Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
Bab 18 Ben dan Kiran


__ADS_3

Mendengar jawaban Kiran, Ben sempat sangat terkejut dan juga tak percaya, tapi ia langsung cepat menguasai diri sebab ia sudah menduga bahwa Kiranlah dalang dibalik masalah Raja dan Bulan. Ia tersenyum getir sambil menundukkan wajahnya karena baru kali ini ia bertemu wanita serendah Kiran sehingga mampu melakukan hal segila itu. Diam-diam, Ben mengamati seluruh gerak-gerik preman-preman yang sedang mengawasinya. Ben juga memerhatikan ruangan yang ada di dalam gudang tua ini.


Sementara Kiran, ia menatap penuh harap pada Ben agar ia mau membawanya pergi dari sini setelah mengatakan apa yang ia lakukan malam itu tanpa ada kebohongan apapun. Dari lubuk hatinya yang terdalam, ia baru menyadari kalau ia telah berbuat salah dan ingin minta maaf pada Raja tanpa tahu, ia juga telah mencelakai Bulan.


"Maafkan aku, aku tak sengaja waktu itu. Sungguh, aku hanya ingin menjebak Raja agar ia mau menikah denganku. Tak kusangka ia malah pacaran dengan wanita lain dan menghamili seorang pelayan hotel. Gila nggak sih?" Kiran akhirnya menjelaskan alasan kenapa ia melakukan hal serendah itu.


Tentu saja Ben sangat tahu kalau atasannya kala itu memang sedang mengarang cerita hanya karena ia ingin menang taruhan dengannya dan membuat Kiran mundur dari perjodohan ini. Tidak ada yang bisa menebak kalau hal seperti itu bakal terjadi, dan pihak yang paling dirugikan dalam kasus mereka semua adalah Bulan.


Kalau sudah begini, Ben sebenarnya bingung, siapa yang harus disalahkan. Kendati demikian, perbuatan Kiran tetap tidak bisa dibenarkan karena telah menyebabkan masalah dan kerugian besar bagi hidup orang lain terutama masa depan Bulan yang sudah hancur karena Raja.


"Aku sudah jujur padamu, sekarang bantu aku keluar dari sini dan antar aku bertemu dengan Raja. Aku ingin minta maaf padanya." Kiran mencoba meyakinkan Ben bahwa ia melakukan semua itu karena tidak sengaja dan karena ambisi sesaat saja.


"Huh, wajahmu cantik ... tapi ... hatimu sangat busuk." itulah kalimat pertama yang keluar dari mulut Ben begitu ia kembali menatap wajah cantik Kiran.


Seketika, model cantik itu seakan kejatuhan batu besar di atas kepalanya ketika mendengar kalimat pedas keluar dari mulut seorang asisten. Seumur-umur, ia selalu dibilang cantik bak bidadari. Namun kali ini, ia dibilang cantik tapi berhati busuk. Kiran sungguh tidak mengerti apa yang salah dengan pria ini. Ia benar-benar tidak bisa menerima kalimat pedasnya itu.

__ADS_1


"Aku kan sudah minta maaf? Kenapa ucapanmu nyelekit sekali?" protes Kiran.


"Kau tahu nona Kiran, kau telah melakukan kesalahan fatal dan secara tak langsung sudah menghancurkan hidup seseorang. Mungkin yang terjadi padamu ini ... adalah karma instan yang diberikan Tuhan padamu. Nikmati saja hukuman atas dosa yang sudah kau perbuat. Selamat tinggal!" tandas Ben dengan luapan amarah yang tak terkira. Bahkan matanya terlihat merah menyala menatap wajah terkejut Kiran.


"A-apa maksudmu? Hidup siapa yang hancur? Apa terjadi sesuatu pada Raja? Katakan padaku?" tanya gadis itu bingung. Namun Ben terdiam dan tak mau menjawab pertanyaan Kiran. Sebaliknya, Ben menatap Kiran dengan tatapan benci sebenci-bencinya.


Model cantik itu semakin tidak mengerti dan juga tidak menyangka ... ternyata, ada juga pria yang benar-benar membencinya sampai seperti itu. Seketika Kiran langsung lemah lunglai tak berdaya seakan hidup matinya sudah berakhir sampai di sini. Ia hanya bisa menangis sendu menatap Ben yang berjalan mundur menjauhinya.


Karma, hukuman ... separah itukah kesalahan yang sudah kuperbuat? Apa yang terjadi sebenarnya? jerit Kiran dalam hati.


Yang dikatakan asisten Raja itu benar, tindakan Kiran memang salah. Waktu itu, Kiran hanya berambisi memiliki sang idola demi bisa mendongkrak popularitasnya karena ia adalah model pendatang baru. Sebagai sesama artis, sebenarnya Kiran tak begitu tertarik dengan Raja. Ia mau menerima perjodohan ini karena dipaksa keluarga.


Namun, tak mudah menakhlukkan hati seorang Raja, yang dikenal anti dekat dengan rekan sesama artis wanita yang masih lajang seperti dirinya. Karena itulah, Kiran melakukan berbagai macam cara untuk bisa mendapatkan Raja demi mencapai apa yang ia inginkan.


Sedangkan ucapan Ben padanya, bagai tamparan keras dalam hidup putri dari keluarga Cendana. Model cantik itu terlalu gegabah dalam bertindak tanpa tahu bahwa segala tindakan baik dan buruk itu ada balasannya. Jika kita berbuat baik, maka hasil yang kita dapatkan adalah baik juga. Sebaliknya, jika kita berbuat buruk, maka yang kita dapatkan adalah keburukan juga.

__ADS_1


Kini, Kiran sudah mulai menyadari kesalahannya dan sepertinya ia terlambat untuk menyesali perbuatannya. Nasi sudah menjadi bubur dan tak bisa dikembalikan lagi menjadi nasi lagi. Pasti terjadi sesuatu dengan Raja sehingga Ben semarah itu padanya. Wanita itu memilih memejamkan mata dan pasrah akan karma yang tengah dihadapinya sekarang. Ia hanya menangis sesenggukan karena mengira, para preman itu pasti akan menghabisinya dengan cara yang tidak bermoral.


Namun ternyata, dugaan Kiran salah besar. Setelah lama menunggu, tak terjadi apa-apa pada Kiran. Dengan hati tak menentu, ia kembali membuka matanya untuk mencari tahu apa yang terjadi karena tiba-tiba saja, suasana tampak sangat sunyi. Kiran tidak menyangka pada apa yang dilihatnya di depan mata. Ben sedang menghajar habis-habisan keempat preman itu tanpa suara dan semuanya sudah jatuh terkapar dan pingsan. Pantesan sepi, premannya koabs semua.


Sebagai asisten seorang artis, Ben harus selalu siap siaga dalam menghadapi segala kemungkinan yang ada terutama untuk para haters Raja. Karena itulah Ben selalu membawa alat penyengat listrik berdaya 1000 volt dimanapun ia berada untuk berjaga-jaga. Sekali sengat saja, maka sudah dipastikan orang yang terkena benda tersebut bakal langsung pergi ke alam baka tanpa sempat pamit apalagi bertobat. Dan itulah yang baru saja dilakukan Ben pada keempat preman itu.


"Ayo pergi dari sini!" seru Ben setelah ia berhasil melepas ikatan yang mengikat tubuh Kiran setelah memastikan para preman itu tidak bisa bangun lagi.


Asisten Raja juga melepas jas hitamnya lalu menutupkannya pada tubuh Kiran karena pakaian yang gadis itu kenakan sobek-sobek tak karuan akibat ulah bejaat para preman itu. Ben langsung mengantar Kiran ke rumahnya dan langsung pergi begitu saja tanpa bicara apa-apa untuk melaksanakan tugasnya mencari keberadaan Bulan yang entah ada dimana gadis itu sekarang.


Sejam kemudian mereka berdua tiba di kediaman Kiran dan Ben langsung pamit undur diri begitu Kiran turun dari mobil sedan hitamnya. Tak dapat digambarkan bagaimana perasaan Kiran saat ini. Ia hanya bisa menatap nanar kepergian pria yang baru saja menolongnya.


Jelas-jelas, tadi Ben terlihat sangat membencinya, ia bisa saja membiarkan Kiran hancur oleh para preman itu tadi. Tapi pria aneh itu malah menyelamatkannya dari karma yang harusnya ia dapat atas perbuatan buruknya.


"Menyebalkan sekali! Dia benar-benar menyebalkan!" Kiran tak langsung masuk ke dalam rumah dan malah menangis sesenggukan di depan pintu pagar rumah mewahnya sambil berjongkok dan menelungkupkan wajahnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2