
Masih berlindung di balik jas hitam Raja, Bulan dan suaminya yang juga merupakan artis papan atas ternama, berjalan cepat menuju mobil van hitam Raja yang sudah menunggu di pintu luar hotel. Sedangkan Ben, berbelok arah membawa masuk Kiran ke mobil van hitam lain untuk menghindari paparazi yang berusaha mengorek informasi tentang siapakah orang-orang yang keluar dari hotel dengan pasangan masing-masing, tapi wajah mereka semua ditutupi dengan jas hitam sehingga mengundang tanda tanya besar siapakah dua pasangan tersebut.
Tak sedikit pula wartawan yang langsung mencuri gambar pasangan-pasangan ini meski mereka tidak tahu siapakah mereka karena wajahnya tak terlihat. Namun, banyak spekulasi bahwa mereka semua adalah artis yang kepergok berkencan. Dunia maya pun langsug heboh dengan kabar ini.
Untunglah, orang-orang Ben sangat kuat dan sigap menghalau para wartawan agar tak mendekati Raja-Bulan dan juga Ben-Kiran. Begitu keduanya masuk ke dalam mobil masing-masing, mobil-mobil mewah tersebut langsung melesat pergi begitu saja tanpa memberikan klarifikasi apapun mengenai apa yang terjadi dan siapakah mereka sebenarnya. Ben dan Raja memang sengaja membiarkan netizen berspekulasi apapun yang mereka suka. Karena bagi Raja, keselamatan Bulan adalah yang utama.
Selain itu, kepergian dua pria asing yang membawa Bulan dan Kiran secara tak terduga, menjadi tanda tanya besar bagi semua orang yang ada di hotel ini tak terkecuali ibu Raja sendiri. Ia memang tidak begitu yakin siapa pria yang melindungi Bulan dari serangannya dan membawanya pergi tanpa bicara sepatah kata. Hati Jenny jadi ketar-ketir dan takut kalau-kalau pria tinggi itu adalah putranya sendiri.
Sementara Bulan, tak bisa berhenti menatap wajah lurus Raja yang tampak menahan amarah begitu besar tak terkira. Ini kali pertama ia melihat artis tampan yang digandrungi kaum hawa diseluruh penjuru dunia tampak sebegitu emosinya.
“Raja …” ujar Bulan yang duduk di samping suaminya. Raja memang tak menatap Bulan, tapi tangannya menggenggam erat tangan Bulan seolah tak ingin melepaskannya lagi.
“Tolong jangan bersuara dulu Sayang, aku … tidak ingin kau kena imbas amarahku.” Suara Raja terdengar bergetar tak seperti biasanya. Mungkin ia sedang berusaha keras meredakan amarahnya.
Sebagai istri, Bulan sangat mengerti seperti apa perasaan suaminya saat ini. Raja sudah memperingatkan dirinya untuk tak dekat-dekat dengan ibu mertuanya, tapi Bulan bersikukuh tetap ingin bersama dengan Jenny dengan harapan hubungan mereka bisa baik dan menjadi dekat. Namun harapan Bulan tak pernah bisa tercapai.
Dan pada akhirnya, hal buruk inipun terjadi. Dihadapan semua orang ternama, Jenny mempermalukan menantunya sendiri. Sialnya, hal itu diketahui oleh Raja. Tentu saja Raja benar-benar marah pada ibunya. Sangat marah sampai ia tak tahu harus melakukan apa. Bulan juga tak berani membayangkan apa yang bakal terjadi setelah ini.
Bukan begini yang Bulan inginkan. Sungguh dari lubuk hati terdalam Bulan, ia tak ingin Raja membenci ibunya atau menjauhi keluarganya hanya demi wanita seperti dirinya. Sebaliknya, Bulan ingin ia diterima dikeluarga Raja dan mereka semua hidup bahagia. Bukan hanya Raja yang merasakan sakit bagai tersayat belati atas perlakuan Jenny terhadap Bulan. Bulan juga jauh lebih tersakiti dan beban hatinya semakin bertambah.
“Ben, jika kau sudah selesai dengan urusanmu! Segera temui aku! Bilang pada manajer aku kurang sehat sekarang. Batalkan semua jadwalku hari ini,” ucap Raja melalui sambungan teleponnya.
__ADS_1
“Baik Tuan,” jawab Ben dari seberang sana.
“Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku … ada di sini?” tanya Bulan setelah melihat suaminya sedikit tenang dan nada suaranya terdengar normal.
“Aku ada pemotretan di sini dan jadwal syuting reality show Sayang. Aku tak sengaja melihatmu dan …” Raja tak bisa meneruskan kata-katanya karena amarahnya kembali memuncak mengingat bagaimana ibunya mempermalukan istrinya yang jelas-jelas tengah mengandung cucunya sendiri.
Tanpa suara, Bulan memeluk Raja agar suaminya ini tak lagi terbakar amarah. Pelukan itu sekaligus memberitahu Raja kalau dirinya sangat baik-baik saja.
“Jangan marah suamiku Raja … aku tak suka kau seperti ini, ini bukan dirimu … Rajaku … adalah pria yang lucu tapi juga menyebalkan. Raja adalah artis yang menawan dan selalu tersenyum pada siapa saja yang melihatnya. Aku … tak mau kau terluka karena aku …” ujar Bulan sedih.
Kata-kata Bulan lumayan berhasil membuat Raja mengesampingkan sedikit emosinya. Seketika amarahnya mereda dan ia langsung menatap wajah cantik Bulan. Mata Raja beralih turun ke bawah tepat dibagian perut istrinya.
“Apa dia … baik-baik saja?” tanya Raja sambil mengelus lembut perut Bulan.
Jawaban Bulan yang mengetahui semua hobi dan aktivitas Raja saat senggang membuat sang artis kembali teringat akan kata-kata Ben yang mengatakan kalau Bulan adalah salah satu fans fanatiknya. Semua aktivitas yang dilakukan Raja memang diketahui oleh seluruh fansnya, apapun itu bahkan saat ia tidur sekalipun.
“Kau bohong padaku,” tuduh Raja tiba-tiba sambil menatap tajam mata Bulan.
“Sungguh aku tidak bohong, anak kita suka dengan semua yang dilakukan ayahnya saat syuting dan menjalani hari-harinya sebagai artis dengan penuh energik,” terang Bulan menjelaskan kalau ia tak berkata bohong. Namun, sepertinya ia salah paham dengan maksud ucapan Raja.
Raja tersenyum, wajah polos Bulan mengingatkan akan seseorang yang pernah membuatnya bertanya-tanya saat acara fanmeeting beberapa waktu lalu. Bagaimana tidak, disaat semua para fansnya berteriak histeris dan heri alias heboh sendiri ketika Raja mulai menyapa, hanya seseorang ini yang tampak kebingungan dan hanya melihat diam rekan-rekannya yang lain.
__ADS_1
Disaat semua orang berlomba-lomba tampil cantik dan seperfect mungkin ketika fanmeeting dengan Raja, cuma seseorang itulah yang menutupi wajahnya dengan masker. Seseorang itu juga sering memakai logat asing berantakan saat berbalas DM dengan Raja di Instagram. Seseorang itu sering sekali typo dan heboh sendiri kalau dapat notif pesan darinya. Kini, Raja tahu siapa orang itu. Dan orang itulah yang membuatnya tersenyum sendiri.
“Rupanya kau …” Raja tertawa, ia benar-benar terlihat bahagia dan sudah tak sedih lagi. “Akhirnya kutemukan juga, tapi kenapa kau bohong padaku?” tanya Raja sambil mengeratkan pelukannya pada Bulan.
Bulan semakin tidak mengerti karena suaminya terus menuduhnya berbohong. “Tunggu, ini bicara soal apa, sih? Anak ini atau siapa? Siapa yang kau temukan?” tanya Bulan bingung mendengar ucapan Raja dan perubahan ekspresinya begitu tiba-tiba.
Raja mendekatkan wajahnya dan menempelkan dahinya di dahi Bulan. Ia tersenyum simpul dan menatap penuh cinta mata Bulan. “Akun ****** itu adalah akunmu, kan? Kau fans fanatikku juga, tapi kenapa kau bohong dengan mengatakan tak mengenalku ketika kita pertama kali bertemu? Jawab aku?” desak Raja.
Deg!
Gawat, bagaimana dia bisa tahu … matilah aku sekarang! Batin Bulan
“I-itu, bukan aku … i-itu akunnya temanku, dia yang ngefans denganmu, bukan aku!” Bulan berkilah dari tuduhan Raja yang sudah mengetahui akun pribadinya, tapi ia juga gugup saat Raja terus mendekatinya meski Bulan berusaha keras menjauhinya.
Bulan terus bergeser posisi merepet pintu mobil, dan Raja juga melakukan hal sama dengan memepet tubuh istrinya hingga menempel erat didekat pintu mobil.
“Oh …” Raja manggut-manggut semakin senang melihat wajah tegang Bulan. “Katakan padaku, mau kucium sekarang atau nanti kalau sampai di rumah?” tanya Raja melenceng dari topik pembicaraan awal.
“Hah?” Mulut Bulan menganga lebar tapi juga langsung ia tutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangan sambil menggelengkan kepalanya tanda tak menyetujui usulan Raja.
Kok jadi gini sih? Jerit Bulan dalam hati, sementara suaminya malah bermain mata dengannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***