
Syafa,,,
Gadis polos ini masih merenung,memikirkan rumah tangganya.Bertahan atau berpecahhh...
Ia mengusap air matanya.Syafa menatap bintang menghiasi malam,gelapnya langit yang hitam namun cahaya bulan menyinarinya.
"Apakah akuh seperti bintang atau bulan"ucap dalam hatinya.
Ibarat pepatah Nasi sudah menjadi bubur.Setahun menjalani dengan kebohongan apa mungkin ada keajaiban untuk merubah segalanya.
Syafa masih bergelayut drama cinta panjangnya.
"Bapak,Ibu,kalian di mana?,aku merindukan kaliann"lirih Syafa menatap foto ibu dan bapaknya,meski tak pernah merasa sentuhan kasih sayang dari sang ibu,namun doa selalu di lantunkan untuk keduanya.Harapan untuk bertemu ibunya masih di pegang dengan erat.
Syafa melirik Azril yang tidur karna kelelahan menangis,di usap rambut sang suami serta mencium kening Azril dalam.
Azril yang belum tidur merasakan kelembutan sang istri yang hari ini begitu mengecewakan dirinya.
"Kak,maafin Syafa.Syafa menyesal udah buat kakak kecewa"lirih Syafa tak sengaja air matanya jatuh mengenai kulit wajah Azril.
Ia bangun menuju ke laci violet miliknya.Di ambilnya obat-obat itu lalu di buangnya ke tong sampah.Azril yang belum tidur sedikit melihat ulah Syafa dengan sigap ia membuang pil itu.
####
Paginya Syafa yang masih pucat karna kurang tidur,pergi menuju ke dapur.
Di lihatnya masakan tadi malam tidak tersentuh.
__ADS_1
"Bearti tadi malam kak Azril gak makan!,tapi mengapa dia gak da di kamar"pikir Syafa
Syafa mencari ke segala arah,namun tak menjumpai Azril.
Ia pun melangkah ke taman,terlihatlah sosok pria yang sedang duduk memakai pakaian jubah putih.
Karna penasaran,Syafa menghampiri.
"Baaapak,Syafa rindu,hiks hiks"keluhnya memeluk bapaknya.
"Bapak juga rindu Nak,bagaimana keadaan rumah tanggamu?"
"Baik pak,tapi Syafa masih ragu mau melanjutkan atau tidak??"ujar Syafa
"Bukankah itu pilihan bapak,coba kau lihat gelas ini sudah hancur tapi masih bisa bersatu meskipun masih terlihat bekas sambungannya"ucap kiasan Pak imron,sang bapak yang begitu di hormati Syafa.
"Jadi,Syafa harus lanjut nihh"
Syafa yang tertidur usai melaksanakan sholat istikhoroh terbangun,"Masya alloh,ternyata aku mimpi"ucapnya namun sedikit bahagia karna bisa bertemu sang bapak.
Azril yang masih diam turun ingin sarapan,rasa lapar baru ia rasakan.Terlihat Syafa yang lagi sibuk memasak.
"Kak,sini.Sarapannya udah siap"ucap tulusnya tapi tak mendapat respons dari Azril.
Hatinya pun sedih,sikap ramah Azril kini berubah jadi dingin.Tadinya berusaha mengambil hati tapi tak di pungkiri Azril masih sakit hati.
Syafa kaget tiba-tiba dua orang wanita datang ke rumahnya.
__ADS_1
"Mana Azril??"
"Azril di dalam Nyonya"ucap gugup Syafa
Mendengar keriuhan di bawah,Azrilpun turun dan mendapati sosok di rindukan datang.
"Ma_mah"teriak kecil Azril memeluk sang mamah,sifat manja terlihat saat ia bersama mamahnya.
Syafa menelan saliva,"Masalah belum selesai,udah datang masalah baru"lirihnya dalan hati sambil mendekat ke arah mamah Azril.
Dia mengulurkan tangan memberi hormat,"Aku Syafa mah,menatu mamah"ucap pengakuannya membulatkan mata mamah mertua.
"Jadi,ini namanya Syafa"ujarnya melihat dari atas sampai kebawah sembari memberikan koper untuk di bawa ke atas.
"Syafaa,tolong bawain koperku juga"cetus Tapasya yang juga ikut bersama sang mertua.
Syafa mengantar dua koper ke atas,sementara Azril tak membantunya.
Baginya ini adalah hukuman yang harus ia terima karna sudah menyakiti Azril.
"Mah,koper ini mau letak di mana??"
"Letak saja di sebelah kamar Azril"
Tapasya hanya tersenyum puas melihat Syafa seperti pembantu.
"Syafa,nanti tolong masakin yah.Kebetulan saya pengen rasa masakan menantu saya"titahnya mamahnya.
__ADS_1
"Baik mah"
Syafa melihat Azril diam,tak ada sedikit berbicara atau membelanya.