PENCURI

PENCURI
43. Mencuri


__ADS_3

"Oi, ada orang di Rumah?" Teriak Dinna sambil melihat ke sekeliling.


"Ga ada siapa-siapa disini, kata Miko Dia baru saja pergi." Ucap Nadi lemas.


"Ya, Aku tau itu..." Jawab Dinna dengan ekspresi tidak peduli.


"Aku tidur dulu ya, cari benda berharga yang banyak." Ucap Nadi sambil memejamkan matanya, lalu tidak lama, Nadi tertidur pulas.


"Uh, dasar... Miko Kau cari tempat istirahat, biar Aku yang keliling disini." Ujar Dinna lalu pergi meninggalkan Miko.


Mansion ini bisa di bilang sangat besar, karena memiliki 2 lantai, dengan lahan lebih dari 120 hektar. Mansion ini sangatlah berbeda dengan keadaan Kota.


Dengan warna cat tembok putih, di padukan dengan art modern, jadilah Mansion megah yang sangat nyaman di tinggali, Mansion ini bisa seperti sekarang, karena berkat Pemilik terdahulu.


"Mana ya Ruangan Harta....?" Gumam Dinna sambil memeriksa pintu pertama yang ada di lantai satu.


Dan entah ini keberuntungan atau apa, saat Dinna membuka pintu itu, isinya di penuhi dengan koin emas dan perak yang berceceran.


Namun Dinna tidak langsung mengambil semua uang disana, Ia memilih untuk memeriksa terlebih dahulu setiap ruang yang ada disini.


"Waa lucky, akan kutandai Kau!" Ujar Dinna, lalu Ia menutup pintu itu, dan lekas berjalan menuju pintu selanjutnya.


Krieet..." Suara pintu kedua yang Dinna buka.


"Asiik, disini juga ada ternyata..." Ucap Dinna dengan mata terpana melihat tumpukan koin dan emas disana.


Setelah cukup puas menilik semua harta di ruangan itu, Dinna langsung lanjut menuju ruangan selanjutnya. Dan saat Dinna membuka Ruangan yang ketiga.


Lagi-lagi Ia di suguhi oleh harta yang berlimpah, bahkan semua gundukan harta itu sampai membuat Dinna tergiur.


Tapi, jika dari sana sampai sini banyak hartanya, berarti di ruangan lainnya juga sama..." Batin Dinna sambil memikirkan berbagai kemungkinan.


Dengan penuh harap, dan mata yang berbinar-binar, Dinna langsung membuka pintu yang ke empat, ternyata benar dugaannya, ruangan itu penuh juga dengan harta.

__ADS_1


Tidak puas disitu, Dinna langsung lanjut menuju pintu ke lima sampai terakhir, sekiranya ruangan di lantai satu ada sampai 20, dan isi di dalam ruangan itu, selalu di penuhi oleh emas, koin, peralatan berharga, dan lainnya.


Tapi, yang membuat Dinna terpaku hanya satu hal, yaitu seorang Peri yang terjebak dalam sangkar.


Sayangnya, keadaan Peri itu sangatlah tragis, penuh luka di sekujur tubuhnya yang mungil itu, Dinna tahu, karena Peri itu tidak memakai satu helai pun kain di tubuhnya.


Seharusnya di dunia ini tidak ada yang namanya Peri, dan sekalipun ada, itu hanyalah bagian dari Anugerah orang itu.


Dan bersamaan dengan kekuatan besar di tubuh Peri itu, Dia juga memiliki satu kelemahan besar.


Yaitu nama asli, jika seseorang tahu nama aslinya, maka peri itu akan selalu mudah untuk di kendalikan, dan begitulah keadaannya sekarang, nama aslinya sekarang sudah di rampas.


"Itu Peri asli?" Gumam Dinna takjub.


Ng...?!" Lirih Peri itu sambil membuka matanya perlahan.


Karena Dia sedang terbaring mengarah kesamping, jadi saat Dia membuka matanya, Dia langsung bertatapan dengan Dinna.


Ya mata mereka saling bertemu, di saat Dinna sedang takjub, di sisi lain, Peri itu langsung melotot, dan seketika tubuhnya merinding setengah mati.


"Ahh... Tenang, Aku gak akan menyiksamu..." Ucap Dinna panik.


"Ampun! Ampun!!" Gumam Peri itu seperti orang gila.


"Adduh, gawat nih..." Gumam Dinna.


"Jangan siksa lagi, sakit, tolong, ampuni Aku..." Peri itu terus merintih ketakutan, mungkin jika di biarkan begitu saja, Dia akan mati dalam keadaan takut.


Craak..!" Dinna membuka kunci sangkar itu.


"Sudah, tenang Aku bukan orang jahat, berhenti merintih seperti itu, nanti lukamu makin parah." Ucap Dinna lembut, namun Si Peri tidak menghiraukan Dinna.


"Ayo keluar... Aku tahu Kamu takut, tapi tenang aja, Akan Ku selamatkan Kau dari sini..." Ucap Dinna lembut, walaupun agak lama, tapi akhirnya Si Peri terdiam, lalu melirik ke arah Dinna sekejap.

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya Peri itu.


"Buat apa Aku bohong.. Ayo keluar, nanti Aku obati lukamu." Jawab Dinna dengan senyumannya.


"Kamu bukan orang yang mau membeliku?" Tanya Peri itu lagi.


"Beli? Apa maksudmu?" Jawab Dinna dengan pertanyaan kembali.


"Sudahlah, cepat, nanti lukamu akan semakin parah." Lanjut Dinna.


"Aku tidak bisa berdiri, tubuhku lemas..." Ucap Peri itu.


"Baiklah." Ucap Dinna, lalu Ia memasukan tangannya ke dalam sangkar, lalu mengambil Peri itu layaknya boneka barbie.


"Kau cukup ringan juga." Ucap Dinna sambil membawa Peri itu keluar.


Karena tubuhnya yang kecil, jadi Dinna membawanya di atas telapak tangannya saja, dan Peri itu terbaring lemah sambil menatap ragu ke arah Dinna.


.


Brakk!!" Dinna menendang pintu kamar Nadi.


Haah!!" Nadi langsung bangun dari tidurnya karena terkejut.


"Hhe, maaf.." Ucap Dinna dengan wajah tanpa dosa.


"Untung Miko menunggu di luar, jadi mudah untuk mencari kamar ini." Lanjut Dinna, lalu Ia meletakan Si Peri di atas kasur.


"Siapa Dia?" Tanya Nadi.


"Entah, Aku menemukannya sedang berada di dalam sangkar tadi." Jawab Dinna santai, lalu Ia menutup tubuh Si Peri dengan selimut yang tidak di pakai Nadi.


...°°°°°°°°°°°...

__ADS_1


Judulnya Pencuri, tapi tidak ada bab khusus yang mengatakan Nadi sedang mencuri, haha dasar Aku... Kebanyakan isinya cuma makan sama pembunuhan, 😚 Maaf, nanti Aku banyakin Nadi merampok.


Jangan Lupa Like☺


__ADS_2