
crak, crak, crak," suara langkah kaki di atas genangan air.
Dibawah langit kelabu, tanpa sinar mentari yang menembus bumi, seorang anak kecil tanpa berpakaian, sedang berjalan menyusuri hutan.
Dia adalah Nadi, anak yang usianya belum genap satu hari, sekarang sedang berjalan goyah, dengan tubuh anak berusia sembilan tahun.
Dia berjalan menunduk, memeluk dirinya erat, rasa dingin yang Ia rasakan, sudah menembus sampai tulang. Ia tidak tahu harus melangkah kemana, dan berjalan tanpa arah masuk lebih dalam ke arah Hutan.
.
srak, srak, srak!" Suara langkah kaki yang melewati rerumputan.
Terlihat jelas siluet Hewan Ilusi bertubuh besar, dengan cakarnya yang tajam, berhasil meninggalkan jejak kakinya di tanah yang basah.
Taring-taringnya yang tajam, menembus keluar dari rahangnya yang besar itu. Hewan Ilusi itu berwujud seperti Harimau besar yang perkasa.
Nadi yang sedang fokus menahan rasa dingin yang menusuknya, Ia tidak tahu, bahwa di belakangnya ada Hewan Ilusi, yang sedang berjalan kearahnya, dan bersiap untuk merobek kulitnya yang tipis.
scrak, scrak, scrak, scrak, Khhawwww!!" Harimau itu berlari melintasi tanah yang basah, dan melompat sambil membuka mulutnya lebar.
Tentu saja Nadi tidak sempat menghindar, Ia hanya bisa mengalihkan tubuhnya sedikit, sambil melihat apa yang ada di belakangnya itu.
seet!" Bahu kirinya terkena cakar besar dari Harimau itu, dan berhasil merobek dagingnya sangat dalam.
aaarghh..!" Teriak Nadi kesakitan. Lalu, dengan darah yang bercucuran, Nadi berlari ke arah pohon besar, yang berada agak jauh di depannya.
Harimau itu tidak membiarkan mangsanya untuk pergi menjauh, dengan cepat, Dia mengejar Nadi yang hampir sampai di Pohon Besar itu.
__ADS_1
scrak scrak scrak....! sraaak!" Harimau itu melompat, dan mengayunkan cakarnya, namun cakarnya hanya berhasil merobek kulit pohon besar itu.
brak!" Nadi terjatuh karena menghindari cakar Harimau.
Tentu saja Harimau itu tidak akan membiarkan Nadi untuk berdiri, Dia dengan cepat berlari dan melompat ke arah Nadi yang berusaha untuk bangun.
craak!" Cakar harimau itu memecah genangan air di samping Nadi.
Tubuh Nadi sudah sangat lelah karena kehilangan banyak darah, Dia berusaha menggulingkan tubuhnya ke arah pohon yang tidak jauh tepat di sampingnya.
set! craakk!" Cakar Harimau itu, berhasil merobek kembali kulit pohon tempat yang Nadi tuju.
Nadi yang sudah kehilangan tenaganya itu, sudah tidak kuat lagi untuk mengangkat tubuhnya kembali, Ia masih terbaring di tanah dekat pohon itu.
Saat Ia akan menyerah, Ia meraih sesuatu menggunakan tangan kanannya.
set!" Saat sudah dekat, Harimau itu melompat ke arah Nadi.
traak!" bersamaan dengan Harimau yang melompat, Nadi berhasil memotong akar dari pohon di sampingnya, dan secara cepat, Dia mengarahkan Akar itu tepat ke arah dada Harimau besar itu.
khhaawww!!" Harimau itu mengaum kesakitan, lalu Ia mundur dari hadapan Nadi, Dia kesakitan dengan luka yang menusuk dadanya itu.
Saat Harimau itu akan melarikan diri, Nadi mematahkan kembali akar pohon lainnya, lalu Ia bangkit, dan dengan cepat Ia berlari ke arah Harimau itu.
crak, crak, crak... set!" Nadi berlari secepatnya, mendekat ke arah Harimau yang akan melarikan diri.
Harimau itu tahu bahwa Nadi sedang mendekat ke arahnya, Lalu Ia mengalihkan pandangannya ke arah belakang, berniat untuk menyerang lebih dulu kepada Nadi.
__ADS_1
set!" akar pohon itu menancap di telinga Harimau itu, tepat saat ia mengubah pandangannya, untuk melihat kearah Nadi.
Dan tanpa ragu, Nadi mendorong akar itu, sampai menembus otaknya. Tentu saja Harimau itu tidak tinggal diam.
Dia membalas tusukan Nadi, menggunakan cakarnya.
Cakar itu mencengkram tangan Nadi erat, tapi tidak sampai menembus kulit, karena ukuran cakarnya yang besar, dan hanya melingkar saja di bagian pergelangan tangan Nadi.
Tentu Nadi tidak peduli dengan hal itu, Ia masih fokus, dan mengerahkan suruh tenaga terakhirnya, untuk menembus otak Harimau.
Pertarungan itu berlangsung sekitar beberapa detik, karena otak Harimau itu sudah hancur oleh Nadi, Ia semakin lama semakin melemas, dan melepaskan cengkraman cakarnya dari tangan Nadi.
bruk!" Harimau jatuh menghantam tanah.
hah hah hah!" Nadi terengah-engah setelah usai dengan pertarungannya melawan Harimau.
brak!" Ia juga ikut terjatuh. Lemas, tubuhnya tidak bisa digerakan karena kehabisan darah.
Saat Ia memejamkan matanya, bagian perutnya berbunyi keras, menandakan Dia sangat lapar.
Tanpa berpikir panjang lagi, sambil merangkak ke arah Mayat Harimau itu, Nadi meminum darahnya yang sedang mengalir keluar melalui dadanya.
Rasa amis dan lainnya tidak Ia pikirkan, dengan cepat, Ia mencabut akar yang menancap di dada Harimau itu, lalu merobek kulitnya, sampai yang terlihat hanya bagian daging merah yang masih segar.
hap!..nyam, nyam, nyam...." Dengan rakusnya, Nadi mengoyak daging Harimau itu. Namun karena tubuhnya masih letih, Ia Iangsung tertidur sambil memeluk mayat harimau itu.
...°°°°°°°°°°°°...
__ADS_1