
1 tahun telah berlalu, kini Nadi mulai menjajakan kakinya keluar dari Hutan.
...°°°°°°°...
Nadi berniat mencari daerah baru untuknya tinggal, kenapa begitu? Karena Hewan Ilusi tingkat rendah dan tingkat menengah disana sudah habis di bantai oleh Nadi, dan sisanya sudah pada migrasi dari daerah itu.
Kenapa semuanya pada lari? Karena Nadi sudah jadi seperti Pemimpin di tempat itu, atau biasa di sebut sebagai Pemilik.
Pemilik hanyalah nama panggilan bagi orang yang memegang daerah kekuasaannya, tidak ada aturan khusus untuk menjadi Pemilik, atau pengakuan dari orang lain.
Karena disini itu merupakan Dunia Tanpa Aturan, jika tidak suka kepada orang yang menjadi penguasa daerah itu, ya tinggal bunuh aja, lalu gantikan Dia.
Bagi Nadi, sekarang itu bukanlah hal yang penting, karena fokus utamanya adalah mencari makanan, karena hampir seharian ini, tidak ada Hewan Ilusi yang terlihat di sepanjang sudut matanya.
Nadi sebetulnya tidak terlalu perduli dengan kehabisan makanan, tetapi karena teman yang selalu di sampingnya sedang terluka, jadi Nadi harus membantu mencarikan makanan untuknya.
Lalu siapa teman itu? Ya siapa lagi kalau bukan Si Kucing. Sebetulnya Si Kucing suka ikut berburu dengan Nadi, namun karena cedera yang di alaminya, Si Kucing harus tinggal di Gua sendirian.
Si Kucing sengaja dibiarkan hidup oleh Nadi, bukan karena Dia butuh teman atau apalah itu. Tapi, karena Dia butuh kehangatan untuknya tidur.
Terus, berarti yang tinggal di daerah situ hanyalah Ras Kucing? Tentu tidak, karena Nadi hanya butuh satu ekor saja, sementara yang lain, Ia santap dan sisanya kabur.
.
Tap tap tap..." Nadi perlahan santai menembus pepohonan di Hutan lebat itu.
Dan saking lebatnya, banyak dahan pepohonan yang menjuntai menghalangi pemandangan Nadi.
Set set set!" Dengan ekspresi datar, Nadi menebas semua dahan pepohonan yang menjuntai menghalanginya.
Nadi menebas dahan itu menggunakan Belati hitam miliknya, dan hebatnya Belati itu, sekarang sampai bisa menebas batang pohon yang tebal.
Lah kenapa bisa begitu? Jawabannya sederhana, karena Belati itu sudah memiliki Anugerah.
Tepatnya belum lama ini Belati Nadi memiliki Anugerah, karena dua hari yang lalu, Belati itu masih berkarat, bahkan sangat berkarat, karena noda darah yang menempel, jarang di bersihkan oleh Nadi.
...******...
...Flashback On...
Di Hutan - tidak jauh dari Gua...
Tepatnya sekitar dua hari yang lalu, saat Nadi akan berburu bersama Si Kucing, Dia di hadang oleh Pemimpin Kawanan Serigala.
Serigala itu kesal, bahkan sangat kesal kepada Nadi, karena hampir seluruh kawanannya, sudah dijadikan santapan oleh Nadi, sedangkan sisanya, membentuk kawanan baru, lalu meninggalkan Si Pemimpin ini.
Tentu Nadi sama sekali tidak ketakutan dengan Si Serigala, malahan Ia terlihat senang dengan kehadirannya itu, dengan perlahan, dan sangat santai, Nadi melangkah mendekat kepada Si Serigala.
__ADS_1
Rrrrrgghh...!!!" Serigala itu menggeram mengancam.
Namun ancamannya tidak di hiraukan oleh Nadi, karena Nadi sudah sangat terbiasa dengan geraman dari Hewan Ilusi.
Karena Si Serigala itu sedikit takut, Dia dengan cepat mengeluarkan Anugerah yang dimilikinya, yaitu Anugerah Es Abadi.
Anugerahnya Ia dapat, dari rasa sakit saat kehilangan kawanannya yang mati terbunuh, dan juga, sebagai bentuk penyesalan dari gagalnya sebagai Pemimpin yang sudah di tinggalkan.
Sekarang Si Serigala itu sudah mencapai tahap 2 dari tingkat menengah.
Hewan Ilusi itu totalnya ada 4 tingkatan, yaitu Tingkat Rendah, Menengah, Tinggi, dan terakhir adalah Tingkat Roh.
Tingkat Rendah adalah tingkat paling bawah, atau biasa di sebut sebagai Hewan Biasa, jika ingin mencapai Tingkat Menengah, Hewan Ilusi di Tingkat Rendah, harus mencapai 5 tahapan terlebih dahulu.
Sedangkan dari Tingkat Menengah Ke Tinggi, harus mencapai 3 tahapan, dan Hewan yang mencapai Tingkat Tinggi, akan mendapatkan kesadarannya, sehingga tidak menggunakan insting, seperti Hewan liar, dan banyak yang bisa berbicara seperti manusia.
Dan dari Tingkat Tinggi ke Tingkat Roh, harus mencapai 1 tahapan, namun jika gagal, maka Hewan Ilusi itu akan langsung mati, dan tidak dapat bereinkarnasi.
Oleh sebab itu, hanya 3 Hewan Ilusi yang dapat mencapai Tingkat Roh di sepanjang sejarah, sisanya ketakutan karena konsekuensinya terlalu tinggi.
.
Kembali ke Si Serigala. Sekarang Dia sedang bersiap mengeluarkan Anugerahnya, guna menyerang Nadi yang terlihat sedang lengah.
Csssssh...blaarrrrr!!" Aura es itu merembes masuk kedalam tanah, lalu menjalar menyerang Nadi dari bawah.
Bruuk!" Nadi terlempar.
Arreoonngg!!!" Si Kucing kesakitan, karena tadi Si Kucing melompat untuk mendorong Nadi.
Dan sekarang, hasil dari serangan Si Serigala sedang di rasakan oleh Si Kucing, es yang tadi menjalar dari tanah, berhasil membekukan bagian kaki kanannya.
Walaupun sedikit, tapi rasa sakit yang di rasakan nya sangat amat perih, dengan cepat, Si Kucing menyodorkan ekornya ke pergelangan kakinya.
Untung saja es itu tidak menjalar sampai ke seluruh bagian kakinya, dan hanya berhenti sampai pergelangannya saja.
Tapi sayangnya, karena itu adalah Anugerah Es Abadi, es itu tidak mencair walau di sodorkan api panas miliknya.
Api itu belum bisa melelehkan es milik Si Serigala, karena harus mencapai tahap 2 lebih dahulu, untuk dapat melawan Es Abadi.
Nadi yang melihat Si Kucing sedang kesakitan, merasa kesal, karena penghangat khusus untuk dirinya, terancam mati oleh Si Serigala.
Drap drap drap...!" Nadi berlari dengan kencang mengitari Si Serigala.
Slassh, Es Abadi milik Si Serigala menyerang Nadi dari belakang.
Bruuk!" Nadi terjatuh karena menghindari serangan itu.
__ADS_1
Dan saat Ia akan bangun, Si Serigala membalikkan tubuhnya, lalu mengeluarkan aura dingin di sekitar tubuh Nadi, aura itu mengelilingi sekitarnya dan Nadi yang jaraknya hanya 5 meter.
Aura itu sangat dingin, bahkan saking dinginnya, sampai membekukan tanah di bawah pijakan Si Serigala, dan sedang menjalar ke tempat Nadi.
Nadi pun mulai geram dengan aksi Si Serigala itu, apalagi Dia sangat benci hawa dingin.
Arrrrggghh...!!!" Nadi berteriak keras sambil beranjak berdiri.
Dan tanpa aba-aba... Swussshh..!" Belati Nadi terbang ke arah Si Serigala.
Cleeebb!" Belati itu menancap tepat di tengah kedua bola mata Si Serigala yang melotot terkejut.
Ya, Si Serigala terkejut, karena tidak melihat serangan Nadi itu, sehingga Dia tidak bisa menghindari serangan cepatnya.
Ia tidak bisa melihatnya, karena Nadi menyembunyikan Belati itu di belakang punggung tangannya. Dan juga, karena pada saat itu, Si Serigala sedang fokus kepada teriakan Nadi dan Aura Es miliknya.
Gedubrakk..!" Si Serigala terjatuh tersungkur ke bongkahan es di bawahnya.
Tepat saat Si Serigala tersungkur, keluar cahaya putih menyilaukan dari ujung gagang Belati Nadi.
Sriiingh!" Cahaya itu melebar dengan cepat, lalu mengeluarkan rasa hangat dan nyaman di sekitar 10 meter jarak Belati itu berada.
Walau cahaya itu hanya mengeluarkan aura hangat, tapi kehangatannya dapat melelehkan es yang berada di bawah Si Serigala, dan es yang membelenggu kaki kanan Si Kucing.
Walaupun es itu sudah meleleh dari kaki Si Kucing, tapi luka memar yang tertinggal terlihat sangat parah.
Nadi terkejut ketika melihat cahaya itu, Ia menutup matanya, menggunakan punggung tangan kiri miliknya.
Setelah Cahaya itu mulai mereda, Nadi melangkah pelan ke arah mayat Si Serigala.
Slasssh...!!" Nadi mencabut Belati miliknya, namun bukan Nadi tarik kebelakang untuk mencabut Belati itu, melainkan Ia tarik ke atas, sampai kepala Si Serigala terbelah.
Ia sangat terkejut setelah menarik Belati miliknya, karena seharusnya, belati itu sedikit sulit untuk ditarik, karena karat tebal yang mengitari Belati itu.
Tapi sekarang, Belati itu sangat mudah untuk di cabut, bahkan saking mudahnya, Nadi sampai tergelincir saat mencabutnya, dan tidak sengaja membelah tempurung kepala Si Serigala.
Nadi penasaran dengan apa yang terjadi kepada Belatinya itu, lalu Ia melihatnya dengan seksama, memperhatikan setiap detailnya yang terlihat berbeda.
Ya, kini karat di tubuh Belati itu sudah hilang, ketajamannya kembali, warna hitamnya menjadi makin pekat, dan terlihat guratan-guratan kecil di sepanjang tubuh Belati itu, layaknya seperti guratan pembuluh darah yang sedang mencuat keluar.
Bagian pegangannya pun ikut berubah, rasanya sangat pas saat di genggam oleh tangan kecil Nadi, dan ukurannya bertambah panjang 1 cm, sedangkan lebarnya berkurang 1 cm.
Mata Nadi terlihat sangat berbinar-binar melihat perubahan Belati kesayangannya itu, lalu Ia memeluknya erat layaknya boneka teddy yang sangat empuk.
...Flashback Off...
...°°°°°°°°°°°...
__ADS_1