
"Dinna!!" Teriak Nadi khawatir.
Lalu Ia berjalan perlahan, menjauh dari tempat awalnya tadi. Tapi, saat Nadi baru menginjakkan kakinya 3 langkah, tiba-tiba pandangannya tertutupi oleh cahaya putih.
Cahaya itu sungguh menyilaukan, dan anehnya di dalam cahaya itu, tubuh Nadi terasa ringan, seolah Ia sudah tidak tertahan gaya gravitasi berat.
Apa ini!!" Teriak Nadi, namun sekarang Ia lebih terkejut, karena ternyata saat ini pemandangannya berubah.
"Ada apa?" Tanya Dinna bingung, karena Ia mendengar teriak Nadi saat bangun.
"Mimpi?" Gumam Nadi.
"Kenapa?" Tanya Dinna sekali lagi.
"Tapi rasanya itu nyata sekali." Gumam Nadi lagi, tapi sekarang Ia sambil mengerak-gerakan jarinya, bahkan Ia juga sampai mencubit pipinya sendiri.
"Oi!!" Teriak Dinna marah.
"Eh?!" Nadi terperangah kaget.
"Ok, berati hari ini Kau jangan sarapan.." Ucap Dinna kesal.
"Jangan gitu dong..." Ucap Nadi, lalu Ia berpindah ke tempat Dinna menggunakan Langkah Cepat.
"Ada perlu?" Tanya Dinna sambil menuangkan rebusan itu ke dua mangkuk kosong.
"Tadi cuman bercanda kan..." Ucap Nadi memasang ekspresi tidak percaya.
Namun Dinna tidak menjawab ucapan Nadi itu, dan malah Ia langsung pergi ke arah Miko yang masih tertidur.
__ADS_1
"Ok, kalo gitu Aku makan semuanya langsung disini!" Ucap Nadi sambil menyantap langsung rebusan itu dari pancinya.
"Eh, jangan harap Kau bisa makan semudah itu." Ujar Dinna marah, lalu Ia dengan cepat menyimpan dua mangkuk itu, dan bergegas berlari ke arah Nadi.
Namun kejadiannya sama lagi dengan sebelumnya, Nadi menghalau Dinna menggunakan dinding tanah, dan Nadi tidak sadar akan hal itu, karena Ia sedang sibuk menyantap makanan, jadi Nadi tidak memperhatikan hal ini.
Dinna pun menyerah, lalu Ia kembali ke tempat duduknya, dan dengan cepat menyantap bagiannya, setelah selesai, Ia langsung pergi, tapi kali ini Ia berangkat sendiri, meninggalkan Miko dan Nadi.
"Eh, mau kemana?" Tanya Nadi, namun Nadi tidak langsung mengejarnya, dan memilih untuk menikmati rebusan itu.
Tapi saat Ia melihat kembali ke arah Dinna pergi, lagi-lagi Dinna menghilang dari pandangannya, padahal tadi belum jauh Dinna berjalan.
Tentu saja Nadi langsung panik kembali, Ia langsung menggunakan Langkah Cepat untuk ke tempat Dinna terakhir dilihat.
Sayangnya tidak ada jejak bahwa Dinna pernah sampai disana, dan saat Ia akan pergi lebih jauh, tiba-tiba muncul cahaya putih yang silau kembali.
"Sudah bangun?" Terdengar suara yang sudah tidak asing lagi di telinga Nadi, siapa lagi kalau bukan Dinna.
"Lah, disini lagi?" Gumam Nadi, namun terdengar oleh Dinna.
"Maksud?" Tanya Dinna bingung.
"Aku bermimpi aneh." Jawab Nadi.
"Nih, makan dulu, bangunin juga Miko." Ucap Dinna sambil menaruh mangkuk berisi rebusan.
"Siap." Jawab Nadi, lalu Ia membangunkan Miko, sedangkan Dinna mengambil rebusan bagiannya.
Saat Nadi sedang membangunkan Miko, tiba-tiba Ia merasakan keganjilan, dan mengingat kembali kejadian-kejadian sebelumnya.
__ADS_1
Kali ini, tanpa menunggu Dinna yang pergi lebih dulu, Nadi langsung pergi ke tempat sebelum Ia menghilang sebelumnya, lalu Ia melangkahkan kakinya ke arah depan.
Slasshh..." Cahaya silau itu datang kembali.
Hah?!" Nadi tersontak kaget.
"Ada apa?" Tanya Dinna.
"Lagi?" Gumam Nadi.
"Maksud?" Dinna merasa bingung dengan ucapan Nadi.
"Ini harus ku akhiri!" Ujar Nadi sambil berdiri, lalu Ia memandangi ke daerah sekitar, menilik dengan teliti tempat itu.
"Kamu kenapa?" Tanya Dinna sekali lagi.
"Maaf, tunggu sebentar." Jawab Nadi, lalu Ia berpindah tempat ke atas cabang pohon di belakangnya.
Dan ya, keberuntungan pun menyertai Nadi, saat Ia baru sampai di atas sana, tiba-tiba terlihat siluet seseorang sekilas, lalu Nadi dengan cepat berpindah ke tempat itu.
Grusaaakk!!!" Orang itu melompat saat Nadi sampai ke tempatnya, dan langsung menerobos semak belukar di sana.
"Jangan harap Kau bisa lari!" Teriak Nadi, lalu Ia mengepalkan tangan kanannya ke udara, dan saat itu juga, muncul tebing-tebing curam dari arah orang itu kabur.
Sebenarnya Nadi mudah saja untuk mengejar orang itu, tapi Ia tahu, jika Ia melewati batas wilayah itu lagi, maka Ia akan kembali ke tempat semula, dan Si Pelaku akan lolos dengan mudahnya.
...°°°°°°°°°°°°...
(maaf dikit, ada kesibukan yang harus ku jaga disini😣)
__ADS_1