PENCURI

PENCURI
23. Mencari


__ADS_3

5 jam sebelum pertemuan dengan Nadi...


.


Di Hutan Timur Wilayah Ju


Terlihat seorang Pria bertopeng dengan Hewan Ilusi jenis Serigala di sampingnya. Pria itu adalah ajudan kepercayaan Aglaea, yang di beri tugas untuk mencari perusak tanaman berharganya.


Serigala miliknya memiliki tubuh seperti bayangan, mudahnya tubuh astral, karena hampir tidak terlihat bentuk aslinya gimana, hanya siluet Serigala besar yang menakutkan yang terlihat.


"Bagaimana, Kau dapat mencium aromanya dari sini?" Tanya Pria bertopeng itu.


"Sepertinya harus kita datangi tempat bunga itu sekali lagi, karena baunya sangat samar-samar, dan hampir hilang oleh hujan kemarin." Jawab Serigala itu dengan suara seraknya.


Ya Serigala itu bisa berbicara, karena Dia adalah Hewan Ilusi tingkat tinggi tahap satu.


"Baiklah, kita kesana lagi." Ucap Pria itu sambil berjalan mendahuluinya.


Mereka pun kembali ke tempat Bunga itu di tanam.


...*******...


Gunung Batu


Di tempat ini, masih sama seperti sebelumnya, Nadi masih belum berhenti memberikan pelajaran kepada Dinna. Sedangkan Fanta, Dia masih sibuk memasukan makanan ke dalam mulutnya.


"Sudah, sudah, atau Aku nanti gak kebagian makanan." Ucap Dinna sambil menahan rasa geli yang menggerayami tubuhnya.


"Apa maksudmu?" Tanya Nadi tapi masih menggelitiki Dinna.


"Tu liat.." Jawab Dinna sambil melirik ke arah Fanta yang sedang mengambil makanan di dalam panci.


"Ish, Kau...." Nadi pun menghentikan aksinya itu, lalu mulai berjalan ke arah Fanta dengan aura membunuh.


Tentu Fanta merasakan aura membunuh dari Nadi, tapi Ia tidak menghiraukan hal itu. Saat Nadi tinggal dua langkah lagi ke arahnya, bahkan sedang bersiap-siap untuk menendang dirinya.


Dia masih sibuk dengan makanannya itu, lalu saat Nadi melancarkan tendangan ke arahnya, Fanta langsung melompat jauh kedepan.


"Diam Kau, atau Ku bunuh dengan penuh rasa sakit." Ancam Nadi.


"Aku gak peduli." Jawab Fanta santai.


"Sudah hentikan." Perintah Dinna kepada Nadi yang akan mengeluarkan Belati miliknya.


"Tapi..."


"Jangan banyak tapi-tapian." Tegas Dinna berkata.


Nadi pun terpaksa menuruti perkataannya, lalu duduk dengan mata yang melirik tajam ke arah Fanta. Dan Fanta membalasnya dengan menjulurkan sedikit lidahnya, mengejek.


.


4 jam sebelum pertemuan dengan Nadi...


...****** ...


"Sepertinya Aku sudah menemukan bau orang-orang itu." Ucap Serigala itu.

__ADS_1


"Baguslah, kira-kira berapa jauh tempatnya."


"Seharusnya 2 jam perjalanan cukup, tapi aromanya tertutup oleh asap kebakaran, jadi Aku tidak bisa memastikan dengan tepat keberadaannya."


"Ayo berangkat sekarang, kita pastikan disana." Ucap Pria itu.


Mereka pun berjalan mengikuti aroma samar Nadi yang tersisa, sebenarnya bisa saja Pria itu menggunakan Anugerahnya, tapi karena situasi ini mengharuskan menyusurinya secara perlahan, jadi Ia tidak memiliki pilihan lain.


.


3 jam sebelum pertemuan dengan Nadi...


...****** ...


"Jadi, apa ada cerita asik lainnya yang bisa Aku dengar." Ucap Fanta santai dengan perut yang masih kenyang.


"Banyak banget, Kalau mau di ceritakan satu persatu, keburu hari menjadi malam." Jawab Dinna.


Dan Nadi dimana Dia? Dia bersama Miko pergi entah kemana, ya sebenarnya sedang di hukum oleh Dinna untuk mencari bahan makanan lainnya, dan masih belum kembali hingga sekarang.


"Rasanya Aku gak percaya jika Aku bisa hidup seperti ini, hidup santai, penuh tawa canda." Ucap Dinna sambil menyandarkan tubuhnya di sebuah batu besar.


"Emang seharusnya bagaimana gitu?" Tanya Fanta penasaran.


"Kau tahu, Aku ini adalah seorang Penipu, Aku menipu orang lain untuk bertahan hidup, ya walau sekarang masih sama, tapi alasanku sekarang dengan waktu itu berbeda."


"Pada saat itu, Aku berumur 12 tahun, tepatnya sebelum bertemu dengan Nadi. Tiada hari tanpa menipu, karena kalau libur sehari, bagaimana Aku bisa makan, sedangkan harga makanan terus naik perharinya."


"Dan di saat Aku akan kembali ke tempat seseorang, Aku tertangkap oleh orang-orang yang pernah Aku tipu sebelumnya, mereka sangat marah, karena harta berharga mereka habis di rampas olehku."


"Tapi ternyata takdir berkata lain, Aku malah bertemu dengannya. Kau tahu, jika Kau bertemu dengan Dia yang dulu, Kau pasti sudah tidak bernyawa sekarang." Ucap Dinna lalu menutup matanya.


"Serius? Jadi Dia seperti tadi itu masih termasuk mending. Haah..."


Brukk!" Fanta merebahkan tubuhnya di atas bebatuan kecil.


"Dia itu tidak segan-segan untuk membunuh, dan saat...." Belum sempat Dinna melanjutkan ucapannya.


"Terus apa?" Tanya Nadi dengan nada marah.


Dinna tidak menjawab pertanyaan Nadi itu, dan malah berpura-pura tidur, begitupula dengan Fanta.


"Oi!... Jawab!" Ucap Nadi mulai kesal.


"Bangun!" Teriak Nadi kepada Dinna.


"Hah! Ada apa?" Ucap Dinna sambil berpura-pura terkejut.


"Oh rupanya Kamu. Gimana, dapat apa?" Dengan santai Dinna bangun, lalu berjalan ke samping Nadi.


"Jawab dulu pertanyaanku!" Ucap Nadi sambil menahan Dinna untuk melewati dirinya.


"Jawab apa? Wah apa itu, bagus bagus, Kau memang berbakat dalam hal ini." Ucap Dinna mengalihkan topik pembicaraan kepada Rusa besar yang sedang di gigit oleh Miko.


"Sudahlah, terserah..." Ucap Nadi sambil duduk, Dia tidak ingin melanjutkan pembicaraan itu lagi.


"O.. Kau marah ya?" Ucap Dinna menggoda Nadi.

__ADS_1


"Kau itu maunya apa sih?" Dengan raut kesal Nadi bertanya.


"Haha, maaf maaf, ternyata Kau itu berubah sesuai umur ya, hahaha." Ucap Dinna sambil tertawa renyah.


"Apa maksudmu!?" Dengan cepat Nadi berdiri, namun Dinna sudah tahu apa yang akan Nadi lakukan, dan Dia memutuskan untuk berlari menjauh, sehingga terjadilah permainan kejar-kejaran.


Fanta yang masih berpura-pura tidur, Dia mulai merasa gelisah, karena Dia tidak menemukan waktu yang pas untuk segera bangun.


Sedangkan Miko, saat Melihat Nadi dan Dinna sedang main kejar-kejaran, Ia meletakan Rusa di mulutnya itu, lalu mulai mengecilkan tubuhnya, dan berjalan perlahan ke arah Fanta, lalu Ia ikut merebahkan dirinya di samping Fanta.


.


1 jam sebelum pertemuan dengan Nadi...


...******...


Desa yang terbakar


"Sepertinya Dia sudah membakar seluruh Desa ini." Ucap Si Serigala.


"Dasar berandal, beraninya Dia berbuat seperti ini di daerah kekuasan beliau. Sepertinya Aku tidak akan menahan diri untuk melawannya. Kau bisa mencium aromanya dari sini?"


"Bisa, walau tertutup dengan aroma sisa kebakaran ini, tapi aroma tubuh Dia sangat khas, Dia sepertinya berada tidak jauh dari tempat ini."


"Bagus, ayo kita cepat cari Dia."


.


15 menit sebelum pertemuan dengan Nadi...


...***** ...


"Ayo Kita berangkat, Aku sudah tidak betah berada disini lama-lama." Ucap Dinna setelah membereskan semua barang bawaannya, dan bersiap untuk menaiki Miko.


"Boleh Aku ikut?" Tanya Fanta.


"Kau bisa apa? Kalau Kau ikut hanya akan jadi beban nantinya." Jawab Nadi spontan.


"Ya Aku lemah di luar hutan, tapi jika daerah pertarunganku di dekat atau di dalam hutan, maka Aku tidak terkalahkan." Ucap Fanta percaya diri.


"Yaudah Ayo ikut." Ucap Dinna sambil mengulurkan tangannya.


"Awas kalau Kau jadi beban." Ucap Nadi mengancam.


"Gak akan, Aku pasti berguna." Ujar Fanta sambil membungkuk.


"Yasudah cepat, jangan banyak bicara lagi." Perintah Nadi.


Nadi sebenarnya tidak ingin mengajak Fanta untuk ikut, tapi karena Dia sudah malas berdebat dengan Dinna, Ia terpaksa mengajak Fanta juga.


Namun, saat mereka akan mulai berjalan, bahkan Fanta dan Dinna baru naik ke atas punggung Miko, tiba-tiba mereka di kelilingi oleh asap hitam tebal.


"Akhirnya Ku temukan kalian..." Terdengar suara seorang pria bergema di sekitar gumpalan asap itu.


Dan tidak lama kemudian, mereka terperangkap di dalam asap hitam itu.


...°°°°°°°...

__ADS_1


__ADS_2