
"Taraaaaa..."teriak Azril memberikan selembar kertas fomulir.
"Apa nihh kak??"tanya Syafa antusias
"SURAT FOMULIR!"
"Mulai besok,Syafa udah jadi Mahasiswi di Akademi kebidanan Al-Fathonah,semuanya sudah beres"
"Serius??"sahut Syafa bahagia
"Trus kalo udah di terima,ini fomulir buat apa??"
"Buat surprize aja,ha ha ha!"
"Gag lucu"kesal Syafa melipat tangan memandang Azril.
"Bukan terima kasih,malah ngambek pula"
"Itu namanya gak pers kak,masuk tanpa tes?,kan lucu!,emangnya ini Universitas kakak punya?"cetus Syafa masih dengan wajah yang sama.
"Kamu ini ternyata judes yahh,banyak tanyanya"
"Baru tahu yahh,huftt!"menahan kesal
"Udah ahh,Syafa mau mandi dulu,udah sore!"
"Pergi sana!,mandi yang wangi,ntar malam sambung lagi!"sindir Azril nyengir kuda.
Sepanjang jalan menuju kamar,Syafa begitu bahagia.Cita-citanya menjadi Bidan akan terwujud melalui sang suami.
Selesai Mandi,ia bergegas turun membantu Mbok Eny memasak.
"Senang banget hari ini Ndok??"tanya mbok Eny memandangi Syafa yang senyum-senyum sendiri.
"iya dung mbok,mulai besok Syafa udah masuk kuliah??"
"Alhamdulillah,beruntung banget Syafa dapat tuan Azril.Orangnya emang dingin,tapi jiwa sosialnya tinggi"kata mbok Eny memuji majikannya.
"Benar banget mbok,Syafa mau ketemu kak Azril dulu di atas"
Azril yang menyandar menatap foto sang Mama yang udah tiga tahun tidak datang menemui dirinya.
"Kak Azril,sini..."Syafa melambai tangan
"Apaa?"
"Mari makan bakwan di taman"
Keduanya duduk sambil menikmati langit berganti malam.
####
Syafa yang terlelap,Azril yang memandang.Syafa memilih tidur cepat agar tak terlambat berangkat.Apalagi saat ini ia sangat bersemangat memulai aktivitas sebagai Mahasiswi di sana.
Azril meletakkan baju kotornya di keranjang,tak sengaja melihat bercak darah segar di seprainya.Hatinya yang bertanya,siapa yang terluka atau Syafa menanggung semuanya.
"Syafa,bangun!"panggil Azril mengenteng sprei ke depan wajah Syafa.
"Oh itu,aaaa"jawab Syafa sambil menguap
"Ini darah siapa??,apa kemarin lagi haid"ucap Azril yang gelisah.
__ADS_1
"Apaan sihh kak,Syafa ngantuk"
"Kau ini mau kakak bayar kifarat karna kelalaianmu?"tanya Azril dengan suara agak meninggi.Syafa dengan berat mengangkat tubuhnya dan menatap sang suami.
"Owalahh kak!"Syafa menepuk jidatnya,bingung harus menjawab.Akhirnya keluar ide untuk mencari di geogle kemudian menunjukan kepada Azril.
"Noh baca tuhhh"kesal Syafa
Setelah membacanya,Azril mendekati Syafa.
Syafa yang sudah masuk ke dalam mimpi,tersenyum melihat ulah Azril yang polos.
Paginya Syafa bergegas menyiapkan diri untuk ke kampus.
Kesederhana masih tampak dari penampilannya,bagi Azril Syafa sangat cantik tanpa bermake-up.
Azril mengantar sampai ke kampus,"kak,Syafa mau mintak satu saja!"
"Tolong di rahasiakan hubungan kita,Syafa gak mau kalo mereka tahu Syafa udah menikah"pinta Syafa memohon agar Azril merahasiakannya.
"hehm,baiklah"
Kehadiran Syafa di sambut hangat,buktinya ia mendapat teman di jurusan yang sama bernama Desni.
"Des,mushola dulu!,udah zuhur nihh"ajak Syafa melihat jam di ponselnya.
"Wow,ponselmu keren juga.Ini ponsel pengeluaran baru"ucap Desni ragu secara penampilan Syafa tidak glamour seperti anak pengusaha yang biasanya.
"ini pemberian seseorang"
"Bearti pengusaha,siapa sihh tu orang kasih kado semahal ini"goda Desni yang penasaran sosok yang di maksud Syafa.
"Rahasiaaa"ucap Syafa menuju Mushola,namun tak sengaja menabrak seseorang.
"Ups,sorry.Kamu gak apa-apa?"tanya Elsa,bukan membantu mengambil buku yang betantakan malah menginjaknya.
"Bisakah kakimu kau larikan?,karna ku mau mengambil buku ini"pinta Syafa menahan amarah,tak henti-hentinya ia beristigfar.
Elsa mengangkat kaki dan menendang bukunya,pergi meniggalkan Syafa tanpa berkata.
"Syafaaa!,ini bukumu"ucap Desni membantu
"Oh yah,makasih"
"Loe harus hati-hati sama tu cewek,dia anak pemilik kampus ini"
"Seriuss??"
"hehm,jadi jangan pernah berbuat masalah dengannya,okee!"Desni mengingatkan Syafa.
"Baiklah"
Keseharian Syafa di kampus membantu teman,pintar dalam bergaul,juga ramah.
Setahun sudah ia menuntut ilmu,tanpa lelah dan putus asa.
Ditempat lain Azril memikirkan Syafa,pernikahan menginjak setahun namun belum ada tanda-tanda kehamilan pada sang istri.
Di tatapnya Syafa yang tertidur pulas karna kelelahan,ingin membangun namun ragu.
Azril yang sibuk akan bisnisnya yang terus berkembang,membuat jaraknya pada Syafa agak menjauh karna selalu pulang kemalaman.
__ADS_1
Namun Azril selalu memberikan perhatian pada istrinya.Kasih dan sayang selalu ia curahkan meskipun saat ini ia merasa gelisah.
Syafaa yang sibuk dengan kegiatan sosial bersama teman-teman kampusnya tak sengaja bertemu dengan Azril.
"Selamat pagi tuan Azril"sapa anak-anak kampus,sontak Syafa melongo tak percaya.
Desni menyenggol lengan Syafa,"Syafa,lu gak ngucapin salam sama tuan Azril?"tegur Desni mencubit lengannya.
"Apaan sihh lo,sakit tahu!"kesal Syafa mengusap tangannya yang sakit.
Azril memandang Syafa,dengan cepat Syafa menunduk dan pergi.
"Syafa,lu mau kemana?,dasar bocah!"cetus Desni kesal melihat Syafa yang pergi begitu saja.
Syafa terus saja berjalan menunduk sambil menutup wajahnya dengan buku.Berharap Azril tidak mengejarnya.
"Aduhh,ini benar-benar gawat!"ucapnya dalam hati
Syafa tak mengerti pada dirinya sendiri,mengapa ia malu mengakui Azril suaminya,sementara wanita di luar sangat menginginkan Azril untuk menjadi pasangan mereka.
Mendengar teriakan para wanita,Syafa memutar tubuhnya.
Sedangkan Azril merasa risih dengan Mahasiswi yang mintak berselfie dengan dirinya.
"Awass kalian!,beraninya dekat dengan suamiku"kesal Syafa mengentak ngentak kakinya di pasir.
Azril yang tak sengaja melihat ulah Syafa tersenyum puas.
Kegiatan sosial selesai,Syafa begitu lelah,keringat memcucur di wajahnya.
Ia duduk besandar sambil menikmati air kelapa muda.Semua anak kampus menyalami Azril.
"Terima kasih tuan,sudah bersedia menjadi donatur untuk kegiatan sosial kami"ucap Para mahasiswa dengan senyum ramah.
"Iya sama-sama,saya harap kegiatan ini bisa berlanjut sampai seterusnya,dan jangan sungkan menghubungi saya jika perlu bantuan"ucap ramah Azril di akhiri dengan lambaian tangan menuju parkiran.
Sementara Syafa tak tertarik,ia terus saja menikmati air kelapanya.
Tanpa di sadari,Azril di sampingnya mengambil air kelapanya.
"Berikan!"
"Aku kehausan,kamu tu gak mau kasih kakak minum??"gerutu Azril
Elsa,sang adik tiri menghampiri,"kak Azril,ngapain di sini?,sama gadis kampung ini lagi"sindir Elsa membuat riuh.
"Elsa!!"ucap pelan Azril
"Ohh,jadi ini alasannya uang jatah bulananku di potong,hah?,dan kau gadis kampung bisa-bisanya kau merayu kakak ku!"bentak Elsa memberi luka yang dalam pada Syafa.
Syafa berlari meninggalkan keduanya,bening putih meluncur mengalir di wajahnya.
Ia segera memutuskan untuk pulang ke rumah,rasa sakit di permalukan masih membekas pada hatinya.
Malamnya Azril berbicara,"Syafa,maafin kak Azril yah?"
Syafa masih diam 1000 bahasa,sikap Elsa padanya sudah keterlaluan.
Cucuran air mata terus mengalir mewakili perasaan batinnya yang tersiksa.
"Kak tak perlu mintak maaf,tapi Syafa lah yang salah karna sudah masuk di kehidupan kakak"lirihnya mengatakan sambil berbaring.
__ADS_1
"Tidak Syafa,kehadiranmu membawa kakak bahagia,kenapa kakak tak bercerita kalo kakak punya adik,satu kampus lagi."