Penantian Panjang Sang Pewaris

Penantian Panjang Sang Pewaris
Bab 51 :Masa lalu Berto dan Amel


__ADS_3

Syahril kecewa pada ucapan Amel yang menolak niat baik Arzil.Syahril terpaksa berputar balik mengejar Amel yang sedang memberikan seutai foto.


"Ini Pak!Apa Bapak mengenal pria ini?"


Amel berharap Pak Al bisa memberi tahu siapa pria misterius itu.Pria di mana Berto menyuruh Syahril untuk menyerahkan Amel kepadanya.


"Mengapa anda diam?Saya sedang bertanya?" tanya Amel sedikit memaksa.Pak Al masih pandangan yang sama diam tanpa bicara.Pak Al sedang mengingat-ingat di mana ia melihatnya.Dirinya mulai memutar pikirannya dan terhenti saat Arzil mengadakan pertemuan di salah satu hotel berbintang lima.


Pak Al segera berjalan menuju Arzil yang sedang menahan untuk tidak mengejar Amel.


"Biarkan saja.Wanita emang seperti itu.Kalo marahnya hilang juga balik?" ucap Arzil menyuruh Syahril ke posisi semula.


"Pak Arzil?"


"Apa Pak Al?"


"Tadi Kevin bilang dia suruh secepatnya menyusul ke sana?Karna seseorang sudah menunggu anda."


Arzil sebenarnya pengen lama berbicara pada Syahril.Hatinya tak bisa pungkiri bahwa Syahril memiliki daya tarik yang sulit untuk di ungkapkan.Arzil bergegas menarik Syahril untuk ikut dengannya.Sementara Amel melongos melihat Arzil menarik Syahril tanpa bertanya kembali pada dirinya yang berdiri memandang kepergian mereka.


"Hei.Tunggu!Kalian tidak mengajak aku?"


"Bukankah tadi kau menolaknya.Penawaran cukup sekali." cetus Arzil menyindir lalu tersenyum melihat Amel cemberut.


Syahril tahu pasti Amel tidak akan mau berpisah dengannya.Secara 13 tahun bersama.Hidup dalam suka dan duka.


"Ayo,cepat masuk!Nanti di tinggal loh." cetus Syahril turun lalu menyuruh Amel duduk di belakang.


'Huft.Dasar pria aneh.' gerutu batin Amel


Arzil merangkul pundak Syahril dan mengusap kepala Syahril.Entah mengapa Arzil teringat pada putranya.Putra buah cintanya dan Syafa.Arzil sedih mengingat kejadian yang membuat mereka berpisah.Pelupuk mata tak terbendung mengeluarkan tetesan embun.


Sementara Amel terus saja menatap tingkah Arzil pada Syahril.Amel tahu pandangan Arzil serta perlakuan baik kepada Arzil mencerminkan rasa kerinduan yang dalam.


Mobil berhenti tepat di parkiran hotel yang Kevin kirim lewat ponselnya.Arzil bersama Al serta yang lainnya hanya mengikuti dari belakang.


Syahril dan Amel tak berhenti memandang sekeliling hotel.Tak pernah menginjak membuat keduanya sulit membuka pintu.Untung saja ada Pak Al yang membantu.Kalau tidak,mereka tak bisa masuk dan hanya mematung di depan pintu.

__ADS_1


Tak lama Kevin sudah menunggu di depan pintu sebuah kamar di mana tempat mereka mengadakan pertemuan.


"Silahkan masuk!" ujar Kevin lalu melirik Amel dan Syahril


'Siapa mereka?' batin Kevin lalu merentang tangan sebelah saat Syahril dan Amel ingin masuk menyusul Arzil ke dalam.


"Kalian tidak boleh masuk!Rapat ini untuk orang penting saja" cetus Kevin memandang Arzil yang sedang besandar di sebuah kursi sofa sambil berbicara pada seseorang.


Pria itu adalah tamu yang di maksud Kevin.Sehingga di lakukan secara tersembunyi.Jadi,orang yang tidak berkepentingan di larang masuk.Syahril memilih mundur,sementara Amel malah mejingkit-jingkit kaki mengintai pria di balik pintu yang di buka setengah karna Kevin menahannya.


"Hei.Kau!Apa tidak dengar yang aku katakan tadi?Orang luar di larang masuk apa lagi mengintai?Paham!"cetus Kevin berkacak pinggang menatap Amel.


Reaksi Amel begitu pucat.Dia mundur beberapa langkah karna pandangan Kevin begitu mencekam.Kevin menampakkan wajah seringainya agar Amel bisa menjaga sikap.


Syahril berjalan mendekati Kevin,"Jangan kasar padanya!Dia itu temanku." ucap Syahril melintang tangan tepat di bidang Kevin.Kevin melepas menghempas tangan Syahril dengan kuat.Mencuat kemarahan Syahril yang tak terima Amel di perlakukan seperti musuh.Kevin terus saja menampakkan taringnya.


"Hei,Kau!Aku sudah bilang padamu jangan melakukan itu pada temanku."


Syahril melayangkan pekulan kecil di wajah Kevin sehingga terjadilah perkelahian antara Kevin dan Syahril.Keduanya saling membalas dan menyerang.Merasa terganggu karna mendengar suara keributan,Arzil keluar melihat apa yang terjadi dan menghentikan obrolannya bersama teman lamanya.


"Pak,bagaimana ini?Apa harus saya angkat tangan?"


"Biarkan saja Pak Al.Saya sedang menikmatinya.Sepertinya anak itu memiliki bakat tersembunyi.Membuat saya semakin penasaran?"ucapnya menahan Pak Al yang mau melangkah menghentikan Kevin dan Syahril.


Sementara tamu Arzil yang membuat Amel penasaran tadi keluar.


"Loh,ini ada apa Arzil?"


Arzil mengangkat pundaknya tak memperdulikan yang terjadi antara Kevin dan Syahril.Keduanya saling menyerang satu sama lain.Nafas Kevin terengah rengah lalu mengangkat tangan tanda kalah.


"Baguslah.Sepertinya kau harus belajar lagi."cetus Syahril mengulas senyum puas.


Sementara Amel terus saja memandang pria di samping Arzil yang di katakan Kevin sebagai tamu.Amel menghambur memeluk pria itu.


"Aaaa yaaaahhh" pekiknya menhambur memeluk bidang pria itu.


"Aa mel."

__ADS_1


Berto mengangkup pipi Amel.Dia menatap kedua mata Amel dan menelaah takut takut Amel terluka.


"Jadi,anak yang bertengkar tadi adalah..?"


Berto menggemam lalu menatap Arzil yang sudah terlanjur memandang Syahril dari tadi.Berto yakin dan sangat yakin.Arzil yang di katakan Syahril dulu adalah Arzil malik Anggara,pewaris tunggal Anggara.


Berto tak mengenali Syahril saat itu karna Syahril memakai topi sehingga wajahnya sedikit tertutup.


'Aku yakin Syahril adalah pewaris tunggal Anggara.Mungkin inilah saatnya aku menceritakan semuanya pada Syahril.Anak itu sudah banyak melewati masalah dan cobaan hidup.' gumam Berto


"Kau mengenali anak ini?"tanya Arzil menaikkan alis melirik Amel memeluk Berto.


Berto sedih tak mampu untuk mengatakan itu.Tiga belas tahun hidup bersama di Rumah yang sama serta nasip yang sama.


"Oh ya Berto!Sebenarnya tujuan kamu ingin menemuiku kenapa?Sudah lama kita tidak bertemu sejak Daddy meninggal dan kau di fitnah melakukan penipuan pada Perusahaan.Sampai sekarang aku tetap menganggapmu teman.Sejak kau pergi dan menjadi buronan aku merasa kehilangan sosokmu.Maafkan aku kaawan!Tidak dapat membelamu.Dunia mafia terlalu kejam sehingga tak bisa membedakan mana benar atau salah.Tapi,anak itu siapa?Apa kau sudah menikah??"


Berto mengingat tragedi yang menyebabkan istrinya meninggal karna demi melindungi Amel.Meski Amel bukan anak kandung melainkan anak titipan seseorang yang mempercayai Berto untuk menjaganya.


flas back on


"Bert,aku mohon!Aku titip Amel denganmu?"


Berto memandangi bayi mungil tanpa dosa itu.Bayi itu menggerakan kaki dan tangannya terlihat menggemaskan.Dia adalah Amelia,putri yang di asuh oleh Berto sekarang ini.


Berto menggarukkan rambutnya yang tidak gatal.Lalu menatap kembali bayi mungil yang terbaring di stroller bewarna biru muda.


"Kau yakin?Kau kan tahu aku ini miskin,buronan lagi.Emang sihh aku sudah menikah dan belum di karunia anak.Tapi tidak mesti juga aku merawat anakmu." cetus Berto namun Alpin terus saja memaksa dan berharap Berto menerimanya.


"Aku yakin 100%.Saat ini semua orang mengincar putriku.Dia adalah pewaris keluarga Hartono.Sejak kematian Ayahku seluruh aset perusahaan jatuh ke tangan adik Ayah dan sekarang sedang berkoar koar. Ayah mencoret namaku sebagai Ahli waris karna aku menolak menikah dengan pilihan orang tuaku.Aku sudah terlanjur menjatuhkan hati pada Bunda Amel yang sekarang sudah meninggal saat melahirkan Amel.Saat ini aku sedang berusaha mengambil alih yang seharusnya menjadi milikku.Aku janji!Jika aku sudah berhasil aku akan mengambil Amel darimu!"ucap sungguh-sungguh Alpin menatap putrinya.


Bersambung


Bagi yang suka dan ingin novel ini berkelanjut 😅


Mohon tinggalkan jejak like,comment,n vote kalau perlu gifs biar Author semangat✍️✍️ nulisnya😊


Semangatku bergantung pada para readers yang memberi support...

__ADS_1


Terima kasih...😉


__ADS_2