
Bulan sama sekali tidak menyangka kalau Raja bakal mengetahui akun pribadinya yang sudah ia sembunyikan rapat-rapat dan berlagak sok tak kenal siapa Raja sebelumnya. Wanita cantic itu jadi kembali teringat saat pertama kali Raja datang ke hotel tempat Bulan bekerja dulu. Ia sungguh sangat terkejut karena salah satu idolanya datang ke tempat ia bekerja. Apalagi, dialah yang harus menyambut kedatangan idolanya sendiri.
Namun, hal tak terduga mengagetkan Bulan ketika secara tidak sengaja, ia mendengar percakapan antara Raja dan Ben yang membuat Bulan salah paham pada sang artis. Bulan mengira, artis idolanya adalah seorang G dan sejak saat itu, Bulan langsung ilfeel dengan Raja. Itulah alasan kenapa ia mengatakan pada Raja kalau dirinya tak pernah mengenal sang artis sebelumnya.
Kebencian Bulan semakin jelas ketika ia tahu bahwa orang yang merenggut kesuciannya adalah idolanya sendiri. Sungguh tak bisa dilukiskan dengan kata-kata seperti apa perasaan Bulan kala itu. Rasa kagum yang dulu pernah Bulan rasakan pada Raja sebagai artis idola yang banyak digandrungi para kaum hawa, mendadak berubah jadi rasa benci sebenci-bencinya. Apalagi, kesalahpahaman juga sempat terjadi antara Bulan dan Raja meski pada akhirnya, mereka dipersatukan dengan ikatan pernikahan.
Seiring berjalannya waktu dan perlakuan Raja yang selalu baik pada Bulan, membuat hati wanita yang tengah hamil muda ini kembali luluh. Rasa kagum akan siapa sosok Raja, kembali menghiasi hati Bulan. Dan sekarang, Bulan tak hanya kagum akan siapa Raja dan kepribadiannya. Melainkan ia sudah jatuh cinta pada idolanya sendiri. Saking cintanya, Bulan rela hancur demi Raja. Ia rela jika harus mendapat hujatan dan cacian di mana-mana asalkan Raja tetap pada posisinya sekarang.
Mata Raja masih menatap lurus manik mata Bulan yang diam membisu dihadapannya. Kedua insan ini sedang terhanyut dalam perasaan mereka masing-masing. Satunya merasa sangat bahagia karena wanita yang ia cintai adalah fan fanatik yang ia cari-cari. Satunya lagi merasa bersalah dengan situasi yang tengah terjadi antara dirinya dan ibu mertuanya. Bulan tidak tahu apa yang dilakukan Raja setelah ini.
“Kenapa kau diam saja?” tanya Raja dengan suara merdunya yang menggoda.
Bulan memikirkan jawaban agar tidak memperkeruh suasana tegang antara dirinya dan Raja sekarang. “Kalau aku bersuara … kau pasti akan langsung menciumku,” jawab Bulan jujur. Dan benar saja, Raja langsung mengecup mesra bibir istrinya.
“Itulah yang memang akan kulakukan.” Raja tersenyum, tapi Bulan malah jadi takut. “Pak sopir,” seru Raja pada sopirnya. “Bawa kami ke tempat yang jauh dari kota. Gunakan kecepatan penuh! Kau tahu tempat mana yang aku maksud,” perintah Raja pada sopir yang membawa mereka.
“Baik Tuan,” ujar sopir itu dengan lantang dan langsung menambah kecepatan mobilnya.
Raja juga mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Ben yang sampai saat ini masih bersama dengan Kiran. “Ben, jangan ganggu aku dan Bulan dulu sementara ini. Aku akan menghubungimu lagi nanti. Jangan tanya apapun, kalau ada yang mencariku, bilang saja kau tidak tahu.” Raja menutup panggilannya dan mematikan ponselnya agar tak ada lagi yang mengganggunya.
“Apa yang kau lakukan? Kenapa mematikan ponsel? Bagaimana kalau ada yang mencarimu dan itu sangat genting? Dan kita … mau pergi ke mana?” tanya Bulan, firasatnya jadi sangat buruk melihat sikap Raja tiba-tiba jadi aneh begini.
__ADS_1
“Kita akan pergi ke tempat … di mana aku akan mengeksekusimu karena telah berani berbohong dan membodohiku. Oh Bulan … kau membuatku … seperti orang bodoh. Apa kau tahu? Aku mengacuhkan akun yang sempat membuatku bahagia dengan kepolosannya karena aku telah menikah denganmu tanpa kutahu bahwa akun itu adalah kau sendiri. Aku jarang membaals DM nya dan semua like nya saat aku memposting apapun di medsosku demi dirimu tanpa ku tahu kalau orang yang kuacuhkan adalah istriku sendiri?” Raja menggigit bibir dan mengepalkan kedua tangannya di depan wajah Bulan antara geram dan kesal.
Bulan teringat, ia pernah dicueki oleh suaminya saat ia mengirim pesan, namun Bulan yang kala itu lagi iseng, mengira kalau suaminya ini sedang super duper sibuk sehingga tak sempat membalas pesannya. Tak disangka, Raja bersikap begitu hanya karena sang artis sudah menikah dengannya. Lucu emang, tapi kok kedengarannya ngenes juga, ya.
“Jadi begitu? Sepertinya … yang bodoh di sini adalah aku, bukan kau. Kukira kau cuek padaku karena kau sedang sibuk dengan aktivitasmu sebagai artis. Ternyata …”
“Ternyata apa?” tanya Raja, ekspresinya sulit sekali ditebak. Bulan jadi semakin takut sekarang.
“Ternyata … suamiku sangat sangat sangat sangat sangat mencintaiku lebih dari yang kutahu.” Bulan memberanikan diri menatap tajam mata Raja yang juga menatanya sejak tadi. Ia tidak tahu apakah harus menangis atau bahagia setelah mengetahui betapa besar cinta Raja untuknya.
“Pak sopir!” seru Raja tanpa berpaling dari wajah Bulan. Keduanya masih bertatap-tatapan mesra.
“Cepat tambah kecepatannya!” pinta Raja seolah tidak sabar ingin berdua saja dengan Bulan.
“Ini sudah kecepatan maksimum Tuan, sebentar lagi kita sampai,” terang sang sopir agak sedikit canggung melihat tuan mudanya menjadi tidak sabaran.
Selain manambah kecepatan, si sopir juga harus meningkatkan kewaspasdaan. Tapi sepertinya, Raja sudah tidak bisa bersabar lagi lebih dari ini.
Tak berselang lama, akhirnya Raja dan Bulan sampai di sebuah vila berlantai dua yang ada di kawasan puncak. Tak ada apa-apa di sekitar sini selain pepohonan rindang yang menjulang tinggi. Udara dingin langsung menusuk-nusuk tanpa izin hingga menembus tulang saking dinginnya. Raja melepas jasnya dan memakaikannya di bahu Bulan agar istrinya tidak kedinginan.
Raja menuliskan banyak sekali catatan dan menyerahkannya pada sang sopir. “Pak, beli semua yang aku tulis di kertas ini. Dan kembalilah nanti malam kemari dengan membawa semua barang-barang aku pesan.” Raja menyerahkan catatan kecilnya pada sang sopir.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara sopir Raja tersebut langsung melesat pergi meninggalkan Bulan dan Raja berdua saja di tempat sepi dan sunyi di vila ini.
“Kenapa kau menyuruh pak sopir pergi? Terus kita bagaimana?” tanya Bulan bingung.
Tak menjawab pertanyaan istrinya, Raja malah menggendong Bulan masuk ke dalam vila. Awalnya, Bulan berontak tapi Raja tetap kukuh menggendongnya hingga mereka sampai di kamar utama tepat di lantai dua. Raja meletakkan Bulan di atas ranjang dan menutup semua tirai yang ada di ruangan ini agar tak terlihat dari luar. Raja juga mengunci kamarnya rapat-rapat lalu memasukkan kuncinya di kantung celana hitamnya. Dengan begitu, Bulan tidak bisa keluar dari sini tanpa seizinnya.
Tindakan Raja kali ini benar-benar membuat Bulan takut. Tidak biasanya suaminya bersikap aneh begini. Ia jadi merasa seperti sedang diculik dan disandera oleh Raja.
“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau melepas kemejamu? Pakai lagi? Kalau kau mau mandi atau ganti baju, aku akan menunggu di luar!” Bulan hendak turun dari ranjang tapi langkahnya langsung dihalangi oleh Raja.
Hampir saja wajah Bulan menubruk pedang etalibun suaminya yang mendadak berdiri didepannya, tapi untunglah Bulan langsung memalingkan wajah dan menutup mukanya dengan kedua tangan.
Sial! Hampir saja kena! Ada apa dengan Raja? Batin Bulan antara malu dan juga takut.
Bulan menunduk untuk menyembunyikan wajah merah meronanya. Pas dia ngintip, Raja sudah melepas celananya dan melemparkannya ke segala arah. Langsung shocklah Bulan sekarang tapi sudah terlambat, Raja menyerang dan memeluk Bulan dengan sangat erat sehingga istrinya tak bisa berkutik lagi.
"Kita mulai eksekusinya," ucap Raja memancarkan kilatan mata penuh cinta.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1