
Sebuah keluarga yang terpisah akhirnya menyatu kembali.Ada rasa bahagia bercampur haru.Arzil mengantar putranya ke kamar.Terlihat Syahril begitu bahagia lalu memeluk Abi dengan dekapan yang erat dan cukup lama.
Syahril mencurahkan kerinduan yang dalam pada sosok Abi yang impikan selama ini.
"Tidurlah!Hari sudah malam.Besok aku akan mengajakmu ke suatu tempatmu.Di mana tempat itu akan menjadi hak pribadimu." ucap Arzil menepuk pundak Syahril lalu meninggalkan Syahril yang masih mencerna perkataan Abinya.
Syahril menuju ke kamar dan menghempas pada kasur tebal dan besar.Dia melonjak-lonjak karna tak pernah menikmati tempat tidur semewah ini.Syahril melihat foto Syafa yang terpajang di kamar.Foto sang ummi yang dia rindukan.Entah apa yang ada di pikirannya saat ini.Melihat foto Syafa malah dirinya membayangkan jika Amel seperti umminya pasti terlihat cantik dan sholeha.
Sholeha karna akhlak pribadinya,bukan kecantikannya.Syahril tersenyum lalu mencoba memejamkan mata ini.
Sementara Amel masih dalam lamunan memikirkan Berto.Berto sang Ayah yang dia rindukan.Tiba-tiba datang seorang wanita paruh baya bernama Mirna.Mirna adalah seorang guru yang di bayar Arzil untuk mengajari Amel menjadi seorang wanita muslimah.
"Assalam mu'alaykum Nak.Kenalkan nama saya Bu Mirna.Tuan Arzil menyuruh saya ke sini untuk mengajarkan kamu beberapa hal? Apa kamu mau ikut dengan saya.Kita belajar di taman saja.Biar nyaman dan mudah di cerna."
Di taman emang terlihat indah.Terdapat danau serta pepohonan yang rindang memberi kenyamanan bagi yang melihatnya.
"Mari Nak,duduk di samping Ibu.Ibu tahu pasti kau lagi sedih kah?Ingat! Kesedihan itu sebabnya ada dua hal.Yang pertama karna kamu belum ikhlas melepaskan,dan yang ke dua tak memberi celah rasa bahagia pada diri sendiri."
__ADS_1
"Maksud Ibu apa?"tanya Amel menatap Bu Mirna dengan wajah polosnya.
Amel emang tak mengerti ucapan Bu Mirna.Pikirnya cuma satu,tujuan satu,hanya ingin bersama Berto.Dia tak sanggup harus berpisah pada pria yang dia panggil Ayah.Dia juga tak bisa membohongi rasa sayangnya pada sosok Berto yang rela membesarkannya tanpa keluh kesah.
"Nak,seorang wanita itu harus belajar sabar dan ikhlas.Sabar menerima kenyataan dan ikhlas menjalaninya.Coba kamu lihat di sana!Ada pria yang melambai di ujung sana.Dia itu bahagiamu,tapi kamu malah tak memberi celah untuk dia di hatimu.Sekarang bayangkan ada sosok pria di sana! Dia pergi meninggalkanmu tanpa senyuman.Apa kamu akan mengejarnya sementara ada pria lain yang siap menyunsung mengajakmu kepada rasa bahagia.Silahkan kau pilih si A dan si B?"
Bu Mirna mengarahkan pada jarinya agar Amel mengerti pada maksud dan situasi yang di hadapi Amel saat ini.
Arzil mendatangi Syahril untuk bersiap-siap karna sebentar lagi Arzil akan mengajak putranya ke kantor.
Syahril dan Arzil masuk ke mobil dan melaju kencang melewati pertokohan dan gedung-gedung yang tinggi.Sementara Arzil melirik ke putranya yang sedang asyik menikmati pemandangan luar.
"Tentu Abi.Ini adalah harapan Syahril sejak dulu.Tapi ummi di mana ya?"
Syahril sangat merindukan Syafa.Syahril berharap suatu saat nanti dirinya bisa ketemu umminya.Di tempat lain Syafa dan Bian bersiap menuju kota Jakarta penuh cerita.
Kota di mana penuh kenangan suka dan duka.Syafa terlihat senang karna akhirnya Bian mengabulkan permintaan adiknya.
__ADS_1
"Kak,makasih ya..udah mau nurutin permintaan Syafa." lirih Syafa tersenyum pada Bian yang sedang menyetir mobilnya.
"Iyaaa.Tapi ingat!Jangan keluar kalo gak sama kakak.Kakak khawatir padamu,okey!" pinta Bian menatap dalam Syafa agar mendengar perintahnya.
"okey."
Syafa tahu kakaknya sangat sayang padanya.Jadi,dia memahami sifat Bian yang protective ever.Tarkadang Syafa merasah risih,tapi karna itu bentuk kepeduliannya pada Syafa,Syafa fine-fine saja.
Syafa sangat mengerti dan memahami perasaan Bian.Demi dirinya Bian merelakan cintanya pada seorang gadis yang ia cintai.Bian rela berpisah demi melindungi adik kesayangan.
Hari ini semua orang menatap aneh kehadiran Arzil dan putranya.Mereka tak terlalu fokus pada Arzil tapi tertuju pada sosok pria di samping Arzil.
"Cis,loe tahu gak?Coker di samping Tuan Arzil itu siapa?"
Gadis ini bernama Indri.Indri seorang gadis OG yang baru enam bulan bekerja di sana.
"Entahlah.Lagi pula aku gak ngurusin itu.Yang penting aku kerja di bayar.Jadi,gak ada waktu."
__ADS_1
Indri pun berlalu meninggalkan pegawai wanita yang bekerja di sana.
Dia terus saja melanjutkan pekerjaan-nya tertunda dan tak memperdulikan gosip yang ada.