PENCURI

PENCURI
53. Cara Miko


__ADS_3

...Miko POV...


"Kenapa? Kenapa mereka tidak bergerak?" Batinku penuh dengan pertanyaan.


Seharusnya ini tidak terjadi, kenapa Dia begitu lemah sekarang, kenapa Dia mudah terpengaruh seperti ini, apa yang harus kulakukan.


Dan lagi, situasi ini benar-benar tidak menguntungkan, seandainya mereka bisa merespon ucapanku, pasti Aku bisa menangani keadaan ini lebih baik.


Wraaaoour...!!" Geram Beruang Coklat besar itu melayangkan cakar besarnya.


"Gak akan kubiarkan!!"


Hiyatt.." Aku berhasil menepis serangan itu.


Wraaoor..!!" Seekor beruang berhasil menyelinap, dan sekarang Ia akan mencabik tubuh Virra.


Gawat! Aku ceroboh, temannya menyelinap dari belakang.


Drap drap drap...!" Hiyatt..


Untung saja masih sempat, jika tidak, nyawa Virra akan melayang, bagaimana ini, jika terus seperti ini, Aku akan cepat kelelahan.


Aku melirik ke arah kanan dan kiri, berniat mencari benda yang bisa menyelamatkanku dari keadaan ini, namun sayangnya keadaan hutan ini sangat sepi.


Tidak ada hal yang berguna! Sepertinya Aku harus menggunakan cara kasar!

__ADS_1


Eeergghh... Arrggh!!!" Raunganku memenuhi seluruh penjuru hutan, bukan berniat untuk menakut-nakuti, Aku seperti ini hanya pada saat membesarkan tubuhku.


Sekarang tubuhku berukuran 4 kali lipat dari beruang-beruang itu, dengan pemikiran cepat, Aku melahap kerah sweater Nadi, lalu melemparnya ke atas punggungku.


Begitu pula dengan Dinna dan Virra, Aku tidak tahu bagaimana posisi mereka sekarang di atas sana, yang pasti sekarang Aku harus lari, harus cari tempat aman sampai mereka sadar.


Drap drap drap..."


Wraaoooong!!" Seekor Harimau hitam datang menyambar jalanku, Ia berada di tingkat rendah sama seperti Beruang tadi.


Mungkin ini karena kesalahanku, raunganku terlalu keras, sehingga memanggil para Hewan Ilusi tingkat rendah datang menghampiriku.


Ya, mereka menghampiriku, sekarang Aku sedang di kepung dari segala penjuru, tidak ada tempat untukku bergerak!


Jika sekarang Aku memaksakan untuk menembus kawanan dihadapanku, tidak ada jaminan salah satu dari mereka tidak akan melompat ke atas punggungku.


Wrraaaaarrgggghhh....!!" Raungan keputusaan Aku lontarkan, seraya terus menambah ukuran tubuhku, Aku menyalakan api di ekorku dan kakiku.


Walau sulit, Aku harus menahan apiku untuk tidak menjalar sampai punggungku, kalo tidak, mereka bertiga bisa hangus terbakar.


Set, set, set, set..." Ukuran tubuhku terus bertambah dan terus bertambah, entah berapa meter sekarang, yang pasti sekarang pemandangan hutan di bawah kakiku terlihat sangat kecil seperti semut.


Mungkin Nadi, Dinna dan Virra sekarang tenggelam di antara bulu-buluku, tapi tidak apa, yang penting mereka selamat. Dan maaf, Aku akan membunuh kalian semua!


Daarr!!"

__ADS_1


Wooorr...!!" Pijakan kakiku meledak, memunculkan ledakan api yang sangat besar.


Dengan satu pijakan itu, api yang semula hanya berkutat di kakiku, sekarang sedang menjalar dengan cepat, menghanguskan seluruh hutan hingga puluhan kilometer jauhnya.


Wooorr..."


Dari atas sini Aku hanya mendengar suara desiran angin lembut melewati telingaku, padahal di bawah sana, pasti kawanan itu sedang menjerit kesakitan, tapi Aku tidak peduli, yang terpenting teman-temanku selamat.


...Miko POV off...


...*******...


Hutan lebat yang semula terlihat sangat indah dengan kerindangannya, sekarang berganti dengan pemandangan si merah yang melahap keindahan itu semua.


Dan di antara kobaran api itu, terlihat seekor Hewan Ilusi berukuran raksasa sedang tersenyum bangga, terlihat raut puas di wajahnya itu, entah apa yang di pikirkannya sekarang.


Selang 3 menit berlalu, sekarang hutan sudah habis di lahap oleh si jago merah, dan hanya menyisakan abu hitam, tanda bahwa kehidupan disana telah binasa.


Syuuut..." Miko sekarang mulai mengecilkan tubuhnya kembali, dan hal yang sangat luar biasa sedang terjadi sekarang.


Bersamaan dengan Miko yang mengecilkan tubuhnya, Api yang masih membakar sisa hutan seperti tertarik masuk kedalam tubuh Miko.


Jika harus di ilustrasikan, Api itu sekarang seperti sedang menari mengelilingi tubuh Miko dari segala penjuru, sungguh pemandangan ini lebih indah dari pertunjukan kembang api terbesar di seluruh dunia.


Dasshh...!" Sekarang semua api itu telah lenyap tanpa sisa, dan menyisakan sosok kucing gagah sedang berdiri di antara abu pepohonan itu.

__ADS_1


...°°°°°°°°°°...


__ADS_2