
Sesuai perintah Raja, Ben membawa Bulan terlebih dulu masuk ke dalam mobil lain melalui pintu belakang restoran. Sementara Raja sendiri menyapa penggemar yang sudah menantinya di halaman depan restoran untuk mengalihkan perhatian agar para fans fanatik Raja dan paparazi tak menyadari keberadaan Bulan bersamanya.
Untuk sementara ini, Raja tak ingin siapapun mengenal Bulan seperti yang diinginkan istrinya demi kebaikan keluarga kecil Raja meskipun ia semakin merasa bersalah karena telah menyembunyikan identitas status Raja yang sekarang. Meski demikian, Raja punya kehidupan privasi yang tak ingin diganggu atau dikepoin orang lain. Dan ia sadar, cepat atau lambat semua orang akan tahu statusnya. Dalam hati, Raja berniat akan mencari waktu dan saat yang tepat untuk memperkenalkan Bulan bila sudah tiba saatnya.
Suara teriakan para fans Raja terdengar menggema memenuhi halaman restoran. Selalu saja ada kehebohan disetiap kehadiran suami Bulan ini. Namanya juga artis, pasti selalu menjadi pusat perhatian dimanapun dia berada. Entah bagaimana caranya mereka bisa tahu keberadaan Raja, hal itu selalu menjadi misteri dan hanya seorang fans sejati saja yang tahu.
Setelah puas menyapa para penggemarnya, Raja masuk ke dalam mobil yang dikawal oleh para bodyguard Raja dan pergi menemui Bulan yang sedang dibawa Ben lebih dulu pulang ke rumah. Tempat yang paling aman untuk pasangan suami istri itu memang adalah kediaman Raja sendiri. Tak ada seorangpun yang bisa mengganggu ataupun memantau apapun aktivitas Raja selama ia ada di kediamannya.
Sesampainya di rumah, Raja langsung menemui istrinya dan menanyakan keadaannya. Kebetulan, Bulan memang langsung menuju kamar untuk rehat sejenak. Sejujurnya ia sangat terkejut dengan semua kejadian yang terjadi hari ini. Awalnya ia ingin menyerah dan menuruti permintaan ibu mertuanya untuk meninggalkan Raja begitu saja dan bermaksud membesarkan anaknya sendiri dengan cenk yang diberikan Jenny.
Namun, kehadiran Raja saat ada di toilet pria, membuat Bulan berubah pikiran. Bagaimanapun juga, anak dikandungan Bulan pasti membutuhkan keluarga lengkap. Mana mungkin Bulan jadi egois dengan menjadikannya anak yatim dan membuat Raja kehilangan anaknya. Jelas itu tidak mungkin bisa Bulan lakukan.
“Kau baik-baik saja?” tanya Raja begitu melihat Bulan tengah duduk di atas tempat tidur mereka sambil mengamati pemandangan luar.
“Ehm, aku sangat baik-baik saja. Aku kira kau melanjutkan jadwalmu.” Bulan tersenyum, padahal ia memikirkan banyak hal.
“Jadwalku sudah selesai hari ini. Besok adalah jadwal pemeriksaan kandunganmu, aku akan mengantarmu.”
“Tidak perlu, kau akan terkena banyak skandal bila sampai orang melihatmu mengantarku ke dokter kandungan. Orang akan berpikir negatif tentangmu. Biarkan aku pergi sendiri. Percayalah, aku baik-baik saja. Bukankah kau ada reality show besok? Aku tak sengaja melihat jadwalmu di mobil tadi. Maaf, jika aku lancang.”
__ADS_1
Raja menggeser kursi di depan Bulan dan menggenaggam erat kedua tangannya. “Kau tak perlu minta maaf. Kau berhak tahu semua jadwalku karena kau istriku. Ben akan mengirimkan semua jadwalku padamu dan kau bisa memeriksanya sendiri. Mengenai yang tadi … apa kau marah pada ibuku?” mata Raja tak pernah lepas memandangi wajah Bulan.
“Tidak, bagaimana kau bisa bilang begitu. Aku tidak marah, aku paham, aku bahkan akan memperjuangkan diri agar beliau mau menerimaku sebagai menantunya. Mulai sekarang, jangan ikut campur urusanku dan ibumu, dia akan semakin membenciku jika kau terus saja membelaku. Kau cukup mendukung dan menyemangatiku saja. Biarkan aku sendiri yang mencairkan hati ibu agar tak membenciku lagi. Bagaimana, kau setuju?”
“Kau yakin?”
“Aku yakin, hati seorang ibu itu tak pernah salah. Aku memahami perasaannya karena aku juga akan menjadi calon ibu.” Bulan meraih kedua tangan Raja dan melingkarkannya diperutnya. “Jangan marah atau merasa bersalah padaku atas sikap ibu hari ini.” Bulan berkata sambal tersenyum manis sehingga Raja juga ikut tersenyum.
“Dulu ibuku tidak begitu, entah kenapa dia berubah. Tapi, jika itu sudah keyakinanmu maka aku tidak bisa berbuat apa-apa. Katakan padaku bila ibu menyakitimu.”
“Dia tidak akan menyakiti siapapun. Begini saja, karena kau sudah di rumah, bersiap-siaplah, kita harus temui ibu untuk minta maaf.”
“Karena dia mencintaimu, Raja. Dia bersikap seperti ini karena ia sangat menyayangimu. Kalau aku jadi dia, aku pasti akan melakukan hal sama. Mana mungkin artis setampan dan sekeren dirimu bisa jatuh cinta pada wanita rendahan sepertiku? Ibu mana yang bisa menerima semua itu dengan mudah? Ibu hanya tidak tahu seperti apa aku, mungkin jika beliau tahu … pandangannya padaku akan berubah.” Bulan meyakinkan suaminya untuk menuruti semua keinginannya. Toh ini juga demi kebaikan mereka berdua dan calon buah hati mereka agar kedepannya tak ada lagi masalah keluarga.
Yang dikatakan Bulan memang benar. Di mana-mana, tak hanya keluarga Raja ataupun keluarga Bulan, dan dari dulu hingga sekarang, drama ikan terbang antara menantu dan mertua memang tak kunjung bisa diselesaikan. Tinggal bagaimana cara Raja menyikapi permasalahan keluarganya ini. Iapun juga tak bisa menyalahkan siapapun. Untunglah ia punya bulan yang pengertian dan tidak terlalu banyak menuntut ataupun mengekang sehingga membuat Raja tak bisa berkata-kata. Iapun menyetujui niat baik Bulan.
“Ayo ikut aku,” ajak Raja tiba-tiba.
“Ke mana?” Bulan bingung, mau diajak ke mana lagi dia.
__ADS_1
Sambil tersenyum licik, Raja menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya rapat-rapat. Sudah bisa dipastikan apa yang terjadi selama mereka berdua ada di dalam sana. Pastilah keduanya melakukan adegan Bulan tertusuk Raja.
***
Malam harinya, Raja dan Bulan datang kekediaman kedua orangtua Raja yang kebetulan saat itu, hanya ada ibu Raja dan adik Raja saja. Ayah dan nenek Raja sedang pergi keluar negeri untuk mengurus acara mereka masing-masing.
Awalnya, Jenny sangat terkejut melihat kedatangan putranya bersama Bulan ke rumah ini setelah sekian lama. Sudah bertahun-tahun, putra kesayangannya tak pernah menginjakkan kakinya di rumah ini. Drama ikan terbangpun dimulai. Jenny memasang wajah berkaca-kaca untuk meluluhkan hati Raja agar tidak marah padanya atas kejadian tadi.
Tentu saja Raja sebenarnya sudah tidak terpengaruh, tapi demi Bulan iapun memaafkan kesalahan yang dibuat ibunya yang telah berani meminta Bulan meninggalkannya.
“Harusnya Mama bangga punya menantu yang pengertian seperti Bulan. Tolong jangan lihat darimana dia berasal, Ma. Bulan juga punya ibu, dan demi aku, ia bahkan tak tahu seperti apa kondisi ibunya saat ini. Kenapa Mama sangat membenci wanita yang bahkan sebentar lagi akan memberikan cucu untuk Mama? Aku mau datang ke sini juga atas permintaan Bulan. Ia ingin Mama mengenal Bulan. Maaf jika aku bicara tidak sopan, tapi … aku tak bisa tinggal diam bila ada orang yang mencoba memisahkan kami sekalipun orang itu adalah ibuku sendiri.” Raja menagatakan kalimat itu untuk memberi pengertian pada ibunya.
Entah jenny ini sudah paham akan kesalahannya atau belum, iapun meminta putra dan menantunya bermalam di rumah ini sebagai tanda kembalinya keharmonisan keluarga mereka. Ibu Raja bahkan meminta Bulan untuk menginap beberapa hari di rumah ini dengan tujuan agar ibu Raja bisa mengenal baik seperti apa Bulan sebenarnya.
Pada awalnya sih Raja menolak, tapi Bulan setuju, jadi mau tidak mau Raja ikut saja keputusan Bulan meski dalam hati ia tampak was-was. Bukan berarti ia tak percaya pada ibunya, tapi Raja punya firasat buruk tentang ini. Dan semoga firasatnya salah dan tidak pernah terjadi.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1