Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
Bab 26 Bulan Bertemu Raja


__ADS_3

Raja sungguh ingin memberi pelajaran kelompok pemuda yang sejak tadi terus saja mengganggu Bulan. Namun, Ben bersikeras melarangnya untuk tidak turun tangan sendiri dan tetap tenang diposisinya seolah tak tahu apa-apa mengingat di kafe ini, ada banyak sekali orang penting dan pastinya sangat mempengaruhi karir Raja sebagai artis ternama. Apalagi selama ini, Raja adalah salah satu artis yang selalu jauh dari gosip miring apapun. Itulah mengapa popularitasnya semakin tinggi di mata masyarakat dan para fans.


Mungkin ini merupakan hal baru yang dirasakan Ben selama puluhan tahun menjadi asisten Raja. Untuk pertama kalinya, majikannya terbawa emosi saat melihat wanita yang pernah singgah diranjangnya itu dalam keadaan terdesak akibat gangguan dari pria hidung belang. Sebelumnya, Raja selalu cuek dan bodo amat dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Ini bukan sifat Raja sebenarnya, tapi mungkin rasa bersalah atas apa yang dulu pernah ia lakukan pada Bulan membuat Raja jadi seperti ini.


Kembali ke saat Bulan pergi dan memutuskan untuk tak ingin mengenal Raja selamanya, Ben yang mengetahui hal itu marah pada tuannya dan menjelaskan kejadian sebenarnya. Apa yang terjadi antara Bulan dan Raja, bukan salah Bulan, melainkan salah Kiran yang sengaja menaruh racun dalam minuman Raja. Dan mungkin kejadian memalukan itu tidak akan terjadi kalau Ben dan Raja tidak mengadakan taruhan sehingga sang artis juga tidak harus mencari cara untuk membuat Kiran pergi meninggalkannya dengan melibatkan Bulan yang kala itu, tak tahu apa-apa.


Dari situ, Raja tersadar kalau dia juga bersalah atas apa yang menimpa Bulan. Tak seharusnya ia berkata kasar apalagi sampai menuduh Bulan yang bukan-bukan. Hingga detik ini, yang menjadi pertanyaan di benak Raja adalah bukannya Bulan meminta pertanggungjawaban darinya, gadis itu malah menolak perjodohan yang nenek Raja lakukan kala itu. Bulan lebih memilih pergi dan menghilang begitu saja. Hal itu membuat pikiran Raja terganggu dan juga tidak tahu harus berbuat apa hingga ia melihat Bulan lagi di kafe ini.


Sudah sebulan ini Raja meminta Ben mancari keberadaan Bulan untuk meluruskan masalah mereka, tapi Bulan tak kunjung juga ditemukan. Tak disangka, gadis yang dicarinya tiba-tiba saja hadir di sini. Sebenarnya, Raja sudah melihat Bulan saat gadis itu berdiri di pinggir halaman kafe ketika ia baru saja tiba. Namun, karena ada banyak wartawan dan fans fanatiknya, Raja pura-pura tidak lihat meski dalam hati, ia ingin sekali menemui Bulan. Sebagai gantinya, Raja minta salah satu pengawalnya mengikuti Bulan kemanapun dia pergi dan ternyata Bulan malah datang ke kafe dan masuk kemari.


Sementara sang asisten, terus saja menahan Raja agar tak bertindak gegabah terhadap para pria yang sejak tadi mengusik Bulan dimanapun ia berada. Agar tak menimbulkan kecurigaan banyak orang, Ben menawarkan diri melindungi Bulan dengan catatan Raja harus bersikap tenang ditempatnya.


"Percayakan pada saya, Tuan. Saya akan membereskan mereka secara diam-diam. Lagipula, nona Bulan terus menghindari mereka. Dia butuh tempat aman yang tak banyak dilihat orang," saran Ben meredam emosi tuannya.


"Kau benar, aku tak mau ada masalah hanya karena para kecoak itu. Kau pancing saja mereka ke tempat sepi, lalu bereskan mereka semua tanpa kentara. Jangan sampai meninggalkan jejak apapun. Masalah Bulan, biar aku yang urus," ujar Raja sambil meneguk minumannya lalu meletakkan gelas yang sudah kosong di atas meja.

__ADS_1


Kedua laki-laki cool itupun turun dari tangga, Raja bahkan sok pura-pura bersedia diambil fotonya saat berjumpa dengan beberapa fans dan sempat mengobrol juga dengan tamu VIP di sini. Sementara Ben, mulai menunjukkan aksinya dengan memancing para pria tak dikenal yang terus saja mendekati Bulan.


Bulan sendiri merasa risih sendiri, pertama kali dalam sejarah hidupnya datang ke sebuah kafe langsung diganggu oleh orang-orang asing tak dikenalnya. Apalagi orang-orang ini terus saja memintanya menari bersama dan lain sebagainya. Berulang kali gadis itu menolak ajakan mereka tapi ternyata mereka malah semakin gencar mendekati Bulan.


"Hai, Bro!" sapa Ben sambil menepuk bahu-bahu para pria yang sejak tadi mengganggu Bulan dari arah belakang.


Melihat kedatangan Ben. Bulan langsung lega, saat kedua pria tak dikenal itu menoleh kearah Ben, Bulan mengambil kesempatan untuk melarikan diri dari mereka dan sebisa mungkin menjauh dari kerumunan.


Ben terus saja nyerocos nggak jelas sambil mengamati Bulan yang sudah menghilang jauh dari pandangan. "Terimakasih atas waktunya, kalian berdua beruntung kali ini. Ayo ikut denganku ke belakang untuk menerima jackpot kalian," ajak Ben mengakhiri kalimatnya.


Sementara itu, Bulan terus berjalan ke tempat yang agak jauh dari keramaian dan sebisa mungkin menghindar dari tatapan para pria yang emnatapnya aneh hingga tanpa sadar ia sampai disebuah lorong kafe yang lumayan sepi. Dari belakang, Bulan merasa kalau ada yang mengikutinya. Gadis itu berjalan lebih cepat dan ketika ia sampai ditikungan lorong, sebuah tangan menarik lengannya sehingga ia terseret masuk kesebuah bilik.


"Siapa kau?" tanya Bulan tapi mulutnya langsung dibekap oleh orang yang menarik tubuhnya agar tidak bersuara.


Firasat Bulan benar, ia memang diikuti oleh beberapa orang tak dikenal. Gadis itu bersandar di daun pintu bersama dengan seorang pria tapi tak jelas wajahnya karena keadaan di sini sangat gelap. Begitu orang-orang yang mengikuti Bulan melewati pintu, barulah pria yang menarik tangan Bulan menunjukkan wajahnya di antara cahaya yang bersinar melalui luar jendela.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Bulan karena pria yang ada dihadapannya ini adalah Raja, artis ternama yang sedang dicarinya. Pria itu benar-benar Raja. Bulan tidak salah lihat lagi, orang yang menarik tangannya ternyata adalah ayah dari calon bayi yang dikandungnya. Dia adalah Abiyas Raja Athrazka.


"Kau mencariku?" tanya Raja langsung tanpa basa-basi.


Pertanyaan Raja menyadarkannya dari rasa terkejutnya. Ia pun ingat akan tujuannya datang kemari, yaitu memberitahu Raja tentang kehadiran anak yang ada dalam kandungan Bulan.


"Iya, aku mencarimu. Aku melanggar sumpahku sendiri. Tadinya kupikir aku sungguh tak ingin melihatmu lagi, tapi ... aku harus memberitahumu sesuatu." Bulan juga tak ingin basa-basi. Ia ingin memberitahu Raja tentang kondisinya lalu pergi selama-lamanya dari kehidupan Raja.


"Katakan, ada apa?" tanya Raja, tapi ia merasakan ada sesuatu hal yang besar.


"Sebelum aku mengatakannya, kuberitahu kau satu hal supaya kau tak salah paham padaku dan berpikiran yang bukan-bukan tentangku. Aku datang hanya untuk memberitahu, tidak lebih dari itu. Aku juga tak minta pertanggungjawabanmu karena aku sangat membencimu. Tapi hati nuraniku berkata kau harus tahu ..." Bulan menghentikan kalimatnya dan mengatur napas dalam-dalam. Sedangkan Raja, terus mendengarkan dengan seksama setiap kata yang diucapkan Bulan. "Kau harus tahu kalau ... aku ... hamil anakmu," ujar Bulan lirih.


Gadis itu sudah tak bisa lagi membendung airmatanya yang ia tahan sejak tadi. Bulan menangis dihadapan Raja setelah mengatakan apa yang harus ia katakan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2