
"Virra!!" Teriak Dinna, karena melihat darah yang mengalir dari bahu Virra.
"Aku tidak apa-apa..." Jawab Virra, namun tidak lama setelah itu, Virra membatu, Ia kini terbaring lemas dengan mata yang terbuka.
"Hei!" Ujar Dinna sambil menyentuh tubuh Virra, berniat untuk membuat Virra tersadar.
"Kalau Aku menjadi dirimu, Aku tidak akan melakukan itu..." Saut seorang wanita dari belakang Dinna.
"Siapa Kau!?" Tanya Dinna sambil melihat ke arah suara itu.
"Wreeoong!!" Geram Miko langsung berdiri di depan Dinna.
"Hati-hati Miko!" Ucap Dinna.
"Bawa sekarang teman-temanmu dari sini, jangan menginjakan kaki di wilayah ini lagi!" Tegas orang itu memberi ancaman.
"Keluar Kau!!" Teriak Dinna.
"Jangan pikir Kau bisa mengalahkanku, bawa mereka sekarang, atau mereka akan mati!" Jelas Wanita itu, lalu terlihat sebuah siluet hitam melesat menjauhi bayang-bayang.
"Ayo Miko, kita bawa mereka." Ucap Dinna kepada Miko. Dengan cepat Miko menggigit kerah sweater Nadi, dan Dinna membawa Virra ke atas punggung Miko, tubuh Virra begitu ringan.
__ADS_1
Setelah itu, Miko langsung berlari cepat menjauhi Kota Ujung, dan kini mereka sampai di sebuah Sungai kecil yang membatasi wilayah Kota Ujung dengan hutan.
Sungai itu adalah sebuah perbatasan yang memisahkan Wilayah Ju dan Wilayah Nara, karena Nadi dan Virra sekarang sedang tidak sadarkan diri, jadi Dinna memilih untuk berisitirahat disana sejenak.
"Kita diam dulu disini sebentar, tapi apa benar mereka tidak apa-apa?" Ucap Dinna sambil membaringkan Virra di hamparan rerumputan di pinggir sungai itu.
Tapi ada satu hal yang membuat Dinna terkejut, Luka di bahu Virra menghilang! Padahal dengan jelas Dinna melihat bahu Virra mengeluarkan darah yang cukup banyak, tentunya dengan robekan disana.
"Kenapa Bisa?" Gumam Dinna bingung.
Karena penasaran, Dinna berlari ke arah Nadi, dan melihat bagian tubuh Nadi, karena kata Virra tadi, Nadi juga terkena hempasan pisau di tubuhnya.
Apa yang tadi itu?" Batin Dinna bingung.
"Sudahlah, yang penting mereka tidak terluka." Ucap Dinna santai, Ia tidak ingin ambil pusing untuk urusan itu. Bukannya Dinna tidak khawatir, justru karena Dia sangat cemas, Dinna berusaa tidak menunjukkan rasa khawatirnya itu.
"Miko, bisa Kau carikan Aku daging?" Tanya Dinna, dan Miko pun langsung pergi ke dalam hutan di seberang sungai itu.
Sementara Miko pergi, Dinna berniat menyiapkan semua peralatan memasaknya. Seharusnya tidak ada masalah saat ini, dan Dinna bisa memasak dengan tenang.
Tapi takdir berkata lain, muncul 3 ekor Wyvern terbang dari arah barat, tentunya mereka tidak terbang melewati Dinna begitu saja, tapi mereka malah hendak mendarat dengan cara melesat cepat ke arah Dinna.
__ADS_1
Swuushh...!" Dinna yang hendak mengeluarkan panci dari dalam tasnya, tiba-tiba tubuhnya terangkat dengan cengkraman cakar besar membawa tubuhnya terbang ke atas langit.
"Hah! Wyvern!?" Dinna terperangah kaget, karena saat ini Ia sedang di bawa paksa okeh Weyvern itu, tentu saja bukan hanya Dinna, tapi Nadi dan Virra pun sama.
"Lepaskan kadal bodoh!!" Ujar Dinna sambil berusaha berontak, namun hasilnya nihil, cengkraman Wyvern itu terkuat!
"Miko!!" Teriak Dinna yang melihat Miko sudah kembali dari hutan.
Walau Dinna sudah berada agak jauh dari tempatnya tadi, tapi Miko masih bisa mendengarnya dengan baik.
Melihat Dinna dan yang lainnya sedang di bawa oleh Wyvern, Miko bergegas berlari mengejar Dinna, dan melemparkan seekor harimau hitam di gigitannya.
Brukk!! "Wreoong!!" Raungan Miko sambil berlari mengejar Wyvern itu.
...°°°°°°°°°...
Maaf, Aku up dikit-dikit ya, sebenarnya menulis hanyalah hobi belaka author, walaupun masih acak-acakan😚
Kerjaan Aku di dunia nyata sebagai desainer grafis lumayan padat, jadi upnya akan bolong-bolong, kalo berkenan baca juga cerpen-cerpenku ya, walau separuhnya bukan karyaku, tapi lumayan buat ngisi waktu luang.
Makasih sudah dukung Pencuri, jangan lupa tersenyum🤗
__ADS_1