Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
episode 53 Cinta Bulan dan Raja


__ADS_3

Karena permintaan Bulan, Raja menuruti keinginan ibunya untuk bermalam di kediaman kedua orangtuanya selama beberapa hari. Jennypun merasa senang dan bersikap baik sekali pada Bulan agar putranya tak lagi marah padanya. Namun, dibalik itu semua, Jenny punya maksud tersembunyi. Ia masih saja tidak menyukai Bulan dan bermaksud untuk membuat Raja membenci istrinya sendiri.


Firasat dan niat jelek ibunyapun sudah dirasa Raja sejak awal dan ia sendiri juga mengambil inisiatif untuk melindungi istrinya walau bagaimanapun caranya. Meski Raja sangat sibuk akhir-akhir ini, ia tetap meminta orang-orang kepercayaan Raja untuk menjaga dan membantu Bulan jika ibunya mulai menyusahkan istrinya.


“Apa tidak apa-apa kalau kau kutinggal di rumah ini sendiri bersama Mama selama aku pergi bekerja?” tanya Raja saat keduanya ada di dalam kamar Raja yang dulu.


“Tidak apa-apa, justru ini malah sangat bagus. Ibu bisa mengenalku lebih baik kalau kita tinggal bersama untuk beberapa hari. Jangan khawatir.” Bulan tersenyum manis agar suaminya tak terlalu mencemaskan dirinya.


Bulan mengamati sekitar kamar seorang artis ternama. Sama seperti kamar laki-laki pada umumnya. Kamar Raja banyak terdapat mainan khas anak laki-laki dan juga beberapa piagam serta piala semasa ia sekolah. Foto-foto masa kecil Raja juga terpajang rapi hampir memenuhi semua sudut ruang kamarnya yang berukuran lumayan besar.


Rupanya, sejak kecil Raja adalah anak yang berprestasi. Keluarganya menaruh harapan besar agar ia menjadi seorang dokter spesialis. Bahkan Raja sepertinya pernah menempuh pendidikan sebagai dokter bedah jantung, tapi entah kenapa ia malah beralih profesi menjadi seorang artis. Bulan sama sekali tidak pernah menyangka kalau suami artisnya ini punya multitalenta yang kuat. Tak hanya berparas tampan, ia juga sangat berpegang teguh pada prinsip hidupnya. Entah mengapa, jadi ingin mengenal lebih dekat seperti apa sosok suami artisnya ini.


Hampir semua kaum hawa yang ada diseantero jagat ini sangat mengidolakan dia. Dan Bulan adalah wanita paling beruntung di dunia karena telah dipersunting oleh seorang Raja. Selama menjadi artis, Raja jauh diterpa isu miring. Namun sekarang, Bulan merasa sangat gundah gulana dan gelisah.


Bukan karena ibu suaminya masih belum menerimanya sebagai menantu di keluarga ini melainkan karena ia tak sanggup membayangkan bila status Raja yang sudah menikah dengannya diketahui banyak orang. Entah bagaimana nasib karir Raja bila itu terjadi. Itulah yang paling dikhawatirkan Bulan saat ini.


“Jangan memandangiku seperti itu, kalau kau tiba-tiba jadi cinta mati padaku, aku akan langsung bertanggungjawab dengan senang hati,” ujar Raja saat melihat Bulan sedang memandanginya.


Bulan langsung buang muka. “Siapa yang memandangimu? Aku hanya melihat foto masa remajamu yang ada disebelahmu itu.” Bulan berkelit, padahal yang sedang dia lihat memang benar-benar Raja.


Sang artispun tak mudah dibohongi. Ia berjalan mendekat dan memeluk erat tubuh istrinya. “Apa bedanya, foto itu dan aku adalah orang yang sama. Katakan padaku Bulan, kau mulai jatuh cinta padaku, kan? Aku sudah mengaku kalau aku mencintaimu, tapi kau belum.”


Bulan tak langsung menjawab, matanya yang bersinar menatap kedua manik mata suaminya yang juga menatapnya dengan tajam. “Aku takut Raja,” ucap Bulan sambil menghela napas panjang.


“Takut? Kenapa kau takut?” tanya Raja mengernyitkan alisnya.

__ADS_1


“Tidak ada wanita di dunia ini yang tidak mencintaimu. Kau idola, kau sempurna, hanya wanita aneh yang tidak mencintai pria superstar multitalenta sepertimu. Termasuk juga aku. Mana mungkin aku tidak mencintaimu. Aku sangat mencintaimu meski aku tidak tahu sejak kapan.


“Hanya saja … aku tak ingin melambung terlalu tinggi sekalipun kau mencintaiku sekarang, sekalipun kau adalah suamiku seutuhnya, aku hanya tidak ingin terlalu terhanyut dalam cintamu karena jika suatu hari nanti aku terjatuh, maka rasanya akan sangat menyakitkan.” Bulan menunduk lesu untuk menyembunyikan matanya yang mulai berkaca-kaca. Tiba-tiba saja, Bulan jadi baper sendiri dengan perasaannya.


Tak dapat dipungkiri, sikap Raja yang baik padanya memang sudah meluluhlantakkan hati dan jiwa Bulan. Namun, Bulan tetap harus bersikap biasa karena ia sangat tahu siapa dia dan siapa Raja. Perbedaan dunia mereka begitu nyata seolah ada dinding tinggi menjulang berdiri kokoh diantara Bulan dan Raja. Sekuat apapun Bulan memanjat, agar bisa melihat Raja, ia tetap harus siap dan kuat bila seandainya ia terjatuh saat memanjat dinding penghalang tersebut.


“Tidak akan pernah ada abrasi dalam cintaku padamu Bulan. Kaulah satu-satunya wanita yang bisa membuatku jatuh cinta. Kau mengubah pandanganku tentang cinta dan kau juga mengubahku jadi seperti sekarang ini. Kau tak perlu memanjat dinding penghalang diantara kita bila kau takut jatuh. Biar aku saja yang manjat dan datang padamu. Dengan begitu, takkan ada lagi perbedaan diantara kita berdua. Kau paham maksudku, kan?” Raja mengatakan kalimat meyakinkan itu dan memeluk Bulan yang hanya bisa menganggukkan kepala.


Sungguh sweet dan romantis kisah Bulan dan Raja, perbedaan kasta dan strata diantara keduanya tak menyiutkan hati Raja untuk tetap mempertahankan Bulan disisinya sekalipun bila seluruh dunia menentangnya.


***


Keesokan paginya, Raja bersiap-siap untuk mengikuti serangkaian aktivitas keartisannya yang sudah terjadwal rapi. Sebelum berangkat, ia menyempatkan diri sarapan bersama dengan Bulan yang sudah rela bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuknya.


“Aku suapi, ya?” tawar Raja saat Bulan menuangkan nasi dan lauk untuk dirinya.


“Kau lah yang harus makan, bukan aku.” Bulan menolak halus tawaran suaminya tapi Raja tidak mau dengar, ia tetap menyendokkan makanan dan meminta Bulan membuka mulutnya.


“Jika kau tidak mau buka mulut, aku tidak akan makan apapun,” ancam Raja dan terpaksa Bulan membuka mulutnya. Iapun membalas menyuapi suaminya hingga selesai tanpa peduli pada pandangan mata Jenny yang menatap sinis pada keduanya.


Selesai sarapan, Raja pamit pada ibunya dan Bulan mengantar suaminya sampai ke depan pintu. Raja mencium mesra kening Bulan dan mengusap lembut perut rata istrinya dengan mesra.


“Aku pergi, jaga baik-baik saja di sini, aku akan meneleponmu sejam sekali,” bisik Raja ditelinga Bulan.


“Selamat beraktivitas, hati-hati di jalan,” ujar Bulan sambil tersenyum bahagia. Raja berjalan pergi sambal terus memandangi Bulan.

__ADS_1


Baru beberapa langkah ia berjalan, Raja kembali berjalan ke arah Bulan dan memeluknya dengan sangat erat. “Aku mencintaimu Bulan,” ujar Raja seolah enggan melepas pelukannya.


“Aku tahu, kau sudah mengatakannya berulang kali, aku juga mencintaimu, Raja. Sekarang pergilah, nanti kau terlambat. Jangan biarkan fansmu menunggu.” Bulan melepas pelukan suaminya dan kembali melambaikan tangan saat Raja berjalan menjauh dan hendak memasuki pintu mobil yang dibukakan Ben untuknya.


Namun, lagi-lagi Raja balik badan dan kembali berlari memeluk Bulan lagi. Raja benar-benar tak ingin meninggalkan Bulan di rumah ini sendiri. Berat rasanya kaki Raja melangkah pergi.


Seolah tahu apa yang dirasakan suaminya, Bulanpun mencoba memberi pengertian. “Raja, suamiku Raja, artis top terkenal Raja. Aku baik-baik saja, aku janji padamu … aku takkan pernah meninggalkanmu sekalipun aku harus mempertaruhkan nyawaku demi bisa terus bersamamu ….”


“Jangan bilang begitu, aku hanya takut kau kabur dariku.” Raja membungkam bibir Bulan agar berhenti bicara.


“Aku tidak akan kabur kemana-mana karena aku sudah tidak punya siapa-siapa. Kaulah satu-satunya yang kupunya sekarang. Jangan berlebihan begini, pergilah sebelum mamamu semakin marah dan akulah yang akan disalahkan nanti.” Bulan membujuk suaminya agar tidak balik memeluknya lagi seolah mereka akan terpisah lama.


Mendengar janji istrinya, Raja sedikit lega dan ia terpaksa meninggalkan Bulan sendirian dirumah bersama dengan ibunya. Setelah saling melambaikan tangan dan Raja menghilang dari pandangan, Bulan kembali ke dalam rumah dan mendapati ibu mertuanya berdiri tegak untuk menghadang jalan Bulan.


Bulan yang sudah memantapkan hati untuk tetap bertahan di sisi Rajapun tahu akan gelagat tak beres mertuanya. Namun, ini adalah perang dingin yang terjadi antara dirinya dan ibu mertuanya. Maka Bulan pun siap ready to fight menghadapi peperangan dalam bentuk apapun.


“Jangan pikir karena putraku jatuh cinta padamu dan kau sedang mengandung cucuku, aku bakal mengakuimu sebagai menantuku. Saat ini, kau boleh berbahagia menikmati pernikahan kalian. Tapi lihat saja, hal itu takkan berlangsung lama,” ujar Jenny serius memberi ancaman pada Bulan.


“Aku tak minta anda menerimaku sebagai menantu keluarga ini, Nyonya. Tapi jangan coba-coba memisahkan kami berdua karena kami takkan terpisahkan. Semakin Anda menyakitiku, maka sama artinya Anda menyakiti putra Anda sendiri. Sama seperti aku yang rela mempertaruhkan nyawaku supaya bisa bersama dengan Raja, Rajapun demikian. Sekalipun Anda membunuhku, maka saat itu juga, putra kesayangan Anda juga terbunuh.” Kata-kata Bulan benar-benar langsung kena di hati. Iapun pergi ke dalam kamarnya sambil menghela napas panjang setelah menutup pintu.


“Ini baru permulaan Bulan, kau kuat. Bertahun-tahun kau menghadapi cacian dan hinaan keluargamu sendiri, bahkan kau hampir mati di tangan ayahmu sendiri. Hanya satu orang, kau pasti bisa menghadapinya,” gumam Bulan menyakinkan dirinya sendiri saat perang dingin dengan Jenny.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2