PENCURI

PENCURI
14. Makanan Dan Ancaman


__ADS_3

Nyammm, nyamm ,nyamm.."


Hap, mmm, nymmm...."


Hap.. Mmmm..."


Terdengar jelas suara santapan memenuhi keheningan hutan, siapa lagi kalau bukan Dinna, Nadi, dan Si Kucing.


Sekarang mereka sedang menyantap telur Burung Puyuh yang sangat lezat.


"Gimana, enak kan?" Tanya Dinna kepada Nadi yang sedang asyik melahap makanannya.


"Kalau Kau tadi lebih sabar, pasti Kita mendapatkan banyak telur-telur itu, dan bagaimana pula kejadiannya, Kau bisa pingsan dengan sangat lama."


Nadi pingsan sekitar 4 jam, Ia pingsan bukan karena jatuh tersungkur dari ketinggian itu, melainkan pingsan karena kelaparan.


"Ya sudahlah, yang penting Kau masih hidup. Mau tambah lagi Kucing?" Pungkas Dinna, lalu menawarkan tambahan kepada Si Kucing.


Wreeoong..." Jawab Si Kucing senang.


"Rasanya sulit juga memanggil Kucing, bagaimana kalau Aku memberimu nama." Tanya Dinna.

__ADS_1


Weeoong?" Si Kucing bingung dengan ucapan Dinna yang Ia tidak mengerti.


"Ngomong-ngomong, Kau itu jantan atau betina sih?" Dinna penasaran.


Lalu Ia berdiri dari tempat duduknya, dan melangkah mendekat ke arah Si Kucing.


Hupp..." Dinna mengangkat ekor Si Kucing tinggi, sampai bokong Si Kucing terangkat.


Wreeooong!!!" Erangan Si Kucing terkejut, namun Ia tidak melawan.


"Oh Kamu jantan ternyata." Ucap Dinna santai setelah mengintip anu Si Kucing, lalu menurunkannya kembali.


"Karena Kamu jantan, Aku akan panggil Miko, kenapa Miko, karena saat kita berlari dari sarang Burung tadi, Kamu kelihatan keren, dan juga, berbanding terbalik dengan sifat mu yang pendiam ini, gimana keren kan, M I K O, MI-KO." Ucap Dinna di depan Miko.


"O iya, Aku juga belum tahu nama mu, namamu siapa?" Tanya Dinna kepada Nadi yang baru selesai memakan makanannya dalam porsi jumbo.


Saat Dinna baru berdiri, berniat untuk mendekat kepada Nadi, tiba-tiba nuansa kelam menyelimuti area sekitarnya, dan berhasil membuat bulu kuduk Dinna menari hebat.


Sementara Dinna sedang merinding, Nadi dan Miko yang sudah mengetahui ada Hewan Ilusi yang mendekat, memasang ekspresi marah, Mereka marah karena Hewan itu menganggu waktu mereka makan.


Dengan cepat, Nadi mengambil Belati miliknya, lalu berjalan ke arah belakangnya, karena Hewan Ilusi itu berasal dari belakangnya.

__ADS_1


Sedangkan Dinna, Ia sekarang sedang duduk di atas rumput tempatnya berdiri tadi, dan menutup telinganya menggunakan kedua tangannya.


Mata Dinna sekarang sedang membulat takut, bahkan Dinna sampai mengeluarkan butiran-butiran air mata dari matanya. Dan tidak berhenti disitu, tubuh Dinna seperti menggigil kedinginan, keringatnya bahkan keluar banyak. Dan tidak lama, Dinna terbaring pingsan.


Brukk!!" Dinna menjatuhkan tubuhnya dengan keras ke samping.


Miko yang melihat Dinna pingsan, Ia mulai melangkah mendekatinya, lalu duduk melingkar, memutari tubuh Dinna, bermaksud untuk menghangatkan tubuhnya, karena Miko tahu, bahwa Dinna sedang terpengaruh Anugerah dari Hewan Ilusi yang sedang menyerangnya ini.


Sementara itu, Nadi yang tadi sudah berjalan lebih dulu, sekarang berada di tempat yang lumayan jauh dengan Dinna dan Miko.


Ya Dia berjalan cukup jauh, karena Ia memasuki dimensi buatan Hewan Ilusi ini, sehingga Ia mengalami percepatan waktu untuk sampai kepada Hewan Ilusi ini.


Hewan Ilusi ini adalah Hewan Ilusi tingkat menengah tahap 3 atau tahap akhir. Dan Dia memiliki wujud seperti Kelelawar, bahkan tidak ada bedanya dengan Kelelawar tingkat rendah, paling cuma beda di ukuran.


Kelelawar Tingkat Menengah ini, memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari Kelelawar tingkat rendah, dan semakin kecil ukurannya, maka Ia semakin berbahaya dan kuat, kira-kira sekarang ukurannya setengah badan Nadi.


Dan kemampuan memberikan aura mencekam ini adalah bagian dari Anugerahnya, lebih tepatnya adalah Anugerah Mimpi Buruk, dan telah di perkuat karena Dia sudah mencapai tahap 3.


Nadi yang tidak memiliki mimpi atau kenangan, Ia tidak terpengaruh oleh kemampuan ini, baik sekarang, atau dulu.


Ya, dulu Dia pernah melawannya, dan bisa dibilang, Kelelawar itu bisa mencapai tahap 2, Karena Nadi telah membunuh semua anggota keluarganya, dan alasannya bisa mencapai tahap dua, sama dengan ras serigala yang Nadi bantai juga.

__ADS_1


Dan Sekarang, adalah waktu pembalasan bagi Si Kelelawar...


...°°°°°°°°...


__ADS_2