Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
episode 48 Kekuatan Cinta Mengubah Segalanya


__ADS_3

Di luar mall, Raja sudah menunggu Ben dan meminta sopirnya yang lain untuk segera mengantarkan semua barang-barang yang ia beli untuk Bulan. Tak lupa, Raja juga menulis pesan di dalamnya yang isinya ingin mengajaknya makan malam bersama seusai Raja pulang kerja. belum apa-apa Raja sudah membayangkan seperti apa ekspresi wajah istrinya kala membaca pesan darinya.


Hati Raja masih berbunga-bunga ketika memikirkan wajah cantik Bulan. Pikiran sang artis tak bisa lepas dari istrinya. Sejak tadi, Raja tak bisa berhenti senyam-senyum sendiri sampai kehadiran Ben di dalam mobil tidak ia sadari.


"Maaf, saya sedikit terlambat Tuan, saya harus membereskan sedikit masalah yang akan menjadi bumerang nantinya. Bagaimana kalau kita berangkat sekarang?" tanya Ben melirik Raja dari kaca spion mobil depan tempat ia duduk di samping sopir.


Tidak ada sahutan, Raja masih asyik dengan pikirannya sendiri dan tak menggubris ocehan Ben. Raja bahkan sibuk berbalas pesan dengan Bulan.


"Tuan? Apa ... anda bisa dengar saya?" tanya Ben lagi. Kali ini, ia menoleh pada Raja dan langsung memicingkan mata ketika melihat tuannya senyam-senyum sendiri seperti orang gila.


Astaga, ada apa dengan orang ini? batin Ben bingung. Ben memberanikan diri menepuk pelan bahu Raja agar ia tersadar dari lamunannya.


"Tuan Raja ..." ujarnya dan Raja langsung menatap wajah Ben karena terkejut.


"Darimana saja kau? Lama sekali? Apa yang kau bicarakan dengan model nggak waras itu?" tanya Raja agak gelagapan karena baru sadar kalau Ben sudah di dalam mobil dengannya.


"Saya ... hanya ingin memastikan nona Kiran tak menyebarkan gosip aneh tentang keberadaan Tuan di sini," terang Ben agak keki karena penjelasannya yang sebelumnya tak didengar Raja.

__ADS_1


"Huh, aku tak peduli, justru aku menantikan wanita gila itu menyebarkan gosip miring tentang siapa kekasihku. Dengan begitu, aku bisa mengadakan konferensi pers dan membuat pengakuan bahwa Bulan adalah istriku yang sedang mengandung anakku. Kau tak perlu melakukan apapun untuk mencegah kabar tentang diriku yang sudah memiliki pasangan hidup." Raja tersenyum dan mengirim pesan pada Bulan lagi untuk menanyakan apakah ia sudah mandi apa belum.


"Tapi ... bagaimana dengan popularitas anda Tuan?" tanya Ben dan Raja langsung menatap sinis wajah asistennya.


"Ben ... aku tak peduli, saat ini aku sudah jadi suami dan sebentar lagi akan memiliki anak. Kebayang nggak, sih? Awalnya aku tidak percaya, tapi entah kenapa aku sangat bahagia membayangkan diriku punya keluarga kecil yang bahkan dalam mimpipun aku tak pernah memikirkannya. Aku tak menginginkan apapun lagi sekarang. Bulan dan anakku adalah hidupku, bodo amat dengan popularitasku. Mungkin aku memang akan mengecewakan banyak fansku. Tapi aku harap mereka mengerti dan berbalik mendukungku."


Asisten kepercayaan Raja itu tertegun mendengar keputusan tuannya. Ia tak pernah mengira kalau Raja bakal berubah drastis seperti ini. Dari yang tadinya sangat setia dan hanya hidup demi para fans fanatiknya, kini Raja sudah berubah haluan untuk lebih mementingkan kehidupan pribadinya sendiri. Mungkin inilah yang dinamakan dengan petuah 'kekuatan cinta bisa mengubah segalanya'.


"Baik, akan saya ingat itu. Kita akan melakukan pemotretan setelah ini. Apa anda ingin sarapan dulu?" tanya Ben perhatian juga pada Raja. Sejujurnya, ia menyuakai Raja yang sekarang.


"Oh iya ... suruh pelayan rumah untuk melayani semua makanan yang dikonsumsi istriku. Aku tak mau dia kenapa-napa karena kurang gizi. Turuti saja apa yang ia minta yang penting sehat untuk kandungannya. Jika ia ingin pergi ke mana-mana kalian semua harus mengawalnya dengan ketat. Jangan sampai Bulan telat makan atau kelelahan. Suruh dia istirahat sebanyak-banyaknya. Kalian semua harus jaga Bulan dengan baik," cerocos Raja tanpa henti dan perintahnya itu benar-benar membingungkan.


"Tenanglah Tuan, jangan khawatirkan nona Bulan. Ia aman dan terjaga selama ada di dalam rumah. Sekarang giliran anda yang harus sarapan. Aktivitas anda hari ini lumayan padat juga." Ben semakin terkejut juga karena ternyata tuannya bisa seperhatian itu pada seorang wanita.


Selama ini, Ben pikir Raja itu adalah orang yang keras kepala dan suka berbuat seenaknya, siapa sangka ia bisa se sweet itu pada Bulan. Kini, Ben paham dan mengerti, kalau Raja sedang jatuh cinta, maka dunianya akan jadi berbeda tak seperti sebelumnya. Raja yang sekarang, sudah banyak mengalamai perubahan dan semua itu karena kehadiran Bulan.


"Pesankan makanan yang juga di makan Bulan pagi ini, meskipun aku tak bisa menemaninya sarapan bersama, setidaknya kami sarapan menu yang sama," pinta Raja sambil senyam-senyum sendiri.

__ADS_1


Ben tertegun, segitu bucinkah Raja pada Bulan sampai harus seperti itu? Namun ia tak bisa menolak apapun keinginan Raja dan terpaksa menuruti semuanya. Ben pontang panting mencari makanan sama seperti yang dikonsumsi Bulan. Tak hanya itu, Raja juga meminta berhenti di pinggir jalan untuk membeli banyak bunga dan bermaksud akan ia berikan pada Bulan.


Kerepotan Ben atas kebucinan Raja tak berhenti sampai di situ. Meski sibuk, sang artis terus menanyakan apa saja yang dilakukan Bulan setiap detiknya selama Raja menjalani serangkaian aktivitas keartisannya. Ben sampai kualahan menjawab semua pertanyaan Raja bahwa Bulan baik-baik saja di rumah.


Sampai akhirnya, Ben mendapat kabar kalau ibu Raja datang ke rumah dan kini sedang membawa Bulan jalan-jalan keluar dengannya. Raja yang juga menerima kabar tersebut meminta untuk menghentikan pemotretan tiba-tiba dan bermaksud menyusul pergi ke tempat Bulan dan ibunya berada. Raja khawatir kalau ibunya akan membuat Bulan kerepotan mengingat istrinya masih belum diterima oleh ibunya sepenuh hati.


Seharian ini, tingkah Raja sangat aneh tak seperti biasanya. Beberapa kru stasiun televisi dibuat senewen dengan sikap Raja yang seolah ingin segera pergi meninggalkan lokasi syuting, baik syuting iklan ataupun syuting acara yang lain. Namun, karena Raja adalah artis mahal dan sangat padat merayap jadwalnya, merekapun mengerti dan mulai menyesuaikan jadwal dengan Raja.


"Bagaimana bisa ibu datang ke rumah tanpa memberitahuku lebih dulu? Ke mana mereka sekarang pergi?" tanya Raja yang kini sudah berada kembali di dalam mobilnya. Sedangkan Ben langsung mengamati tabletnya untuk melacak keberadaan Bulan.


"Mereka pergi ke salon tempat biasa ibu anda datang, Tuan." Ben meberitahu lokasi keberadaan Bulan saat ini.


"Cepat! Kita meluncur ke sana!" tandas Raja. Ia sangat khawatir pada Bulan. Mudah-mudahan saja, ia tak diapa-apakan oleh ibunya.


Mobil alphard hitam Raja meluncur cepat menuju tempat Bulan dan mertuanya kini berada.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2