
Nymmm.. "Hah! apa ini?" Gumam Fanta setelah menyantap makanan Dinna.
"Enakkan... Kalau kurang tambah lagi aja." Baru juga bilang seperti itu, Fanta langsung menyerahkan mangkuknya yang kosong.
"Cepat juga." Ucap Dinna sambil tersenyum kecil.
"Dasar Kau.." Ujar Nadi.
Namun Fanta tidak menghiraukan Nadi, dan sekarang Ia masih fokus kepada Dinna yang sedang mengambil sup buatannya.
"Sudah, jika melihat Fanta yang sekarang, Aku jadi ingat Kamu yang dulu.." Ucap Dinna sambil tersenyum dan menyerahkan makanan untuk Fanta.
"Makasih." Ucap Fanta, lalu menyantap makanannya dengan segera.
"Itu kan dulu, tapi sekarang Aku udah berubah kan." Ucap Nadi bangga.
"Hah!? Berubah? Bukannya berubah, tapi Kau memang lagi gak bisa makan cepat dan banyak kan! Kalau saja kejadian waktu itu nggak terjadi, Kau masih tetap seperti itu."
Mendengar itu, Nadi terdiam.
"Ada kejadian seperti apa memangnya?" Tanya Fanta yang sudah menghabiskan makanannya lagi.
"Diam, Kau gak berhak tahu!" Tegas Nadi berkata.
"Fufu.. Jadi gini.." Ucap Dinna dengan ekspresi jailnya.
"Eh, sudah stop..."
"Kejadiannya sekitar 1 bulan lalu..."
...*******...
...Flashback On...
Di Hutan timur wilayah Ju
"Wah apa itu!?" Teriak Nadi melihat suatu tumbuhan yang begitu besar.
Tumbuhan itu berbentuk seperti Bunga Raflesia, tapi bunga itu sangat berbeda, karena bukannya bau busuk yang di keluarkan, melainkan bau harum yang sangat memikat.
Bagi siapapun yang melihat dan mencium aroma bunga itu, pasti akan terpikat, kecuali Dinna dan Miko, karena kebetulan mereka sedang pilek. Wkwkw Hewan Ilusi juga bisa pilek.
Nadi pun tanpa berfikir panjang lagi, langsung meloncat dan hinggap di atas Bunga besar itu. Sedangkan Dinna, Dia hanya menonton Nadi di bawah bersama Miko.
Bunga itu sebenarnya bunga langka, dan jarang di temukan oleh petualang hebat sekalipun, sekalinya di temukan, bunga itu adalah tanaman milik orang lain, atau sudah tinggal sisa.
Dan entah keberuntungan atau apa, tapi sekarang Nadi menemukan bunga itu. Bunga langka, yang memiliki suatu keajaiban di inti dan daging bunganya.
Pluk."
__ADS_1
Pluk,"
Pluk!"
Sisa kelopak bunga besar itu berjatuhan di lempar oleh Nadi, rasa bunga itu sungguh sangat enak, dan saat ketika mengunyahnya, itu bagai sedang mengunyah daging stik sapi grade A.
Tapi sayangnya, Nadi tidak tahu, bahwa bunga itu memiliki kutukan, yaitu si pemakan, akan terus merasa kenyang sampai Ia mati, tapi tidak dengan nutrisi yang di perlukan oleh tubuh.
Dan untuk mendapatkan nutrisi itu, Nadi harus makan, sedangkan mau makan, Nadi tidak bisa melahap makanan, karena perutnya sudah merasa sangat kenyang.
Dan penawar kutukan itu hanya satu, yaitu inti dari bunga itu sendiri, tapi Nadi tidak sengaja membuang inti itu bersama bagian bunga yang Ia tidak makan.
Dan beruntungnya, malah Miko yang memakan bagian itu, inti itu sendiri memiliki khasiat yang berbeda jika dimakan terpisah yaitu dapat memberikan Anugerah acak.
Hap!" Miko melahap inti yang terbungkus oleh bagian bunga.
Inti itu sangatlah renyah, dan masuk dengan mudah kedalam perut Miko. Saat Miko telah berhasil melahap inti itu, terlihat cahaya keemasan yang hangat terpancar dari tubuhnya.
Tentu Dinna dan Miko mengetahui cahaya apa itu, dan dengan sekejap mata, beriringan dengan cahaya itu menghilang, tubuh Miko yang semula setinggi Dinna, mulai menyusut.
Api yang selalu menyala di ekornya, sekarang padam, dan Ia bisa mengendalikannya dengan mudah, dan sekarang ukuran tubuh Miko, seperti Kucing biasa bertubuh besar.
Dinna yang melihat itu, tentu langsung menghampiri Miko, Ia bukan terkejut, melainkan ingin segera memeluk tubuh Miko, dan bukan hanya ukurannya saja yang berubah.
Berat tubuhnya pun, Miko bisa mengaturnya sesuka hati Dia. Dan Anugerah yang Miko dapat adalah Anugerah pengatur tubuh.
"Waaa, Miko Kau beruntung sekali, hehe... Mulai sekarang, Kau akan selalu kupeluk erat." Ucap Dinna seraya memeluk erat Miko, dengan ekspresi sedikit cabul.
Dan Nadi yang sedang fokus mengunyah bunga itu, tiba-tiba teralihkan dengan suara Miko yang sedang berontak.
"Awda awpa?" Tanya Nadi mengintip sambil mulutnya penuh dan belepotan.
"Telan dulu makanan itu." Jawab Dinna.
Hupla..." Nadi melompat hingga kesisi Dinna.
"Bagaimana bisa, Miko jadi seperti ini?"
"Sepertinya Dia memakan sesuatu tadi."
"Oi, Kau makan apa tadi?" Tanya Nadi kepada Miko.
"Bagian dari sisa makananmu tadi, setelah Kau lempar tadi, Aku langsung memakannya, karena Aku juga merasa lapar, dan rasa makanan itu begitu renyah, sungguh enak." Ucap Miko dalam bahasa binatang.
"Sepertinya Aku tidak sengaja telah membuang bagian terenak dari bunga itu, dan sekarang malah Miko yang mendapatkannya." Ucap Nadi biasa.
"Ya, dan itu bukan hanya enak, tapi dapat memberikan Anugerah juga, sungguh Bunga yang unik." Ucap Dinna.
"Jadi alasan Miko seperti itu karena Ia memiliki Anugerah baru?"
__ADS_1
"Ya, tapi jika Bunga itu bisa memberikan Anugerah, pasti ada timbal baliknya kan?" Ucap Dinna sambil mengeluskan pipinya kepada Miko.
"Mungkin, tapi itu bisa di pikirkan nanti, sekarang Aku mau menuntaskan dulu makanku." Ucap Nadi, lalu bergegas melompat kembali ke dalam Bunga itu.
...Flashback Off...
...*******...
"Dan begitulah kejadian konyol yang Ia lakukan, sekarang tau rasa Dia, ternyata Bunga itu memberikan kutukan padanya, Dia selalu merasa kenyang, dan yang bagusnya malah didapatkan Miko, haha..." Pungkas Dinna dengan tawa renyah menyertainya.
"Ish, Kau...." Gumam Nadi, lalu Ia menyimpan mangkuk kecilnya itu, dan dengan sekejap mata, Ia melompat ke arah Dinna, dan sekarang Ia sedang menggelitiki Dinna dengan tanpa ampun.
"Hhah, ampun, hahaha sudah sudah..." Pinta Dinna sambil berusaha melawan, namun Dinna sangat lemah ketika di gelitiki seperti itu, dan berakhir jadi bahan balas dendam Nadi.
Fanta yang melihat dua sejoli itu sedang bermain, Ia melangkah ke arah panci berisi sup itu, lalu dengan cepat Ia mengisi penuh mangkuknya.
Dan begitulah mereka sekarang, mereka terhanyut dengan kedamaian itu, tanpa tahu bahwa ancaman besar akan segera mendatangi mereka.
...*******...
Wilayah Kekuasaan Ju - Mansion
"Selamat siang Ratu, Saya datang menghadap." Ujar seorang Pria bertopeng, sambil berlutut di hadapan seorang wanita cantik nan anggun.
"Jangan pura-pura tidak tahu." Ucap wanita itu langsung.
Dia adalah seorang Pemilik besar ke empat dari Dunia ini, Wilayah yang dikuasainya seluas negara australia, dan Dia memiliki Anugerah yang menakutkan.
Namanya adalah Ju Aglaea. Ju itu adalah nama yang menandakan kekuatannya, bisa di bilang sebagai itungan peringkat orang terkuat di dunia ini, Dia adalah orang terkuat ke 4 yang di ketahui.
"Maafkan Saya Ratu, karena kemarin Saya baru menyelesaikan tugas yang lain..." Belum juga selesai Pria bertopeng itu berbicara.
"Jadi Kau menyalahkan Ku karena sudah memberikan mu tugas itu!?" Marah Aglaea.
"Tidak, akan segera Saya temukan orang-orang itu." Ucapnya ketakutan.
"Pergi!!"
Dengan sekejap mata, Pria bertopeng itu menghilang dari hadapan Aglaea.
Pria bertopeng itu adalah seorang Ajudan Aglaea, Ia memiliki kekuatan yang besar dari 3 Ajudan lainnya. Dan sebenarnya Ia memiliki tugas khusus.
Tugasnya bisa dibilang sangat mudah, yaitu menjaga sebuah tanaman berharga milik Aglaea, tapi sekarang, tanaman itu sudah sudah tinggal sisa tangkainya saja.
Dan alasan tanaman itu sangat berharga, adalah inti di dalam tanaman itu, dan ya, tanaman itu adalah bunga yang telah habis di makan oleh Nadi.
Dan itu menjadi awal untuk sebuah tragedi, juga menjadi sebuah pemicu untuk kebangkitan kekuatan Nadi yang sebenarnya.
.
__ADS_1
5 jam sebelum pertemuan dengan Nadi...
...°°°°°°°°°...