bian yang sudah capek mencari Syafa memutuskan kembali . Bian kaget mendapati Sheila yang sudah terluka di siku tangannya karna menahan motor Syafa yang sudah melaju meninggalkan area parkiran .


" Kau tidak apa-apa ? " Bian membangunkan Sheila dan mengajak duduk di kursi yang tak jauh dari parkiran .


" Tidak , yahhh cuma luka dikit saja." Jawab Sheila memperhatikan motor Syafa yang sudah jauh .


" Kau kenal dengan dia ? , dialah yang menghancurkan rumah tanggaku . Sepertinya dia bekerja di Rumah Sakit milikmu. " Ucap Sheila berharap Bian perhatian padanya dan memecat Syafa .


" Iya . Dia emang bekerja di sini . Dia Syafa , adik ku " ucap Bian lesu dan menunduk mengingat kejadian tentang hubungannya dan Tapasya di ketahui Syafa .


" Adikmuu ? , tidak mungkin."


Sheila berdiri menatap Bian yang sudah bingung memilih antara Cinta dan ikatan darah.


" Kau ingat Bian . Naurah anakmu bersamaku , jika kau berbuat macam-macam maka kau tidak akan bertemu Naurah untuk selama lamanya " tegas Sheila lalu pergi meninggalkan Bian yang sudah rapuh .


*K*au terlalu bodoh Bian...begitu mudahnya kau percaya kalau Naurah adalah putrimu..ucap Sheila dalam hati..


Bian memilih pulang ke rumah dan menjelaskan pada Syafa perihal yang sebenarnya .


" Syafa . Bisa kita bicara ? "


" Apaaa ? " jawab singkat Syafa .


Syafa terus saja bermain bersama Syahril di temani Ibunya , Atikah .


Atikah sibuk bermain lempar lemparan bola bersama sang cucu . Sementara Syafa hanya melihat dan memberi sorakan kecil menyemangati putranya .


" Aku mau mintak maaf . Masalah cairan itu bukan aku yang melakukan melainkan ada orang lain yang sengaja meletakkan di situ untuk memfitnahku. " Jelas Bian memberi penjelasan agar Syafa mendengar dan berubah pikiran untuk tidak menuduhnya .


" Lalu tes DNA ?? , apa itu juga fitnah ? " kesal Syafa memamdang Bian penuh kecewa .


" Ituuuuuu?"


" Itu reelnya . Iya kan ?? " tanya Syafa penuh penekanan .


" Bukan gitu Syafa . Aku tidak tahu bagaimana hasil tes DNA itu bisa menunjukkan kalau Naurah anak ku . Kala itu aku mabuk dan tak sadarkan diri . Aku mohon percayalah padaku." kata Bian meyakinkan Syafa meskipun rasa percaya Syafa padanya sudah hilang bahkan lenyap di telan bumi .


.

__ADS_1


__ADS_2