
Semua orang mulai bertanya-tanya dan juga heran serta banyak yang mengira kalau nenek Raja kurang paham, akan apa yang ia lakukan di atas panggung. Sebab, hadiah yang harusnya diberikan kepada Dinda, malah ia berikan pada Bulan yang juga tak kalah terkejut dengan semua orang yang ada di sini termasuk juga Raja sendiri. Bulan tak bisa langsung menerima hadiah tersebut, tapi nenek Raja itu malah memelototi Bulan agar segera mau menerima hadiah pemberiannya.
Sejujurnya, Bulan takut dengan sang nenek yang suka sekali menjewer telinga seperti yang pernah ia lakukan saat Bulan menolak untuk dipermak di salonnya. Jewerannya lumayan sakit juga sehingga gadis itu terpaksa menurut dan akhirnya iapun harus bersama dengan nenek itu di sini. Kali inipun sama, Bulan terpaksa mau menerima hadiah pemberian si nenek karena ia takut di jewer lagi.
Sayangnya, setelah serah terima hadiah antara Kenzie dan Bulan, tidak ada seorangpun yang bertepuk tangan karena mereka semua bingung sendiri atas apa yang dilakukan nenek Raja. Sedangkan Dinda, jangan ditanya, walau ia bersikap biasa dan hanya melihat saja, gumpalan dendam dan sakit hatinya seolah ingin meledak tapi mati-matian ditahannya. Ia tak ingin terlihat buruk dimata para petinggi hotel hanya karena masalah ini. Benar-benar musang yang licik.
MC panggung yang awalnya terkejut juga langsung bertindak cepat, ia segera mencairkan suasana tegang akibat kesalahan yang dilakukan perwakilan keluarga Athrazka dan mencoba meluruskan insiden kecil ini. "Ee ... permisi Nyonya, anda salah memberikan hadiahnya. Bukan Nona ini yang mendapat hadiah, melainkan nona Dinda yang berdiri di sana," terang sang MC sambil menunjuk arah Dinda. Gadis itu langsung pura-pura tersenyum ramah pada nenek Raja. Namun, si nenek malah mengisyaratkan kebencian begitu besar sehingga Dinda jadi salting sendiri.
"Bagaimana bisa aku memberikan penghargaan pada pelayan yang sengaja menghina dan mengusirku dari sini, Mister? Apakah pelayan seperti dia layak mendapatkan hadiah ini? Tidak! Kalian semua yang ada di sini tidak tahu seperti apa wanita yang kalian anggap paling teladan ini!" mata Kenzie menatap tajam sang MC yang langsung memicingkan mata lantaran masih tidak mengerti pada apa yang dikatakan nenek Raja barusan. Namun, wanita berkelas sekelas Kenzie, tidak akan main-main dengan ucapannya, pasti ada sesuatu yang terjadi sehingga Kenzie bicara seperti itu.
"Apa maksud anda, Nyonya? Jelaskan pada kami? Kami sungguh tidak mengerti, bagaimana anda bisa berkata begitu? Kapan staf kami yang bernama Dinda ini mengusir anda? Itu jelas tidak mungkin terjadi karena semua staf di hotel ini sangat ramah dan welcome pada siapapun yang datang ke hotel ini," jelas MC. Para petinggi hotel juga saling pandang menanyakan hal sama seperti yang ditanyakan sang MC.
__ADS_1
"Memang benar, tapi tidak untuk wanita itu!" Kenzie sengaja menunjuk lurus wajah Dinda yang langsung pucat pasi. "Tadinya aku juga mengira sama sepertimu, semua karyawan di sini ramah dan welcome pada siapapun. Tapi ternyata tidak dengan wanita itu, dia menghinaku, merendahkanku dan bahkan mengusirku. Mungkin dia tidak kenal aku yang sekarang, tapi aku yakin dia ingat nenek compang-camping yang tadi siang dia usir paksa dari sini. Benar kan nona Dinda? " sindiran telak dari Kenzie untuk Dinda.
Terang saja Dinda tidak tahu karena ia merasa tak pernah bersikap tidak baik pada wanita anggun sekelas nenek Raja dan sudah lupa pada apa yang ia lakukan tadi siang terhadap Bulan dan nenek yang Kenzie bicarakan. Namun, tubuh Dinda langsung terkesiap tatkala salah satu pengawal Kenzie memperlihatkan cctv hotel yang merekam kejadian saat ia mengusir nenek-nenek berpakaian compang-camping dan memecat Bulan dengan kasar.
Kejadian itu, tentunya membuat shock semua orang yang melihat rekaman tersebut. Rupanya, Dinda tak sebaik yang mereka kira. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah, Dinda baru tahu kalau nenek yang ia rendahkan itu adalah wanita anggun yang berdiri dihadapannya. Seketika semua orang langsung memandang benci Dinda akan sikapnya yang hanya bisa menilai penampilan orang dari luarnya saja. Sebaliknya, semua orang langsung bersimpati pada Bulan yang punya kebaikan hati kerena rela kehilangan pekerjaan demi membela sang nenek.
"Setelah kalian melihat rekaman cctv ini, aku rasa ... aku tak perlu menjelaskan alasan kenapa aku memberikan hadiah ini pada orang yang lebih pantas mendapatkannya daripada wanita berhati busuk itu. Mungkin kinerjanya selama ini memang bagus dan berpengaruh besar akan kemajuan hotel kita ini. Sayangnya, ia hanya bisa menilai seseorang hanya dari luarnya saja. Aku rasa, karyawan seperti dia ... akan menjadi boomerang kita suatu hari nanti jika ada orang lain yang mencoba menjadi sepertiku. Padahal kalian semua tahu, alasan kenapa aku menyamar, itu karena agar aku bisa menilai seperti apa para pelayan staf di hotel ini. Dan sekarang, aku serahkan masalah ini pada pengurus hotel apakah mempertahankan karyawan seperti wanita itu atau tidak."
"Nona Dinda, silahkan temui manajer hotel," bisik MC pada Dinda yang wajahnya sudah tak dapat didefinisikan lagi. Akan lebih baik kalau insiden ini diproses secara intern dan tak perlu di-ekspose dihadapan publik.
Sungguh Dinda tidak pernah menyangka kalau kedua wanita cantik berbeda usia ini ternyata adalah Bulan dan nenek-nenek berpakaian compang-camping yang sudah ia perlakukan dengan kasar. Seketika, Dinda berlari dan berlutut dihadapan sang nenek untuk meminta maaf atas kesalahan yang ia perbuat. Hal itu Dinda lakukan supaya publik juga bersimpati padanya, tak hanya kepada Bulan saja.
__ADS_1
"Maafkan saya, Nyonya. Sungguh saya tidak tahu dan memang sayalah yang salah, tapi ... jangan biarkan saya dipecat dari sini Nyonya? Saya mohon." Dinda mengeluarkan air mata buayanya sambil mengatupkan kedua tangan memohon belas kasih nenek Raja.
Sayangnya, Kenzie bukanlah wanita lemah dan rapuh yang mudah percaya pada orang semacam Dinda. Puluhan tahun hidup di dunia fana, membuatnya hafal betul perangai setiap orang yang pernah bertemu dan berhadapan dengannya.
"Harusnya kau juga berpikir dulu sebelum kau memberhentikan pekerjaan seseorang hanya karena keegoisanmu. Sekarang, kau harus merasakan apa yang dirasakan Bulan setelah ia kau pecat secara tidak adil hanya demi membela wanita miskin sepertiku. Kau memperlihatkan pada kami bagaimana tingkatanmu dan tingkatanku. Sekarang, setelah kau mengetahui siapa aku, kau baru memohon maaf padaku? Tidakkah kau berpikir kalau usahamu ini sudah terlambat? Mungkin akan sangat berbeda jika kau datang padaku sebelum acara ini berlangsung." Kata-kata sang nenek semakin menambah citra buruk Dinda dimata semua orang.
"Huuuuu ...." seru semua orang karena geli melihat aksi Dinda yang sudah ketahuan sifat aslinya.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1