
Syafa baru saja menjalani liburan semester kuliahnya,seharusnya senang ini malah sedih.
Di tambah mbok Eny pulang kampung karna anaknya sakit.
Pekerjaan yang terus saja menuntut untuk di sentuh membuatnya frustasi,plus ibu mertua yang nyuruh ini nyuruh itu semakin dirinya pusing.
Dia besandar di taman,sambil menogak air putih.
"Syafaa,kemari Nak?"
"iya mah bentar,ada apa mah??"
"ini mamah beliin kamu jamu,penyubur kandungan"ucap sang mertua sembari menatap perutnya yang kempes.
"Syafa gak suka jamu"ngelesnya menghela nafas berat.
"Udah kasih saja tante,gak usah di tanya lagi"kata Tapasya mengkompori,Syafa hanya pasrah menunggak jamu pahit.
Usai meminum jamu,"idiih,ini jamu campur apa sihh?,kog pahit bingit.Kak Azril lagi, gak peduli sama aku,bisa-bisanya hidupku tersiksa kayak gini"gerutunya menghadap wartafel.
Syafa mengoceh ponsel di saku bajunya,berharap ada chat masuk.
"Di mana sihh,kak Arzil??"ucapnya merindukan sang suami yang sudah tiga hari tak bertemu.
"Kak Arzil,lagi di mana??,Syafa kangennn"lirihnya mengusap air mata.
Syafa mencoba membuka what's up,kemudian ia mengetik
*kak lagi di mana
Syafa kangen,jangan siksa syafa keg gini
kalau sekiranya tidak suka
buang saja Syafa ke jurang biar sekalian di makan buaya
Dari pada hidup keg gini hidup segan mati gak mau
kemudian ia mengklik kirim*
dret dret dret
*Terlihat di layar 'kak Azril'
telattt
kakak lagi di Bandung
jangan tunggu kakak lagi
semuanya sudah terlambat
####
'Syafa'
tidak kak
masih bisa di perbaiki kog
asal kakak mau kasih kesempatan
####
'kak Arzil'
Gak lihat tu mamah udah datang
__ADS_1
sama Tapasya lagi
sesui janji kak,sudah tiga tahun belum bisa kasih cucu,bearti kakak harus menikah
menikah dengan Tapasya
####
'Syafa'
beneran nihh*
Arzil tak membalas,Syafa akhirnya kembali ke kamar.
Keesokan harinya,Syafa begitu bahagia karna mbok Eny kembali.
"Yaampuun mbok,Syafa seneng deh,akhirnya si mbok pulang"ucap senangnya,namun berubah sedih saat mengenang Arzil yang tak kunjung pulang.
"Loh,kog murung gitu??"
"kak Arzil!,gak pulang-pulang dari kemarin".
Selang beberapa menit kemudian sebuah mobil hitam masuk ke pekarangannya,"Kak Arzil,yeahhh"
Syafa berlari,namun Arzil bergegas masuk seolah olah tak melihat Syafa.
"Sabar Syafa,sabar!"lirihnya menguatkan hati agar mampu menghadapi.
Setelah makan malam,mamah mertuanya meminta mereka berkumpul karna ada hal penting yang ingin di katakan.
"Syafa,besok kamu ikut mamah ke rumah sakit yahh?"titahnya membuat Syafa bertanya.
"Emang siapa yang sakit??"
"yahh kamulah,tiga tahun menikah belum di kasih anak!"cetus Tapasya mengeryit bibirnya.
Syafa pun memutuskan ke kamar,kecewa dengan Arzil yang tak membela dirinya.
Syafa berbaring melihat langit-langit kamarnya,ia merenung memikirkan besok.
Azril yang baru masuk ke kamar melihat Syafa mengusap air matanya.
"Kamu nangis yahh?"
"Tidak,lalu cairan yang keluar itu apa??"tanyanya memegang pundak Syafa yang lagi berbaring miring menutup wajahnya.
"Kelilipan saja"
"Bohong!,Syafa sedih yah karna kakak bakal menikah lagi?"
Syafa memutar tubuh menatap Arzil,kesempatan untuk mencurahkan uneg-unegnya.
"Iya kak,Syafa belum siap kehilangan kak"ucap Syafa yang langsung menghambur ke dalam pelukan sang suami.
"Syafa cinta gak sama kakak?"
"Syafa bingung,yang pastinya Syafa gak mau kehilangan kakak,titik."ucap polosnya,kemudian menatap suaminya,"itu namanya cinta yah kak?"tanyanya membuat Azril tertawa kecil,sikap polos Syafa benar-benar lucu.
"Mungkin"
"Serius kak??"
"Sini,tidur di samping kakak.Tadi katanya kangen"
Keheningan malam menyelimuti tidur mereka hingga menjelang shubuh.
"Kak Azril,banguuunnnn,udah shubuh nih"
__ADS_1
"Iyaa,aaaaagh"ujar Arzil masih menguap,ia mengeliat,rasanya tubuhnya sangar lelah karna seharian bekerja.
"Huft,masih di situ?"keluh Syafa yang kesal
"Gendong"
"Bacanda mulu,cepetan bangun,dah khomat tuh!"
Azril tak tahan dengan ocehan Syafa,gelagapan bangun.Berhadapan dengan Syafa hatinya selalu runtuh seperti air yang terus saja mengalir.
"Syafa,duluan kak!"pamit Syafa berlalu turun ke dapur.
Mbok Eny sibuk berkecimuk di dapur,kaget melihat Syaifa pagi-pagi sudah bangun dan membantu mbok memasak.
"Aduh Syafa,gak perlu Nak,mending Syafa duduk manis saja"pinta mbok Eny
"Gag apa-apa mbok,Syafa udah biasa.Lagian di kamar saja suntuk,bentar lagi kak Azril juga turun."
Usai menyiapkan sarapan,Syafa mencuci baju serta bersih-bersih.Kepergian mbok Eny kemarin mengajarnya melakukan pekerjaan tanpa perintah.
Mbok Eny melihat Syafa yang bekerja,merasa tidak enak hati.Majikan mudanya satu ini memang luar biasa di matanya.Selain baik namun tahu menghargai orang lain.
"Sudah,mbok kerjain yang lain saja,oke!"ujarnya singkat melihat mbok memegang pinggang karna sakit mengangkat ember untuk mengepel.
"Kalau sakit gag usah di paksakan! , biar Syafa saja yang mengerjakannya"katanya menuju dapur mengambil segelas air untuk mbok Eny.
Azril tak mendapati Syafa di dapur,mencari ke segala tempat.
Syafa sedang menyuguhkan minuman ke mbok Eny yang tidak sehat badan,"Ayo mbok,di minum!"
"Makasih Syafa,tak perlu repot-repot ntar kalo di lihat sama Nyonya pasti di marahin"lirih mbok Eny memperhatikan situasi,takutnya Nyonya mendadak muncul.
"Emang mbok cari siapa?"
"Takut Nyonya ngelihatin kita!"
"Kan mbok lagi sakit,gag mungkin di paksain"tegas Syafa tak ambil pusing jika nantinya di marahin.
Syafa merasa kasihan,melihat mbok Eny mengingat sosok ibu yang ia rindukan.
*Ibuu
Syafa kangen,,,
Ibu di mana*?
Air mata jatuh membasahi dalam pipinya.Memikirkan sang Ibu yang tak tahu di mana.Lamunan panjang Syafa terhamburkan saat sang suami datang.
"Syafaa,mbok Eny kenapa?,sakit yahh!"
"Iya kak,seperti di bawa berobat dulu"ujar Syafa mengandeng mbok Eny untuk berehat di kamar.
Mamah Azril dan Tapasya yang sudah rapi menuju di kerumunan mereka.
"Ini ada apa?.Pagi-pagi sudah sibuk riuh?"
"Ini mah,mbok Eny sakit.Harusnya di bawa berobat dulu"pinta Syafa mengkhawatirkan kondisi mbok Eny.
"Beneran mbok??"sahut Tapasya.
"Iya Non.Dari semalam saya emang kurang sehat"lirih mbok Eny,mulai melangkah ingin menuju ke kamar.
"Azril,kamu bawa mbok Eny berobat.Terus Syafa kamu ikut saya,hari ini saya udah buat janji untuk mengecek kandunganmu"tegas Salma,sang mertua yang tak menginginkan kehadiran Syafa.
"Tapi Mah,kan bisa suruh Tapasya.Aku juga mau pengen lihat hasil pemeriksaan kandungan Syafa"rayu Azril yang penasaran hasil pemeriksaan Syafa.
"Tidak bisa,kamu antar mbok Eny saja.Setelah itu langsung ke kantor."tegas Salma,Azril terdiam dan menuruti perintah Mamahnya.
__ADS_1
Sementara Tapasya senyum penuh arti,rencana untuk menjatuhkan Syafa akan berjalan dengan lancar.