
"Oke Virra, Aku tanya sekali lagi, apa Kau mau ikut dalam perjalanan kami?" Tanya Nadi di depan pintu Mansion.
"Ya, Aku mau ikut perjalanan kalian, lagi pula Aku tidak mempunyai tempat tujuan lain." Jawa Virra dengan tatapan yakin di matanya.
"Oke ayo lanjut." Ajak Nadi berjalan mendahului Virra dan Miko disana.
Terus bagaimana dengan Dinna, apa Ia sudah tidak ingin melanjutkan perjalanan? Oh tentu tidak, Dinna sekarang sedang sibuk berkeliling ke setiap Pintu Mansion di lantai 2.
Sudah sedari tadi Dia mengambil harta di dalam Mansion itu, dan sampai sekarang Ia belum selesai juga melakukan aksinya.
"Dinna bagaimana?" Tanya Virra sambil melihat ke dalam pintu Mansion yang terbuka.
"Biar saja Dia, nanti Miko yang akan menunggunya, kita lebih baik pergi terlebih dahulu, Aku tidak kuat berada di disini lama-lama." Jawab Nadi sambil menahan rasa mual di tenggorakannya.
"Baik kalo gitu, dah Miko." Lambai tangan Viira arahkan kepada Miko yang sedang duduk di depan pintu.
"Apa Kau bisa merubah tubuhmu menjadi seperti Peri lagi?" Tanya Nadi sebelum melangkah.
"Bisa, tapi nanti pakaianku bagaimana?" Tanya balik Virra.
"Oiya, lupakan saja, ayo jalan." Ajak Nadi langsung berjalan, dan diikuti oleh Virra dari belakang.
Sementara Nadi dan Virra meninggalkan Kota Ujung, Dinna sekarang sudah berada di ruangan terakhir, dan disana ada barang yang membuat Dinna terpukau.
__ADS_1
Ya Dinna tidak tahu, karena sebelumnya Ia baru menjelajah Lantai 1 saja. Dan tanpa berpikir panjang lagi, Dinna langsung memasukan barang itu ke dalam tasnya.
"Ayo Miko!" Teriak Dinna yang berlari menuruni tangga Mansion itu.
Miko yang mendengar teriakan Dinna, langsung bangkit berdiri, menegakkan ke empat kakinya lurus, dan seketika bulu lembutnya bergerumul, bergetar seakan Miko alat pijat.
Pluph!" Miko sekarang berubah menjadi besar, sekarang Miko berubah tidak bertahap, tapi bisa langsung berbah begitu saja, karena Anugerah pembesar tubuhnya sudah Miko kuasai.
"Ayo kita beri kejutan pada Nadi!" Ujar Dinna sambil melompat langsung ke atas punggung Miko.
Seharusnya Dinna tidak bisa mengejar Nadi yang sudah pergi sedari tadi, tapi kenyataan menolak imajinasinya, bahkan lebih parah.
Nadi sekarang sedang berlutut di atas kubangan lumpur, sementara Virra, Dia sekarang sedang di gerumuni oleh sekumpulan orang yang tidak Dia kenal.
"Nadi!" Teriak Dinna dari jauh, namun Nadi tidak menjawab perkataannya, bahkan melirik pun tidak.
"Miko!" Ujar Dinna, lalu Miko berlari dengan cepat ke arah Dinna, dan menghempaskan mereka menggunakan cakar besar miliknya.
"Kenapa Dia?" Tanya Dinna sambil melirik ke arah Nadi yang sedang menunduk.
"Aku tidak tahu, tiba-tiba Dia seperti itu tadi, dan saat Ku coba bangunkan, muncul gerombolan orang itu." Jawab Virra.
"Siapa Kau?!" Teriak seorang Pria yang terjatuh itu.
__ADS_1
"Miko!" Isyarat Dinna.
Lalu Miko berjalan sambil terus memperbesar ukuran tubuhnya, dan bahkan Miko belum mendekat, orang-orang itu berlari ketakutan.
"Ck, payah!" Decak Dinna mengejek.
"Bangun! Kenapa Kau!?" Ujar Dinna mendekat ke arah Nadi.
Namun hening yang Dinna dapatkan, Nadi tidak bergeming saat Dinna memanggilnya.
Swuuushh...!" Sebuah Pisau melesat cepat melewati ujung hidung Dinna.
Dengan cepat Dinna melirik ke arah pisau itu di lesatkan, namun tidak ada apa-apa disana.
Swuushh...!" Pisau itu kembali melesat melewati Dinna.
"Siapa Kau!? Kalo berani kemari Kau!!" Teriak Dinna menantang.
"Hati-hati, karena pisau itu, Nadi tadi menjadi seperti itu!" Ujar Virra mendorong Dinna, karena sebuah pisau akan melesat ke arah punggungnya.
"Terima kasih.." Ucap Dinna.
"Ya.." Ucap Virra tersenyum, namun Dia melakukan kesalahan, karena belum membenarkan posisinya yang sedang terbaring bersama Dinna itu.
__ADS_1
Slasshh.." Sebuah Pisau berhasil menyayat kulit mulus Virra.
...°°°°°°°°°°...