PENCURI

PENCURI
50. Sarang


__ADS_3

Drap drap drap..." Miko berlari mengiringi kepakan sayap Si Wyvern dari bawah.


Puluhan kilo meter kini telah Miko lewati, Wyvern itu belum kunjung berhenti mengepakkan sayapnya, banyak Kota banyak hutan telah Miko lewati.


Seakan Dia berlari untuk pulang sampai Rumah, karena emang begitu keadaannya, Wyvern itu bukan membawa Nadi dkk ke tempat asing, tapi Wyvern itu membawa mereka jauh kembali kebelakang.


Dan akhirnya, mereka sampai di Kota Note, Kota yang menjadi awal perjalanan mereka bertiga.


Wroarr!!" Raung Wyvern satu, diikuti oleh dua Wyvern sisanya.


Kepak kepak kepak...." Suara sayap berat yang sedang turun di sebuah pohon tinggi, di belakang Kota Note.


Wreeong...!!" Saut Miko yang masih mengejar Wyvern itu.


Entah bagaimana ceritanya Miko bisa mengejar mereka, seharusnya saat ini Dia sudah terjatuh pingsan karena kelelahan.


Sesampainya disana pohon tinggi itu, Miko melihat Nadi, Virra, dan Dinna di turunkan di sebuah sarang yang lumayan besar, mungkin saja mereka akan di jadikan santapan anak-anak Wyvern itu.


Seharusnya itu bukanlah masalah besar, jika saja Dinna masih sadarkan diri, tapi sayangnya, karena tadi Ia di bawa terbang sangat tinggi, Ia jadi kekurangan Oksigen, dan akhirnya Ia pingsan di atas sana.


Miko yang merasa kebingungan, berusaha mencari cara untuk bisa sampai di atas sana, tentunya Ia berpikir untuk memanjat saja, tapi sayangnya, Ia tidak bisa melakukan itu.


Karena kaki Miko sekarang sudah sangat lemas, bahkan untuk berjalan saja, Ia cukup kesakitan, hebatnya Ia belum pingsan hingga saat ini.


Ng?" Lenguh Nadi yang sadar dari pingsannya, Ia membuka matanya perlahan.


Hah!? "Dimana ini!! Nadi terperangah kaget, karena saat Ia membuka kedua matanya, hanya gumpalan awan yang Ia lihat.

__ADS_1


Wroaarr!!" Geram Si Wyvern melihat Nadi yang baru bangun dari pingsannya.


"Oh, Kau mau membuatku jadi santapan mu? Haha, jangan harap!" Ujar Nadi sambil beranjak berdiri, Ia paham ucapan dari Si Wyvern, begitu pula sebaliknya.


Swuushh..." Nadi menghilang dari tempatnya, dan sekarang Ia berada di belakang leher Si Wyvern, tentunya sudah dalam keadaan putus.


"Tinggal kalian berdua!" Teriak Nadi, lalu Ia menebas kedua Wyvern itu tanpa ampun.


Miko yang mendengar teriakan Nadi dari bawah, menjadi sedikit tenang, lalu Ia meraung sekuat-kuatnya, agar Nadi mengetui keberadaannya di bawah.


"Wreooongg!!!" Raungan Miko yang sedikit terdengar ke atas sana.


"Ya, Aku baik-baik saja! Tunggu Aku di situ..." Jawab Nadi berteriak sangat keras.


Bruuk!!" Sekarang Miko sudah memejamkan matanya, rasa lelah yang semula menggerayami seluruh tubuhnya, sekarang mulai menguasai tubuh Miko.


"Nah, sekarang adalah saatnya untuk makan!" Ujar Nadi melihat tumpukan telur di 3 sarang berbeda, dan pastinya bukan hanya telur yang ada disana, tapi Dinna dan Virra juga sedang terbaring disana.


"Mungkin Aku bangunkan nanti saja." Gumam Nadi, lalu Ia berpindah tempat ke samping Dinna, dan seperti katanya tadi, Ia tidak berniat untuk membangunkannya, Ia hanya mengambil panci dari dalam tasnya saja.


"Jadi ingat masa dulu, semoga rasa kalian juga sama." Ucap Nadi dengan senyuman di wajahnya.


Selang beberapa saat kemudian...


Mmm?" Gumam Dinna dan Virra, mereka sekarang sudah terbangun dari pingsannya, tentunya mereka bukan bangun begitu saja, mereka bangun karena mencium aroma masakan yang sedang Nadi buat.


Hah!?" Dinna langsung terkejut ketika melihat dirinya sedang di atas awan.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?" Ucap Dinna sambil melihat ke sekeliling sarang itu.


"Ya bisa." Jawab Nadi yang mendengar pertanyaan Dinna.


"Masak apa?" Tanya Dinna langsung menghampiri Nadi, seolah Ia melupakan kebingungannya tadi.


"Telur Wyvern." Jawab Nadi sambil tersenyum simpul.


"Serius?" Bukan Dinna yang berkata itu, tapi Virra yang sekarang berada di depan Nadi dan Dinna.


"Ya." Jawab Nad singkat.


"Telur super langka, karena Wyvern sering menyimpan telurnya di tempat yang tidak mudah di jangkau manusia, konon rasanya sangatlah enak, bahkan bisa sampai membuat orang yang memakannya kecanduan." Jelas Virra dengan matanya yang berbinar.


"Seenak itu? Waaa.." Ucap Dinna ikut terpesona.


"Pantas saja aroma yang keluar sangat harum, padahal Aku cuman memasukan bumbu sederhana, harus makan sampai puas nih." Ucap Nadi makin berambisi mengolah telur di pancinya.


"Dinna, Kau lanjutkan ini, Aku mau jemput Miko di bawah." Ucap Nadi sambil menyerahkan pengaduk tebusan pada Dinna.


"Eh, Miko mengejar sampai sini?" Tanya Dinna terkejut.


"Ya, Kita harus beri Dia hadiah atas usahanya." Jawab Nadi, lalu Ia berjalan sampai ke sisi sarang.


"Itu harus!" Ucap Dinna dengan tatapan serius.


"Aku berangkat!" Ucap Nadi, dan tanpa menunggu jawaban, Ia langsung melompat terjun dari atas sarang Wyvern itu.

__ADS_1


...°°°°°°°°°°°°°°...


__ADS_2