PENCURI

PENCURI
5. Pakaian


__ADS_3

Mentari pagi menyinari bumi, sinarnya yang silau itu, menusuk sudut mata Nadi yang sedang terlelap.


...°°°°°°°...


Nadi membuka matanya perlahan, namun masih dalam posisinya, Ia enggan untuk bangkit, atau sekedar duduk saja, karena tubuhnya masih sangat lelah.


uaaaaah..!" Nadi menggeliat, meregangkan tubuhnya, saat Ia akan kembali menutup matanya.


wussshh..." Angin dingin menembus kulitnya yang tipis.


Nadi langsung memeluk erat tubuhnya, namun angin itu masih terasa berhembus di sekitarnya.


brrrr...!" Tubuh Nadi bergoyang, bergidik kedinginan.


Pagi ini terasa lebih dingin, ketimbang kemarin malam. Padahal Ia selalu hujan-hujanan, tapi ini pertama kalinya, Ia tidak kuasa menahan dingin itu.


Nadi melirik ke arah kanan dan kiri, Ia masih ingat, saat kemarin Ia memejamkan mata, di sekitar Gua terasa sangat hangat.


Nadi berusaha mengingat tentang kejadian sebelum Ia tidur, lalu Ia ingat, bahwa kemarin, Dia tidur bersama Hewan Ilusi.


Nadi langsung berdiri cepat, berniat mencari Hewan Ilusi itu.


.


srak!"


trak!"


swussh."


seethh!" Nadi mencari di semua tempat, di belakang rumput, di atas pohon, sampai dibelakang batu.


Dia menyingkirkan semua benda yang menghalanginya, berjalan tak tentu arah, tidak perduli jika Ia di sergap kembali oleh Harimau.


Pikirannya hanya satu, Hewan Ilusi yang bisa membuat Dia tertidur nyaman.


tak, klotak, kotak klotak.." Terdengar tidak jauh dari tempatnya berada, Nadi mendengar suara yang tidak Ia kenal.


Karena penasaran dengan suara itu, Nadi mencari sumber suaranya.


srak, srak ,srak!" Nadi melewati semak-semak yang menghalangi jalannya.


hwee'eeee!" Suara Kuda yang sedang berhenti.


Nadi tidak tahu tentang Kuda itu, namun dalam pikirannya, pasti rasanya tidak enak, karena banyaknya lalat yang mengerubungi badannya.


Nadi yang penasaran, perlahan mendekat ke arah gerbong yang di tarik oleh Kuda itu.


Dan benar saja, saat Ia sudah sampai di sana, bau menyengat menghampiri hidungnya, yang berasal dari badan Kuda itu.


Namun Nadi tidak menghiraukan hal itu, dan melangkah maju, mencari tahu isi yang ada di dalam gerbong itu.

__ADS_1


Nadi merasa bingung setelah melihat isinya, ternyata banyak pakaian dari dalam sana, serta beberapa benda tajam yang tergeletak di atas kotak kayu.


Tanpa menunggu lama, Nadi melompat masuk kedalam gerbong, lalu mengambil sebuah belati yang berukuran lumayan panjang, tepatnya sekitar 38cm.


Belati itu berwarna hitam pekat, dan Nadi pikir, itu hanyalah batu biasa, karena kerasnya sama saja, Jadi tanpa ragu, Ia menggoreskan sisinya yang tajam ke jari telunjuknya.


sraak!" Jari Nadi mengeluarkan darah, sampai tumpah mengotori Sweater berwarna merah di bawahnya.


Ia terkejut, karena benda seringan dan setipis itu, ternyata dapat melukai jarinya dengan mudah.


"Ahh, lega.." Ujar kusir setelah selesai buang air.


Nadi terkejut, mendengar suara kusir itu, yang jaraknya tidak jauh dari gerbong.


Karena Kusir itu sedang berjalan mendekati gerbong miliknya, Nadi menjadi sangat waspada, dan berniat untuk kembali keluar.


Saat Ia akan melompat keluar, Ia melihat bercak darahnya, di Sweater merah yang sedang Ia injak. Dengan cepat, Nadi mengambil sweater itu, dan melompat pergi ke arah semak-semak.


swuuushh, srak srakk, srak!" Kusir Kuda itu terperanjat kaget, karena suara Nadi yang menembus semak-semak secara brutal.


Karena takut, Ia langsung naik kembali ke atas kursinya, lalu menjalankan Kudanya dengan segera.


hush, hyaahhh..." Teriak Kusir itu mengisyaratkan untuk segera pergi.


Di dalam semak-semak, Nadi melihat Kusir itu dengan aneh, karena bentuknya berbeda dengan hewan yang Ia temui.


Bahkan, Ia terkejut, karena orang itu berjalan menggunakan dua kaki, serta dapat mengendalikan Kuda yang bau itu.


Setelah Kusir itu pergi menjauh, Nadi teringat dengan rupanya, saat Ia melihat pantulan dirinya, di kolam kemarin. bentuk mukanya hampir sama dengan si Kusir. Ya, bukan sama identik, tapi bentukannya aja.


Lalu Ia melihat kembali barang yang Ia bawa tadi.


suk suk..." Nadi mengendus bau dari Sweater itu, dan berpikir itu adalah makanan.


Karena baunya seperti buah-buahan, memiliki aroma harum, Nadi tanpa ragu langsung melahapnya.


hap, nymmm nymmm, nymm..."


hoeeekk!!" Nadi memuntahkan Sweater itu, lalu menjatuhkannya ke tanah. "bruk!"


Saat Sweater itu menyentuh tanah, tampak sesuatu keluar dari dalamnya. Lalu Nadi yang penasaran pun, mengambil sesuatu itu.


Sesuatu itu berbeda dengan Sweater yang Ia makan tadi, dan saat melebarkannya, ternyata itu adalah Celana pendek yang kainnya tipis, namun terlihat tidak mudah robek.


Tentu Nadi melahapnya juga, karena teringat dengan Jeroan Ular besar kemarin, walaupun berwarna pucat, tapi rasanya enak.


hoeeekk!!!" Nadi memuntahkannya kembali.


Ia merasa bingung, kenapa rasanya tidak ada yang enak, lalu Ia jongkok, dan menaruh celana itu di tanah, dan tanpa sengaja Ia menaruhnya dengan melebarkan Celana itu.


hah...?" Nadi berpikir, bentuk itu seperti yang di pakai oleh Kusir tadi, lalu Ia melakukan hal yang sama, pada Sweater merah itu.

__ADS_1


Dan ya, bentuknya persis sama. Namun, bukannya Ia pakai, Nadi malah bergidik ngeri.


tap, tap, tap!" Nadi mundur menggunakan kedua tangannya.


Ia berpikir, bahwa Sweater dan Celana itu adalah kulit milik si Kusir.


wusshh!" Angin pagi kembali datang menghampiri tubuh Nadi.


brrr!" Nadi merinding disko dibuatnya.


Lalu Ia memutuskan untuk pergi, melanjutkan perjalanannya mencari Kucing kemarin.


set!" Nadi mengambil Belati yang tidak sengaja Ia lepas saat mundur tadi.


Saat melewati Sweater itu, Ia dengan sengaja menendangnya karena kesal, namun bukannya tertendang, Sweater itu malah nyangkut di kakinya.


wusssshh!" Angin dingin itu menyerang Nadi kembali.


Namun Ia terkejut, Karena bagian ujung kakinya sama sekali tidak merasakan dingin.


Lalu Ia melepaskan Sweater itu, dan melebarkannya kembali di tanah.


buuk!" Nadi membaringkan tubuhnya di atas Sweater itu.


Namun yang hangat, hanyalah bagian punggungnya saja, sementara bagian depannya, masih tetap merasakan dingin.


buuk, baak, buuk, set set set..!" Nadi membulak balikkan tubuhnya di atas Sweater, lalu karena kesal, Ia berusaha menerobos celah di bagian bawah Sweater itu.


Dan ya, cara itu berhasil, tapi hanya bagian atasnya saja yang merasa hangat. Lalu Nadi beranjak berdiri, dan berniat melepas Sweater itu, karena tidak tahu caranya, Nadi menarik Sweater itu kebawah.


phooph!" Kepala Nadi muncul.


Ia berontak ketakutan, Karena kepalanya tersangkut di Sweater itu.


phooph.. phooph!" tangan Nadi menembus kedua sisi lubang, yang berada tepat di samping lubang kepalanya.


errgrghh..." Nadi mengerang kesal, Ia berusaha keras, berontak untuk melepas Sweater itu. Namun, bukannya Ia tarik ke atas, malah Nadi tarik kebawah.


wussshhhh!" Angin dingin itu melewati bagian atas Nadi, dan hanya menembus bagian tubuh bawahnya yang tidak tertutup Sweater.


Sontak Nadi terkejut akan hal itu, dan tidak menunggu lama, Ia melakukan hal yang sama kepada Celana pendek di bawahnya.


erggh, erghhh." Erangan penuh perjuangan, terdengar sampai ke telinga Kucing yang sedang tidur di bawah pohon, yang kebetulan berada tidak jauh dari Nadi.


tap, tap, tap.." Kucing itu bangun dari tidurnya, lalu mendekat ke arah suara Nadi. Ia melangkah pelan, berusaha agar Nadi tidak tahu akan kehadirannya.


phooph!" Kedua kaki Nadi berhasil masuk ke dalam Celana itu, entah bagaimana caranya.


lalu Nadi berdiri, dan menarik Celana itu sampai menutupi burung kecil miliknya.


.

__ADS_1


khrwaaaaanngg!!"


...°°°°°°°°°...


__ADS_2