
Tanpa izin Bulan, dan juga tak memedulikan tatapan heran neneknya, Raja menarik paksa tangan Bulan untuk pergi meninggalkan acara begitu saja disaat semua orang, masih terbengong-bengong atas kabar siapakah wanita yang menjadi calon istri Raja. Begitupula dengan ayah Raja sendiri, ia begitu terkejut karena sebelumnya, ibu kesayangannya itu tidak mengatakan apa-apa padanya mengenai calon pendamping hidup putra keduanya, tapi secara tiba-tiba malah mengumumkan wanita yang tak diketahui dari mana asal usulnya sebagai calon menantu dikeluarganya. Steve, selaku ayah Raja sama sekali tidak mengerti, apa rencana ibunya kali ini.
Sementara Bulan sendiri sebenarnya juka shock berat mengetahui semua ini. Ia bahkan merasa kalau ini hanyalah mimpi disiang bolong yang jelas tidak akan pernah mungkin terjadi. Namun tarikan tangan pria yang tak ingin ia temui membuat Bulan sadar bahwa kejadian ini benar-benar nyata dan bukan mimpi belaka. Dari balik punggung Raja, Bulan menatap nanar pria yang berjalan dihadapannya.
Setelah keluar dari lokasi acara, Raja membawa Bulan masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai paling atas yang ada di hotel ini. Keduanya saling berdiri dalam diam dan Raja tetap memunggungi Bulan dengan segudang amarah tak terkira. Melihat situasinya sedang sangat rumit dan tak terduga, wajar kalau Raja tak mau keluar ataupun menjauh dari hotel ini.
Sebab, diluaran sana, ada banyak sekali wartawan dan paparazi serta fans-fans fanatik Raja yang pasti bakalan jadi heboh bila mereka semua melihat sang artis keluar hotel sambil membawa seorang wanita asing. Tak menuntut kemungkian, Bulan yang kini sedang bersama dengan Raja akan menjadi bahan bullyan fans garis keras sang idola. Dan Raja, tidak mau ribet dengan hal itu.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, makanya Raja membawa Bulan ke lantai 52. Setibanya di sana, ia masih menuju lantai atasnya lagi melalui tangga yang tersedia dan langung menarik paksa Bulan kehadapan Raja ketika keduanya sudah ada di loteng hotel yang luasnya melebihi lapangan sepak bola.
"Jadi ini rencanamu, ha?" teriak Raja mulai melampiaskan amarahnya. Matanya memelototi Bulan yang sedikit kesakitan akibat cengkeraman kuat tangan Raja barusan. "Kau menjebakku agar menidurimu, lalu kau pura-pura menghindar dan kabur dariku? Hebat sekali kau! Kau kembali setelah berhasil meyakinkan nenekku untuk menjadikanmu calon cucunya. Wuah, luar biasa, sangat sangat hebat! Kau pasti punya bakat akting yang bagus!" Raja bertepuk tangan untuk menyindir Bulan. Tatapan matanya benar-benar menjengkelkan.
Mulut Bulan langsung menganga lebar kala mendengar tuduhan pedas pria yang amat sangat dibencinya ini. Bukannya meminta maaf atas apa yang sudah pria ini lakukan padanya, Raja malah seenak jidatnya memfitnah Bulan yang bukan-bukan. Sungguh, Bulan tak bisa menerima semua ini tapi ia mencoba menenangkan diri sendiri. Ia sudah tidak punya tenaga untuk emosi apalagi meladeni tuduhan tak berdasar dari artis menyebalkan ini.
"Jangan sok terkejut begitu, aku sangat tahu seperti apa tipe wanita sepertimu. Kau benar-benar munafik sekali!" tuduh Raja lagi semakin membuat terluka hati Bulan. Kata-katanya begitu kasar dan menusuk-nusuk hati hingga menembus relung hati yang terdalam.
Bulan hanya bisa menunduk meredamkan amarahnya sendiri. Ia sungguh tak punya tenaga lagi untuk meluapkan amarahnya yang sudah berada dipuncak kepala.
Oke, ini bukan apa-apa, kau sudah sering mendapat caci maki dari semua orang. Kau juga sering dituduh yang bukan-bukan seperti ini. Semua itu sudah menjadi makananamu sehari-hari, Bulan. Kuatlah! batin Bulan mencoba menenangkan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kenapa kau diam saja! Lihat aku!" bentak Raja dengan lantang dan Bulan langsung menatapnya tajam melebihi pedang tertajam di dunia.
"Kau sudah selesai?" tanya Bulan dengan suara gemetar saking marahnya, tapi ia tak bisa mengeluarkannya.
"Apa maksudmu? Selesai apanya?" alis Raja mulai berkerut.
"Terimakasih atas tuduhan dan caci makimu, tapi asal kau tahu, aku bukanlah orang seperti yang kau tuduhkan!" cetus Bulan. "Kau bilang apa tadi? Aku munafik? Kau jauh lebih munafik dariku! Dasar banci!"
"A-apa? Kau bilang aku apa? Banci? Aku?" Raja menunjuk wajahnya sendiri tak percaya ternyata ada orang yang berani mengatainya 'banci'. "Kau tahu kau sedang bicara dengan siapa?"
"Tahu! Kau adalah pria manja yang tidak bertanggungjawab! Kau banci!" ulang Bulan lagi sengaja meledek Raja. Ia tak peduli pria yang berdiri didepannya ini artis papan atas atau bukan, baginya Raja adalah pecundang. "Di tempat umum bahkan kau memaksa asistenmu sendiri berciuman, apa namanya kalau kau itu tidak banci?" serang Bulan tak kalah pedas dari kata-kata Raja.
"Kau!" Raja mengangkat satu tangannya hendak menggampar Bulan, tapi niatnya itu langsung ia urungkan.
Wanita menyebalkan ini salah paham padaku, batin Raja.
"Kenapa?" tanya Bulan marah. "Kau mau menamparku? Tampar aku!" tantang Bulan tak takut sedikitpun pada Raja.
"Dasar wanita murahan!" geram Raja dan ...
__ADS_1
Plak!
Sebuah tamparan keras langsung mendarat di pipi mulus kinclong Raja. Sudah bisa dipastikan seperti apa shocknya sang artis karena untuk pertama kali dalam hidupnya, ia ditampar seorang wanita yang bukan siapa-siapa.
"Ka-kau ... menamparku?" Mata Raja menatap Bulan penuh api kebencian.
"Kau mau balas menamparku juga? Silahkan! Ini! Tamparlah!" seru Bulan sambil mendekatkan pipinya ke arah Raja. Tentu saja sebagai laki-laki, pantang bagi sang artis memukul wanita meskipun ia sangat membenci wanita ini. Seorang pelayan pula.
"Kenapa?" teriak Bulan. "Kau tak berani menamparku? Bukankah kau sangat membenciku? Kau pikir siapa kau? Mentang-mentang kau artis, kau bisa bersikap seenak jidatmu padaku? Kau pikir aku suka dijodohkan oleh nenek denganmu setelah apa yang kau lakukan padaku malam itu? Aku bahkan tidak tahu kalau pria yang merenggut kehormatanku adalah cucunya! Kalau aku tahu dia adalah nenekmu! Aku tidak akan pernah mau menolongnya! Aku benci padamu! Kau dengar itu? Aku sangat membencimu!" Bulan sangat emosi sampai air matanya keluar.
Ini sudah diambang batas kesabarannya dan Bulan sungguh tak mau melihat orang ini lagi. Ia langsung berlari pergi meninggalkan Raja yang tertegun karena shock atas ucapan Bulan barusan.
Mata Raja terus mengamati kepergian Bulan sambil memegangi pipinya yang terasa panas. Sebelum gadis malang itu sampai diambang pintu, Bulan berbalik arah pada sang artis dan mengatakan kalimat yang membuat Raja tertegun.
"Katakan pada nenekmu, aku menolak perjodohan ini! Lupakan masalah yang terjadi diantara kita dan anggap saja kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Jika kau melihatku atau aku melihatmu, berpura-puralah untuk tidak saling mengenal. Aku ... tidak mau berurusan dengan orang sepertimu. Jika nenekmu masih bersikeras akan menjodohkan kita berdua, katakan padanya kalau aku akan segera menikah dengan orang lain. Bukan dengan orang sepertimu!" seru Bulan dan iapun pergi menghilang dari balik pintu.
Raja hanya diam dan juga bingung sendiri. Bila diluaran sana banyak wanita berlomba-lomba menyatakan cinta padanya dan sangat ingin bisa bertemu dengan Raja. Maka lain halnya dengan Bulan yang secara terang-terangan mengatakan kalau gadis itu sangat membeci dirinya. Bahkan sampai tidak mau mengenal siapa Raja. Situasinya jadi tak terkendali sekarang, entah mengapa timbul rasa bersalah yang begitu besar dalam hati Raja setelah mendengar ucapan seorang wanita yang memang sudah ia nodai secara tak sengaja.
"Aaaarrgghh!" Raja berteriak sekencang-kencangnya. Bulan bahkan sempat bisa mendengar teriakannya, tapi gadis itu tidak peduli dan lebih memilih pergi.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***