Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
episode 63 Kiran dan Ben


__ADS_3

Malu tapi mau … Kiran mengangguk pelan sambil menunduk menyembunyikan wajah merah meronanya di depan Ben. Aneh rasanya, bila tiba-tiba mengaku cinta pada seorang pria yang bahkan Kiran tidak tahu, apakah Ben juga mencintainya atau tidak. Namun, tak dapat dipungkiri kalau Kiran sudah tidak bisa menyembunyikan perasaannya lagi. Ia sungguh mencintai Ben dan sudah terlanjur terjun ke dalam lautan cinta yang ia rasakan sendiri tanpa peduli cintanya berbalas atau tidak.


Diluar dugaan, Ben langsung meraih pinggang wanita cantik yang ada dihadapannya. Ciuman manispun mendarat mulus di bibir gemetar Kiran sampai gadis itu shock bukan kepalang. Matanya terbelalak menatap wajah Ben yang menciumnya dengan sepenuh hati. Mata pria tampan itu terpejam seolah merasakan apa yang Kiran rasakan sekarang.


Ditepian danau dengan pemandangan menakjubkan yang menggetarkan dada, sepasang dua insan sedang dimabuk kepayang oleh mahligai cinta yang baru saja mereka bangun bersama begitu saja, tanpa terencana, dan pastinya tak terduga. Ben terus memeluk tubuh Kiran dengan sangat erat. Perasaannya kacau tapi ia butuh seseorang untuk menenangkan hatinya dan orang itu adalah Kiran.


“Ben … kau … kau emncintaiku juga? Benarkah?” tanya Kiran antara percaya dan tidak percaya.


Ben mengangguk pelan, matanya terbuka dan emnaatap sedih wajah Kiran. “Aku tertarik padamu dihari kita pertama bertemu, jika kau merasa kehilangan salah satu sepatumu, itu ada padaku.” Ben mengakui perasannya.


Sayangnya, raut wajah Ben sangat tidak sepadan dengan pengakuan cinta yang ia ucapkan pada Kiran. Orang kalau baru jadian dengan pasangan yang diinginkan, pasti tampak berbinar-binar senang dan bahagia. Namun yang terlihat dari Ben malah sebaliknya, wajahnya sendu seolah ia menahan kesedihan begitu dalam seolah ia baru saja ditinggal mantan.


“Ada apa sebenarnya … ini … bukanlah Ben yang ku kenal.” Kiran langsung paham, ia mencoba meminta pria yang baru saja menjadi kekasihnya untuk menceritakan apa yang membuat asisten Raja ini jadi aneh begini meski dalam hati, Kiran bersorak senang karena pria yang ia suka membalas perasaannya.


Tanpa ragu, akhirnya Ben pun mulai mengungkapkan semua isi hatinya. Tanpa diberitahupun, Kiran sangat tahu kalau kekasih hatinya ini sedang galau akut. Ben memberitahu alasan kegalauannya termasuk pernikahan Raja dengan Bulan yang terpaksa disembunyikan dan alasan kenapa mereka berdua masih merahasiakan status hubungan suami istri mereka.


Mulut Kiran menganga lebar dan hampir tak percaya mendengar penjelasan kekasih hatinya. Tanpa sadar, model cantic itu terhuyung mundur seolah tak kuasa mendengar fakta mengejutkan yang diceritakan Ben padanya terlebih apa yang dialami Bulan, berawal dari kesalahannya.


Kini, ia tahu kenapa Ben sangat membencinya kala itu, ternyata … Kiranlah penyebab malapetaka yang diterima Bulan dan Raja. Sekarang, mereka berdua sedang dalam masalah besar karena ibu Raja tak menerima kehadiran Bulan karena gadis itu di cap sebagai gadis nakal yang cuma bisa memanfaatkan Raja sebagai artis ternama.

__ADS_1


“Tidak mungkin,” ujar Kiran sambil gemetar. Rasa shock masih melanda dan memenuhi pikirannya.


Jelas sudah mengapa pria yang ia cinta jadi stress berat begini. Secara tidak langsung, Kiranlah penyebab semuanya, seandainya dulu ia tak mencoba menjebak Raja, mungkin hal seperti ini takkan pernah terjadi. Dibandingkan dirinya, pria tampan yang berdiri dihadapannya ini tampak lebih sedih sehingga hati Kiran ikutan trenyuh juga.


“Maafkan aku, Ben. Sungguh … aku tidak tahu … semua ini salahku. Kau jadi seperti ini juga karena aku. Tapi … aku takkan membiarkan masalah ini berlalu begitu saja. Prinsipku, berani berbuat, harus berani bertanggungjawab. Kau tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa dengan Raja ataupun Bulan. Mereka berdua akan tetap bahagia. Aku jamin itu.”


Usai berkata seperti itu, Kiran beranjak pergi meninggalkan Ben, tapi lengan gadis itu langsung di tarik oleh asisten Raja hingga jatuh kepelukannya. “Kau mau ke mana?” tanyanya.


“Melakukan apa yang harusnya sejak dulu kulakukan!” cetus Kiran.


“Memangnya apa yang akan kau lakukan? Saat ini, tuan muda Raja dan nona Bulan tak bisa diganggu oleh siapapun. Aku juga sedang menunggu kabar kapan tuan Raja akan menemuiku. Tetaplah bersamaku dan jangan pergi kemanapun.”


“Bukan cuma kau yang bersalah, seandainya aku dan tuan Raja tidak taruhan, mungkin ia takkan mengakui nona Bulan sebagai kekasihnya didepanmu. Secara tidak langsung, akulah orang yang paling bersalah dalam hal ini.”


“Apa?” pekik Kiran semakin terkejut dengan pengakuan Ben soal taruhan. “Harusnya, kau bilang padaku lebih awal, kenapa baru mengatakannya sekarang? Ibu Raja sangat membenci Bulan dan itu semua karena salah paham. Oh, Ben … kau membuatku menjadi wanita paling jahat di dunia ini. Aku menghancurkan hidup seseorang, dan kau tahu tapi tak memberitahuku?”


“Itu kecelakaan, meskipun bukan karena kau ataupun aku, aku yakin takdir sudah menggariskan hidup tuan Raja dan nona Bulan jadi seperti ini. Tidak ada gunanya kita menyalahkan diri sendiri atas apa yang menimpa orang lain. Yang bisa kita lakukan sekarang hanya mendukung dan membantu mereka berdua mengatasi tekanan publik jika benar tuan Raja mengungkap hubungannya dengan nona Bulan. Kau sangat tahu apa yang bakal terjadi setelahnya. Itulah yang membuatku stres berat, aku tak bisa membayangkan apa yang terjadi pada tuan Raja jika seluruh fans fanatiknya tahu soal pernikahannya.”


Kiran tertegun, semua yang dikatakan Ben benar adanya. Masalah Raja, bukan hanya terletak pada ibunya, melainkan pada semua fans fanatiknya apakah masih mau menerima Raja dan berlapang dada merelakan sang idola membangun mahligai rumah tangga bersama dengan wanita yang Raja cinta.

__ADS_1


Untuk sementara ini, Raja mungkin vakum dulu sebagai artis dan fokus pada keluarga kecilnya. Ber jam-jam lamanya Ben mencoba memahami kehidupan seorang Raja. Dan pada akhirnya, ia mengambil kesimpulan bahwa cinta bisa mengubah segalanya. Bahagia bisa berubah menjadi duka begitu pula sebaliknya. Tak ada yang bisa memahami arti cinta kecuali sang pemilik cinta itu sendiri.


“Antar aku ke tempat Raja dan Bulan sekarang,” seru Kiran tiba-tiba.


“Untuk apa?”


“Nanti aku jelaskan, ayo!” Kiran menarik tangan Ben kembali masuk ke dalam mobil dan meminta sang asisten pergi mengantarnya menuju kediaman Bulan dan Raja sekarang.


Lokasi tempat Raja lumayan jauh juga dari posisi Ben dan Kiran sebelumnya. Butuh waktu ber jam-jam lamanya untuk bisa sampai ke tempat si artis dan istrinya berada. Begitu sampai, Kiran langsung keluar dari dalam mobil dan membunyikan bel vila mewah milik Raja.


“Apa yang membawa kalian kemari?” tanya Raja langsung saat ia membuka pintu rumahnya.


Dari dalam, Raja sudah tahu kedatangan Ben dan Kiran melalui alat pemantau yang terpasang di sekitar kediaman Raja. Bulan juga terkejut melihat Ben dan Kiran datang bersama di tengah malam buta begini.


“Tuan Ben. Nona Kiran masuklah,” seru Bulan dari balik punggung Raja.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2