Penantian Panjang Sang Pewaris

Penantian Panjang Sang Pewaris
Bab 35 : Musuh Baru


__ADS_3

Arzil merenung duduk di balkon rumah bak istana itu.


Dia mengambil album keluarga sambil memindah dari halaman satu ke halaman yang lain.Tak terasa album itu basah karna tangisan Arzil yang sudah berat untuk di curahkan agar sesaknya berkurang.


" Kenapa kalian tega padaku ? "


Arzil menyentuh foto saatnya bersama Ardian saat dulu.Tumpahan air mata terus saja mengalir apalagi mengingat Ardianlah yang menembak Syafa hatinya tambah hancur.


" Kaliannn jahaaaat " teriak Arzil menghempas album ke lantai.


Kemudian ia memutar kursi rodanya untuk istirahat karna kelelahan menangis.Namun saat membalik tubuh ternyata Kevin sudah dari tadi melihat Arzil melampias kemarahannya pada album.


" Album tidak salah.Mengapa kau menghempasnya???"kata Kevin mengambil album dan memberikan ke Arzil agar berpikir untuk rencana selanjutnya.


" Maksudmu ?? "


Arzil menatap aneh pada perkataan Kevin yang seperti ingin merencanakan sesuatu.Kevin menatap mobil di jalanan sambil berpikir mencari cara untuk memberi pelajaran pada Ardian.


" Kembalilah ke duniamu dulu " rayu Kevin kemudian memutar menghadap Arzil.


" Tidak,aku sudah tidak mau lagi " Arzil mendorong kursi rodanya untuk mengelak ajakan Kevin.


Arzil sadar kembali ke dunia mafia bisa membantu dengan cepat menemukan Ardian karna jaringan yang terbentuk dari gengsternya sangat luas.Arzil tak mau terlibat lagi sebuah kekejaman tanpa rasa kasihan pada musuhnya.


Ternyata Bian juga datang karna sudah membuat janji pada Kevin juga.


" Bi bi ann , jangan bilang kau juga mendukung ajakan Kevin."


Bian tersenyum sambil menyandar ke dinding kamar Arzil dan melipat tangannya.


" Kenapa tidak?, aku tak mau Ardian berbuat lebih jauh lagi.Dia sudah kelelewatan,apa kau tak kasihan pada Syafa adik ku yang begitu hancur atas kejadian ini ??"


" Tapi..kakiku?"


" Kau tak perlu khawatir.Mulai besok aku akan membantumu untuk penyembuhan pada kakimu." tegas Bian yang yang kebetulan tahu di mana tempat yang cocok untuk pengobatan Arzil.


" Lalu,bagaimana dengan istriku ??" Arzil bertanya karna ia tahu betul sifat Syafa yang tak suka pada kekerasan.


" Istrimu Syafa sudah ku antar ke Rumah Sakit Jiwa.Dia butuh pengobatan yang khusus untuk sembuh.Kebetulan di sana ada temanku,jadi kau tak perlu khawatir. " Jelas Bian agar Arzil tidak terlalu pusing memikirkan keadaan Syafa.


" Naurah ?? " Arzil berjalan menuju Kevin meminta pendapat pada sahabatnya yang satu ini.

__ADS_1


" Naurah,sudah ku titip dengan Halwa," ucap Bian membuat Kevin dan Arzil memandang datar pada Bian.


" Maksudmu dokter Halwa?,bagaimana bisa?,kau kan tahu sendiri Naurah bukan putrimu.Kau yakin gadis itu mampu mengurusnya?"tanya Kevin berjalan sambil tersenyum mengembang.


" Tentu.Dia dokter spesialis anak jadi sudah sangat paham masalah anak." ucap Bian agar Kevin dan Arzil percaya.


" Lalu dia mau ? , berapa gaji yang kau bayar padanya? . Dia itu seorang gadis mandiri,cantik lagi." Puji Kevin memuji Halwa .


" Dia bersedia ... dan masalah gaji katanya dia ikhlas . Sudahlah tidak perlu membahas dia lagi. " ucapnya lalu keluar dari kamar menuju ke ruang tamu.


Kevin dan Arzil mengikuti Bian yang sudah duduk bersandar di sofa.Tanpa sengaja ia melihat sebuah album kecil di ruang tamu.Kala itu Syafa masih berusia 15 tahun.Wajah mungil dan senyumnya mengingat Bian saat pertama kali bertemu dengannya.


" Arzil,apa ini Syafa ? " ucapnya tersenyum melirik Arzil yang sudah menahan malu karna masih menyimpan foto Syafa yang menurut Bian terlalu cepat jatuh cinta dengan bocah ingusan.


" Ehm , iya " jawab singkat Arzil


" Kevin,coba kau lihat betapa polosnya Syafa.Tapi mengapa ia bisa menyukai Arzil?" ejek Bian ketawa kecil melihat Arzil jadi salting.


Jika aku mengatakan jujur, pasti Bian marah kalau aku menikah dengan Syafa amanah dari Bapaknya.Serta aku jugalah yang tak sengaja menabrak Bapaknya hingga meninggal dunia. gumam Arzil dalam hati.


" Ya elaa ngelamun nih bocah.Pasti mikirin Syafa," cetus Kevin.


Kevin tertawa kecil meihat Arzil yang ekpresinya begitu lucu.


Rumah Sakit Jiwa


Syafa memeluk boneka yang ia anggap pengganti Syahril.Hatinya hampa mengingat kenangan indah bersama putranya.Tak lama seseorang suster mendekatinya, " Syafa..apa kau merindukan anak mu ? " ucap suster menunjukan foto Syahril yang sedang bersama pria .


Syafa mengangguk , " iya . Di mana putraku?"


Suster itu mendorong Syafa menggunakan kursi roda keluar menyelinap melewati koridor-koridor Rumah Sakit.


Sebelum dia keluar, suster bernama Fany ini melepaskan rekamam cctv agar tidak ketahuan oleh petugas.


Syafa merasa aneh tapi mengingat ingin bertemu putranya ia sangat bahagia.


" Di mana putraku???" desah Syafa meminta Fany mempertemukan dengan putranya.


" Ntar kau juga tahu Nyonya Syafa " jelas Fany yang mulai mendorong Syafa menuju jurang .


Syafa mulai memberontak.Meski ingatan hilang tapi bisa merasakan ada kejanggalan serta bahaya menghampirinya.

__ADS_1


" Lepaskan aku " teriak Syafa yang tak bisa lari karna kedua tangannya telah di ikat.


" Aaaaaaaggggghhh " teriak Syafa berguling ke bawah jurang .


Suster itu membuka pakaiannya dan membuang agar jejaknya tidak di ketahui.


Setelah itu ia menelpon , " semuanya sudah beres tuan, sesuai perintah."


" Bagus " ucap pria itu .


Pria itu bernama Darwin Sanjaya.Pemilik Perusahaan Tambang Minyak yang memiliki dendam dengan Malik.


Pria tersenyum mengembang lalu meletak kasar ponsel di meja kebesarannya.


" Malik...mungkin aku tak bisa membalas denganmu.Tapi apa kau tahu anak dan cucu mu lah yang akan menjadi pelampiasan rasa sakit hatiku karna ulahmu."


Darwin memandang jalan dari ketinggian rumahnya yang begitu besar.


Lalu dia duduk di tempat tidurnya mengambil album keluarga di laci meja kerjanya.


" Jihaaan , aku sudah membalaskan kematianmu.Aku tak terima jika kau lebih memilih dia daripada ku dan memiliki anak dari pria hidung belang seperti dia.Kau gadis yang baik tapi mengapa Malik menduakan cintamu dan malah memilih wanita itu." kata Darwin yang geram ulah Malik menyakiti Jihan.


Arzil yang sedang berbincang tiba-tiba mendengar ponselnya berbunyi.


dret dret dret


" Hallo . Selamat siang Pak . "


" Siang.Kami dari pihak kepolisian ingin memberi kabar bahwa keluarga anda mengalami keracunan dan sekarang di rawat di Rumah Sakit Bhayangkara." kata Pak Polisi agar Arzil menyusul ke Rumah Sakit.


" Baik Pak."


tut tut tut


Arzil terdiam sejenak dan memandang Bian dan Kevin dengan tatapan datar.


" Ada apa ?? " Muka Arzil begitu gelisah


" Keluaga ku terkena keracunan dan sekarang di rawat di Rumah Sakit." tegas Arzil meminta Kevin untuk membantunya.


Kevin segera meluncur ke Rumah Sakit dengan menyetir mobil di atas rata-rata.

__ADS_1


Kevin sangat begitu ahli . Menjadi mantan pembalap tak membuatnya takut menyetir dengan kelajuan yang tinggi.


__ADS_2