
Angin sejuk menembus celah rumah yang kokoh, keindahan suasana pagi di hutan, mampu menyihir setiap mata yang melihatnya.
Tentunya itu bukanlah suatu hal bagus, karena sekalinya terpaut untuk memandang, maka hari itu juga hanya tinggal nama yang terkenang.
Dan hal itu berlaku untuk kawanan Nadi, karena sehebat apapun mereka, jika sudah di hadapkan dengan suasana seperti sekarang, pasti akan luluh juga.
Mungkin kalian penasaran, memangnya sasana apa yang dapat membahayakan mata seseorang itu, sebenarnya suasana ini hanyalah efek rumah kaca.
Yang di sebabkan oleh ratusan bunga opera, bunga yang menyebarkan serbuk ilusi, karena mudahnya tertiup oleh angin. Walaupun bunga itu berbahaya, tapi bunga itu bisa juga di jadikan bahan makanan.
Dan rasanya melebihi kentucky fried chicken, mulai dari kerenyahan dan keempukannya, ibarat bapau limited edition, tentunya bagian yang di olah bukanlah bunganya langsung.
Tetapi bagian akar yang menyerupai biji, biasanya ukuran paling besarnya adalah ukuran normal kentang biasa.
Ng...?" Gumam Nadi terbangun dari tidurnya.
Seharusnya pagi ini adalah pagi normal seperti biasanya, tetapi tidak untuk kali ini.
"Waaa, apa itu?" Ucap Nadi dengan tatapan seperti orang idiot memandangi rerumputan yang bergoyang tertiup angin.
__ADS_1
Wajah Nadi terlihat sangat bodoh, Ia terpana oleh pemandangan yang biasa saja, bahkan bisa terbilang tidak ada yang spesial, tapi apa yang di lihat Nadi sekarang, tidaklah sesimpel itu.
"...mmm, udah pagi?" Ucap Dinna bangun dari tidurnya.
"Waaa.. Apa itu?" Ucapan Dinna yang mulai tersihir suasana aneh ini.
"Virra! Miko! Ayo bangun! Atau kalian akan menyesal..." Ujar Dinna membangunkan mereka berdua, lalu Ia berjalan menghampiri Nadi yang sudah sedari tadi melongo di luar rumah.
"Ada apa? Hoaaawwmm..." Tanya Virra, sesaat setelah Ia selesai menguap, Virra mulai terikat oleh ilusi pagi ini.
"Waaa.. Baru kulihat pemandangan sebagus ini.." Ucap Virra terpesona, lalu Ia berjalan tanpa ragu mendekati Dinna dan Nadi.
Dan untung saja, efek dari bunga itu tidak sampai mempengaruhi Hewan Ilusi tingkat menengah, tapi walaupun begitu, ini adalah hal yang membuat Miko menjadi pusing tujuh keliling.
Pasalnya Ia tidak tahu, bahwa sekarang Virra, Nadi dan Dinna sedang terpaut oleh ilusi itu.
Bak anak kecil yang baru datang ke wahana disney land, begitulah tampang mereka bertiga sekarang.
Tapi lebih parah dari itu, tanpa kesadaran yang pasti, dan tanpa tahu kapan suasana ini berakhir, mereka berdiri tanpa mengedipkan mata sekalipun.
__ADS_1
"Hoooaarmm..." Miko menguap, lalu Ia melanjutkan kembali tidurnya, tanpa tahu bahwa teman-temannya sedang dalam bahaya.
.
Jika harus di konversikan dalam waktu, mungkin sudah 3 jam berlalu mereka bertiga terdiam disana, dan sekarang Miko mulai panik, karena tidak ada sarapan pagi yang di buat oleh Dinna sekarang.
"Wrrreoong?" Dengkuran dan geraman Miko sampaikan, Ia mengelilingi Nadi dan Dinna seraya menggesek punggungnya di kaki mereka, bukan untuk bermanja pastinya.
Tapi Ia berusaha untuk mengingatkan mereka, bahwa sekarang adalah waktunya untuk makan. Tapi sayangnya, berapa kalipun Miko melakukan itu, Dinna dan Nadi tidak menunjukkan reaksi.
5 jam berlalu, mentari sudah berada di sudut kepala Miko, namun Nadi, Virra dan Dinna belum juga lepas dari ilusi itu, dan kali ini, Miko di hadapkan dengan situasi yang sangat gawat.
Dia di kepung oleh 5 Beruang besar di sana, sebenarnya mereka bukanlah lawan sulit bagi Miko, tapi karena ada orang yang Dia lindungi, jadi lingkup pergerakannya menjadi terbatas.
Beruang itu juga sama terjebaknya dengan Nadi dkk, tapi ilusi yang mereka lihat bukanlah sebuah pemandangan, melainkan kumpulan makanan lezat yang pernah mereka makan.
Apa yang akan di lakukan Miko?
...°°°°°°°°°°...
__ADS_1