
"Eu... Hallo...? Apa sudah selesai?" Tanya seorang gadis berambut merah. Dia adalah Fanta, dan Dia adalah tawanan Dinna dan Nadi untuk sekarang.
"Apa Kau tidak lihat? Itu bahkan belum setengahnya habis." Jawab Nadi sambil melihat ke arah panci Dinna yang berukuran besar.
Mendengar jawaban Nadi, Fanta menatap tajam ke arahnya.
"Oiya, Kau mau?" Ucap Dinna menawarkan.
"Hahh?! Kau ikat Aku dari tadi, lalu masak dan mulai makan sampai perut Ku daritadi keroncongan, tapi baru menawarkan sekarang? Dasar...." Ucap Fanta marah.
"Kau sudah Aku biarkan hidup pun, sudah termasuk sangat beruntung! Mau Aku buat agar Kau tidak merasa lapar lagi?!" Tegas Nadi.
Tentu Fanta langsung menciut, mengingat Dia sudah tahu kekuatan Nadi, apalagi Dia yang berbuat kesalahan sebelumnya.
.
Fanta itu tinggal di hutan sendirian, bisa dibilang Dia adalah seorang Putri Hutan, karena Anugerahnya adalah Pelindung Hutan.
Tapi, karena banyaknya orang-orang berbuat kerusakan di Hutan miliknya, Dia pun jadi murka, ya kalau ditebang 1 atau 2 gak masalah, karena Ia masih bisa membuat pohon itu tumbuh kembali.
Tapi yang di lakukan oleh orang-orang itu adalah, membakar pepohonan disisi hutan, sampai hampir menjalar ke bagian dalam. Kalau tidak ada Fanta, pasti hutan sudah hangus terbakar semua.
Maka dari itu, Fanta menjadi marah, dan mengamuk tidak terkendali, Ia menggunakan Anugerahnya, untuk memperluas hutan sampai Desa yang membakar Hutan miliknya.
Karena tanpa bantuan dari Hutan, Dia tidak memiliki kekuatan. Setelah Desa yang lumayan besar itu terkurung oleh pepohonan yang lebat, Fanta mulai menyiksa dan membantai seluruh penghuninya.
Dan secara kebetulan, Nadi sedang berada disana, Ia berada di Rumah Kepala Desa, yang sudah Ia bunuh sebelumnya.
Dan masalah pun dimulai.
...*****...
...Flashback On...
"Jadi Kau adalah Kepala Desa tempat ini!" Ucap Fanta kesal. Sekarang Fanta sedang berada di Rumah yang paling besar di Desa itu, dan siapapun pasti mengira, bahwa itu adalah Rumah Kepala Desa.
Dan Nadi, Ia sekarang sedang di jerat oleh akar-akar pohon yang kuat, Ia tidak bisa melawannya, karena tadi Ia sedang tertidur pulas, begitu pula dengan Dinna dan Miko, yang sedang di jerat di kamarnya masing-masing.
"Apa maksudmu? Kepala Desa?" Tanya Nadi. Dan pada saat itu, Dinna dan Miko masih belum bangun.
"Kau yang sudah menyuruh Warga Desa untuk membakar Hutanku kan? Jangan mengelak lagi, sekarang serahkan nyawamu, dan jangan melawan, biar Ku bunuh Kau tanpa rasa sakit." Ancam Fanta.
Namun Nadi tidak menjawab, Dia malah menutup matanya, dan tidak menghiraukan perkataan Fanta.
__ADS_1
"Oh, Kau sedang menyesali perbuatanmu ya? Atau Kau mengkhawatirkan Warga Desa kesayanganmu? Tapi maaf, mereka sudah Aku bunuh semua, hehe.." Tampak senyum puas terukir jelas di bibir mungil Fanta.
"Kau marah? Ayo marah saja, biar ada sedikit tantangan saat Aku membunuhmu." Ucap Fanta, menantang Nadi kembali.
Namun Nadi masih menutup matanya, Ia menghiraukan Fanta yang sedang mengoceh. Bukannya Nadi tidak menganggap Fanta musuh, atau merendahkan Dia, tapi Dia sengaja seperti itu, untuk menunggu Miko bangun, atau bahkan lebih baik jika Fanta menyerangnya duluan.
"Ish.... Sudahlah, selamat tinggal." Ucap Fanta, Dia tidak ingin berlama-lama lagi. Lalu akar yang menjerat tubuh Nadi, mulai mengencangkan jeratannya, tentu jeratan Dinna dan Miko pun sama.
Melihat Nadi masih tidak melawan, Fanta membalikkan badannya, lalu berjalan pergi dari hadapan Nadi. Tapi, senyum puas yang Ia pasang tadi sudah menghilang, dan yang tersisa, hanya perasaan aneh yang hinggap di dadanya.
Kenapa ini?" Batin Fanta merasa bingung, Ia tidak mengetahui perasaan yang sedang Ia rasakan sekarang.
Pssshhh....!" Terdengar suara sesuatu yang terbakar.
Mendengar suara itu, Fanta secara refleks langsung melihat ke arah Nadi. Hah?!
"Haha, Mana mungkin." Ucap Fanta tertawa kecil melihat Nadi masih terbelit akar, Ia tertawa karena mengira Nadi bisa mengeluarkan api, padahal Dia tidak merasakan adanya akar yang terbakar.
Dan baru saja Fanta mengalihkan pandangannya dari Nadi, tiba-tiba hawa panas terasa jelas di punggungnya.
"Bagaimana mungkin!?" Sontak Fanta terkejut, Nadi sekarang sedang di lahap oleh Api yang sangat besar.
Setelah melihat itu, Fanta langsung berlari meninggalkan Nadi secepatnya, Ia berusaha untuk menjauh, namun karena hutan miliknya sudah meluas hingga Desa itu, maka dengan mudah untuk apinya menyebar.
Dan untunglah Hutan miliknya sudah tidak tersambung dengan Desa, sehingga yang terbakar hanyalah pepohonan dan akar-akar yang merambat di Desa itu saja.
Dan karena itu, Fanta sekarang sedang terbaring di tengah-tengah Desa yang sedang di lahap api. Saat Fanta tengah pingsan, seseorang menghampirinya, dan Dia adalah Nadi, bersama dengan Dinna yang menunggangi Miko.
"Dia biang masalahnya?" Tanya Dinna kepada Nadi.
"Mungkin, bawa saja Dia." Jawab Nadi.
"Ayo Miko," Ucap Dinna, mengisyaratkan pada Miko untuk membawa Fanta.
Miko pada saat itu sedang dalam mode kendaraan, tubuhnya memiliki ukuran 2x lipat dari Dinna, sangat besar dan berbulu.
Hap!" Miko langsung menggigit baju Fanta, dan lekas berlari dari kobaran api itu, di ikuti oleh Nadi di belakangnya.
...Flashback Off...
...*******...
"Kau itu lemah, tapi Kau berani membantai seluruh warga Desa itu, memangnya ada masalah apa?" Tanya Nadi.
__ADS_1
Kalau bukan karena Aku jauh dari Hutan, Aku pasti bisa membunuhmu." Batin Fanta. Fanta sekarang tidak bisa mengeluarkan kekuatannya, karena Dia dan kelompok Nadi, sedang berada di atas Gunung Batu.
"Mereka yang mulai duluan." Jawab Fanta.
"Oh." Ucap Nadi singkat.
"Sudah, gitu aja?"
"Terus?"
"Kau..."
"Apa, seharusnya disini siapa yang marah, Kau mengamuk sesukamu, bahkan sampai berniat membunuh Kami. Ternyata memang, Kau itu harus Ku bunuh tadi." Ucap Nadi sambil menyantap satu suapan terakhir makanannya.
Tak!" Mangkuk kosong itu di simpan dengan kasar.
Deg!" Fanta langsung terkejut, detak jantungnya bertambah cepat.
"Sudah, sini mangkukmu, biar Ku isi kembali." Ujar Dinna, mencegah Nadi yang akan bangkit dari duduknya.
"Untung ada Dia, kalau nggak, sudah habis Kau." Ucap Nadi, dan itu sedikit membuat Fanta tenang.
"Bukan karena Aku, tapi karena makanan ini kan?" Ucap Dinna.
Slassshh!" Kilat cahaya melewati tali yang mengikat Fanta.
Tep tep tep..." Fanta langsung mundur kebelakang.
"Sudah, sini makan." Saut Dinna kepada Fanta.
Fanta memang agak ragu pada awalnya, tapi Ia berusaha memberanikan diri, bukan karena lapar tentunya, tapi Ia berpikir, bahwa Nadi dan Dinna itu baik, Ia ingin mencari perlindungan kepada mereka.
...°°°°°°°°...
(sumber: ig - ony)
Nama: Fanta (Putri Hutan) umur 20 tahun, 169cm, berambut merah dan cantik.
- Pekerjaan: Penjaga Hutan.
- Karakteristik: Penyayang, jujur, naif, kurang tegas, penakut.
__ADS_1
- Kelebihan: Memiliki Anugerah Penjaga Hutan. Pintar, dapat menggunakan kemampuan anugerahnya 100%, seorang Ratu berdarah murni.