
Hening, suasana ini begitu damai. Saking damainya, hanya suara kunyahan yang terdengar.
errnnggg, nymmm, ernngg...nymmm."
...******...
...Flashback On...
Saat Nadi baru menarik Celana itu sampai menutupi burung kecil miliknya. Tiba-tiba...
khrwaaaaanngg!!" Si Kucing yang tadi mengintai, melompat datang menerkam Nadi.
Nadi terperanjat kaget, Ia lupa dengan Belati yang sedang Ia pegang itu, dan Nadi malah membalikkan tubuhnya, bersiap untuk lari.
Baru setengah badan Ia putar, tangan Kucing itu sudah sampai duluan di pinggang belakang Nadi.
Bruuk!" Nadi terjatuh, Kucing itu menindih tubuh Nadi. Walau tubuh Kucing itu berukuran kecil, tapi beratnya 2x lipat dari Nadi.
ugghh..." Nafas Nadi tersengal, tangan kanan yang memegang Belati itu, tertindih oleh tubuhnya sendiri, dan hanya bisa ditarik tangannya saja, sedangkan Belatinya tersangkut disana.
Kenapa tidak ditarik saja? Ya itu terdengar mudah, tapi lain cerita bagi Nadi, Ia teringat dengan ketajamannya, saat menggoreskan Belati itu di jari telunjuknya.
krwaaanng.." Si Kucing membuka mulutnya lebar, lalu menyantap bagian punggung Nadi.
errnnggg, nymmm, ernngg...nymmm."
...Flashback Off...
...******...
Kucing itu masih menindih punggung Nadi, dan masih melahap bagian punggung Nadi. Tapi yang berhasil Kucing itu lahap bukanlah punggungnya, melainkan Sweater merah yang terpasang di tubuhnya.
Dan Dia, terus berusaha mengunyah sebagian Sweater yang Nadi pakai itu.
Tentu Nadi berusaha berontak, tapi karena perbedaan berat antara Kucing itu, Nadi tidak bisa melakukan apa-apa.
Sementara Kucing itu, karena cakarnya yang tajam, sedang menyangkut di sela-sela Sweater, Ia hanya diam dan berusaha mencabik-cabik Sweaternya yang alot.
Brak, brak, brak..." Nadi memukul-mukul tanah basah di jangkauannya, Ia berusaha untuk berdiri.
craaatt!" Tanah basah itu menciprat ke sudut mata Nadi.
__ADS_1
argghhhh....!!" Nadi teriak kesakitan, matanya kelilipan tanah basah itu.
Namun, ditengah-tengah teriakan itu, Nadi juga memiliki ide, jika Dia bisa kesakitan saat Tanah masuk ke dalam matanya, apalagi Kucing itu.
Dengan cepat, Nadi mengambil segenggam Tanah basah, Lalu melemparnya ke belakang.
swuutsh.." Tanah itu melenggang pergi, melewati Sang Kucing.
swuutsh,"
swuutsh,"
swuutsh," berulang kali Nadi mencoba melempar Tanah itu, namun hasilnya nihil.
bruukk!" Nadi menjatuhkan kepalanya ke tanah, Ia menyerah.
Saat Ia sudah menerima nasibnya...
swuut," badan Nadi terangkat, lalu...
bruuk!" Nadi di bantingkan kembali ke tanah.
ugghh...!" Nadi yang sudah dibantingkan itu mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya.
Malahan, sekarang taring-taringnya menjadi tersangkut karena perbuatannya sendiri. Karena kesal cakar dan taringnya tersangkut, Kucing itu menekan tubuh Nadi, lalu mengangkat kepalanya tinggi-tinggi.
set..." Taring itu terlepas.
Nadi merasakan beban yang menindihnya itu berkurang, karena hanya satu tangan Kucing itu yang menahannya, dengan sigap, Nadi membalikkan tubuhnya, sambil mengambil Belati yang berada di bawah perutnya.
clebb!" Nadi menghunuskan belati itu tepat di ketiak Sang Kucing.
wraannngg!!" Kucing itu menjerit kesakitan.
Karena Cakarnya masih terjerat, saa Ia melangkah mundur, Nadi ikut tertarik olehnya, lalu melepaskan kembali Belati dari genggamannya.
seeeet... wrang, wranng, warng.." Kucing itu terus melangkah mundur, sambil mengibas-ngibaskan tangannya, agar lepas dari Sweater Nadi. Sedangkan Nadi hanya diam pasrah, sambil di gusur oleh Kucing itu.
Tapi, tidak lama kemudian, Nadi mulai kesal oleh tingkah Si Kucing, karena dari tadi, Dia hanya melompat kecil sambil mundur berkeliling ditempat, dan terus mengibas-ngibaskan tangannya, berusaha untuk melepaskan jeratannya.
Tentu Nadi yang semula sudah pasrah, berubah menjadi marah, kenapa tidak membunuh Dia lalu melepaskan cakarnya nanti, malah mengeram kesakitan seperti Hewan yang tidak berbahaya.
__ADS_1
tap!" Nadi mengulurkan tangannya ke arah belakang, lalu mengambil bagian Sweaternya yang tersangkut di Cakar Kucing.
Sambil digusur oleh Si Kucing, Nadi mencoba cari pijakan untuk kakinya, lalu..
set.." Nadi membalikkan tubuhnya.
brukk!" Sekarang, Kucing itu terdiam, dengan Nadi yang berada di atas perutnya.
Karena kaget dengan aksi Nadi, Kucing itu tiba-tiba pingsan. Dan itulah kelemahan Si Kucing, selain Dia pemilih, Dia juga takut oleh lawan yang lebih kuat darinya.
Plak!.. plak!.." Nadi menampar wajah Si Kucing, namun Kucing itu tidak kunjung sadarkan diri.
tap.." Nadi berdiri, walaupun tubuhnya tertarik ke belakang, Ia masih bisa berdiri.
Setelah Berdiri, Nadi memutar tubuhnya sedikit, lalu melepaskan cakar itu dari Sweater miliknya.
Dalam hati Ia berpikir, Sweater ini berguna juga. Karena bisa membantunya mengalahkan Si Kucing.
Saat, melihat ekor Kucing itu mengeluarkan api, Nadi ingat kembali tentang Ia bisa tertidur nyenyak di Gua itu. Tanpa berlama-lama lagi, Nadi mengambil Belatinya di tempat Ia melepaskannya tadi.
Lalu kembali, untuk membawa Si Kucing dalam keadaan pingsan.
.
Butuh sekitar setengah hari untuk Nadi kembali ke Gua sebelumnya, karena Ia harus berjalan, sambil menyeret Kucing yang sedang pingsan itu.
Ini bisa dibilang sangat luar biasa, dengan tubuhnya yang kecil itu, bahkan bisa dibilang kurus, tapi Ia mampu menarik tubuh Kucing itu dalam waktu singkat.
Sesampainya di Gua, Nadi membaringkan Kucing itu di sudut Gua, karena tempatnya juga tidak terlalu dalam, hanya sekitar 10 meter saja.
clebb!....Mreooownwng!!" Nadi menancapkan Belati itu tepat di betis Si Kucing, dan berhasil membuat Si Kucing bangun dari pingsannya.
Nadi sengaja melakukan itu, agar Si Kucing tidak bisa kabur dari Gua.
eooonnnrgg.." Kucing itu mundur ketakutan, tentu darahnya juga banyak mengucur keluar.
Namun Nadi hanya melihatnya dengan tatapan biasa, bukan karena tidak mengerti, Dia hanya tidak perduli pada Kucing itu.
bruk!" Nadi yang posisinya sedang duduk, tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya ke lantai Gua.
Dan tidak lama kemudian, Nadi tertidur pulas...
__ADS_1
...°°°°°°°°°...